-
Sosialisasi Eco Enzyme di SRMPT 2 Kota Semarang: Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Semarang, 23 September 2026 – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Jawa Tengah bersama Sekolah Rakyat Menengah Pertama Terintegrasi (SRMPT) 2 Kota Semarang menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan pengelolaan limbah organik sejak usia sekolah.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para siswa melalui sesi edukasi dan praktik langsung. Peserta belajar mengolah sisa buah dan sayuran menjadi Eco Enzyme serta memahami manfaatnya bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Materi disampaikan oleh Ary Susatyo, Ketua RDEE Jawa Tengah, dan Suharto, Sekretaris RDEE Jawa Tengah, yang mengajak siswa membangun kebiasaan ramah lingkungan melalui langkah sederhana dan berkelanjutan.
Pernyataan Perwakilan Sekolah
Elang, perwakilan SRMPT 2 Kota Semarang, menyampaikan:
“Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa melalui praktik pengelolaan limbah organik. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar sehingga menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini.”
Pernyataan Ketua RDEE Jawa Tengah
Ketua RDEE Jawa Tengah, Ary Susatyo, mengatakan:
“Eco Enzyme tidak hanya mengajarkan cara mengolah limbah organik, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan aksi nyata menjaga bumi. Semoga kegiatan ini melahirkan generasi yang lebih sadar lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan.”
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman langsung dalam mengubah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. RDEE Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mendukung program edukasi lingkungan di sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan gaya hidup berkelanjutan.
Belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman, praktik, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dari langkah kecil, tumbuh kepedulian besar untuk bumi.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)
Eco Enzyme Awareness Program at SRMPT 2 Semarang: Cultivating Environmental Responsibility from an Early Age
Semarang, September 23, 2026 – The Central Java chapter of Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) collaborated with Integrated People’s Junior High School (SRMPT) 2 Semarang to conduct an Eco Enzyme awareness and training program aimed at promoting environmental awareness and organic waste management among students from an early age.
The activity was enthusiastically attended by students through educational sessions and hands-on practice. Participants learned how to transform fruit and vegetable scraps into Eco Enzyme while understanding its benefits for the environment and daily life.
The training was led by Ary Susatyo, Chairman of RDEE Central Java, and Suharto, Secretary of RDEE Central Java, who encouraged students to develop environmentally friendly habits through simple and sustainable actions.
Statement from the School Representative
Elang, representative of SRMPT 2 Semarang, stated:
“This activity provides meaningful learning experiences for students through hands-on organic waste management practices. We hope the knowledge gained can be applied at home and in the surrounding community, helping to nurture environmental awareness from an early age.”
Statement from the Chairman of RDEE Central Java
Ary Susatyo, Chairman of RDEE Central Java, said:
“Eco Enzyme not only teaches how to process organic waste but also instills the values of environmental care, responsibility, and real action to protect our planet. We hope this activity helps foster a generation that is more environmentally conscious and capable of becoming agents of positive change.”
Through this program, students gained both knowledge and practical experience in converting organic waste into useful products. RDEE Central Java remains committed to supporting environmental education initiatives in schools and communities as part of a collective effort to promote a more sustainable lifestyle.
Learning does not only take place in the classroom, but also through experience, practice, and care for the environment. From small actions grow great commitments to our planet.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Gentong Berkah Edukasi Warga Mojokerto tentang Eco Enzyme di CFD

Mojokerto, 27 September 2026 – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) kembali menggelar kegiatan “Gentong Berkah: Tukar Kulit/Botol Jadi Berkah” pada ajang Car Free Day (CFD) di Jalan RA Basuni, Mojokerto, Minggu (27/9), pukul 06.00-09.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan edukasi kepada pengunjung CFD mengenai manfaat dan penggunaan Eco Enzyme (EE), sekaligus membuka sesi konsultasi dan interaksi langsung terkait berbagai permasalahan lingkungan serta pemanfaatan Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, pengunjung dapat menukarkan kulit buah atau botol bekas dengan produk ramah lingkungan berupa Eco Enzyme multiguna, sabun cair Eco Enzyme, maupun kompos.
Kegiatan ini didukung oleh Bunda Susilawati, Bunda Dining, Bude Sri, dan Bunda Ririn.
Antusiasme masyarakat terlihat meningkat dibandingkan kegiatan CFD sebelumnya. Banyak pengunjung yang telah merasakan manfaat Eco Enzyme dan menunjukkan minat untuk mempelajari proses pembuatannya. Bahkan, beberapa perwakilan masyarakat dan OPD menyampaikan ketertarikan untuk mengundang tim RDEE memberikan sosialisasi Eco Enzyme di komunitas dan instansi masing-masing.
Ketua RDEE Mojokerto, Bunda Susilawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mengenalkan Eco Enzyme secara langsung kepada masyarakat.
“Melalui program Gentong Berkah ini, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa limbah organik seperti kulit buah masih memiliki nilai manfaat yang besar. Harapannya, semakin banyak warga Mojokerto yang memahami Eco Enzyme, peduli terhadap lingkungan, serta bersama-sama membangun budaya hidup bersih, sehat, dan lestari,” ujar Bunda Susilawati.
Melalui kegiatan ini, RDEE berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat Eco Enzyme, terbentuk komunitas peduli lingkungan, serta terjalin sinergi yang lebih kuat dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
“Tukar kulit buah dan botol bekas menjadi berkah, sekaligus menjadi langkah nyata menjaga bumi untuk generasi mendatang.”
Gentong Berkah Educates Mojokerto Residents about Eco Enzyme at Car Free Day
Mojokerto, September 27, 2026 – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) once again organized its environmental awareness program, “Gentong Berkah: Exchange Fruit Peels and Bottles for Blessings,” during the Car Free Day (CFD) event on RA Basuni Street, Mojokerto, on Sunday (September 27), from 6:00 a.m. to 9:00 a.m.
The activity began with an educational session for CFD visitors on the benefits and applications of Eco Enzyme (EE). Participants were also invited to engage in direct discussions and consultations regarding environmental issues and the practical use of Eco Enzyme in daily life.
The program continued with a community exchange initiative, where visitors could trade fruit peels or used plastic bottles for environmentally friendly products, including multi-purpose Eco Enzyme, Eco Enzyme liquid soap, and compost.
The event was supported by Mrs. Susilawati, Mrs. Dining, Mrs. Sri, and Mrs. Ririn.
Public enthusiasm was noticeably higher compared to previous CFD events. Many visitors shared their positive experiences with Eco Enzyme and expressed interest in learning how to produce it themselves. Representatives from community groups and local government agencies (OPD) also showed interest in inviting the RDEE team to conduct Eco Enzyme awareness programs and training sessions within their respective organizations and communities.
