Gunung Wungkal, Pati, Jawa Tengah — 02 November 2025
Etalase ALNUSA di Gunung Wungkal menjadi saksi semangat kolaborasi dan inovasi dalam Gathering Nasional ALNUSA 2025, yang dihadiri oleh 60 peserta dari berbagai penjuru Nusantara. Acara ini dipandu langsung oleh tuan rumah, Pak Nur Khamim, seorang petani alpukat sekaligus pelopor produk Madu Gana, yang telah membuktikan bahwa sinergi antara pertanian dan peternakan lebah mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling menguatkan.
Tema Strategis:
“Diversifikasi Usaha Kebun Alpukat dengan Peternakan Lebah Madu: Ekosistem, Peluang Usaha, dan Simbiosis Mutualisme”
Tema ini menjadi landasan diskusi dan pelatihan yang menggugah kesadaran petani akan pentingnya diversifikasi usaha berbasis ekologi dan kemandirian.
Peran Sentral YRDEE
Sebagai narasumber utama, Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) menghadirkan dua tokoh inspiratif:
- Bangda Danial Kaban, Ketua Umum YRDEE
- Bangda Riyan, Ketua Pembina YRDEE
Keduanya menyampaikan materi edukatif dan motivasional yang menekankan pentingnya transformasi usaha perkebunan menjadi sistem yang:
- Mandiri secara finansial
- Sehat secara ekologis
- Berkelanjutan secara operasional
- Dapat diwariskan secara intergenerasional
Sorotan Materi YRDEE:
- Transformasi Limbah Menjadi Sumber Daya: Pemanfaatan bahan lokal untuk pupuk dan pestisida alami
- Efisiensi Biaya Produksi: Produk RDEE hemat hingga 70% dibanding pupuk kimia
- Perbaikan Kualitas Tanah dan Ekosistem: Meningkatkan mikroorganisme baik dan daya serap air
- Kualitas Panen Lebih Sehat dan Bernilai Tinggi: Bebas residu kimia, cocok untuk pasar ekspor dan vegan
- Dampak Sosial dan Ekonomi: Mendorong kemandirian petani dan membuka peluang usaha baru
Bangda Danial mengajak peserta untuk menjadi pionir gerakan pertanian hijau dan mandiri melalui edukasi lapangan dan replikasi teknologi RDEE. Sementara Bangda Riyan menegaskan bahwa petani alpukat dapat membangun diversifikasi penghasilan yang berkelanjutan tanpa bergantung pada perbankan atau pinjaman online.
Simbiosis Alpukat & Lebah Madu
Acara ini juga menampilkan:
- Panen Raya Madu Gana
- Pelatihan Budidaya Lebah Madu
- Penanaman Bibit Alpukat menandakan dimulainya program Republik Alpukat yang akan menjadi tempat wisata dan penelitian Alpukat
- Temu Bisnis dan Kemitraan Alpukat-Madu
Penyerbukan alami oleh lebah terbukti meningkatkan kualitas buah sekaligus membuka sumber pendapatan tambahan bagi petani.
Inovasi Keuangan
Peserta dikenalkan pada sebuah Sistem, sistem investasi otomatis berbasis AI yang telah berizin resmi dari OJK, BAPPEBTI, dan Kominfo, memungkinkan petani:
- Mengelola modal hasil panen secara mandiri
- Menjaga kendali penuh atas dana
- Meningkatkan pendapatan bulanan 4–10%
- Menjalankan usaha tanpa utang dan bunga
Pemilihan Ketua ALNUSA
Dalam momen bersejarah, dilakukan pemilihan Ketua ALNUSA secara aklamasi, menetapkan Bangda Bathara Surya sebagai Ketua baru. Beliau juga menjabat sebagai Pengawas YRDEE dan Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia, memperkuat sinergi antara gerakan ekologis dan pemberdayaan petani.
Penutup
Jambore Alpukat Nusantara 2025 bukan sekadar pertemuan, melainkan titik tolak menuju ekosistem pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan bermartabat. YRDEE dan komunitas ALNUSA berkomitmen untuk terus memperluas jejaring usaha, memperkuat edukasi lapangan, dan membangun masa depan petani yang berkelanjutan dan penuh harapan.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme





Tinggalkan komentar