Bandung, 07 Februari 2026
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Jawa Barat pagi ini menyelenggarakan Seminar Lingkungan Hidup dan pelatihan Eco Enzyme di Saung Udjo, Padasuka, Bandung. Acara ini dipimpin langsung oleh Ambu Enih Halimah Gandasasmita, Ketua RDEE Jawa Barat, yang menjadi narasumber utama.
Pelatihan ini dihadiri oleh sekitar 30 peserta, termasuk perwakilan pemudi Persis, Persistri, Ekbang dari Kecamatan Cibeunying Kidul, serta Ustad Riki selaku Sekretaris Persis Cibeunying Kidul. Dari jajaran RDEE Kota Bandung, hadir pula Bunda Hetty Seniwati, Bunda Emi Suhaemi, Bunda Neneng Rosmala, Bunda Lenih Haryati, dan Ambu Enih sendiri.
Ambu Enih menuturkan bahwa sebagian besar peserta baru pertama kali mengenal Eco Enzyme dan manfaatnya. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul hingga waktu pelatihan habis. “Mereka ingin berlanjut ke pelatihan berikutnya. Semoga ke depan bisa terealisasi sesuai harapan Bunda Airin dari Cibeunying Kidul yang menginginkan pelatihan skala besar dengan 30 pail, lengkap dengan persiapan yang sudah mereka sediakan,” ungkapnya.
Selain membahas proses pembuatan Eco Enzyme, pelatihan ini juga menyinggung aspek lingkungan dengan penempatan pot Sansevieria (Lidah Mertua) di sekitar wadah fermentasi. Tanaman ini dikenal mampu menghasilkan oksigen (O₂) sepanjang hari, termasuk malam, berkat mekanisme Crassulacean Acid Metabolism (CAM).
Alasan ilmiah mengapa Sansevieria efektif mendukung proses fermentasi:
- Proses CAM: stomata terbuka pada malam hari, menyerap CO₂ tanpa kehilangan banyak air.
- Penyimpanan CO₂: disimpan dalam bentuk asam organik (malat).
- Pelepasan Oksigen: oksigen tetap dilepaskan saat metabolisme berlangsung.
- Fotosintesis Siang Hari: menggunakan CO₂ yang disimpan, tetap menghasilkan oksigen.
Dengan kombinasi edukasi, praktik, dan dukungan ilmiah, kegiatan ini menjadi langkah nyata RDEE Jawa Barat dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang Eco Enzyme sebagai solusi ramah lingkungan.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)
Eco Enzyme Training at Saung Udjo Bandung by RDEE West Java
Bandung, February 7, 2026
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) West Java today organized an Environmental Seminar and Eco Enzyme Training at Saung Udjo, Padasuka, Bandung. The event was led by Ambu Enih Halimah Gandasasmita, Chairperson of RDEE West Java, who served as the keynote speaker.
The training was attended by approximately 30 participants, including representatives from Pemudi Persis, Persistri, Ekbang from Cibeunying Kidul District, and Ustad Riki, Secretary of Persis Cibeunying Kidul. From RDEE Bandung City, notable attendees included Bunda Hetty Seniwati, Bunda Emi Suhaemi, Bunda Neneng Rosmala, Bunda Lenih Haryati, along with Ambu Enih herself.
Ambu Enih highlighted that most participants were new to the concept of Eco Enzyme and its benefits. Their enthusiasm was evident through the many questions raised, which extended beyond the allocated time. “They are eager to continue with further training. Hopefully, future sessions can be realized in line with the aspirations of Bunda Airin from Cibeunying Kidul, who envisions a large-scale training with 30 pails, supported by the preparations they have already made,” she stated.
In addition to Eco Enzyme production techniques, the training also emphasized environmental aspects, particularly the placement of Sansevieria (Mother-in-law’s Tongue) pots around fermentation containers. Sansevieria is known to release oxygen (O₂) continuously, even at night, due to its unique Crassulacean Acid Metabolism (CAM) mechanism.
Scientific reasons why Sansevieria supports fermentation include:
- CAM Process: stomata open at night, absorbing CO₂ while minimizing water loss.
- CO₂ Storage: absorbed CO₂ is stored as organic acids (malate).
- Oxygen Release: oxygen continues to be released during metabolic activity.
- Daytime Photosynthesis: stored CO₂ is used for photosynthesis, releasing more oxygen.
Through a combination of education, hands-on practice, and scientific support, this activity marks a concrete step by RDEE West Java in expanding public understanding of Eco Enzyme as an environmentally friendly solution.
Relawan Dunia Eco Enzyme Foundation (RDEE)





Tinggalkan komentar