According to Mrs. Susilawati, Chairperson of RDEE Mojokerto, the event serves as an effective platform for introducing Eco Enzyme directly to the public.
“Through the Gentong Berkah program, we want to encourage people to recognize that organic waste, such as fruit peels, still holds significant value and benefits. We hope that more residents of Mojokerto will understand Eco Enzyme, become more environmentally conscious, and work together to build a culture of clean, healthy, and sustainable living,” said Mrs. Susilawati.
Through this initiative, RDEE hopes to increase public awareness of Eco Enzyme, foster environmentally conscious communities, and strengthen collaboration with the Mojokerto Regency Government, particularly the Environmental Agency (DLH), in supporting sustainable environmental conservation efforts.
“Turning fruit peels and used bottles into blessings is a simple yet meaningful step toward protecting our planet for future generations.”
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Wujudkan Sekolah Sehat dan Mandiri, RDEE Jalin Kerja Sama Pendidikan Lingkungan Hidup dengan SLB PGRI Dlanggu Mojokerto

MOJOKERTO, 21 September 2026 – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan SLB PGRI Dlanggu Mojokerto melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait Pendidikan Lingkungan Hidup. Prosesi penandatanganan dan pelaksanaan kegiatan ini berlangsung khidmat di lingkungan sekolah yang beralamat di Jl. Raya Bangsal – Pacet, Dusun Badung, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.
Hadir langsung mewakili jajaran kepengurusan RDEE dalam agenda penting ini adalah Bunda Susilawati, Bunda Hartini, dan Bunda Rachmi. Kehadiran para relawan ini disambut hangat oleh pihak sekolah yang berkomitmen penuh dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam ekosistem pendidikan khusus.
Kerja sama yang diinisiasi ini membawa tiga misi utama:
- Mendukung Sekolah Sehat dan Hemat: Menciptakan lingkungan belajar yang bersih sekaligus menekan biaya operasional sekolah melalui pemanfaatan bahan alternatif.
- Reduksi Sampah Organik: Mengurangi volume sampah organik di lingkungan sekolah dengan menerapkan teknologi sederhana berbasis fermentasi Eco Enzyme (EE).
- Pendidikan Karakter: Menanamkan karakter peduli, tanggap, dan berbudaya cinta lingkungan sejak dini kepada seluruh warga sekolah.
Adapun ruang lingkup perjanjian kerja sama ini mencakup program yang berkelanjutan, mulai dari sosialisasi dan edukasi lingkungan hidup bagi guru serta siswa, pelatihan intensif pembuatan EE, pendampingan pengelolaan bank sampah organik sekolah, hingga pemanfaatan langsung cairan EE untuk pemeliharaan fasilitas sekolah.
Aksi Nyata dan Manfaat Ganda
Setelah prosesi penandatanganan MoU selesai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan. Para relawan, guru, dan siswa SLB PGRI Dlanggu bergotong royong melakukan panen bersama cairan Eco Enzyme. Tidak hanya itu, mereka juga antusias mengikuti praktik pembuatan sabun cuci tangan ramah lingkungan yang memanfaatkan EE sebagai bahan dasarnya.
Pendampingan Eco Enzyme di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) dinilai memberikan dampak positif yang sangat besar. Selain kontribusinya terhadap kelestarian alam, aktivitas pembuatan EE ini berfungsi sebagai media terapi motorik sekaligus melatih kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus.
Di sisi lain, SLB pada umumnya membutuhkan cairan pembersih dalam jumlah yang cukup banyak dan harus dipastikan aman bagi para siswa. Kehadiran Eco Enzyme hadir sebagai solusi jitu yang murah, mandiri, dan bebas bahan kimia berbahaya untuk memenuhi kebutuhan sanitasi harian sekolah.
Melalui sinergi ini, RDEE dan SLB PGRI Dlanggu berharap dapat menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lain di Mojokerto untuk mulai bergerak menyelamatkan bumi dari lingkungan terkecil sekolah.
Tentang Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE):
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) adalah komunitas berbasis kerelawanan yang fokus pada edukasi, pelatihan, dan penyebaran pemanfaatan cairan multiguna Eco Enzyme guna mengurangi sampah organik rumah tangga demi kelestarian bumi.
Kontak Media / Informasi Lebih Lanjut:
Email: relawanduniaecoenzyme@gmail.com
Situs Web: yrdee.wordpress.com
Creating Healthy and Self-Reliant Schools, RDEE Establishes Environmental Education Collaboration with SLB PGRI Dlanggu Mojokerto
MOJOKERTO, September 21, 2026 – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) has officially established a strategic collaboration with SLB PGRI Dlanggu Mojokerto by signing a Memorandum of Understanding (MoU) on Environmental Education. The signing ceremony and event were held solemnly on the school grounds, located at Jl. Raya Bangsal – Pacet, Dusun Badung, Desa Kedunglengkong, Dlanggu District, Mojokerto Regency.
Directly representing the RDEE board in this important agenda were Bunda Susilawati, Bunda Hartini, and Bunda Rachmi. The volunteers received a warm welcome from the school, which is fully committed to integrating environmental awareness into the special education ecosystem.
The initiated collaboration carries three main missions:
- Supporting Healthy and Cost-Efficient Schools: Creating a clean learning environment while reducing school operational costs through the use of alternative materials.
- Organic Waste Reduction: Minimizing the volume of organic waste within the school environment by implementing simple technology based on Eco Enzyme (EE) fermentation.
- Character Education: Instilling a caring, responsive, and environmentally conscious culture from an early age in all members of the school community.
The scope of this cooperation agreement encompasses sustainable programs, ranging from environmental socialization and education for both teachers and students, intensive training on EE production, assistance in managing the school’s organic waste bank, to the direct utilization of Eco Enzyme liquid for school facility maintenance.
Real Action and Dual Benefits
Following the conclusion of the MoU signing ceremony, the event immediately transitioned into real action on the ground. Volunteers, teachers, and students of SLB PGRI Dlanggu worked hand-in-hand to harvest Eco Enzyme liquid together. Furthermore, they enthusiastically participated in a hands-on workshop to make eco-friendly hand soap utilizing EE as the primary base.
Eco Enzyme mentoring within Special Education Schools (SLB) is highly regarded for its massive positive impacts. Beyond its contribution to environmental sustainability, EE production activities serve as a medium for motor therapy and foster independence among children with special needs.
On the other hand, SLB schools generally require large quantities of cleaning fluids that must be guaranteed safe for students. The presence of Eco Enzyme serves as an excellent, cost-effective, self-reliant, and chemical-free solution to fulfill the school’s daily sanitation needs.
Through this synergy, RDEE and SLB PGRI Dlanggu hope to inspire other educational institutions in Mojokerto to start taking action to save the planet, beginning from the smallest school environments.
About Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE):
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) is a volunteer-based community focusing on education, training, and the widespread utilization of multi-purpose Eco Enzyme liquid to reduce household organic waste for the preservation of the Earth.
Media Contact / Further Information:
Email: relawanduniaecoenzyme@gmail.com
Website: yrdee.wordpress.com

-
Sosialisasi & Praktek Eco Enzyme Bersama Aisyiyah Mojokerto

Tema: “Aisyiyah Wujud Nyata Perempuan Peduli Semesta”
Mojokerto, 19 September 2026 — Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) bersama Aisyiyah Mojokerto menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan praktek pembuatan Eco Enzyme (EE) di halaman TK Aisyiyah, Jl. Bhayangkara No. 65, Mojokerto. Acara ini dihadiri oleh seluruh kepengurusan Daerah Aisyiyah serta Ketua Ranting se-Kota Mojokerto dengan jumlah peserta mencapai 60 orang.
Dari pihak RDEE hadir Bunda Susilawati, Bunda Hartini, dan Bunda Rahmi sebagai pendamping kegiatan.
Sambutan Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah – Bunda Sudarmi
Dalam sambutannya, Bunda Sudarmi menegaskan bahwa gerakan Aisyiyah memasuki babak baru.
“107 tahun lalu Aisyiyah berjuang untuk pendidikan perempuan. Hari ini kita berjuang untuk kelangsungan hidup bumi yang kita cintai. Sampah yang selama ini kita buang begitu saja, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi Eco Enzyme yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh anggota Aisyiyah, dimulai dari dapur rumah masing-masing, untuk bersama membuat Eco Enzyme,” ujar Bunda Sudarmi.
Beliau juga menyampaikan harapan agar:
- Setiap cabang memiliki bank Eco Enzyme sebagai gerakan peduli lingkungan.
- Melahirkan kewirausahaan berbahan Eco Enzyme yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota.
Praktek Pembuatan Eco Enzyme
Acara dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktek langsung pembuatan Eco Enzyme. Peserta bersama-sama membuat 8 tong pail Eco Enzyme, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai manfaat, penyimpanan, serta peluang pemanfaatan Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
Kutipan Ketua RDEE Mojokerto – Bunda Susilawati
Sebagai narasumber utama, Bunda Susilawati menyampaikan pesan inspiratif:
“Gerakan Eco Enzyme adalah wujud nyata kepedulian perempuan terhadap bumi. Dari dapur rumah tangga, kita bisa melahirkan solusi besar untuk lingkungan. Saya berharap Aisyiyah Mojokerto menjadi pelopor gerakan ini, membentuk kelompok percontohan, dan menjadikan Eco Enzyme sebagai bagian dari gaya hidup sehat serta usaha berkelanjutan.”
Kesimpulan
Kegiatan ini menegaskan komitmen YRDEE dan Aisyiyah Mojokerto untuk menjadikan sampah sebagai berkah, bukan beban. Dengan kolaborasi lintas pihak, Eco Enzyme diharapkan menjadi solusi nyata dalam menciptakan rumah sehat, lingkungan bersih, dan bumi yang lestari.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)
Eco Enzyme Socialization & Practice with Aisyiyah Mojokerto
Theme: “Aisyiyah as the Real Manifestation of Women Caring for the Universe”
Mojokerto, September 19, 2026 — The World Eco Enzyme Volunteers Foundation (YRDEE) in collaboration with Aisyiyah Mojokerto organized an Eco Enzyme (EE) socialization and practice session at the Aisyiyah Kindergarten yard, Jl. Bhayangkara No. 65, Mojokerto. The event was attended by the entire Aisyiyah Regional Board and Branch Leaders across Mojokerto City, with a total of 60 participants.
Representing RDEE, Bunda Susilawati, Bunda Hartini, and Bunda Rahmi were present to guide the activities.
Speech by Aisyiyah Regional Chair – Bunda Sudarmi
In her opening remarks, Bunda Sudarmi emphasized that Aisyiyah’s movement has entered a new chapter:
“107 years ago, Aisyiyah fought for women’s education. Today, we fight for the survival of our beloved earth. Waste that we usually throw away can actually be transformed into Eco Enzyme, which brings many benefits to daily life. Therefore, I urge all Aisyiyah members, starting from their own kitchens, to begin making Eco Enzyme together,” said Bunda Sudarmi.
She also expressed her hopes:
- Each branch will establish an Eco Enzyme bank as part of the environmental care movement.
- Eco Enzyme-based entrepreneurship will emerge, improving the welfare of members.
Eco Enzyme Practice Session
The program continued with socialization and hands-on practice. Participants collectively prepared 8 pails of Eco Enzyme, followed by an interactive discussion and Q&A session on its benefits, storage methods, and potential applications in daily life.
Quote from RDEE Mojokerto Chair – Bunda Susilawati
As the keynote speaker, Bunda Susilawati delivered an inspiring message:
“The Eco Enzyme movement is a tangible expression of women’s care for the planet. From the household kitchen, we can create powerful solutions for the environment. I hope Aisyiyah Mojokerto will become a pioneer of this movement, forming model groups and making Eco Enzyme part of a healthy lifestyle and sustainable business.”
Conclusion
This activity reaffirmed the commitment of YRDEE and Aisyiyah Mojokerto to turn waste into blessings, not burdens. Through cross-sector collaboration, Eco Enzyme is expected to become a real solution in creating healthy homes, clean environments, and a sustainable earth.
Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme
World Eco Enzyme Volunteers Foundation (YRDEE)

-
Sosialisasi Eco Enzyme dan Penandatanganan MoU antara RDEE Mojokerto dan SD Negeri Kalikatir

Mojokerto, 12 September 2026 — Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Eco Enzyme di SD Negeri Kalikatir dengan tema SD Kita Go Green with Eco Enzyme. Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 September 2026 ini menargetkan para duta lingkungan dari SD Negeri Kalikatir sebagai peserta utama dan diakhiri dengan agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara RDEE Mojokerto dan SD Negeri Kalikatir.
Rincian Kegiatan
Tanggal: 12 September 2026 Tempat: SD Negeri Kalikatir, Mojokerto Sasaran: Duta lingkungan SD Negeri Kalikatir Perwakilan RDEE Mojokerto yang hadir: Bunda Dining; Bunda Kiki; Bunda Rahmi; Bude Sri
Rangkaian Acara
Acara dimulai dengan pengenalan cairan Eco Enzyme secara langsung, di mana siswa diberi kesempatan untuk melihat dan mencium sampel Eco Enzyme. Materi dilanjutkan dengan penjelasan manfaat Eco Enzyme dan langkah‑langkah cara membuat Eco Enzyme. Sesi ditutup dengan praktik bersama pembuatan Eco Enzyme yang dipandu oleh tim RDEE Mojokerto.
