Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu Gelar Pelatihan Eco Enzyme SOP YRDEE

Pasar Minggu, 18 Juli 2026 — Ruang Ichtus GPIB Pasar Minggu menjadi lokasi pelatihan pembuatan dan pemanfaatan Eco Enzyme sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu ini menghadirkan peserta antusias dari Ibu Ibu Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan (Pelkat PKP) GPIB Pasar Minggu dengan tujuan belajar, praktik, dan bergerak bersama demi bumi yang lebih baik.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan utama:

  1. Belajar, praktik, dan bergerak untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik.
  2. Mengubah limbah menjadi berkat melalui pemanfaatan sampah organik.
  3. Memahami manfaat Eco Enzyme bagi lingkungan dan kehidupan sehari‑hari.
  4. Mendukung gaya hidup sehat, hemat, dan ramah lingkungan.
  5. Menjadi bagian dari gerakan global menuju bumi yang lebih bersih dan lestari.

Materi Pelatihan dan Narasumber

Materi yang disampaikan:

  1. Pembuatan Eco Enzyme sesuai SOP YRDEE.
  2. Soft Eco Enzyme yang dikenal sebagai Eco Enzyme untuk kesehatan.
  3. Aplikasi Soft Enzyme untuk keperluan kesehatan sehari‑hari.

Narasumber: Bangda Danial Kaban, Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE).

Bangda Danial memaparkan bahwa meskipun rumus pembuatan Eco Enzyme telah baku, keberhasilan sangat bergantung pada ketelitian saat pembuatan, proses fermentasi, dan penyimpanan saat panen. Ia menekankan bahwa pengendalian proses inilah yang menentukan kualitas dan manfaat akhir Eco Enzyme.

Manfaat Eco Enzyme Menurut Narasumber

Bangda Danial merinci manfaat Eco Enzyme yang dapat dirasakan bila proses dilakukan dengan benar:

  1. Kesehatan Masyarakat — meningkatkan taraf hidup sehat secara alami.
  2. Rumah Sehat — menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan aman.
  3. Pertanian Mandiri — mendorong praktik pertanian berkelanjutan.
  4. Peternakan Sehat — menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.
  5. Ketahanan Pangan — memperkuat ketersediaan pangan alami dan berkualitas.
  6. Ketahanan Ekonomi — memberdayakan masyarakat melalui usaha berbasis Eco Enzyme.
  7. Lingkungan Sehat — melestarikan bumi untuk generasi mendatang.

Praktik dan Antusiasme Peserta

Sesi Pelatihan, Praktik pembuatan Eco Enzyme SOP RDEE dan RDEE Soft Eco Enzyme berlangsung intens dari pukul 14.00 hingga 18.00. Peserta diajak langsung mencampurkan bahan organik, gula, dan air sesuai proporsi SOP, memantau proses fermentasi, serta mempelajari teknik penyimpanan yang aman. Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam setiap tahap praktik dan diskusi.

Di akhir sesi, beberapa peserta melaporkan pengalaman langsung setelah menggunakan Soft Eco Enzyme:

  • Perbaikan gangguan pendengaran pada dua ibu peserta yang mengalami masalah pada salah satu telinga; setelah perawatan dengan Soft Eco Enzyme, pendengaran kembali normal.
  • Pereda sakit gigi penderita yang sudah lama mengalami nyeri; kumur dengan dosis Soft Eco Enzyme yang tepat.
  • Pemulihan gejala flu pada salah satu panitia; lendir keluar dari saluran pernapasan dan rasa lega dirasakan setelah pengaplikasian.

Ajakan dan Rencana Tindak Lanjut

Narasumber mengajak seluruh Pelkat PKP untuk memproduksi Eco Enzyme secara masif agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas di komunitas dan mansyarakat. Panitia berharap YRDEE bersedia kembali diundang untuk menyelenggarakan pelatihan lanjutan yang mencakup tahapan pembuatan lebih mendalam dan pengembangan produk turunan khusus untuk kesehatan.

