Talk Show Mamilah Fest 2025 RDEE Padang Dorong Solusi Nyata Menuju Zero Waste

RDEE Padang, Sumatera Barat; 26 Agustus 2025

Sampah bukan sekadar masalah lingkungan—ia adalah cerminan perilaku dan kesadaran kita. Namun, solusi ada di tangan kita. Inilah semangat yang diusung dalam Talk Show Mamilah Fest 2025: Padang Goes to Zero Waste, sebuah forum inspiratif yang menghadirkan tokoh-tokoh penggerak perubahan dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Salah satu sorotan utama dalam talk show ini adalah keikutsertaan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Padang, yang diwakili oleh Bunda Ir. Ana Susanti Yusman, M.Eng. Dalam sesi yang penuh edukasi dan semangat kolaboratif, beliau memaparkan peran strategis Eco Enzyme sebagai solusi pengolahan sampah organik skala rumah tangga, kantor, dan lingkungan sekitar.

Melalui penjelasan yang lugas dan aplikatif, Bunda Ana menguraikan:

  • Apa itu Eco Enzyme: Cairan hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sayur, yang mengandung enzim aktif dan mikroorganisme baik.
  • Penemu Eco Enzyme: Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand, yang mengembangkan metode ini sebagai bagian dari gerakan pertanian alami dan pengelolaan lingkungan.
  • Manfaat Eco Enzyme untuk mengurai sampah organik: Mempercepat proses dekomposisi, mengurangi bau, dan menghasilkan cairan yang dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga disinfektan.
  • Manfaat di rumah tangga: Eco Enzyme dapat digunakan untuk membersihkan lantai, kamar mandi, mencuci buah, bahkan menyiram tanaman.
  • Cara pembuatan dari sampah dapur: Menggunakan rumus sederhana 1:3:10 (1 bagian gula, 3 bagian limbah organik, dan 10 bagian air), difermentasi selama minimal 3 bulan.
  • Lama fermentasi: Idealnya 90 hari, namun bisa lebih lama untuk hasil yang lebih kuat dan stabil.

Talk show ini menjadi ruang dialog yang membangun, mempertemukan pemerintah, komunitas, dan masyarakat umum dalam satu visi: mengurangi timbulan sampah melalui langkah kecil yang berdampak besar.

YRDEE

Tinggalkan komentar