Setelah sesi praktik, dilaksanakan penandatanganan MoU antara RDEE Mojokerto dan SD Negeri Kalikatir untuk menjalin kerja sama resmi dan berkelanjutan dalam pendidikan lingkungan dan pengelolaan sampah organik di sekolah.
Agenda Penandatanganan MoU
Tanggal pelaksanaan: 12 September 2026 Tempat: SD Negeri Kalikatir, Mojokerto Tujuan MoU:
- Mewujudkan kerja sama resmi dan berkelanjutan antara RDEE Mojokerto dan SD Negeri Kalikatir.
- Menetapkan tanggung jawab bersama dalam jangka panjang untuk program pendidikan lingkungan, praktik Eco Enzyme, dan inisiatif Zero Waste.
Penandatangan:
- Kepala SD Negeri Kalikatir
- Bunda Dining, mewakili RDEE Mojokerto sebagai Wakil Ketua RDEE
Tujuan Kegiatan
- Menumbuhkan cinta lingkungan sejak dini dan menanamkan pemahaman bahwa sampah organik dapat diolah menjadi cairan bermanfaat.
- Mengenalkan konsep Zero Waste kepada peserta sekolah dasar.
- Membuat pembelajaran sains menyenangkan melalui praktik fermentasi sederhana.
- Melatih rasa tanggung jawab dan kreativitas siswa dalam pengelolaan sampah organik.
- Mendukung program Adiwiyata di tingkat sekolah.
Hasil dan Respons Peserta
Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Mereka tampak senang dan bersemangat mengikuti setiap tahapan, terutama saat praktik pembuatan Eco Enzyme. Aktivitas hands‑on membuat konsep sains dan pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak‑anak.
Bunda Dining, perwakilan RDEE Mojokerto, menyampaikan, “Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini. Dengan Eco Enzyme dan kerja sama resmi melalui MoU, kami berharap program ini berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi sekolah dan lingkungan sekitar.”
Penutup dan Kontak
Kegiatan Sosialisasi Eco Enzyme dan penandatanganan MoU di SD Negeri Kalikatir merupakan bagian dari upaya RDEE Mojokerto untuk memperkuat pendidikan lingkungan di sekolah dasar dan mendukung gerakan Zero Waste lokal.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi yrdee.wordpress.com.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)
Eco Enzyme Outreach and MoU Signing between RDEE Mojokerto and SD Negeri Kalikatir
Mojokerto, 12 September 2026 — Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme YRDEE Mojokerto held an Eco Enzyme outreach at SD Negeri Kalikatir under the theme SD Kita Go Green with Eco Enzyme. The event, held on 12 September 2026, targeted the school’s environmental ambassadors and concluded with the signing of a Memorandum of Understanding to formalize a long‑term partnership.
Event Details
Date: 12 September 2026 Location: SD Negeri Kalikatir, Mojokerto Target Audience: Environmental ambassadors of SD Negeri Kalikatir YRDEE Representatives Present: Bunda Dining; Bunda Kiki; Bunda Rahmi; Bude Sri
Program Overview
The program opened with a hands‑on introduction to Eco Enzyme, during which students were invited to observe and smell sample solutions. Presentations followed on the benefits of Eco Enzyme and a step‑by‑step demonstration of how to make it. The session concluded with a guided practical workshop where students produced Eco Enzyme together under the supervision of the YRDEE team.
After the practical session, YRDEE Mojokerto and SD Negeri Kalikatir held a formal MoU signing ceremony to establish an official and sustainable collaboration on environmental education and organic waste management at the school.
MoU Agenda and Signatories
Date of Signing: 12 September 2026 Location: SD Negeri Kalikatir, Mojokerto
Purpose of the MoU
- Establish an official and sustainable partnership between YRDEE Mojokerto and SD Negeri Kalikatir.
- Define shared long‑term responsibilities for environmental education, Eco Enzyme practice, and Zero Waste initiatives.
Signatories
- Principal of SD Negeri Kalikatir
- Bunda Dining, representing YRDEE Mojokerto as Vice Chair
Objectives
- Foster environmental awareness from an early age and demonstrate that organic waste can be transformed into a useful product.
- Introduce the Zero Waste concept to elementary students.
- Make science learning enjoyable through simple fermentation practices.
- Develop student responsibility and creativity in managing organic waste.
- Support the school’s Adiwiyata program and broader environmental goals.
Outcomes and Participant Response
Students displayed high enthusiasm throughout the event. They were excited and engaged at every stage, especially during the hands‑on Eco Enzyme production. The practical activities helped make scientific concepts and waste management more accessible and enjoyable for the children.
Bunda Dining, representing YRDEE Mojokerto, stated, “This activity aims to cultivate environmentally conscious habits from an early age. With Eco Enzyme and an official partnership through the MoU, we hope this program will be sustainable and deliver real benefits to the school and surrounding community.”
Closing and Contact
The Eco Enzyme outreach and MoU signing at SD Negeri Kalikatir are part of YRDEE Mojokerto’s ongoing efforts to strengthen environmental education in primary schools and promote local Zero Waste initiatives. For more information, visit yrdee.wordpress.com.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme YRDEE

-
Sedekah Eco Enzyme 2.500 Liter di Danau Ranu Grati, Pasuruan, Jawa Timur

Pasuruan, Jumat Legi, 11 September 2026
Komunitas Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Pasuruan kembali melaksanakan aksi peduli lingkungan berupa penuangan 2.500 liter Eco Enzyme ke perairan Danau Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini merupakan penuangan ke-VIII sepanjang tahun 2026, yang konsisten dilakukan setiap Jumat Legi atau sekitar 35 hari sekali.
Kehadiran Stakeholder
Acara kali ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, di antaranya:
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Perikanan (DKPPP) Kabupaten Pasuruan
- Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur
- Komunitas Relawan Peduli Ranu
- RDEE Pasuruan
- Sukun 78
Kehadiran lintas instansi dan komunitas ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan berbasis masyarakat dapat memperoleh dukungan pemerintah dan swasta untuk keberlanjutan ekosistem danau.
Dampak Positif
Menurut Bangda Abu Hasan, Ketua RDEE Pasuruan Jawa Timur, manfaat dari rutinnya penuangan Eco Enzyme sudah terlihat jelas:
- Kualitas air danau semakin baik sehingga mendukung keseimbangan ekosistem.
- Populasi ikan asli Danau Grati meningkat, memberi harapan baru bagi nelayan lokal.
- Udang air tawar yang sempat hilang kini kembali ditemukan, menjadi sumber penghidupan tambahan bagi masyarakat sekitar.
