Pasirlayung, Bandung — 15 Agustus 2026 Kelurahan Pasirlayung, Kecamatan Cibeunying Kidul, bekerja sama dengan YRDEE Kota Bandung menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme. Kegiatan berlangsung di Taman Belakang Saung Angklung Udjo mulai pukul 08.30 hingga selesai dan diikuti oleh sekitar 50 peserta dari unsur kelurahan, LPM, Karang Taruna, perwakilan 13 RW, RT, dan masyarakat setempat.
Pembukaan dan Tujuan Kegiatan
Acara dibuka oleh Lurah Pasirlayung, Vina Octaviani, S.Stp, M.Si. Dalam sambutannya Lurah Vina menyatakan bahwa pelatihan ini dimaksudkan agar setiap RW siap membentuk Bank Eco Enzyme. Tujuan pembentukan bank tersebut adalah memudahkan masyarakat belajar, memperoleh, dan menggunakan Eco Enzyme secara rutin untuk kebersihan rumah tangga dan lingkungan.
Materi Utama dan Narasumber
Narasumber utama pada pelatihan adalah Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), Bangda Danial Kaban. Ia memaparkan berbagai aplikasi Eco Enzyme mulai dari penggunaan rumah tangga, lingkungan, pertanian, peternakan, tambak, hingga varian untuk kesehatan manusia yang disebut Soft Eco Enzyme.
Poin penting yang ditekankan Bangda Danial Kaban:
- Formula pembuatan Eco Enzyme bersifat baku dan harus diikuti untuk hasil optimal.
- Pemilihan wadah fermentasi harus memperhatikan ketahanan terhadap tekanan gas pada minggu pertama fermentasi.
- Wadah fermentasi tidak transparan dan kedap udara untuk mencegah masuknya cahaya dan kontaminasi; selama fermentasi tidak perlu membuang gas dengan membuat katup buka tutup yang sering.
- Kondisi kedap sempurna selama fermentasi membantu menekan pertumbuhan bakteri patogen dan mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat, sehingga pH dapat turun di bawah 4.0 bahkan di bawah standar RDEE yaitu 3.4.
- Wadah bertutup lebar memudahkan proses panen.
- Saat panen, peralatan tidak boleh menggunakan logam; penyimpanan sebaiknya menggunakan botol bekas yang telah dibersihkan dan dikeringkan, serta ditutup rapat.
- Untuk operasional Bank Eco Enzyme, disarankan menggunakan drum atau wadah besar agar produksi lebih efisien dan distribusi ke warga lebih mudah.
Praktik Lapangan dan Evaluasi Fermentasi
Sesi praktik dipandu langsung oleh Ketua RDEE Bandung, Bunda Hetty Seniwati, bersama Ketua RDEE Region Jawa Barat, Ambu Enih Halimah G, dan relawan Kota Bandung. Kegiatan praktik mencakup pembuatan Eco Enzyme sesuai SOP RDEE dan panen Eco Enzyme yang telah difermentasi lebih dari tiga bulan.
Kegiatan praktik meliputi:
- Demonstrasi langkah demi langkah pembuatan Eco Enzyme sesuai SOP.
- Evaluasi wadah fermentasi dan prosedur membuka wadah secara aman.
- Penilaian keberhasilan fermentasi berdasarkan visual, warna, aroma, pH, dan TDS.
- Teknik panen, termasuk pemisahan cairan hasil fermentasi dari endapan.
- Pengemasan dan penyimpanan yang benar agar kualitas terjaga.
- Demonstrasi cara aplikasi Eco Enzyme untuk keperluan rumah tangga, pembersihan lingkungan, dan perbaikan kualitas air di parit atau selokan.
Dampak yang Diharapkan dan Rencana Tindak Lanjut
Harapan YRDEE yang disampaikan oleh Ketua Umum adalah terbentuknya Bank Eco Enzyme di setiap RW akan membawa perubahan nyata: meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, membuat rumah tangga lebih bersih, dan memperbaiki kondisi lingkungan. Dengan penggunaan Eco Enzyme secara rutin, diharapkan masalah bau lingkungan dapat berkurang, parit dan selokan kembali memiliki habitat yang lebih baik, serta praktik sanitasi di tingkat rumah tangga menjadi lebih terstandarisasi.
Rencana tindak lanjut yang disepakati:
- Pembentukan tim kecil di setiap RW untuk mengelola Bank Eco Enzyme.
- Pelatihan lanjutan bagi pengurus RW tentang manajemen produksi, pencatatan, dan distribusi.
- Monitoring berkala oleh pihak kelurahan dan relawan YRDEE untuk mengevaluasi kualitas produk dan dampak lingkungan.
