Mahasiswa Unesa Gandeng RDEE Mojokerto: Sulap Sampah Organik Jadi Cairan Sejuta Manfaat

Mojokerto, 03 April 2026

Semangat pelestarian lingkungan kembali bergema di Desa Watesnegoro. Pada Jumat (3/4/2026), Relawan Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto bersama Region Jawa Timur menerima kunjungan edukatif dari mahasiswa Program Studi Sosiologi Semester 4 Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Bertempat di Rumah Bangda Nurkholis, Ketua Region RDEE Jawa Timur, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas generasi—mulai dari praktisi lingkungan, mahasiswa, hingga kader cilik sekolah dasar—untuk belajar mengelola sampah organik melalui pembuatan Eco Enzyme, cairan serbaguna yang kini dikenal sebagai “cairan sejuta manfaat.”

 

Bukan Sekadar Praktik, Tapi Pemberdayaan Nyata

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif. Suasana diskusi berlangsung penuh antusiasme, dengan mahasiswa tidak hanya menyoroti aspek teknis pembuatan Eco Enzyme, tetapi juga menggali dampak keberlanjutannya bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat, mahasiswa Sosiologi Unesa berkomitmen untuk meneruskan ilmu yang diperoleh dengan melakukan sosialisasi kepada warga. Harapannya, limbah buah dan sayur yang selama ini terbuang dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat bagi rumah tangga.

 

Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan ini semakin semarak dengan hadirnya berbagai elemen masyarakat, di antaranya:

  • Kader Bank Sampah Kecamatan Ngoro, yang konsisten mengawal kebersihan wilayah.
  • Kader Lingkungan SDN Watesnegoro 2, sekolah binaan RDEE Mojokerto yang telah menjalin kerja sama melalui MoU.

Bagi para siswa SDN Watesnegoro 2, keterlibatan ini bukan sekadar pengalaman belajar, melainkan langkah strategis menuju predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional.

 

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan ini, pengelolaan sampah organik diharapkan tidak berhenti di tempat pembuangan, melainkan kembali ke rumah tangga dalam bentuk Eco Enzyme. Kolaborasi antara akademisi Unesa dan praktisi RDEE Mojokerto diyakini mampu melahirkan agen-agen perubahan yang siap mengedukasi masyarakat luas demi terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.

 

Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

 

 

Unesa Students Collaborate with RDEE Mojokerto: Turning Organic Waste into a “Liquid of a Thousand Benefits”

Mojokerto, April 3, 2026

The spirit of environmental preservation echoed once again in Watesnegoro Village. On Friday (April 3, 2026), the Mojokerto Eco Enzyme Volunteers (RDEE) together with the East Java Region welcomed an educational visit from fourth-semester Sociology students of Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Hosted at the residence of Bangda Nurkholis, Chair of RDEE East Java Region, the event became a platform for cross-generational collaboration—bringing together environmental practitioners, university students, and even elementary school cadres—to learn how to transform organic waste into Eco Enzyme, a versatile liquid now widely recognized as the “liquid of a thousand benefits.”

 

More Than Practice: Real Empowerment

The program began with presentations and lively discussions. The atmosphere was filled with enthusiasm as students not only explored the technical process of making Eco Enzyme but also examined its long-term sustainability for communities.

As part of their community empowerment program, Unesa Sociology students are committed to applying the knowledge gained by conducting outreach to local residents. Their mission is to encourage households to process fruit and vegetable waste into eco-friendly products that bring tangible benefits to everyday life.

 

Cross-Sector Collaboration

The event grew even more vibrant with the participation of various community elements, including:

  • Ngoro District Waste Bank Cadres, who consistently safeguard local cleanliness.
  • Environmental Cadres of SDN Watesnegoro 2, a school under RDEE Mojokerto’s guidance through a formal MoU.

For the students of SDN Watesnegoro 2, this involvement was not just a learning experience but also a strategic step toward achieving the prestigious title of National Adiwiyata School.

 

Looking Ahead

Through this initiative, organic waste management is expected to move beyond disposal sites and return to households in the form of Eco Enzyme. The collaboration between Unesa academics and RDEE Mojokerto practitioners is envisioned to foster new agents of change—ready to educate communities and inspire a greener, healthier, and more sustainable environment.

Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

Tinggalkan komentar