Mojokerto, 28 Juli 2026 — Sebanyak 25 penyitas EE bergabung dengan Bank Sampah Induk Kota Mojokerto dalam kegiatan pembuatan sabun berbahan dasar EE yang digelar di TPA Randegan. Kegiatan bertema “Sampahmu Sabunku. Sabunku Cuan Kita” ini diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
Kegiatan dimulai dengan sesi diskusi yang membahas pengertian EE dan berbagai cara pemanfaatannya. Diskusi dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sabun EE yang menekankan penggunaan bahan alami, biaya rendah, serta proses pembuatan yang mudah diikuti. Para peserta tampak antusias saat mempraktikkan langkah demi langkah pembuatan sabun, dari pengolahan bahan baku hingga pencetakan produk akhir.
Acara dihadiri oleh perwakilan RDEE, yaitu Bunda Susilawati, Bunda Riani, dan Bunda Utari. Ketua RDEE Mojokerto, Bunda Susilawati, bertindak sebagai narasumber utama. Dalam sambutannya ia menekankan pentingnya mengubah persepsi terhadap sampah organik menjadi sumber daya yang berguna. Ia menyampaikan harapan-harapan konkret dari kegiatan ini:
- Mengurangi sampah organik dengan mengolahnya menjadi EE yang bermanfaat.
- Mengurangi pencemaran lingkungan melalui penggunaan sabun EE yang biodegradable.
- Menambah nilai ekonomi bagi anggota bank sampah melalui produksi dan penjualan sabun.
- Mendorong kemandirian: hemat biaya, menjaga kesehatan tangan, serta membuka peluang berkarya.
Selain aspek lingkungan dan ekonomi, kegiatan ini juga menekankan nilai edukatif dan sosial. Para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga jaringan dengan anggota bank sampah yang dapat membantu pemasaran dan distribusi produk. Panitia menyoroti bahwa sabun EE cocok untuk usaha skala rumah tangga karena aman, ramah lingkungan, dan mudah dibuat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RDEE dan Bank Sampah Induk Kota Mojokerto untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah di tingkat komunitas. Ke depan, pihak penyelenggara berencana mengadakan pelatihan lanjutan dan pendampingan pemasaran agar produk sabun EE dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi anggota bank sampah.
Untuk informasi lebih lanjut dan dokumentasi kegiatan, kunjungi yrdee.wordpress.com atau hubungi perwakilan RDEE Mojokerto.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)
EE Soap Making Activity at Randegan Landfill
Mojokerto, 28 July 2026 — Twenty-five EE practitioners joined the City of Mojokerto Central Waste Bank for a hands‑on workshop on making soap from EE at Randegan Landfill. Held under the theme “Your Waste, My Soap. My Soap, Our Income,” the event aimed to educate the community on turning organic waste into environmentally friendly, economically valuable products.
The program opened with a discussion on what EE is and the various ways it can be used. Participants then moved into a practical session to produce EE soap, emphasizing natural ingredients, low cost, and a simple, easy‑to‑follow process. Attendees followed each step attentively, from preparing raw materials to molding the finished bars.
Representatives from YRDEE — Bunda Susilawati, Bunda Riani, and Bunda Utari — attended the event. Bunda Susilawati, Chair of RDEE Mojokerto and the main resource person, highlighted the importance of reframing organic waste as a useful resource. She outlined four concrete hopes for the initiative:
- Reduce organic waste by converting it into useful EE products.
- Lower environmental pollution through the use of biodegradable EE soap.
- Increase economic value for Waste Bank members via soap production and sales.
- Promote self‑reliance: cost savings, healthier hands, and opportunities for creative work.
Beyond environmental and economic benefits, the workshop stressed educational and social value. Participants gained technical skills and connected with Waste Bank members who can assist with marketing and distribution. Organizers noted that EE soap is well suited for home‑based enterprises because it is safe, eco‑friendly, and easy to produce.
This activity is part of ongoing efforts by YRDEE and the City of Mojokerto Central Waste Bank to shift community waste management practices. Organizers plan follow‑up training and marketing support to help EE soap become a steady income source for Waste Bank members.
For more information and event documentation, visit yrdee.wordpress.com or contact RDEE Mojokerto representatives.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)





Tinggalkan komentar