- Sosialisasi berkelanjutan kepada warga agar pemakaian Eco Enzyme menjadi kebiasaan rutin.
Penutup dan Kontak
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab tentang pembuatan dan aplikasi Eco Enzyme. Para peserta menyatakan antusiasme tinggi dan berkomitmen untuk segera memulai produksi skala RW. Untuk informasi lebih lanjut atau dukungan teknis, warga dapat menghubungi kantor Kelurahan Pasirlayung atau perwakilan YRDEE Kota Bandung.
Kontak singkat
- Kelurahan Pasirlayung: kantor kelurahan setempat
- YRDEE Kota Bandung: perwakilan dan relawan setempat
High-Quality Eco Enzyme: Socialization and Training on EE in Pasirlayung, Bandung
Pasirlayung, Bandung — 15 August 2026 The Kelurahan Pasirlayung, Kecamatan Cibeunying Kidul, in collaboration with YRDEE City of Bandung, organized a socialization and training session on Eco Enzyme production. The event took place at the park behind Saung Angklung Udjo, starting at 08:30 and continuing until completion. Approximately 50 participants attended, representing the kelurahan administration, LPM, Karang Taruna, representatives from 13 RW, RT, and local community members.
Opening and Objectives
The event was officially opened by Lurah Pasirlayung, Vina Octaviani, S.Stp, M.Si. In her remarks, Lurah Vina stated that the training aims to prepare each RW to establish an Eco Enzyme Bank. The purpose of creating these banks is to make it easier for residents to learn about, obtain, and routinely use Eco Enzyme for household cleanliness and environmental improvement.
Main Topics and Speakers
The main speaker at the training was Bangda Danial Kaban, Chairperson of the Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE). He presented various applications of Eco Enzyme, ranging from household and environmental uses to agriculture, livestock, aquaculture, and a variant intended for human health known as Soft Eco Enzyme.
Key points emphasized by Bangda Danial Kaban:
- The Eco Enzyme production formula is standardized and must be followed for optimal results.
- Selection of fermentation containers must consider resistance to gas pressure during the first week of fermentation.
- Fermentation containers should be non-transparent and airtight to prevent light exposure and contamination; there is no need to frequently vent gas by opening and closing the container.
- Maintaining airtight conditions during fermentation helps suppress pathogenic bacteria and supports the growth of lactic acid bacteria, allowing the pH to drop below 4.0 and even below the RDEE standard of 3.4.
- Wide-mouthed containers make harvesting easier.
- During harvest, do not use metal equipment; storage should use cleaned and dried used bottles that are tightly sealed.
- For the operation of an Eco Enzyme Bank, it is recommended to use drums or large containers so production is more efficient and distribution to residents is easier.
Field Practice and Fermentation Evaluation
The practical session was led by Chair of RDEE Bandung, Bunda Hetty Seniwati, together with Chair of RDEE West Java Region, Ambu Enih Halimah G, and Bandung city volunteers. The hands-on activities included making Eco Enzyme according to YRDEE SOP and harvesting Eco Enzyme that had been fermented for more than three months.
Practical activities included:
- Step-by-step demonstration of Eco Enzyme production following the SOP.
- Evaluation of fermentation containers and safe procedures for opening them.
- Assessment of fermentation success based on visual appearance, color, aroma, pH, and TDS.
- Harvesting techniques, including separating the fermented liquid from sediment.
- Proper packaging and storage to preserve quality.
- Demonstrations of Eco Enzyme application for household needs, environmental cleaning, and improving water quality in ditches and drains.
Expected Impact and Follow-up Plan
YRDEE’s Chairperson expressed the hope that establishing an Eco Enzyme Bank in every RW will bring tangible changes: improving public health standards, making households cleaner, and enhancing environmental conditions. With routine use of Eco Enzyme, it is expected that unpleasant odors in the neighborhood will decrease, ditches and drains will regain healthier habitats, and household sanitation practices will become more standardized.
Agreed follow-up plans:
- Form small management teams in each RW to run the Eco Enzyme Bank.
- Provide advanced training for RW managers on production management, record-keeping, and distribution.
- Conduct regular monitoring by the kelurahan and YRDEE volunteers to evaluate product quality and environmental impact.
- Continue community outreach so Eco Enzyme use becomes a regular habit among residents.
Closing and Contact
The event concluded with a question-and-answer session on Eco Enzyme production and application. Participants expressed strong enthusiasm and committed to starting production at the RW level soon. For further information or technical support, residents may contact the Pasirlayung Kelurahan office or representatives of YRDEE City of Bandung.
Quick contacts
- Kelurahan Pasirlayung: local kelurahan office
- YRDEE City of Bandung: local representatives and volunteers
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)





Tinggalkan komentar