RDEE Kalimantan Timur; 25 September 2025
Balikpapan, 25 September 2025 — Dalam rangka memperkuat kapasitas sumber daya manusia Kelompok Tani Hutan (KTH), Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Sekolah Lapang bertema Pelatihan Eco Enzyme dan Produk Turunannya. Kegiatan ini menghadirkan Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Kalimantan Timur sebagai narasumber utama, bertempat di Wisata Tanjung Gading, Balikpapan Utara.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA ini diikuti oleh peserta dari 15 KTH binaan Dinas Kehutanan. Suasana pelatihan yang dilaksanakan di kawasan wisata pantai memberikan semangat dan antusiasme tersendiri bagi para peserta, yang datang dari berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Materi Pelatihan: Dari Teori ke Praktek
Pelatihan ini mencakup teori dan praktik pembuatan Eco Enzyme sesuai dengan SOP RDEE, serta pengolahan produk turunannya seperti RDEE Cuka Apel dan RDEE Cuka Salak. Para peserta diajak memahami manfaat ekologis dan kesehatan dari Eco Enzyme, sekaligus potensi ekonominya sebagai produk unggulan lokal.
Ketua RDEE Kalimantan Timur, Bunda Ruth Nesya Purba, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya meningkatkan kapasitas teknis KTH, tetapi juga membuka peluang baru bagi petani hutan untuk mengembangkan produk berbasis enzyme yang ramah lingkungan dan bernilai jual tinggi.
“Dengan Eco Enzyme, para petani hutan dapat merasakan manfaat langsung bagi kesehatan keluarga dan lingkungan. Produk seperti Cuka Apel dan Cuka Salak bahkan berpotensi menjadi produk unggulan daerah, khususnya bagi petani salak di sekitar Balikpapan,” ujar Bunda Ruth.
Momentum Hari Tani Nasional
Selain sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas SDM KTH, kegiatan ini juga menjadi bentuk perayaan Hari Tani Nasional yang jatuh pada bulan September. Semangat kemandirian, inovasi, dan keberlanjutan menjadi pesan utama yang digaungkan dalam kegiatan ini.
Dinas Kehutanan Kaltim berharap kolaborasi dengan RDEE dapat terus berlanjut, membuka ruang-ruang pembelajaran yang inklusif dan aplikatif bagi petani hutan, serta memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme













Tinggalkan komentar