Mojokerto, 19 Juni 2026
Dusun Blentreng, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto menjadi saksi pelaksanaan kegiatan Cinta Lingkungan bertepatan dengan Biomist Day yang digelar oleh Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto.
Acara ini dihadiri oleh Camat setempat, Danramil, Kepala Desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan pecinta lingkungan, serta warga sekitar. Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan, mulai dari sosialisasi Eco Enzyme (EE) dan Biomist, berbagi EE kepada masyarakat, penyiraman EE, penanaman pohon, hingga tasyakuran sebagai wujud rasa syukur kepada alam semesta.
Dalam sambutannya, Bunda Sri menegaskan bahwa bersinergi dengan alam bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan. “Dengan mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, siklus alami tanah dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. Manusia sejahtera, alam lestari,” ujarnya penuh semangat, mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga harmoni dengan lingkungan.
Apa itu Biomist?
Biomist adalah air alami yang diambil langsung dari mata air pada saat fenomena astronomis tertentu, yaitu ketika posisi Bulan, Bumi, dan Matahari benar-benar sejajar pada tanggal 5 bulan 5 kalender lunar (Peh Cun). Pada momen tersebut, gaya gravitasi memengaruhi bumi secara unik sehingga:
- Telur dan sapu dapat berdiri tegak.
- Debit air dari mata air meningkat.
- Air yang keluar memiliki pH alkalin tinggi (sekitar 9,05) dan bertahan lama.
Biomist dipercaya memiliki manfaat kesehatan dan dapat digunakan untuk konsumsi langsung maupun fermentasi. Agar tetap awet, setiap 50 liter Biomist dapat ditambahkan satu sendok teh Classic Enzyme.
Dengan memadukan Eco Enzyme dan Biomist, RDEE Mojokerto menunjukkan komitmen nyata: menjaga kebersihan, melestarikan alam, serta menumbuhkan harapan akan kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme dan Biomist.
Environmental Care in Conjunction with Biomist Day
Mojokerto, June 19, 2026
Dusun Blentreng, Ngembat Village, Gondang District, Mojokerto Regency witnessed the celebration of Environmental Care in conjunction with Biomist Day, organized by the World Eco Enzyme Volunteers (RDEE) Mojokerto.
The event was attended by the local sub-district head (Camat), Danramil, village head, community leaders, women’s environmental groups, and local residents. A series of meaningful activities were carried out, including Eco Enzyme (EE) and Biomist socialization, distribution of EE to the community, EE spraying, tree planting, and a thanksgiving ceremony as an expression of gratitude to the universe.
In her remarks, Bunda Sri emphasized that living in harmony with nature is not a choice but a necessity. “By processing organic waste into Eco Enzyme, the natural cycle of the soil can be restored. Prosperous people, sustainable nature,” she declared passionately, encouraging all participants to continue nurturing harmony with the environment.
What is Biomist?
Biomist is natural spring water collected during a rare astronomical phenomenon when the Moon, Earth, and Sun are perfectly aligned on the 5th day of the 5th lunar month (Peh Cun). At this moment, gravitational forces uniquely affect the Earth, resulting in:
- Eggs and brooms being able to stand upright.
- Increased water flow from springs.
- Water with a high alkaline pH (around 9.05) that remains stable for a long time.
Biomist is believed to have health benefits and can be consumed directly or used in fermentation. To preserve its quality, every 50 liters of Biomist can be mixed with one teaspoon of Classic Enzyme.
By combining Eco Enzyme and Biomist, RDEE Mojokerto demonstrates a strong commitment to cleanliness, environmental preservation, and fostering hope for a healthier and more sustainable life.
Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme and Biomist.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme





Tinggalkan komentar