YRDEE; 23 Agustus 2025
Malam perpisahan atau farewell party Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) semakin meriah dengan hadirnya suguhan budaya yang sarat makna. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah penampilan Tari Karo yang dipersembahkan langsung oleh Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), Bangda Danial Kaban, bersama sang istri.
Tari Karo, yang berasal dari etnis Batak Karo di Sumatera Utara, bukan sekadar tarian rakyat biasa. Tarian ini dikenal sebagai simbol kebersamaan, sukacita, dan penghormatan kepada sesama. Dalam tradisi Karo, tarian ini kerap dihadirkan dalam perayaan besar sebagai wujud syukur serta ungkapan persaudaraan tanpa sekat. Kehadirannya di tengah suasana farewell party menjadi penegasan filosofi yang sejalan dengan semangat Jambore Nasional RDEE: kebersamaan, persaudaraan, dan harmoni antara manusia serta alam.
Dengan iringan musik tradisional yang ritmis, Ketua Umum YRDEE bersama istri tampil anggun dan penuh semangat, menggerakkan tangan dan langkah kaki mengikuti alunan khas Karo. Tepuk tangan meriah dari ratusan peserta yang hadir bergema di aula, menandakan apresiasi sekaligus kekaguman terhadap keberanian dan kerendahan hati seorang pemimpin yang mau turut menari bersama relawannya.
Momen ini bukan hanya menghibur, melainkan juga menjadi simbol perekat persaudaraan lintas daerah. Para peserta dari berbagai provinsi – mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali hingga Nusa Tenggara – merasa tersentuh, karena tarian tersebut seolah mengingatkan bahwa keberagaman budaya Indonesia adalah kekayaan yang patut dirayakan bersama.
“Melalui Tari Karo ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa relawan RDEE adalah satu keluarga besar. Kita berbeda suku, budaya, dan asal daerah, tetapi kita satu tujuan untuk menjaga bumi melalui gerakan eco enzyme,” ungkap Danial Kaban yang setelah penampilan, disambut tepuk tangan hangat seluruh peserta.
“Kita harus Bangga dengan asal usul kita dan harus menjaganya
Dalam kesempatan ini, tarian dan kain Uis Nipes dan Beka Buluh memiliki makna dan filosofi
Uis Nipes adalah kain tenun khas yang dikenakan oleh perempuan Karo dalam berbagai acara adat. Filosofinya mencerminkan peran perempuan sebagai penjaga nilai, penghubung antar generasi, dan pelindung keluarga.
Beka Buluh adalah kain tenun berwarna dasar merah dengan benang emas, dikenakan oleh laki-laki Karo dalam acara bahagia seperti pernikahan dan pelunasan utang adat.
Keduanya bukan sekadar kain, melainkan narasi visual tentang nilai-nilai Karo: kebijaksanaan, kasih sayang, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap siklus hidup ” ucap Danial kaban
“Relawan datang dari berbagai Daerah, Suku, Agama, Golongan, Usia dan lain lain.
Datang, menjadi satu… jadi satu semangat, satu visi, satu tujuan
Kembali ke tempat masing2 dengan semangat, visi dan kebaikan dalam RDEE” lanjutnya
“Serta mengajak Relawan untuk menyatukan visi dan semangat yang sama untuk dijalankan didaerah masing masing dengan selalu mengedepankan kearifan lokal” lanjutnya lagi
Selain menjadi penampilan istimewa, Tari Karo di malam perpisahan juga menambah nilai filosofis dari seluruh rangkaian Jambore Nasional ke-3 RDEE. Bagi para relawan, tarian tersebut menghadirkan energi positif sekaligus meninggalkan kenangan mendalam, bahwa gerakan pelestarian lingkungan tidak lepas dari nilai-nilai kearifan lokal dan budaya bangsa.
Farewell party yang diisi dengan makan malam bersama, tukar kado, hingga pesta kembang api, terasa semakin lengkap dengan hadirnya Tari Karo. Penampilan Ketua Umum YRDEE bersama istri menjadi bukti nyata bahwa pemimpin dan relawan berjalan beriringan, saling menguatkan, dan merayakan perbedaan dalam harmoni.
Dengan demikian, Jambore Nasional ke-3 RDEE tidak hanya menorehkan kesan kebersamaan dalam aksi lingkungan, tetapi juga meninggalkan jejak budaya yang memperkaya pengalaman para peserta. Malam itu, Tari Karo menjadi penutup penuh makna, menyatukan sukacita, rasa haru, dan semangat persaudaraan yang akan terus dibawa pulang oleh setiap relawan ke daerah masing-masing.
Humas







Tinggalkan komentar