• Eco Enzyme Berkualitas Tinggi: Sosialisasi dan Pelatihan EE Pasirlayung Bandung

    Eco Enzyme Berkualitas Tinggi: Sosialisasi dan Pelatihan EE Pasirlayung Bandung

    Pasirlayung, Bandung — 15 Agustus 2026 Kelurahan Pasirlayung, Kecamatan Cibeunying Kidul, bekerja sama dengan YRDEE Kota Bandung menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme. Kegiatan berlangsung di Taman Belakang Saung Angklung Udjo mulai pukul 08.30 hingga selesai dan diikuti oleh sekitar 50 peserta dari unsur kelurahan, LPM, Karang Taruna, perwakilan 13 RW, RT, dan masyarakat setempat.

    Pembukaan dan Tujuan Kegiatan

    Acara dibuka oleh Lurah Pasirlayung, Vina Octaviani, S.Stp, M.Si. Dalam sambutannya Lurah Vina menyatakan bahwa pelatihan ini dimaksudkan agar setiap RW siap membentuk Bank Eco Enzyme. Tujuan pembentukan bank tersebut adalah memudahkan masyarakat belajar, memperoleh, dan menggunakan Eco Enzyme secara rutin untuk kebersihan rumah tangga dan lingkungan.

    Materi Utama dan Narasumber

    Narasumber utama pada pelatihan adalah Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), Bangda Danial Kaban. Ia memaparkan berbagai aplikasi Eco Enzyme mulai dari penggunaan rumah tangga, lingkungan, pertanian, peternakan, tambak, hingga varian untuk kesehatan manusia yang disebut Soft Eco Enzyme.

    Poin penting yang ditekankan Bangda Danial Kaban:

    1. Formula pembuatan Eco Enzyme bersifat baku dan harus diikuti untuk hasil optimal.
    2. Pemilihan wadah fermentasi harus memperhatikan ketahanan terhadap tekanan gas pada minggu pertama fermentasi.
    3. Wadah fermentasi tidak transparan dan kedap udara untuk mencegah masuknya cahaya dan kontaminasi; selama fermentasi tidak perlu membuang gas dengan membuat katup buka tutup yang sering.
    4. Kondisi kedap sempurna selama fermentasi membantu menekan pertumbuhan bakteri patogen dan mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat, sehingga pH dapat turun di bawah 4.0 bahkan di bawah standar RDEE yaitu 3.4.
    5. Wadah bertutup lebar memudahkan proses panen.
    6. Saat panen, peralatan tidak boleh menggunakan logam; penyimpanan sebaiknya menggunakan botol bekas yang telah dibersihkan dan dikeringkan, serta ditutup rapat.
    7. Untuk operasional Bank Eco Enzyme, disarankan menggunakan drum atau wadah besar agar produksi lebih efisien dan distribusi ke warga lebih mudah.

    Praktik Lapangan dan Evaluasi Fermentasi

    Sesi praktik dipandu langsung oleh Ketua RDEE Bandung, Bunda Hetty Seniwati, bersama Ketua RDEE Region Jawa Barat, Ambu Enih Halimah G, dan relawan Kota Bandung. Kegiatan praktik mencakup pembuatan Eco Enzyme sesuai SOP RDEE dan panen Eco Enzyme yang telah difermentasi lebih dari tiga bulan.

    Kegiatan praktik meliputi:

    • Demonstrasi langkah demi langkah pembuatan Eco Enzyme sesuai SOP.
    • Evaluasi wadah fermentasi dan prosedur membuka wadah secara aman.
    • Penilaian keberhasilan fermentasi berdasarkan visual, warna, aroma, pH, dan TDS.
    • Teknik panen, termasuk pemisahan cairan hasil fermentasi dari endapan.
    • Pengemasan dan penyimpanan yang benar agar kualitas terjaga.
    • Demonstrasi cara aplikasi Eco Enzyme untuk keperluan rumah tangga, pembersihan lingkungan, dan perbaikan kualitas air di parit atau selokan.