Bangda Abu Hasan menegaskan bahwa konsistensi gerakan ini adalah bentuk sedekah lingkungan yang membawa keberkahan bagi ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
Harapan ke Depan
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat, gerakan sedekah Eco Enzyme di Danau Ranu Grati diharapkan dapat menjadi model bioremediasi berbasis komunitas yang menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)
Eco Enzyme Donation: 2,500 Liters for Ranu Grati Lake, Pasuruan Pasuruan, East Java
Pasuruan, Friday Legi, September 11, 2026
The Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Pasuruan community once again carried out an environmental action by pouring 2,500 liters of Eco Enzyme into the waters of Ranu Grati Lake, Pasuruan Regency. This marks the 8th pouring in 2026, consistently held every Friday Legi—approximately every 35 days.
Stakeholder Participation
This meaningful event was supported by various institutions and communities, including:
- Environmental Agency (DLH) of Pasuruan Regency
- Food Security, Agriculture, and Fisheries Agency (DKPPP) of Pasuruan Regency
- Water Resources Agency of East Java Province
- Relawan Peduli Ranu Community
- RDEE Pasuruan
- Sukun 78
Their presence reflects the strong collaboration between government agencies, local communities, and private stakeholders in sustaining the lake’s ecosystem.
Positive Impacts
According to Bangda Abu Hasan, Chairman of RDEE Pasuruan, the benefits of routine Eco Enzyme pouring are already evident:
- Improved water quality in the lake, supporting ecological balance.
- Increased population of native fish species, providing renewed hope for local fishermen.
- Freshwater shrimp, once absent, have now reappeared, becoming an additional source of livelihood for the community.
Bangda Abu Hasan emphasized that this consistent environmental action is a form of charity for nature, bringing blessings to both the ecosystem and the people who depend on it.
Looking Ahead
With continued support from local government, communities, and society, the Eco Enzyme donation movement at Ranu Grati Lake is expected to become a community-based bioremediation model that inspires similar initiatives across Indonesia.
Healthy Life on a Healthy Earth with Eco Enzyme.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
RDEE Mojokerto Gelar Sosialisasi Eco Enzyme Bersama PKK dan DLH di Kecamatan Trowulan

Trowulan, 10 September 2026 — Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah organik. Bertempat di Ruang Kecamatan Trowulan, kegiatan sosialisasi Eco Enzyme (EE) digelar dengan menghadirkan narasumber dari RDEE, yakni Bude Sri dan Pakde Sri.
Peserta dan Sasaran
Kegiatan ini diikuti oleh:
- Ketua dan pengurus PKK dari 15 kelurahan
- Kader kesehatan lingkungan dari 15 kelurahan
- PKK dan pengurus PKK Kecamatan Sooko
- Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto
Rangkaian Kegiatan
Acara dimulai dengan sesi pembinaan pengelolaan sampah oleh tim DLH Kabupaten Mojokerto yang menekankan pentingnya tata kelola sampah rumah tangga secara sistematis dan berkelanjutan. Dilanjutkan dengan sosialisasi Eco Enzyme oleh tim RDEE Mojokerto, peserta diperkenalkan pada konsep fermentasi sampah organik menjadi cairan multifungsi yang bermanfaat bagi rumah tangga maupun lingkungan.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti praktek langsung pembuatan Eco Enzyme, sehingga dapat memahami formula dasar fermentasi organik dan cara penerapannya di tingkat rumah tangga maupun kelurahan.
Tujuan dan Manfaat
Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama:
- Menjalin kerja sama antara DLH dan RDEE dalam pengelolaan sampah serta limbah rumah tangga.
- Memberdayakan ibu-ibu PKK sebagai garda terdepan dalam pemanfaatan Eco Enzyme untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat.
Dengan pemberdayaan ini, masyarakat diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Rencana Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut, ditetapkan langkah-langkah berikut:
- Setiap kelurahan diminta membuat Eco Enzyme secara mandiri sebagai bentuk penerapan nyata.
- DLH bersama RDEE akan melaksanakan kegiatan lanjutan berupa sosialisasi dan pendampingan ke kecamatan serta kelurahan untuk memperluas praktik pemanfaatan sampah organik.
Penutup
Sosialisasi Eco Enzyme di Kecamatan Trowulan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mengatasi permasalahan sampah rumah tangga. Dengan keterlibatan aktif PKK, DLH, dan relawan, gerakan sederhana dari dapur rumah tangga diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan bagi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)
RDEE Mojokerto Holds Eco Enzyme Socialization with PKK and DLH in Trowulan District
Trowulan, September 10, 2026 — Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto reaffirmed its commitment to community education on organic waste management by organizing an Eco Enzyme (EE) socialization program at the Trowulan District Hall. The event featured speakers from RDEE, namely Bude Sri and Pakde Sri.
Participants and Target Audience
The program was attended by:
- Chairpersons and administrators of PKK from 15 sub-districts
- Environmental health cadres from 15 sub-districts
- PKK members and administrators from Sooko District
- Representatives from the Mojokerto District Environmental Agency (DLH)
Program Highlights
The event began with a session on household waste management led by the DLH team, emphasizing systematic and sustainable approaches to domestic waste handling. This was followed by RDEE Mojokerto’s presentation on Eco Enzyme, introducing the concept of fermenting organic waste into a multifunctional liquid beneficial for households and the environment.
In addition to theoretical explanations, participants engaged in hands-on practice of Eco Enzyme production, enabling them to understand the basic fermentation formula and its practical application at household and community levels.
Objectives and Benefits
The initiative was designed with two primary objectives:
- To establish collaboration between DLH and RDEE in managing household waste and sewage.
- To empower PKK women as the frontline agents in utilizing Eco Enzyme to create cleaner and healthier communities.
Through this empowerment, the program aims to reduce organic waste volume while fostering sustainable and healthier living environments.
Follow-Up Plans
Concrete steps were outlined as follow-up actions:
- Each sub-district is encouraged to independently produce Eco Enzyme as an initial implementation measure.
- DLH and RDEE will jointly conduct further socialization and mentoring activities across districts and sub-districts to expand the practice of organic waste utilization.
