Aceh Tamiang, 02–03 Januari 2026
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) melalui RDEE Medan Deli Serdang Region Sumatera Utara melaksanakan misi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Aksi ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor pada awal tahun 2026.
Bantuan yang disalurkan meliputi Eco Enzyme (EE), minuman kesehatan anti-inflamasi (AI), serta edukasi dan sosialisasi pemanfaatannya bagi warga di posko-posko bencana. Produk bantuan tersebut berasal dari RDEE Region Jawa Barat dan Jawa Tengah, diakomodir oleh Yayasan RDEE, kemudian didistribusikan oleh RDEE Kota/Kabupaten Medan Deli Serdang Region Sumatera Utara.
Rangkaian Distribusi dan Kegiatan
Hari Pertama – Jumat, 02 Januari 2026
- Desa Cucur, Kecamatan Ranto
- Kondisi: relatif pulih, rumah sudah mulai ditempati kembali, listrik dan air tersedia meski terbatas.
- Kegiatan: sosialisasi dan edukasi penggunaan EE serta minuman kesehatan AI.
- PIC: Lefdah
- “Kami ingin masyarakat tahu bahwa Eco Enzyme bukan hanya untuk kebersihan, tapi juga bisa menjaga kesehatan mereka pasca bencana,” ujar Lefdah, relawan RDEE.
- Desa Kota Lintang Atas, Kecamatan Kuala Simpang
- Kondisi: rusak parah, sebagian besar rumah belum bisa ditempati karena masih tertimbun lumpur.
- Kegiatan: penyerahan EE dan AI, serta donasi 1 unit mesin doorsmeer yang ditempatkan di Posko RDEE untuk membersihkan lumpur di rumah warga.
- PIC: Nelly Fadhila
- “Mesin ini sangat membantu kami membersihkan rumah. Tanpa alat seperti ini, butuh waktu lama untuk bisa kembali tinggal di rumah,” kata salah satu warga.
- Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang
- Kondisi: hancur total, namun bantuan dari berbagai pihak sudah banyak masuk dan dapur umum beroperasi 24 jam.
- PIC: Purnama
- “Melihat dapur umum tetap menyala 24 jam memberi harapan besar bagi warga. Kami merasa tidak sendirian,” ungkap Purnama.
Hari Kedua – Sabtu, 03 Januari 2026
- Desa Sriwijaya, Kecamatan Kuala Simpang
- Kondisi: relatif pulih, hanya beberapa rumah di lokasi rendah masih tertimbun lumpur.
- Kegiatan: perbaikan sumur, pembangunan tangki air dan dudukan untuk kebutuhan warga.
- PIC: Bachrainy
- “Air bersih adalah kebutuhan utama. Dengan tangki ini, warga bisa kembali beraktivitas tanpa khawatir kekurangan air,” jelas Bachrainy.
- Dusun Tanjung, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka
- Kondisi: rumah dan sekolah hancur total. Sekolah darurat berupa tenda didirikan oleh PW Muhammadiyah Jatim, namun belum memiliki fasilitas belajar memadai.
- Kegiatan: penyerahan 11 tikar plastik untuk sekolah darurat dan rumah mengaji anak-anak. Rencana tambahan berupa meja tulis plastik dan buku-buku pelajaran.
- PIC: Dewi (guru MIS)
- “Anak-anak tetap semangat belajar meski hanya di tenda. Bantuan tikar ini membuat mereka bisa duduk lebih nyaman saat mengaji dan belajar,” tutur Dewi.
Tim Relawan
Misi kemanusiaan ini dijalankan oleh tim relawan RDEE Medan Deli Serdang yang terdiri dari:
Yenny S. Siregar, Vita Wahyuni, Iriani Jali, Rena A. Simbolon, John Depary, Fadly, Nanang Suhendra, Nelly Fadhila, Syamsiah Saragih, Ardi Damanik, Sri Sakeh, Nirdalina, dan Amy Pattimura.
Mitra dan Donatur
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai mitra dan donatur, antara lain:
- Forhati Sumut
- dtPeduli
- Yayasan Sumut Berbudi
- Yayasan Budaya Hijau Indonesia
- Deli River Ecotourism
- Rumah Briket
- DEMA Kahmi Sumut
- PT DKS
Bersama-sama mereka melaksanakan:
- Jumat Berkah – Makan Bersama: 700 kotak nasi dibagikan.
- Trauma Healing untuk anak-anak.
- Penyaluran bantuan berupa sarung, mukena, Al-Qur’an, buku Iqra, mesin pompa, mesin doorsmeer jet clean, pembalut, obat-obatan generik, pakaian anak, biskuit, drum air (200L & 50L), sabun cair, tikar plastik, serta peralatan makan.
Strategi Pengemasan Eco Enzyme
Eco Enzyme yang semula dikemas dalam botol 2 liter kini dikemas ulang menjadi 1 liter atau 500 ml. Pertimbangannya:
- Menghindari kebingungan dengan kemasan cuka.