    Dampak yang Diharapkan dan Rencana Tindak Lanjut

    Harapan YRDEE yang disampaikan oleh Ketua Umum adalah terbentuknya Bank Eco Enzyme di setiap RW akan membawa perubahan nyata: meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, membuat rumah tangga lebih bersih, dan memperbaiki kondisi lingkungan. Dengan penggunaan Eco Enzyme secara rutin, diharapkan masalah bau lingkungan dapat berkurang, parit dan selokan kembali memiliki habitat yang lebih baik, serta praktik sanitasi di tingkat rumah tangga menjadi lebih terstandarisasi.

    Rencana tindak lanjut yang disepakati:

    • Pembentukan tim kecil di setiap RW untuk mengelola Bank Eco Enzyme.
    • Pelatihan lanjutan bagi pengurus RW tentang manajemen produksi, pencatatan, dan distribusi.
    • Monitoring berkala oleh pihak kelurahan dan relawan YRDEE untuk mengevaluasi kualitas produk dan dampak lingkungan.
    • Sosialisasi berkelanjutan kepada warga agar pemakaian Eco Enzyme menjadi kebiasaan rutin.

    Penutup dan Kontak

    Acara ditutup dengan sesi tanya jawab tentang pembuatan dan aplikasi Eco Enzyme. Para peserta menyatakan antusiasme tinggi dan berkomitmen untuk segera memulai produksi skala RW. Untuk informasi lebih lanjut atau dukungan teknis, warga dapat menghubungi kantor Kelurahan Pasirlayung atau perwakilan YRDEE Kota Bandung.

    Kontak singkat

    • Kelurahan Pasirlayung: kantor kelurahan setempat
    • YRDEE Kota Bandung: perwakilan dan relawan setempat

     

     

    High-Quality Eco Enzyme: Socialization and Training on EE in Pasirlayung, Bandung

    Pasirlayung, Bandung — 15 August 2026 The Kelurahan Pasirlayung, Kecamatan Cibeunying Kidul, in collaboration with YRDEE City of Bandung, organized a socialization and training session on Eco Enzyme production. The event took place at the park behind Saung Angklung Udjo, starting at 08:30 and continuing until completion. Approximately 50 participants attended, representing the kelurahan administration, LPM, Karang Taruna, representatives from 13 RW, RT, and local community members.

    Opening and Objectives

    The event was officially opened by Lurah Pasirlayung, Vina Octaviani, S.Stp, M.Si. In her remarks, Lurah Vina stated that the training aims to prepare each RW to establish an Eco Enzyme Bank. The purpose of creating these banks is to make it easier for residents to learn about, obtain, and routinely use Eco Enzyme for household cleanliness and environmental improvement.

    Main Topics and Speakers

    The main speaker at the training was Bangda Danial Kaban, Chairperson of the Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE). He presented various applications of Eco Enzyme, ranging from household and environmental uses to agriculture, livestock, aquaculture, and a variant intended for human health known as Soft Eco Enzyme.

    Key points emphasized by Bangda Danial Kaban:

    1. The Eco Enzyme production formula is standardized and must be followed for optimal results.
    2. Selection of fermentation containers must consider resistance to gas pressure during the first week of fermentation.
    3. Fermentation containers should be non-transparent and airtight to prevent light exposure and contamination; there is no need to frequently vent gas by opening and closing the container.
    4. Maintaining airtight conditions during fermentation helps suppress pathogenic bacteria and supports the growth of lactic acid bacteria, allowing the pH to drop below 4.0 and even below the RDEE standard of 3.4.
    5. Wide-mouthed containers make harvesting easier.
    6. During harvest, do not use metal equipment; storage should use cleaned and dried used bottles that are tightly sealed.
    7. For the operation of an Eco Enzyme Bank, it is recommended to use drums or large containers so production is more efficient and distribution to residents is easier.

    Field Practice and Fermentation Evaluation

    The practical session was led by Chair of RDEE Bandung, Bunda Hetty Seniwati, together with Chair of RDEE West Java Region, Ambu Enih Halimah G, and Bandung city volunteers. The hands-on activities included making Eco Enzyme according to YRDEE SOP and harvesting Eco Enzyme that had been fermented for more than three months.

