Kepedulian Nyata di Tepian Ranu
Pasuruan, 13 Februari 2026 — Semilir angin Danau Ranu Grati membawa suasana berbeda sore itu. Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan bersama Yayasan Sukun Tujuh Delapan menggelar kegiatan Sedekah Eco Enzyme, sebuah aksi nyata kepedulian lingkungan yang melibatkan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Sebanyak 3.000 liter eco enzyme dituangkan ke perairan danau seluas 155 hektare. Langkah ini bukan sekadar simbol, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga kualitas air dan ekosistem Ranu Grati.
Sinergi Multi Pihak
Kegiatan ini dihadiri sekitar 45 undangan, termasuk donatur dari RSBL Kedawung, Indonesia Power, dan PT. Cheil Jedang Indonesia. Hadir pula Rektor UNU Pasuruan, Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si., bersama jajaran pimpinan kampus yang menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan peduli lingkungan.
Eco enzyme yang dituangkan diyakini mampu:
- Mengurai kandungan amoniak di perairan.
- Meningkatkan kualitas air secara alami.
- Mendorong pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan.
- Mempermudah budidaya ikan khas Ranu Grati, sekaligus menghemat pakan.
Suara Bangda Abu Hasan
Dalam kesempatan tersebut, Bangda Abu Hasan, Sekretaris RDEE Pasuruan sekaligus penggagas gerakan Peduli Ranu, menyampaikan:
“Sedekah Eco Enzyme ini adalah wujud kepedulian berkelanjutan. Kita ingin menunjukkan bahwa menjaga Ranu Grati bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan melibatkan mahasiswa, dunia usaha, dan masyarakat, kita membangun ekosistem peduli yang akan terus hidup dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.”
Perspektif Akademisi
Rektor UNU Pasuruan, Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat dan ekosistem danau.
Harapan Berkelanjutan
Danau Ranu Grati adalah aset penting Jawa Timur, dikelola oleh Pemerintah Provinsi untuk aspek perairan, sementara sektor wisata berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Sinergi lintas sektor yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi berkelanjutan.
Melalui gerakan Sedekah Eco Enzyme, Yayasan Sukun Tujuh Delapan bersama mahasiswa UNU Pasuruan menegaskan bahwa kepedulian lingkungan bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen bersama. Harapannya, Ranu Grati tetap lestari, sekaligus menjadi destinasi wisata peduli lingkungan yang memberi manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat Pasuruan.
Eco Enzyme Charity by UNU Pasuruan Students: A Sustainable Commitment to Ranu Grati Lake
Real Care at the Lakeside
Pasuruan, February 13, 2026 — The gentle breeze of Ranu Grati Lake carried a different atmosphere that afternoon. Students from Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, together with Yayasan Sukun Tujuh Delapan, held the Eco Enzyme Charity event — a tangible act of environmental care involving academia, businesses, and the local community.
A total of 3,000 liters of eco enzyme were poured into the waters of the 155-hectare lake. This step was not merely symbolic, but a sustainable commitment to preserving water quality and the ecosystem of Ranu Grati.
Multi-Sector Synergy
The event was attended by around 45 guests, including donors from RSBL Kedawung, Indonesia Power, and PT. Cheil Jedang Indonesia. Also present was the Rector of UNU Pasuruan, Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si., along with university leaders, affirming full support for this environmental movement.
The eco enzyme poured into the lake is believed to:
- Break down ammonia content in the water.
- Improve water quality naturally.
- Stimulate plankton growth as natural fish feed.
- Facilitate fish cultivation in Ranu Grati while reducing feed costs.
Voice of Bangda Abu Hasan
On this occasion, Bangda Abu Hasan, Secretary of RDEE Pasuruan and initiator of the Peduli Ranu movement, stated:
“This Eco Enzyme Charity is a manifestation of sustainable care. We want to show that protecting Ranu Grati is not only the government’s duty, but a shared responsibility. By involving students, businesses, and the community, we are building a caring ecosystem that will continue to thrive and benefit future generations.”
Academic Perspective
Rector of UNU Pasuruan, Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si., emphasized that student involvement in this activity is part of the implementation of the university’s tridharma, particularly community service. He expressed hope that similar initiatives would be carried out regularly so that the benefits could be increasingly felt by both the community and the lake’s ecosystem.
Sustainable Hopes
Ranu Grati Lake is a vital asset of East Java, managed by the Provincial Government for water resources, while tourism falls under the authority of the Pasuruan Regency Government through the Tourism Office. The cross-sector synergy demonstrated in this activity is expected to serve as a real example of sustainable collaboration.
Through the Eco Enzyme Charity movement, Yayasan Sukun Tujuh Delapan and UNU Pasuruan students reaffirm that environmental care is not just ceremonial, but a shared commitment. The hope is that Ranu Grati will remain preserved, becoming a model of eco-conscious tourism that provides both ecological and economic benefits for the people of Pasuruan.
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)





Tinggalkan komentar