Tangerang Selatan, 01 Agustus 2026 — Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) menyelenggarakan Pelatihan Eco Enzyme di Dapur Larizee by Ellys Catering, Jl. Cendekia, Ciater, Kec. Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta terbatas, terdiri dari perwakilan BPBD Tangsel, komunitas 1000 Perempuan Siap Pilah Olah Sampah (Perempuan Berdaya Bumi Terjaga), Tangsel Resik Masyarakat Senang, dan Gerakan Peduli Tangsel.
Materi Pelatihan
Pelatihan dipandu langsung oleh Bangda Danial Kaban, Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), dengan materi:
- Eco Enzyme SOP RDEE
- RDEE Soft Eco Enzyme
- RDEE Waste Treatment
- RDEE Pupuk Organik Cair Level 1
- RDEE Bio Kompos
Dalam paparannya, Bangda Danial Kaban menekankan:
- Bila sampah ada harganya, maka masyarakat tidak akan membuangnya.
- Banyak pengeluaran rumah tangga bisa disubstitusi dengan Eco Enzyme.
- Derajat kesehatan keluarga dan masyarakat meningkat dengan pemanfaatan RDEE Soft Eco Enzyme untuk kesehatan manusia.
- Limbah yang merusak alam dapat diolah, dinetralkan, bahkan menjadi produk bernilai jual.
- Pupuk Organik Cair (POC) dapat diaplikasikan langsung ke tanaman, bahkan diolah kembali dari limbah aktivitas Qurban maupun Rumah Potong Hewan, sehingga biaya pupuk menjadi sangat murah.
- Sampah organik padat dapat diolah menjadi Bio Kompos yang memiliki nilai ekonomi.
Praktek & Antusiasme Peserta
Peserta melakukan praktek pembuatan RDEE Soft Eco Enzyme sebanyak 50 liter serta POC setengah formula dalam drum 150 liter. Setelah praktek, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berkomitmen untuk membuat Eco Enzyme secara mandiri setelah pelatihan.
Pelatihan yang direncanakan selesai siang hari berlangsung hingga pukul 17.00 sore karena tingginya minat peserta.
Pendampingan Berkelanjutan
Berbeda dengan pelatihan lain, RDEE memastikan keberlanjutan dengan mengumpulkan peserta dalam satu grup WhatsApp. Diskusi akan berlanjut di sana, termasuk pendampingan selama proses fermentasi, saat panen, dan aplikasi Eco Enzyme.
Statement Ketua Umum YRDEE
Dalam penutupannya, Bangda Danial Kaban menyampaikan:
“Eco Enzyme bukan sekadar cairan, melainkan wadah / jalan untuk berbuat baik. Melalui gerakan ini, kita bisa membantu tetangga, masyarakat, dan lingkungan. Bagi BPBD, Soft Eco Enzyme dapat menjadi pengganti P3K dalam menjalankan tugas. Harapan saya, Tangsel menjadi contoh nyata bahwa gerakan kecil dari dapur bisa membawa perubahan besar bagi bumi.”
Pesan Penutup
Pelatihan ini menegaskan komitmen YRDEE untuk terus menyebarkan literasi Eco Enzyme sebagai solusi lingkungan, kesehatan, dan ekonomi sirkular.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme Mulai dari Diri Sendiri, Mulai dari Hal Kecil, Mulai dari Sekarang
Eco Enzyme Training and Its Derivatives in South Tangerang by RDEE
South Tangerang, August 1, 2026 — Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) organized an Eco Enzyme Training at Dapur Larizee by Ellys Catering, Jl. Cendekia, Ciater, Serpong District, South Tangerang, Banten. The event was attended by 25 selected participants, including representatives from BPBD Tangsel, 1000 Women Ready to Sort and Process Waste (Empowered Women, Protected Earth), Tangsel Resik Masyarakat Senang, and Gerakan Peduli Tangsel.
Training Materials
The training was led by Bangda Danial Kaban, Chairman of Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), covering:
- Eco Enzyme SOP RDEE
- RDEE Soft Eco Enzyme
- RDEE Waste Treatment
- RDEE Liquid Organic Fertilizer (POC) Level 1
- RDEE Bio Compost
In his presentation, Bangda Danial Kaban highlighted:
- “If waste has value, people will not throw it away.”
- Many household expenses can be substituted with Eco Enzyme.
- Family and community health levels improve with RDEE Soft Eco Enzyme for human use.
- Harmful waste can be processed, neutralized, and even turned into marketable products.
- Liquid Organic Fertilizer can be applied directly to plants or processed further from Qurban and slaughterhouse waste, making fertilizer costs very low.
- Solid organic waste can be processed into Bio Compost with economic value.
Practice & Enthusiasm
Participants practiced making 50 liters of RDEE Soft Eco Enzyme and 150 liters of half-formula POC. The session continued with interactive Q&A, showing strong enthusiasm and commitment from participants to produce Eco Enzyme independently after the training.
The training, initially planned to end at noon, extended until 5:00 PM due to high engagement.
Continuous Support
Unlike other trainings, RDEE ensures sustainability by gathering participants into a WhatsApp group for ongoing discussions, fermentation guidance, harvesting, and application support.
Statement from YRDEE Chairman
In his closing remarks, Bangda Danial Kaban stated:
“Eco Enzyme is not just liquid, but a way for doing good. Through this movement, we can help neighbors, communities, and the environment. For BPBD, Soft Eco Enzyme can serve as a substitute for first aid in carrying out their duties. I hope South Tangerang becomes a real example that small kitchen-based movements can bring big changes to the earth.”
Closing Message
This training reaffirms YRDEE’s commitment to spreading Eco Enzyme literacy as a solution for environment, health, and circular economy.
Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme Start with Yourself, Start with Small Things, Start Now
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)





Tinggalkan komentar