    Practical activities included:

    • Step-by-step demonstration of Eco Enzyme production following the SOP.
    • Evaluation of fermentation containers and safe procedures for opening them.
    • Assessment of fermentation success based on visual appearance, color, aroma, pH, and TDS.
    • Harvesting techniques, including separating the fermented liquid from sediment.
    • Proper packaging and storage to preserve quality.
    • Demonstrations of Eco Enzyme application for household needs, environmental cleaning, and improving water quality in ditches and drains.

    Expected Impact and Follow-up Plan

    YRDEE’s Chairperson expressed the hope that establishing an Eco Enzyme Bank in every RW will bring tangible changes: improving public health standards, making households cleaner, and enhancing environmental conditions. With routine use of Eco Enzyme, it is expected that unpleasant odors in the neighborhood will decrease, ditches and drains will regain healthier habitats, and household sanitation practices will become more standardized.

    Agreed follow-up plans:

    • Form small management teams in each RW to run the Eco Enzyme Bank.
    • Provide advanced training for RW managers on production management, record-keeping, and distribution.
    • Conduct regular monitoring by the kelurahan and YRDEE volunteers to evaluate product quality and environmental impact.
    • Continue community outreach so Eco Enzyme use becomes a regular habit among residents.

    Closing and Contact

    The event concluded with a question-and-answer session on Eco Enzyme production and application. Participants expressed strong enthusiasm and committed to starting production at the RW level soon. For further information or technical support, residents may contact the Pasirlayung Kelurahan office or representatives of YRDEE City of Bandung.

    Quick contacts

    • Kelurahan Pasirlayung: local kelurahan office
    • YRDEE City of Bandung: local representatives and volunteers

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Bangda Moch Nurkholis: Pentingnya Pendalaman & Pemantapan SOP Eco Enzyme RDEE bagi Anggota RDEE

    Bangda Moch Nurkholis: Pentingnya Pendalaman & Pemantapan SOP Eco Enzyme RDEE bagi Anggota RDEE

    Danau Ranu Grati, Pasuruan – 09 Agustus 2026

    Bangda Moch Nurkholis, Ketua Region Jawa Timur Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE), menegaskan pentingnya pelatihan Pendalaman dan Pemantapan SOP Eco Enzyme bagi para pegiat dan anggota RDEE. Menurutnya, perkembangan teknologi fermentasi menuntut peningkatan kualitas Eco Enzyme yang dihasilkan, bukan sekadar mengurai limbah rumah tangga.

    Beliau menekankan bahwa di masa mendatang, materi turunan Eco Enzyme juga perlu dibakukan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan agar menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan relevan.

    Tujuan Penuangan Eco Enzyme

    Kegiatan penuangan Eco Enzyme ke Danau Ranu Grati bukan sekadar aksi simbolis, melainkan langkah nyata untuk memulihkan ekosistem perairan danau yang telah lama sakit. Moch Nurkholis menegaskan bahwa relawan terpanggil untuk bertindak ketika belum ada solusi baku dari pemerintah dalam mengembalikan ekosistem danau.

    Gerakan ini diharapkan menjadi contoh bagi perairan lain di Indonesia — baik danau, waduk, sungai, maupun laut — bahwa dengan penuangan Eco Enzyme secara berkelanjutan, ekosistem yang rusak akibat ulah manusia maupun bencana alam dapat diperbaiki.

    Peran Akademisi

    Sebagai penutup, Moch Nurkholis menyampaikan harapan agar akademisi turut meneliti secara spesifik perubahan-perubahan ekologis yang terjadi akibat aplikasi Eco Enzyme. Dukungan penelitian ilmiah akan memperkuat bukti efektivitas Eco Enzyme sebagai solusi bioremediasi berbasis komunitas.

    Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

     

    Bangda Moch Nurkholis: The Importance of Deepening & Strengthening Eco Enzyme SOP RDEE for RDEE Members

    Ranu Grati Lake, Pasuruan – August 9, 2026

    Bangda Moch Nurkholis, Chairman of the East Java Region of Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE), emphasized the significance of the Deepening and Strengthening of Eco Enzyme SOP training for Eco Enzyme practitioners, particularly RDEE members. He explained that with the rapid development of fermentation technology, there is a growing demand to improve the quality of Eco Enzyme produced — moving beyond simply reducing household waste.

    He further highlighted that in the future, derivative materials of Eco Enzyme must also be standardized in line with current and upcoming scientific knowledge, ensuring the production of high-quality and relevant products.

    Purpose of Eco Enzyme Pouring

    The pouring of Eco Enzyme into Ranu Grati Lake is not merely symbolic. It is a concrete step toward restoring the lake’s aquatic ecosystem, which has long been in decline. Moch Nurkholis stressed that volunteers feel compelled to act, especially when government agencies have yet to establish a definitive solution for ecosystem recovery.

    This initiative is envisioned as a model for other water bodies across Indonesia — lakes, reservoirs, rivers, and even seas — demonstrating that continuous application of Eco Enzyme can rehabilitate ecosystems damaged by human activity or natural disasters.

    Role of Academia

    In closing, Moch Nurkholis expressed hope that academics will conduct specific research on the ecological changes resulting from Eco Enzyme application. Scientific validation will strengthen the evidence of Eco Enzyme’s effectiveness as a community-based bioremediation solution.

    Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Komitmen RDEE Pasuruan: Penuangan Eco Enzyme Rutin di Danau Ranu Grati

    Komitmen RDEE Pasuruan: Penuangan Eco Enzyme Rutin di Danau Ranu Grati

    Pasuruan, Jawa Timur, 09 Agustus 2026

    Bangda Abu Hasan, Pengurus RDEE Kabupaten Pasuruan sekaligus Koordinator penuangan Eco Enzyme rutin setiap Jumat Legi di Danau Ranu Grati, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari dukungan awal PLN Indonesia Power selama satu tahun penuh (Januari–Desember 2025). Setelah itu, kegiatan dilanjutkan secara swadaya bersama relawan RDEE Pasuruan. Dimulai hanya oleh segelintir relawan, kini semakin banyak relawan baru yang bergabung dan mendukung sehingga tercipta agenda rutin penuangan 2.500 liter Eco Enzyme setiap bulan.

    Gerakan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pertanian Bidang Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, sehingga semakin memperkuat keberlanjutan program.

    Dampak Nyata di Danau Ranu Grati

    Hasil dari konsistensi penuangan Eco Enzyme sudah terlihat jelas:

    • Ikan nila semakin mudah ditangkap oleh pemancing maupun nelayan jaring.
    • Lumut dan ganggang tumbuh subur di sekitar keramba, menciptakan ekosistem sehat.
    • Teratai berkembang pesat, menjadi rumah alami bagi ikan nila dan patin untuk bertelur.
    • Ikan lempuk (Gobiopterus spp.), maskot Danau Ranu Grati, kini tersedia sepanjang tahun. Dahulu ada masa sepi hingga 3 bulan, kini keberadaannya stabil sepanjang tahun.

    Selain itu, fenomena upwelling atau ledakan amoniak yang biasanya terjadi setiap tahun dan menyebabkan kematian massal ikan kini berkurang drastis. Jika pun terjadi, skalanya kecil dan hanya mengenai beberapa keramba. Menariknya, keramba yang menggunakan Eco Enzyme sebagai campuran pakan ikan mengalami dampak jauh lebih ringan dibanding keramba yang tidak menggunakan Eco Enzyme.

    Harapan ke Depan

    Bangda Abu Hasan menyampaikan harapan agar seluruh stakeholder kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga kementerian ikut mendukung sosialisasi manfaat dan efektivitas Eco Enzyme. Dengan dukungan lebih luas, keseimbangan budidaya ikan di Danau Ranu Grati dapat terus terjaga, sekaligus menjadi model keberhasilan bioremediasi berbasis komunitas di Indonesia.

    Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

     

    RDEE Pasuruan’s Commitment: Routine Eco Enzyme Pouring at Ranu Grati Lake

    Pasuruan, East Java, August 09, 2026

    Bangda Abu Hasan, Board Member of RDEE Pasuruan Regency and Coordinator of the routine Eco Enzyme pouring every Jumat Legi at Ranu Grati Lake, shared the journey of this impactful initiative. The program began with strong support from PLN Indonesia Power for one full year (January–December 2025). Afterward, the movement continued independently with RDEE Pasuruan volunteers. What started with only a handful of volunteers has now grown into a vibrant community, enabling the routine pouring of 2,500 liters of Eco Enzyme every month.

    This initiative has also received support from the Department of Agriculture (Fisheries Division), the Environmental Agency, and the Tourism Office of Pasuruan Regency, strengthening its sustainability and outreach.

    Tangible Impacts on Ranu Grati Lake

    The consistent application of Eco Enzyme has produced remarkable ecological improvements:

    • Tilapia fish are now abundant and easily caught by anglers and local fishermen.
    • Algae and moss thrive around fish cages, creating a healthier aquatic environment.
    • Lotus plants grow vigorously, forming natural habitats for tilapia and catfish to spawn.
    • The iconic lempuk fish (Gobiopterus spp.), once scarce for three months each year, is now available year-round — a clear sign of Eco Enzyme’s effectiveness.

    Another significant impact is the reduction of upwelling or ammonia explosions, which previously caused mass fish deaths annually. While minor occurrences still happen, they are now limited to small areas. Interestingly, fish cage owners who use Eco Enzyme as a feed additive experience far fewer losses compared to those who do not.

    Future Hopes

    Bangda Abu Hasan expressed hope that all stakeholders at the district, provincial, and ministerial levels will join in promoting the benefits and effectiveness of Eco Enzyme. Broader collaboration will ensure sustainable fish farming at Ranu Grati Lake and establish this initiative as a model of community-based bioremediation in Indonesia.

    Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Pendalaman dan Pemantapan Eco Enzyme SOP RDEE, Pasuruan, Jawa Timur

    Pendalaman dan Pemantapan Eco Enzyme SOP RDEE, Pasuruan, Jawa Timur

    Danau Ranu Grati, Pasuruan, Jawa Timur – 09 Agustus 2026

    Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan Pendalaman dan Pemantapan Eco Enzyme SOP RDEE yang diselenggarakan di Danau Ranu Grati, Pasuruan. Acara ini diikuti oleh para relawan RDEE Jawa Timur dengan penuh semangat, sekaligus diwarnai aksi penuangan 1.500 liter Eco Enzyme ke perairan danau.

    Sebagai narasumber utama, Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), Bangda Danial Kaban, menekankan pentingnya pemahaman SOP RDEE dalam menghasilkan Eco Enzyme berkualitas tinggi. Beliau menyampaikan bahwa dengan disiplin mengikuti SOP, setiap peserta mampu memproduksi Eco Enzyme di rumah masing-masing, sekaligus mengurangi timbunan sampah organik.

    Dalam pemaparan materi, Bangda Danial Kaban menguraikan:

    1. Validasi ilmiah fermentasi Eco Enzyme yang didukung penelitian dan jurnal akademik.
    2. Hirarki buah tropis terbaik sebagai bahan baku Eco Enzyme.
    3. Pentingnya proses full anaerob/hermetik untuk menjamin kualitas fermentasi.
    4. Profil kimia, multienzyme, dan kandungan antimikroba yang mampu menghancurkan patogen melalui empat jalur simultan: penurunan pH ekstrem, perusakan dinding sel, lisis lipid, dan denaturasi protein.
    5. SOP pemanenan, pengemasan, dan penyimpanan Eco Enzyme agar tetap terjaga kualitasnya.
    6. Komitmen berkelanjutan YRDEE dalam pendidikan lingkungan, gaya hidup sehat, serta pemberdayaan komunitas.

