Mojokerto, 14 Juli 2026 — RDEE Mojokerto mengadakan sosialisasi pembuatan Eco Enzyme (EE) bagi siswa baru SMAN PGRI 1 Kota Mojokerto dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan yang mengusung tema Go Green Z, Generasi Baru — Sekolah Bersih Bumi Tertawa ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan dan kebiasaan pengelolaan sampah organik sejak dini.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan edukatif. Acara dibuka dengan sesi sosialisasi Eco Enzyme, dilanjutkan demonstrasi langsung pembuatan EE dan sesi “curhat sampah” di mana siswa berbagi pengalaman serta kendala terkait sampah di lingkungan sekolah. Pada bagian praktik, setiap kelas didorong untuk menerapkan prinsip satu kelas satu ember EE sebagai langkah awal pembiasaan memilah dan mengolah sampah organik.
Tujuan Program
Program ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan utama:
- Muncul rasa peduli dan tanggung jawab terhadap kebersihan sekolah.
- Terbentuk kebiasaan membuang dan memilah sampah organik secara teratur.
- Tumbuh jiwa kolaborasi melalui kerja tim antar siswa.
- Menjadi agen perubahan yang menginspirasi lingkungan sekitar.
- Mampu mengajak teman dan keluarga untuk membuat dan memanfaatkan Eco Enzyme di rumah.
Narasumber dan Relawan
Kegiatan dipandu oleh Bunda Susilawati, Ketua RDEE Mojokerto, yang juga menjadi narasumber utama. Hadir pula Bunda Riani serta sejumlah guru pendamping yang mendampingi siswa selama sesi praktik. Sasaran utama kegiatan adalah siswa baru SMAN PGRI 1 yang mengikuti rangkaian MPLS.
Bunda Susilawati menyampaikan, “Melalui pembuatan Eco Enzyme kita mengajarkan langkah sederhana namun berdampak besar: mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat sekaligus menumbuhkan tanggung jawab kolektif. Jika setiap kelas memulai dengan satu ember, perubahan besar bisa dimulai dari sekolah.”
Dampak dan Harapan
Penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi titik awal terbentuknya budaya sekolah yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Dengan kebiasaan memilah sampah dan kolaborasi antar siswa, SMAN PGRI 1 diharapkan menjadi contoh bagi keluarga dan komunitas sekitar. Keberlanjutan program akan didukung oleh peran aktif guru sebagai pendamping dan relawan RDEE yang siap memberikan pelatihan lanjutan.
Penutup
RDEE Mojokerto menegaskan komitmen untuk terus mendampingi sekolah-sekolah dalam program edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah organik. Bagi sekolah atau komunitas yang ingin berkolaborasi atau mengikuti pelatihan pembuatan Eco Enzyme, RDEE membuka kesempatan untuk pendampingan dan workshop lanjutan.
RDEE Mojokerto Socializes Eco Enzyme at SMAN PGRI 1 Kota Mojokerto
Mojokerto, 14 July 2026 — RDEE Mojokerto held a socialization session on the production of Eco Enzyme (EE) for new students of SMAN PGRI 1 Kota Mojokerto as part of the School Environment Orientation (MPLS). The activity, themed Go Green Z, New Generation — Clean School, Smiling Earth, aims to foster environmental awareness and habits for managing organic waste from an early age.
Activity Implementation
The program was conducted in an interactive and educational format. The event opened with a session introducing the concept of Eco Enzyme, followed by a live demonstration of EE production and a “waste sharing” session where students exchanged experiences and challenges related to waste management at school. During the practical segment, each class was encouraged to adopt the principle one class, one bucket of EE as an initial step toward routinely sorting and processing organic waste.
Program Objectives
This program was designed to achieve several key objectives:
- Instill a sense of care and responsibility for school cleanliness.
- Establish regular habits of disposing and sorting organic waste.
- Foster a spirit of collaboration through teamwork among students.
- Create agents of change who inspire their surrounding environment.
- Enable students to invite friends and family to make and use Eco Enzyme at home.
Speakers and Volunteers
The activity was led by Bunda Susilawati, Chair of RDEE Mojokerto, who also served as the main resource person. Bunda Riani and several accompanying teachers were present to assist students during the practical sessions. The primary target of the program was the new students of SMAN PGRI 1 participating in the MPLS series.
Bunda Susilawati stated, “Through making Eco Enzyme we teach a simple yet impactful step: turning organic waste into a useful product while fostering collective responsibility. If every class starts with one bucket, big change can begin at school.”
Impact and Expectations
Organizers hope this activity will mark the beginning of a cleaner, more environmentally friendly school culture. With consistent waste-sorting habits and student collaboration, SMAN PGRI 1 is expected to become a role model for families and the surrounding community. The program’s continuity will be supported by active teacher involvement and RDEE volunteers ready to provide further training.
Closing
RDEE Mojokerto reaffirms its commitment to continue supporting schools in environmental education and organic waste management programs. Schools or communities interested in collaborating or joining Eco Enzyme workshops are invited to seek guidance and further training from RDEE.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)





Tinggalkan komentar