Closing Remarks
The Eco Enzyme socialization in Trowulan District underscored the importance of cross-sector collaboration in addressing household waste challenges. With the active involvement of PKK, DLH, and volunteers, this simple yet impactful initiative is expected to become a sustainable solution for creating cleaner, healthier, and greener communities.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Sosialisasi Eco Enzyme untuk PKK Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto

Pada 9 September 2026, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menjadi tuan rumah kegiatan sosialisasi Eco Enzyme (EE) yang diinisiasi oleh Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kecamatan Sooko ini bertujuan memperkenalkan teknik pemanfaatan sampah organik melalui fermentasi menjadi cairan multifungsi sekaligus memperkuat peran PKK dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Peserta dan Narasumber
Narasumber dari RDEE Mojokerto
- Bunda Dining
- Bude Sri
- Bunda Kiki
Sasaran peserta
- Ketua dan pengurus PKK dari 15 kelurahan
- Kader kesehatan lingkungan dari 15 kelurahan
- PKK dan pengurus PKK Kecamatan Sooko
- Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan dimulai dengan sesi pembinaan pengelolaan sampah yang dipandu oleh tim DLH Kabupaten Mojokerto, yang membahas tata kelola sampah dan limbah rumah tangga secara teknis dan kebijakan. Setelah itu dilanjutkan sosialisasi Eco Enzyme oleh tim RDEE, yang menjelaskan konsep fermentasi sampah organik untuk menghasilkan cairan multifungsi serta demonstrasi pembuatan dasar Eco Enzyme. Materi disampaikan secara praktis agar kader dan pengurus PKK dapat langsung menerapkan di tingkat kelurahan dan rumah tangga.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan kegiatan
- Menjalin kerja sama antara DLH dan RDEE dalam pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga.
- Memberdayakan ibu-ibu PKK sebagai garda terdepan pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemanfaatan Eco Enzyme.
Manfaat yang diharapkan
- Peningkatan kapasitas kader dan pengurus PKK dalam pengelolaan sampah organik.
- Pengurangan volume sampah organik melalui pemanfaatan lokal.
- Terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan sehat di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Rencana Tindak Lanjut
- Setiap kelurahan diminta membuat Eco Enzyme secara mandiri sebagai langkah awal penerapan.
- DLH bersama RDEE akan melaksanakan kegiatan lanjutan berupa sosialisasi dan pendampingan ke kecamatan dan kelurahan untuk memperluas praktik pemanfaatan sampah organik.
Penutup
Sosialisasi Eco Enzyme di Kecamatan Sooko menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, dan organisasi masyarakat untuk mengatasi permasalahan sampah rumah tangga. Dengan pemberdayaan PKK sebagai ujung tombak, diharapkan praktik sederhana seperti pembuatan Eco Enzyme dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Eco Enzyme Socialization for PKK in Sooko Subdistrict, Mojokerto Regency
On 9 September 2026, Sooko Subdistrict in Mojokerto Regency hosted a socialization event on Eco Enzyme (EE) initiated by the Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto in collaboration with the Mojokerto Regency Environmental Agency (DLH). Held in the Sooko Subdistrict Meeting Room, the event aimed to introduce techniques for converting organic waste through fermentation into a multifunctional liquid while strengthening the role of PKK in household waste management.
Speakers and Participants
Speakers from RDEE Mojokerto
- Bunda Dining
- Bude Sri
- Bunda Kiki
Target participants
- Chairpersons and committee members of PKK from 15 villages
- Environmental health cadres from 15 villages
- PKK and PKK committee members of Sooko Subdistrict
- Representatives from the Mojokerto Regency Environmental Agency (DLH)
Program Outline
The program began with a waste management training session led by the DLH team of Mojokerto Regency, covering technical and policy aspects of household waste and waste management. This was followed by an Eco Enzyme socialization session by the RDEE team, which explained the fermentation concept for organic waste to produce a multifunctional liquid and included a basic Eco Enzyme production demonstration. The material was delivered practically so that cadres and PKK committee members could immediately apply the methods at the village and household levels.
Objectives and Benefits
Objectives
- Establish cooperation between DLH and RDEE in managing household waste and waste streams.
- Empower PKK mothers as the frontline in household waste management through the use of Eco Enzyme.
Expected benefits
- Increased capacity of PKK cadres and committee members in managing organic waste.
- Reduced volume of organic waste through local utilization.
- Creation of cleaner and healthier environments at the subdistrict and village levels.
Follow-Up Plan
- Each village is requested to produce Eco Enzyme independently as an initial implementation step.
- DLH together with RDEE will carry out follow-up activities, including socialization and assistance to subdistricts and villages to expand the practice of utilizing organic waste.
Closing
The Eco Enzyme socialization in Sooko Subdistrict underscores the importance of collaboration among local government, volunteers, and community organizations in addressing household waste issues. By empowering PKK as the spearhead, simple practices such as Eco Enzyme production are expected to become sustainable solutions for creating cleaner and healthier communities.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Car Free Day Seduluran Sehat Alami

Mojokerto, 30 Agustus 2026 — Seduluran Sehat Alami, kegiatan edukasi dan aksi lingkungan yang digelar di Car Free Day Jl. RA Basuni Mojokerto, berlangsung pagi ini mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Acara yang mengusung tagline “Wong Mojokerto Gawe EE Dewe, Kaki Sehat Bumi Resik” menghadirkan rangkaian kegiatan edukasi tentang Eco Enzyme, relaksasi kaki, serta program tukar botol dengan kompos.
Ringkasan Kegiatan
Kegiatan utama pada acara ini adalah pemberian edukasi tentang Eco Enzyme (EE) kepada pengunjung CFD. Tim relawan RDEE Mojokerto memberikan penjelasan praktis tentang cara pembuatan, manfaat, dan pemanfaatan EE untuk kebersihan rumah tangga dan lingkungan. Selain sesi edukasi, panitia menyediakan relaksasi kaki dengan rendam kaki sebagai bentuk promosi kesehatan sederhana, serta membagikan sampel EE gratis kepada pengunjung. Pengunjung juga dapat menukar botol bekas dengan kompos, mendorong praktik daur ulang dan pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Tanggapan Publik dan Minat Pelatihan
Respon masyarakat terhadap kegiatan ini beragam namun mayoritas positif. Banyak pengunjung menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap Eco Enzyme, baik dari segi penggunaan sehari-hari maupun potensi usaha rumahan. Sejumlah pengunjung menyatakan minat untuk mengikuti pelatihan lanjutan tentang pembuatan dan pemanfaatan EE, membuka peluang bagi RDEE Mojokerto untuk menyelenggarakan workshop atau pelatihan terstruktur di masa mendatang.
Kehadiran Tokoh dan Relawan
Acara dihadiri oleh Ketua RDEE Region Jawa Timur, Bangda Moch Nurkholis, yang memberikan dukungan dan apresiasi atas inisiatif lokal ini. Pelaksanaan di lapangan dipimpin oleh relawan RDEE Mojokerto di bawah komando Bunda Susilawati dan Bunda Masruchi “Dining” Adyningsih, yang mengkoordinasi pembagian materi edukasi, demo pembuatan EE, serta kegiatan tukar botol. Kehadiran tokoh dan koordinasi relawan dinilai memperkuat kredibilitas acara dan memudahkan interaksi langsung dengan pengunjung.
