SDN Balongsari 3 Kota Mojokerto Gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme, Dorong Edukasi Lingkungan Sejak Dini

SDN Balongsari 3 Mojokerto Holds Eco Enzyme Workshop, Promotes Early Environmental Education
RDEE Mojokerto – 19/08/2025

SDN Balongsari 3 Kota Mojokerto yang berlokasi di Jl. Gajah Mada No. 151, Kecamatan Magersari, menggelar pelatihan pembuatan eco enzyme pada Selasa (19/8/2025).
SDN Balongsari 3 Mojokerto, located at Jl. Gajah Mada No. 151, Magersari District, held an eco enzyme production workshop on Tuesday (August 19, 2025).

Kegiatan ini diikuti oleh guru, siswa, dan perwakilan komite sekolah, dengan menghadirkan narasumber dari Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto.
The event was attended by teachers, students, and school committee representatives, featuring speakers from Eco Enzyme Global Volunteers (RDEE) Mojokerto.

Kepala Sekolah SDN Balongsari 3, Lely Edna Dwiyanti, membuka acara secara resmi dan menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak usia dini.
Principal Lely Edna Dwiyanti officially opened the event, emphasizing the importance of environmental education from an early age.

“Anak-anak harus kita kenalkan sejak dini tentang bagaimana menjaga lingkungan. Melalui eco enzyme, mereka bisa belajar bahwa sampah organik ternyata dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
“Children must be introduced early to environmental care. Through eco enzyme, they learn that organic waste can be transformed into something useful,” she said.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan cara sederhana membuat eco enzyme menggunakan kulit buah, gula merah atau molase, dan air.
During the workshop, participants learned how to make eco enzyme using simple ingredients: fruit peels, brown sugar or molasses, and water.

Narasumber menjelaskan proses fermentasi selama tiga bulan serta manfaat eco enzyme setelah jadi.
The speaker explained the three-month fermentation process and the various benefits of the final product.

Para siswa tampak antusias saat mencampurkan bahan-bahan di wadah plastik yang disediakan. Dengan bimbingan guru dan relawan, mereka mulai memahami bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi solusi ramah lingkungan.
Students were enthusiastic as they mixed the ingredients in prepared containers. Guided by teachers and volunteers, they began to understand that waste management can be eco-friendly.

Eco enzyme memiliki banyak manfaat, seperti cairan pembersih alami, pupuk cair, penyegar udara, dan pengusir bau.
Eco enzyme offers many benefits, such as natural cleaning liquid, liquid fertilizer, air freshener, and odor remover.

“Eco enzyme adalah bukti nyata bahwa dari sampah bisa lahir manfaat. Jika anak-anak terbiasa, maka budaya ini bisa terus dibawa ke rumah dan diterapkan oleh keluarga,” jelas salah satu relawan.
“Eco enzyme is living proof that waste can bring benefits. If children get used to it, this habit can be carried home and practiced by families,” said one volunteer.

Sekolah berkomitmen menjadikan eco enzyme sebagai bagian dari program berkelanjutan. Hasil praktik siswa akan disimpan di ruang khusus sebagai bank eco enzyme sekolah.
The school is committed to making eco enzyme part of its sustainability program. Students’ products will be stored in a dedicated space as the school’s eco enzyme bank.

Kepala Sekolah berharap kegiatan ini menjadi gerakan bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
The Principal hopes this initiative becomes a joint movement between the school, parents, and the community.

“Kami ingin SDN Balongsari 3 menjadi sekolah percontohan dalam edukasi lingkungan, sehingga siswa tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga punya kepedulian nyata terhadap bumi,” tegasnya.
“We want SDN Balongsari 3 to be a model school for environmental education, where students are not only smart in class but also truly care for the Earth,” she affirmed.

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh semangat. Banyak peserta menyatakan keinginan untuk membuat eco enzyme di rumah setelah memahami manfaatnya.
The workshop was lively and full of enthusiasm. Many participants expressed interest in making eco enzyme at home after learning its benefits.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis hasil praktik siswa kepada pihak sekolah. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelajar dan masyarakat sekitar.
The event concluded with a symbolic handover of students’ eco enzyme products to the school. This workshop is expected to be a meaningful start in fostering environmental awareness among students and the local community.

Humas RDEE Mojokerto
RDEE Mojokerto Public Relations

Tinggalkan komentar