“Jurus Hemat, Panen Naik”
Mojokerto, 23 Juni 2026
Kegiatan pendampingan peternak lele kembali dilaksanakan di Dusun Kecapangan, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada para peternak mengenai pemanfaatan Eco Enzyme (EE) dalam budidaya ikan lele, sekaligus menjadi percontohan nyata yang dapat ditiru oleh peternak di wilayah sekitar.
Sebagaimana diketahui, ikan lele merupakan komoditas yang sangat sensitif terhadap kualitas air. Air yang buruk dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti stres pada ikan, munculnya jamur, hingga meningkatnya kebutuhan pakan yang berujung pada kerugian bagi peternak. Eco Enzyme hadir sebagai solusi inovatif untuk memperbaiki kualitas air, menjadikannya lebih sehat sehingga ikan lele dapat tumbuh optimal, panen meningkat, dan biaya produksi lebih efisien.
Pendampingan ini telah dilakukan secara berkelanjutan oleh Relawan RDEE Mojokerto, Bangda Muslim atau yang akrab disapa Cak Lim. Ia tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga melakukan pemantauan rutin serta evaluasi perkembangan pasca pemberian Eco Enzyme. Dengan pendekatan ini, para peternak dapat melihat langsung manfaat nyata Eco Enzyme terhadap kualitas air dan kesehatan ikan.
Dalam sesi edukasi, ditekankan sebuah prinsip penting: “Memelihara ikan berarti memelihara air.” Ketika kualitas air sudah baik, maka 70% proses pemeliharaan ikan telah berhasil. Prinsip ini menjadi pegangan bagi para peternak untuk lebih fokus menjaga ekosistem air sebagai kunci keberhasilan budidaya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan Eco Enzyme, sekaligus mendorong terciptanya budidaya ikan yang lebih ramah lingkungan, hemat biaya, dan berkelanjutan.
The mentoring program for catfish farmers was once again held in Dusun Kecapangan, Ngoro Village, Ngoro District, Mojokerto. The program aims to educate farmers on the use of Eco Enzyme (EE) in catfish farming, serving as a practical pilot project that can be replicated by surrounding communities.
Catfish are highly sensitive to water quality. Poor water conditions can lead to stress, fungal growth, and excessive feed consumption, resulting in financial losses for farmers. Eco Enzyme provides an innovative solution to improve water quality, making it healthier so that catfish can grow optimally, harvests increase, and production costs become more efficient.
This mentoring program has been continuously carried out by RDEE Mojokerto volunteer, Bangda Muslim, also known as Cak Lim. He not only provides education but also conducts regular monitoring and evaluation of the progress after Eco Enzyme application. This approach allows farmers to directly witness the tangible benefits of Eco Enzyme on water quality and fish health.
During the session, an important principle was emphasized: “Raising fish means raising water.” Once the water quality is good, 70% of the fish farming process is already accomplished. This principle serves as a guideline for farmers to focus on maintaining water ecosystems as the key to successful farming.
This activity is expected to broaden public understanding of the importance of Eco Enzyme use while encouraging the development of more eco-friendly, cost-effective, and sustainable aquaculture practices.
#EcoEnzyme
#YRDEE
#KotaSehat
#PeternakLele
#SustainableFarming
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)





Tinggalkan komentar