Dampak dan Rencana Tindak Lanjut
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga memicu permintaan informasi lebih lanjut dari warga. Panitia mencatat adanya peluang untuk:
- Menyelenggarakan pelatihan pembuatan Eco Enzyme bagi warga yang berminat.
- Mengembangkan program tukar botol menjadi kompos secara berkala di lokasi strategis.
- Menggandeng komunitas lokal untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan dan lingkungan.
Penutup dan Informasi Kontak
Acara Seduluran Sehat Alami menutup sesi pagi dengan suasana hangat dan antusiasme tinggi dari pengunjung. Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan, pelatihan, atau kolaborasi, kunjungi yrdee.wordpress.com atau hubungi relawan RDEE Mojokerto
Car Free Day Seduluran Sehat Alami
Mojokerto, 30 August 2026 — Seduluran Sehat Alami, an educational and environmental action held at Car Free Day on Jl. RA Basuni Mojokerto, took place this morning from 06:00 to 09:00 WIB. The event, carrying the tagline “People of Mojokerto make Eco Enzyme themselves, healthy feet, clean earth”, featured a series of activities including education about Eco Enzyme, foot relaxation, and a bottle-for-compost exchange program.
Activity Summary
The main activity was providing education about Eco Enzyme (EE) to CFD visitors. The RDEE Mojokerto volunteer team gave practical explanations on how to make EE, its benefits, and how to use it for household cleanliness and environmental care. In addition to the educational sessions, the organizers offered foot relaxation with foot soaks as a simple health promotion, and distributed free EE samples to visitors. Visitors could also exchange used bottles for compost, encouraging recycling practices and household organic waste management.
Public Response and Interest in Training
Public response to the event was varied but largely positive. Many visitors showed strong interest in Eco Enzyme, both for everyday use and as a potential home-based business. Several attendees expressed interest in attending further training on EE production and use, opening opportunities for RDEE Mojokerto to organize workshops or structured training in the future.
Attendance by Leaders and Volunteers
The event was attended by Chair of RDEE East Java Region, Bangda Moch Nurkholis, who offered support and appreciation for this local initiative. Field operations were led by RDEE Mojokerto volunteers under the command of Bunda Susilawati and Bunda Masruchi “Dining” Adyningsih, who coordinated the distribution of educational materials, EE-making demonstrations, and the bottle exchange activities. The presence of leaders and coordinated volunteers strengthened the event’s credibility and facilitated direct interaction with visitors.
Impact and Follow-Up Plans
The event not only raised environmental awareness but also generated requests for more information from residents. The organizers noted opportunities to:
- Hold Eco Enzyme making training for interested residents.
- Develop a regular bottle-for-compost exchange program at strategic locations.
- Partner with local communities to expand the reach of health and environmental education.
Closing and Contact Information
Seduluran Sehat Alami closed the morning session with a warm atmosphere and high enthusiasm from visitors. For more information about activities, training, or collaboration, visit yrdee.wordpress.com or contact RDEE Mojokerto volunteers.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Jambore Relawan Dunia Eco Enzyme RDEE ke 4 Tahun 2026 di Bali

Bedugul, Bali — 21–22 Agustus 2026 Tema: Jiwa Relawan Bangkit Bersama Eco Enzyme / The Spirit of Volunteers Rising Together with Eco Enzyme
Jambore RDEE ke-4 yang digelar di Wisma Nangun Kerti, Bedugul, Bali pada 21–22 Agustus 2026 mempertemukan 59 relawan perwakilan dari region dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Kegiatan dua hari ini mengusung semangat kebersamaan, aksi nyata, dan pengembangan produk ramah lingkungan berbasis eco enzyme, serta menegaskan komitmen relawan untuk menyebarluaskan praktik ramah lingkungan di komunitas masing-masing.
Hari Pertama 21 Agustus 2026 Sub Tema Bersama Berbagi Berkarya dan Menginspirasi
- Pembukaan resmi oleh panitia dan sambutan dari pengurus yayasan.
- Pertunjukan seni dan tari menampilkan Tari Pendet, Tari Cendrawasih, dan Tari Nusantara, sebagai pembuka yang memancarkan kekayaan budaya Bali dan semangat kebersamaan.
- Laporan Ketua Panitia disampaikan oleh Bunda Anom Widiyanti, yang melaporkan kehadiran 59 peserta dan menyampaikan bahwa beberapa panitia berhalangan hadir karena kedukaan.
- Sambutan Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme disampaikan oleh Bangda Danial Kaban, yang memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan dan panitia atas kerja keras mereka. Secara khusus beliau menyampaikan terima kasih kepada Bapak I Nyoman Parta, SH atas kehadirannya. Jambore ini menjadi momen berbeda karena merupakan jambore pertama tanpa kehadiran Bangda Suhu Bathara Surya, yang telah mendahului; semangat dan jejak kebaikannya diharapkan menjadi inspirasi bagi relawan.
- Sambutan dan presentasi dari Bapak I Nyoman Parta, SH, aktivis lingkungan dan anggota DPR-RI Komisi III Dapil Bali, yang berbagi pengalaman panjangnya dalam pembuatan dan pemanfaatan eco enzyme sehari-hari. Beliau menekankan praktik rutin penumpangan eco enzyme ke Danau Batur bersama penggiat lokal dan mengutip Bhagawad Gita V, 25: “Bhuta hita ratah brahma nirvana” yang dimaknai sebagai ajakan menjaga kelestarian alam untuk mencapai kebahagiaan sejati. Presentasi juga menyoroti manfaat eco enzyme untuk lingkungan, pertanian, peternakan, perikanan, dan kesehatan.
- Sambutan Ketua Pembina YRDEE oleh Bangda Heriyanto Anang Ibrahim, yang mengajak relawan untuk terus membuat eco enzyme sesuai SOP RDEE dan aktif menyebarluaskan pengetahuan ini.
- Aksi solidaritas spontan: seluruh peserta memberikan bantuan kepada Yayasan Narayan Seva berupa buku, uang tunai, dan sembako, sebagai wujud kepedulian sosial relawan.
- Penutup hari pertama diwarnai api unggun, permainan, dan orasi singkat yang mempererat silaturahmi serta meneguhkan semangat relawan untuk terus berbuat kebaikan melalui eco enzyme.
Hari Kedua 22 Agustus 2026 Kegiatan dan Peluncuran Produk
- Senam bersama sebagai pembuka pagi untuk menyegarkan tubuh dan memperkuat kebersamaan.
- Launching produk RDEE: Cuka Tomat, dipresentasikan oleh Ketua Umum YRDEE. Penjelasan mencakup: a. Manfaat Cuka Tomat untuk keperluan rumah tangga dan aplikasi ramah lingkungan. b. Versi 1 (Standard): formula dasar pembuatan cuka tomat sesuai standar RDEE. c. Versi 2: pendekatan untuk meningkatkan kandungan asam asetat guna meningkatkan manfaat. d. Versi 3 (Cuka Premium): konsep produk premium yang akan diumumkan kemudian.
