RDEE Mojokerto
Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat di aula Komplek Perumahan Sooko ketika para ibu-ibu berkumpul mengikuti pelatihan fermentasi dasar pembuatan cuka nanas. Kegiatan ini digelar oleh Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto sebagai bagian dari program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, Bunda Susilawati selaku mentor dari RDEE Mojokerto memberikan penjelasan lengkap mengenai proses pembuatan cuka nanas, mulai dari cara memilih buah, perbandingan bahan, teknik fermentasi alami, hingga tips penyimpanan agar kualitas tetap terjaga. Tidak hanya teori, peserta juga diajak langsung melakukan praktik pencampuran bahan dengan peralatan sederhana yang biasa tersedia di rumah.
Menurut pemaparan mentor, cuka nanas memiliki beragam manfaat. Selain dikenal baik untuk menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu metabolisme, produk fermentasi ini juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan hingga pembersih rumah yang ramah lingkungan.
Para ibu-ibu tampak bersemangat mencoba proses fermentasi. Banyak dari mereka yang baru mengetahui bahwa buah nanas ternyata bisa dimanfaatkan dalam pembuatan cuka.
“Senang sekali bisa belajar bersama. Ternyata mudah, tidak perlu alat mahal, dan bisa dipraktikkan langsung di rumah,” ujar salah satu peserta dengan wajah sumringah.
Selain menambah ilmu, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan antar warga.
Suasana pelatihan terasa cair, penuh tawa, dan sesekali diwarnai diskusi ringan seputar manfaat bahan alami dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua tim RDEE Mojokerto yang hadir dalam acara ini menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, lingkungan, sekaligus meningkatkan kemandirian keluarga.
“Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan bahan yang ada di sekitar, seperti nanas, menjadi produk bernilai tinggi. Ini langkah kecil menuju gaya hidup sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Warga perumahan Sooko berharap pelatihan serupa dapat terus digelar dengan tema berbeda, seperti pembuatan eco enzyme, cuka apel, atau produk fermentasi lainnya. Dengan begitu, semakin banyak keterampilan yang bermanfaat bisa dipelajari dan dipraktikkan.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, ibu-ibu Sooko tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga semakin termotivasi untuk hidup sehat, kreatif, dan ramah lingkungan.
Humas









Tinggalkan komentar