- Lebih praktis digunakan warga.
- Jika habis, warga dapat meminta kembali di posko sehingga tidak ada stok yang terbuang.
Harapan Bersama
YRDEE menegaskan bahwa masyarakat terdampak bencana membutuhkan kesehatan, kekuatan, dan dukungan moral untuk bangkit kembali. Melalui aksi ini, semangat “Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme” terus digelorakan, mengingatkan kita semua untuk merawat bumi sekaligus saling peduli dalam menghadapi bencana.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)
Together for Recovery: RDEE Medan Deli Serdang’s Humanitarian Mission in Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, January 2–3, 2026
The World Eco Enzyme Volunteer Foundation (YRDEE), through RDEE Medan Deli Serdang Region of North Sumatra, carried out a humanitarian mission in Aceh Tamiang District, Aceh Province. This initiative aimed to support communities affected by floods and landslides at the beginning of 2026.
The assistance included Eco Enzyme (EE), anti-inflammatory health drinks (AI), as well as education and socialization on their use for residents at disaster relief posts. These products were supplied by RDEE Regions of West Java and Central Java, coordinated by YRDEE, and distributed by RDEE Medan Deli Serdang Region, North Sumatra.
Distribution and Activities
Day One – Friday, January 2, 2026
- Cucur Village, Ranto Subdistrict
- Condition: relatively recovered, houses are being reoccupied, electricity and water available though limited.
- Activity: socialization and education on the use of EE and AI health drinks.
- PIC: Lefdah
- “We want the community to know that Eco Enzyme is not only for cleanliness, but also helps maintain health after a disaster,” said Lefdah, RDEE volunteer.
- Kota Lintang Atas Village, Kuala Simpang Subdistrict
- Condition: severely damaged, most houses uninhabitable as they remain buried in mud.
- Activity: distribution of EE and AI, donation of one doorsmeer machine placed at the RDEE post to clean mud from residents’ homes.
- PIC: Nelly Fadhila
- “This machine is very helpful in cleaning our homes. Without it, it would take much longer to return,” said one resident.
- Kota Lintang Bawah Village, Kuala Simpang Subdistrict
- Condition: completely destroyed, but aid from various parties has arrived and public kitchens operate 24 hours.
- PIC: Purnama
- “Seeing the public kitchen running 24 hours gives great hope to residents. We feel we are not alone,” expressed Purnama.
Day Two – Saturday, January 3, 2026
- Sriwijaya Village, Kuala Simpang Subdistrict
- Condition: relatively recovered, though several houses in low-lying areas remain buried in mud.
- Activity: well repairs, construction of water tanks and stands for community use.
- PIC: Bachrainy
- “Clean water is a primary need. With this tank, residents can resume activities without worrying about shortages,” explained Bachrainy.
- Tanjung Hamlet, Sunting Village, Bandar Pusaka Subdistrict
- Condition: houses and schools completely destroyed. A temporary school tent was set up by PW Muhammadiyah Jatim but lacks proper learning facilities.
- Activity: distribution of 11 plastic mats for the temporary school and children’s Quran study house. Additional plans include plastic desks and school books.
- PIC: Dewi (MIS teacher)
- “The children remain eager to learn even in a tent. These mats make them more comfortable while studying and reciting,” said Dewi.
Volunteer Team
This humanitarian mission was carried out by RDEE Medan Deli Serdang volunteers:
Yenny S. Siregar, Vita Wahyuni, Iriani Jali, Rena A. Simbolon, John Depary, Fadly, Nanang Suhendra, Nelly Fadhila, Syamsiah Saragih, Ardi Damanik, Sri Sakeh, Nirdalina, and Amy Pattimura.
Partners and Donors
The activities received support from various partners and donors, including:
- Forhati Sumut
- dtPeduli
- Yayasan Sumut Berbudi
- Yayasan Budaya Hijau Indonesia
- Deli River Ecotourism
- Rumah Briket
- DEMA Kahmi Sumut
- PT DKS
Together they organized:
- Friday Blessings – Shared Meal: 700 meal boxes distributed.
- Trauma Healing sessions for children.
- Distribution of aid including sarongs, prayer garments, Qur’an, Iqra books, water pumps, jet-clean doorsmeer machines, sanitary pads, generic medicines, children’s clothing, biscuits, water drums (200L & 50L), liquid soap, plastic mats, and eating utensils.
Eco Enzyme Packaging Strategy
Eco Enzyme, initially packaged in 2-liter bottles, was repackaged into 1-liter or 500 ml bottles. The reasons:
- To avoid confusion with vinegar packaging.
- More practical for residents’ use.
- Once finished, residents can request refills at the post, ensuring no wasted stock.
Shared Hope
YRDEE emphasized that disaster-affected communities need health, strength, and moral support to rise again. Through this action, the spirit of “Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme” continues to be promoted, reminding us all to care for the planet while supporting one another in times of disaster.






Tinggalkan komentar