Gresik, Selasa 30 September 2025 — Memasuki minggu pertama bulan Oktober, RDEE Kabupaten Gresik menggelar titik putaran ke-1 dari rangkaian Gerakan Edukasi Indonesia Bersih. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Gresik sebagai bentuk aksi nyata dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.
Edukasi Minim Sampah dan Praktik Eco Enzyme
Materi edukasi yang diberikan mencakup strategi minim sampah skala kawasan sekolah serta teknik pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tidak berhenti di teori, siswa-siswi diajak langsung untuk praktik mengolah sampah organik menjadi eco enzyme—larutan fermentasi multifungsi yang ramah lingkungan.
Antusiasme Tinggi dan Rencana Produksi Sabun Organik
Para siswa menunjukkan antusiasme luar biasa dalam mengikuti kegiatan. Hasil olahan eco enzyme ini direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan dasar sabun organik, membuka peluang inovasi produk ramah lingkungan dari lingkungan sekolah.
Simbolis Tutup Lubang Biopori dan Donasi EE
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan simbolis tutup lubang biopori kepada pihak sekolah. Aksi ini bertujuan memberikan contoh nyata penerapan teknologi resapan air yang dapat diaplikasikan di lingkungan sekolah maupun rumah. Selain itu, donasi eco enzyme juga diserahkan langsung oleh Ketua RDEE Kabupaten Gresik, Bunda Tatik Erawati, kepada Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Gresik.
“Kami ingin siswa-siswi tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat. Edukasi ini adalah langkah awal menuju sekolah yang bersih, mandiri, dan berdaya,” ungkap Bunda Tatik Erawati, narasumber utama kegiatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan:
#majelislingkunganhiduppdmgresik
#gerakanEdukasiIndonesiaBersih
#EdukasiForsepsi2025
#bs_jayamakmurgresik
#bankecoenzymrdeeranduagung
#memilahsampahmenabungemas
#kampungbukitawan
#rdeekabgresik
#smkmuhamdyah2gresik
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme





Tinggalkan komentar