Paska Edukasi Eco Enzyme di Industri Seforo Krambil: Langkah Nyata Menuju Lingkungan Bersih dan Berdaya

RDEE Mojokerto, 08 Januari 2026 —

Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi pelaku industri lokal menuju praktik ramah lingkungan. Pada tanggal 08 Januari 2026, tim RDEE melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke home industri Seforo Krambil, sebuah unit pengolahan kelapa yang sebelumnya telah menerima edukasi dan bantuan Eco Enzyme (EE) pada 30 November 2025.

Hasil Monev: Perubahan Nyata di Lapangan

Tim relawan yang dipimpin oleh Bunda Susilawati menemukan bahwa EE telah digunakan secara rutin sebelum dan sesudah kegiatan produksi. Dampaknya sangat positif:

  • Lingkungan kerja menjadi bebas bau yang biasanya muncul dari limbah kelapa.
  • Tidak ada lalat yang mengganggu proses produksi maupun kenyamanan pekerja.

Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi dan pemberian EE telah memberikan efek nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja serta mendukung kesehatan dan kenyamanan para pelaku industri.

Arahan dan Kesepakatan Bersama

Dalam sesi diskusi, Bunda Susilawati mendorong agar pihak industri segera memproduksi EE secara mandiri sebagai bentuk kemandirian dan keberlanjutan. Namun, pihak perusahaan menyampaikan bahwa mereka belum dapat memproduksi EE sendiri karena keterbatasan waktu dan tenaga kerja.

Sebagai solusi, disepakati bahwa:

  • RDEE akan terus menyediakan pasokan EE untuk kebutuhan industri.
  • Pihak industri bersedia mengganti wadah dan gula sebagai bentuk kontribusi dan komitmen bersama.

Komitmen RDEE: Mendampingi dengan Solusi

Langkah ini merupakan wujud nyata dari pendekatan RDEE yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendampingi secara berkelanjutan dengan solusi yang adaptif terhadap kondisi lapangan. Sinergi antara relawan dan pelaku industri menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem produksi yang bersih, sehat, dan berdaya.

Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

 

Post-Education Eco Enzyme at Seforo Krambil Coconut Processing Industry: Real Steps Toward a Cleaner and Empowered Environment

RDEE Mojokerto, January 8, 2026 —

Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto reaffirmed its commitment to supporting local industries in adopting environmentally friendly practices. On January 8, 2026, the RDEE team carried out a Monitoring and Evaluation (Monev) visit to the Seforo Krambil home industry, a coconut processing unit that had previously received Eco Enzyme (EE) education and assistance on November 30, 2025.

Monev Findings: Tangible Improvements on Site

The team, led by Bunda Susilawati, observed that EE has been used routinely before and after production activities. The impact was clear and significant:

  • No unpleasant odors around the work environment.
  • No flies disturbing production or worker comfort.

These results demonstrate that the education and provision of EE have delivered real benefits, improving workplace conditions and supporting health and hygiene.

Guidance and Agreements

During the discussion, Bunda Susilawati encouraged the industry to begin producing EE independently as a step toward sustainability. However, the company explained that they are not yet able to produce EE on their own due to limited time and manpower.

As a solution, both parties agreed that:

  • RDEE will continue to supply EE for the industry’s needs.
  • The company will contribute by replacing containers and sugar as part of their commitment.

RDEE’s Ongoing Commitment

This initiative reflects RDEE’s holistic approach—not only providing education but also offering continuous support and adaptive solutions tailored to real conditions in the field. Collaboration between volunteers and industry players remains the key to building a production ecosystem that is clean, healthy, and empowering.

Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

 

Tinggalkan komentar