Penutup

Pelatihan Eco Enzyme SOP YRDEE oleh Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu menegaskan peran komunitas gereja sebagai agen perubahan lingkungan. Dengan pengetahuan teknis, praktik langsung, dan bukti manfaat yang mulai dirasakan peserta, langkah kecil di tingkat jemaat diharapkan berkembang menjadi gerakan yang lebih luas untuk mendukung lingkungan sehat, ekonomi berkelanjutan, dan ketahanan pangan lokal.

Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu Holds Eco Enzyme SOP Training by YRDEE

Pasar Minggu, July 18, 2026 — The Ichtus Room of GPIB Pasar Minggu hosted a training session on the production and use of Eco Enzyme following the Standard Operating Procedures (SOP) of the World Eco Enzyme Volunteer Foundation (YRDEE). Organized by the Pelkat PKP (Categorical Women’s Fellowship) of GPIB Pasar Minggu, the event brought together enthusiastic participants from the congregation with the aim of learning, practicing, and taking collective action for a better Earth.

Training Objectives

The training was organized with the following primary objectives:

  1. Learn, practice, and act to create a healthier environment.
  2. Turn waste into blessing by utilizing organic waste.
  3. Understand the benefits of Eco Enzyme for the environment and daily life.
  4. Support a healthy, economical, and eco‑friendly lifestyle.
  5. Join the global movement toward a cleaner, more sustainable planet.

Training Content and Speaker

Topics covered:

  1. Production of Eco Enzyme according to YRDEE SOP.
  2. Soft Eco Enzyme, also known as Eco Enzyme for health.
  3. Applications of Soft Enzyme for everyday health needs.

Speaker: Bangda Danial Kaban, Chairperson of the World Eco Enzyme Volunteer Foundation (YRDEE).

Bangda Danial explained that although the Eco Enzyme formula is standardized, success depends heavily on careful attention during preparation, the fermentation process, and storage at harvest. He emphasized that process control determines the final quality and effectiveness of the Eco Enzyme.

Benefits of Eco Enzyme According to the Speaker

Bangda Danial outlined the benefits that can be achieved when the process is carried out correctly:

  1. Public Health — improving natural, healthy living standards.
  2. Healthy Homes — creating clean and safe household environments.
  3. Self‑sufficient Agriculture — promoting sustainable farming practices.
  4. Healthy Livestock — maintaining animal health and productivity.
  5. Food Security — strengthening the availability of natural, quality food.
  6. Economic Resilience — empowering communities through Eco Enzyme‑based enterprises.
  7. Healthy Environment — preserving the Earth for future generations.

Practice Session and Participant Enthusiasm

The training and hands‑on practice of Eco Enzyme SOP RDEE and RDEE Soft Eco Enzyme ran intensively from 14:00 to 18:00. Participants were guided to mix organic materials, sugar, and water in the SOP‑specified proportions, monitor fermentation, and learn safe storage techniques. Enthusiasm was evident in the active participation during each practical step and discussion.

At the end of the session, several participants reported immediate benefits after using Soft Eco Enzyme:

  • Improved hearing for two women who had long experienced hearing problems in one ear; after treatment with Soft Eco Enzyme, their hearing returned to normal.
  • Relief from chronic toothache for a participant who experienced pain for a long time; rinsing with the correct dose of Soft Eco Enzyme provided relief.
  • Recovery from flu symptoms for a committee member; mucus was expelled from the respiratory tract and a sense of relief followed application.

Call to Action and Follow‑Up Plans

The speaker urged all Pelkat PKP members to produce Eco Enzyme on a larger scale so its benefits can reach wider communities. Organizers expressed hope that YRDEE will be invited back to conduct advanced training covering deeper production stages and the development of derivative products specifically for health.

Closing

The Eco Enzyme SOP training by Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu and YRDEE reaffirmed the church community’s role as an agent of environmental change. With technical knowledge, hands‑on practice, and early evidence of benefits reported by participants, small steps at the congregational level are expected to grow into a broader movement supporting healthy environments, sustainable economies, and local food security.

Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

 

Tinggalkan komentar