RDEE Mojokerto. 02 September 2025
Semangat menjaga kelestarian lingkungan kembali digaungkan di Kota Mojokerto melalui sebuah kegiatan edukatif yang sarat manfaat.
Kali ini, Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI) Kota Mojokerto menggelar Pelatihan Eco Enzyme yang berlangsung pada Selasa ( 2 september 2025 ) di Aula Gedung Sentra IKM Batik, Kota Mojokerto. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan anggota komunitas, pemerhati lingkungan, serta masyarakat umum yang peduli terhadap kelestarian alam.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis mengenai apa itu eco enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta bagaimana penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga langsung diikuti dengan praktek pembuatan eco enzyme secara berkelompok. Dengan sistem “satu kelompok satu formula”,
Para peserta tampak antusias mencoba langsung proses fermentasi sederhana dari limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sayuran.
Ketua Komunitas Kain Kebaya Indonesia Kota Mojokerto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian kaum perempuan terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
“Kami ingin menunjukkan bahwa selain mencintai budaya dan melestarikan kebaya sebagai warisan bangsa, para perempuan juga mampu mengambil peran nyata dalam upaya menjaga bumi melalui hal sederhana seperti eco enzyme,” ujarnya.
Suasana pelatihan terasa hangat dan penuh semangat. Narasumber dari RDEE Mojokerto memaparkan secara detail bagaimana eco enzyme dapat dimanfaatkan, mulai dari pembersih alami, pengendali bau, pupuk cair organik, hingga sebagai salah satu upaya mengurangi emisi karbon. Penjelasan tersebut langsung dipraktikkan dengan bimbingan instruktur, sehingga para peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi benar-benar mampu mengolah sendiri.
Puluhan botol hasil olahan eco enzyme dari tiap kelompok menjadi bukti nyata bahwa limbah rumah tangga bisa diubah menjadi produk bermanfaat. Para peserta mengaku mendapatkan ilmu baru yang bisa diterapkan di rumah masing-masing, sekaligus menjadi modal pengetahuan untuk mengedukasi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Salah seorang peserta, menyampaikan rasa gembiranya.
“Kami sangat senang bisa belajar hal baru. Ternyata kulit buah yang biasanya dibuang begitu saja, bisa dijadikan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Apalagi tadi kami belajar sambil praktek langsung, jadi lebih paham,” tuturnya dengan penuh semangat.
Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antar anggota komunitas. Mereka bertekad untuk terus mengembangkan kegiatan serupa, bahkan ke depan mengadakan program lanjutan berupa pemanfaatan hasil eco enzyme di bidang pertanian, kesehatan, hingga kebersihan lingkungan perkotaan.
Dengan pelatihan ini, Komunitas Kain Kebaya Indonesia Kota Mojokerto berharap bahwa semangat melestarikan lingkungan tidak hanya berhenti pada kegiatan sehari, tetapi mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang ditularkan kepada masyarakat luas. Eco enzyme diharapkan menjadi gerakan kecil yang berdampak besar, sejalan dengan visi Mojokerto sebagai kota yang sehat, bersih, dan berbudaya.
Humas RDEE Jatim









Tinggalkan komentar