- Sesi Sharing setelah makan siang dipandu oleh Ketua Umum YRDEE, Ketua Pembina YRDEE, dan Ketua RDEE Region Bali Bangda I Putu Hardiyanto. Sesi ini menjadi ruang bertukar pengalaman teknis pembuatan eco enzyme, strategi penyuluhan komunitas, dan rencana kolaborasi ke depan.
Pesan Utama dan Kutipan Inspiratif
- Jiwa Relawan Bangkit Bersama Eco Enzyme menjadi inti pesan jambore: menegaskan bahwa aksi sukarela kolektif dapat menghadirkan solusi lingkungan yang praktis dan berdampak.
- Bangda Danial Kaban menekankan apresiasi kepada relawan dan harapan agar semangat yang ditinggalkan para pendahulu terus menginspirasi aksi nyata.
- Bapak I Nyoman Parta mengingatkan bahwa praktik menjaga alam adalah jalan menuju kesejahteraan spiritual dan sosial, serta memaparkan manfaat lintas sektor dari eco enzyme.
Dampak dan Tindak Lanjut
- Penguatan kapasitas 59 relawan sebagai agen perubahan di daerah masing-masing melalui pelatihan, SOP pembuatan eco enzyme.
- Komitmen untuk terus melakukan aksi lingkungan terukur, termasuk program penumpangan eco enzyme ke badan air dan penerapan pada pertanian, peternakan, dan perikanan.
- Rencana pengembangan produk lanjutan dan penyusunan modul pelatihan untuk disebarluaskan ke komunitas dan sekolah.
Penutup dan Eksplorasi Pulau Dewata
Setelah rangkaian resmi selesai, peserta menikmati keindahan Pulau Dewata dengan sub tema Wonderful Bali, memadukan pengalaman belajar dan kebudayaan lokal. Jambore RDEE ke-4 menutup dengan semangat baru: relawan yang terinspirasi, produk ramah lingkungan yang mulai diproduksi, dan jaringan kolaborasi yang semakin kuat.
Jambore Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) 4th Edition 2026 in Bali Bedugul, Bali — 21–22 August 2026 Theme: Jiwa Relawan Bangkit Bersama Eco Enzyme / The Spirit of Volunteers Rising Together with Eco Enzyme
The 4th RDEE Jamboree held at Wisma Nangun Kerti, Bedugul, Bali on 21–22 August 2026 brought together 59 volunteers representing regions and regencies/cities across Indonesia. This two-day event carried the spirit of togetherness, concrete action, and the development of eco-enzyme–based environmentally friendly products, reaffirming volunteers’ commitment to spreading eco-friendly practices within their communities.
Day One — 21 August 2026 Subtheme: Together, Share, Create, and Inspire
- Official opening by the committee and remarks from the foundation’s board.
- Art and dance performances featuring Tari Pendet, Tari Cendrawasih, and Tari Nusantara, serving as an opening that showcases Bali’s cultural richness and the spirit of unity.
- The Chair of the Committee’s report was delivered by Bunda Anom Widiyanti, who reported the attendance of 59 participants and noted that several committee members were unable to attend due to bereavement.
- The Chairman of the World Eco Enzyme Volunteers Foundation delivered remarks through Bangda Danial Kaban, expressing deep appreciation to all volunteers and the committee for their hard work. He gave special thanks to I Nyoman Parta, SH for attending. This jamboree was particularly poignant as it was the first held without Bangda Suhu Bathara Surya, who has passed away; his spirit and legacy are hoped to continue inspiring volunteers.
- Speech and presentation by I Nyoman Parta, SH, an environmental activist and member of the Indonesian House of Representatives (Commission III, Bali electoral district), who shared his long experience in producing and using eco enzyme daily. He emphasized routine eco enzyme applications to Lake Batur with local practitioners and quoted Bhagavad Gita V, 25: “Bhuta hita ratah brahma nirvana,” interpreted as an exhortation that those who consistently preserve nature will attain true bliss. His presentation also highlighted eco enzyme benefits for the environment, agriculture, livestock, fisheries, and health.
- Speech from the YRDEE Patron, Bangda Heriyanto Anang Ibrahim, urging volunteers to continue producing eco enzyme according to RDEE SOP and to actively disseminate this knowledge.
- Spontaneous solidarity action: all participants contributed assistance to Yayasan Narayan Seva in the form of books, cash, and basic food supplies, demonstrating volunteers’ social concern.
- The first day closed with a bonfire, games, and short orations that strengthened fellowship and reaffirmed volunteers’ commitment to doing good through eco enzyme.
Day Two — 22 August 2026 Activities and Product Launch
- Group exercise to start the morning, refresh the body, and reinforce togetherness.
- Product launch by RDEE: Tomato Vinegar, presented by the Chair of YRDEE. The presentation covered: a. Benefits of Tomato Vinegar for household use and eco-friendly applications. b. Version 1 (Standard): the basic tomato vinegar formula according to RDEE standards. c. Version 2: an approach to increase the acetic acid content to enhance its benefits. d. Version 3 (Premium Vinegar): a premium product concept to be announced later.
- Sharing session after lunch, moderated by the Chair of YRDEE, the YRDEE Patron, and Chair of RDEE Region Bali, Bangda I Putu Hardiyanto. This session served as a space to exchange technical experiences in eco enzyme production, community outreach strategies, and future collaboration plans.
Key Messages and Inspirational Quotes
- Jiwa Relawan Bangkit Bersama Eco Enzyme is the core message of the jamboree: affirming that collective voluntary action can deliver practical, impactful environmental solutions.
- Bangda Danial Kaban emphasized appreciation for volunteers and expressed hope that the spirit left by predecessors will continue to inspire concrete actions.
- I Nyoman Parta reminded participants that caring for nature is a path to spiritual and social well-being and outlined eco enzyme’s cross-sector benefits.
Impact and Follow-up
- Strengthening the capacity of 59 volunteers as agents of change in their respective regions through training and RDEE eco enzyme SOPs.
- Commitment to continue measurable environmental actions, including eco enzyme applications to water bodies and implementation in agriculture, livestock, and fisheries.
- Plans for further product development and the creation of training modules to be distributed to communities and schools.
Closing and Exploring the Island of the Gods After the official program concluded, participants enjoyed the beauty of the Island of the Gods under the subtheme Wonderful Bali, blending learning experiences with local culture. The 4th RDEE Jamboree closed with renewed spirit: inspired volunteers, emerging eco-friendly products, and an increasingly strong collaborative network.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

