YRDEE; 24 Agustus 2025
Rangkaian Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) resmi ditutup dengan penuh keceriaan, kebersamaan, dan harapan besar di Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/8/2025). Closing ceremony kali ini menjadi penutup yang tak hanya berkesan, namun juga sarat makna, karena seluruh peserta jambore nasional diajak untuk menyatu dalam permainan angklung, instrumen tradisional khas Sunda yang menggambarkan harmoni dan kebersamaan.
Sejak pagi hari, suasana Saung Udjo sudah dipenuhi dengan antusiasme para relawan dari berbagai provinsi/region di Indonesia. Dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Jawa, seluruh peserta berkumpul dalam satu irama, memainkan angklung secara serentak. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa meski berasal dari daerah yang berbeda, seluruh relawan RDEE memiliki satu visi yang sama: menjaga bumi dan memperluas gerakan eco enzyme di seluruh pelosok negeri.
Turut hadir dalam acara penutupan ini Founder RDEE, Dewan Pembina, serta jajaran Dewan Pengurus Pusat YRDEE. Mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga ikut larut memainkan angklung bersama peserta. Dentingan angklung yang dimainkan secara kolektif menciptakan harmoni indah, membangun suasana penuh kekeluargaan, seakan menegaskan bahwa gerakan eco enzyme bukan sekadar kegiatan lingkungan, melainkan juga wadah persaudaraan lintas daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum YRDEE
Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) Bangda Danial Kaban menyampaikan rasa syukur dan bangga atas suksesnya pelaksanaan Jambore Nasional ke-3.
“Di sini kita belajar bahwa kebersamaan adalah energi terbesar dalam perjuangan menjaga bumi.
Melalui angklung, kita diingatkan bahwa harmoni hanya bisa terwujud jika setiap individu berperan dengan tulus dan penuh kesadaran,” ujarnya dengan penuh semangat.
Puncak dari closing ceremony ini adalah pengumuman resmi mengenai tuan rumah Jambore Nasional ke-4. Dengan penuh tepuk tangan dan sorak-sorai, diumumkan bahwa Provinsi/Region Bali telah ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Nasional ke-4 RDEE tahun 2026. Keputusan ini disambut hangat oleh seluruh peserta, mengingat Bali dikenal sebagai daerah dengan kekayaan alam, budaya, dan komitmen kuat terhadap lingkungan hidup.
Perwakilan relawan dari Bali yang hadir pun menerima tongkat estafet penyelenggaraan dengan penuh rasa tanggung jawab. Mereka berjanji akan menghadirkan jambore yang lebih besar, lebih meriah, dan tetap menjaga semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan.
Closing ceremony di Saung Udjo kemudian ditutup dengan lantunan musik tradisional dan suasana penuh suka cita. Para relawan pulang membawa kenangan manis, energi baru, dan tekad kuat untuk kembali ke daerah masing-masing, melanjutkan gerakan eco enzyme dengan semangat yang lebih menyala.
Dengan berakhirnya Jambore Nasional ke-3 ini, RDEE sekali lagi membuktikan bahwa gerakan kecil yang dilakukan bersama dapat menimbulkan dampak besar. Dan dengan ditetapkannya Bali sebagai tuan rumah tahun 2026, seluruh relawan kini menatap masa depan dengan optimisme bahwa jambore berikutnya akan semakin mempererat persaudaraan dan memperluas aksi nyata untuk bumi.
Humas










Tinggalkan komentar