Mojokerto, 29 Juli 2026 — Sebanyak 35 pelaku UMKM Mojokerto mengikuti Workshop Literasi Eco Enzyme (EE) yang digelar di Aula Disperta Kabupaten Mojokerto dengan tema “Dari Sampah Jadi Berkah, Dari Dapur Jadi Usaha”. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pengolahan sampah organik menjadi produk ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
Sambutan Disperta
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menyoroti permasalahan sampah organik rumah tangga yang semakin banyak dan berakhir di TPA. Padahal, sampah organik dapat diolah menjadi barang berharga melalui literasi EE dan praktik pembuatan sabun alami. Ia berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan peserta agar segera memanfaatkan EE dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian Kegiatan
Workshop diawali dengan sosialisasi Eco Enzyme, dilanjutkan dengan sesi praktik dan tanya jawab. Pada sesi kedua, peserta diajak membuat sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan dasar EE. Tujuan utama kegiatan ini antara lain:
- Mengurangi sampah organik dan limbah kimia.
- Menjadi role model bagi lingkungan sekitar.
- Mendorong edukasi ekonomi sirkular.
- Menanamkan budaya hidup bersih.
- Meningkatkan kemandirian warga.
Kehadiran RDEE
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE), yaitu:
- Bunda Susilawati, Ketua RDEE Mojokerto sekaligus narasumber utama.
- Bunda Masruchi Adyningsing (Bunda Dining).
- Bunda Sri Kuswati (Bude Sri).
- Bunda Yayuk.
Statement Ketua RDEE Mojokerto
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Susilawati menegaskan:
“Workshop ini bukan hanya tentang membuat sabun EE, tetapi tentang membangun kesadaran bahwa sampah organik adalah sumber daya. Dengan EE, kita bisa menjaga lingkungan tetap bersih, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM Mojokerto. Harapan saya, peserta dapat menjadi pionir di lingkungannya, sehingga gerakan ini terus berkembang dan memberi manfaat luas.”
Workshop “Waste Becomes Blessing, From Kitchen to Business” in Mojokerto
Mojokerto, July 29, 2026 — A total of 35 MSME participants from Mojokerto joined the Eco Enzyme (EE) Literacy Workshop held at the Disperta Hall, Mojokerto Regency, under the theme “Waste Becomes Blessing, From Kitchen to Business”. The program aims to educate the community on transforming organic waste into eco-friendly and economically valuable products.
Disperta’s Remarks
The Secretary of the Department of Agriculture highlighted the growing issue of household organic waste ending up in landfills. He emphasized that organic waste can be processed into valuable resources through EE literacy and natural soap-making practices. He expressed hope that participants would soon apply EE in their daily lives.
Workshop Activities
The workshop began with an Eco Enzyme introduction session, followed by hands-on practice and Q&A. In the second session, participants learned to make eco-friendly dishwashing soap using EE. The main objectives include:
- Reducing organic waste and chemical residues.
- Becoming role models for surrounding communities.
- Promoting circular economy education.
- Encouraging clean living habits.
- Strengthening community independence.
RDEE Presence
The event was attended by representatives of Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE):
- Bunda Susilawati, Chairperson of RDEE Mojokerto and keynote speaker.
- Bunda Masruchi Adyningsing (Bunda Dining).
- Bunda Sri Kuswati (Bude Sri).
- Bunda Yayuk.
Statement from RDEE Mojokerto Chairperson
On this occasion, Bunda Susilawati emphasized:
“This workshop is not only about making EE-based soap, but also about raising awareness that organic waste is a resource. With EE, we can keep the environment clean while creating new business opportunities for Mojokerto MSMEs. I hope participants will become pioneers in their communities so this movement continues to grow and bring widespread benefits.”
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)





Tinggalkan komentar