    Selain pendalaman materi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan aksi nyata penuangan tambahan 1.000 liter Eco Enzyme ke Danau Ranu Grati. Dengan demikian, total Eco Enzyme yang dituangkan pada kesempatan ini mencapai 2.500 liter, sejalan dengan tradisi rutin setiap Jumat Legi oleh relawan RDEE Pasuruan.

    Hasil dari konsistensi gerakan ini mulai terlihat. Habitat Danau Ranu Grati menunjukkan tanda-tanda pemulihan: ikan khas danau, ikan lempuk (Gobiopterus spp.), semakin melimpah, udang yang sempat punah kini kembali muncul, dan panen peternak ikan keramba semakin meningkat.

    Bangda Danial Kaban menutup sesi dengan pesan inspiratif:

    “Ketika kita berbuat baik kepada Bumi, maka Bumi akan memiliki cara berbuat baik kepada kita.”

    Gerakan ini bukan sekadar teknis mengolah limbah, melainkan transformasi kesadaran ekologis dan spiritual. YRDEE menegaskan bahwa Eco Enzyme adalah jembatan antara kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

    Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme.
    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

     

    Deepening & Strengthening Eco Enzyme SOP RDEE, Pasuruan, East Java

    Ranu Grati Lake, Pasuruan, East Java – August 9, 2026

    The East Java branch of Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) once again demonstrated its strong commitment to environmental preservation through the Deepening and Strengthening of Eco Enzyme SOP RDEE program held at Ranu Grati Lake, Pasuruan. The event was attended enthusiastically by RDEE East Java volunteers and highlighted by the pouring of 1,500 liters of Eco Enzyme into the lake.

    As the keynote speaker, Bangda Danial Kaban, General Chairman of the Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), emphasized the importance of mastering the SOP RDEE to produce high-quality Eco Enzyme. He explained that by consistently following the SOP, participants can create Eco Enzyme at home while simultaneously reducing organic waste.

    In his presentation, Bangda Danial Kaban outlined:

    1. Scientific validation of Eco Enzyme fermentation supported by research and academic journals.
    2. The hierarchy of tropical fruits as the best raw materials for Eco Enzyme production.
    3. The critical role of full anaerobic/hermetic fermentation in ensuring quality.
    4. Chemical profiles, multienzyme content, and antimicrobial properties that destroy pathogens through four simultaneous mechanisms: extreme pH reduction, cell wall breakdown, lipid lysis, and protein denaturation.
    5. SOPs for harvesting, packaging, and storing Eco Enzyme to maintain its effectiveness.
    6. YRDEE’s ongoing commitment to environmental education, healthy living, and community empowerment.

    Beyond the training session, the program continued with an additional pouring of 1,000 liters of Eco Enzyme into Ranu Grati Lake. In total, 2,500 liters were poured during this occasion, in line with the tradition of routine Eco Enzyme application every Jumat Legi by RDEE Pasuruan volunteers.

    The consistency of this movement has begun to show tangible results. The ecosystem of Ranu Grati Lake is recovering: the native lempuk fish (Gobiopterus spp.) are thriving, shrimp that had previously disappeared have reappeared, and fish farmers are experiencing better harvests from their floating cages.

    Bangda Danial Kaban concluded with an inspiring message:

    “When we do good to the Earth, the Earth will find a way to do good to us.”

    This movement is not merely about waste management techniques, but a transformation of ecological and spiritual awareness. YRDEE affirms that Eco Enzyme serves as a bridge connecting health, environment, and community empowerment.

    Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme.
    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Sosialisasi dan Praktek Eco Enzyme Kecamatan Dhawar Blandong

    Sosialisasi dan Praktek Eco Enzyme Kecamatan Dhawar Blandong

    Mojokerto, 3 Agustus 2026 — Kegiatan sosialisasi dan praktek pembuatan Eco Enzyme berlangsung di Aula Kecamatan Dhawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, pada Senin, 3 Agustus 2026. Mengusung tema Menjaga Bumi Menjalankan Amanah, acara ini dihadiri pengurus PKK kecamatan serta ketua PKK dari setiap kelurahan di wilayah Kecamatan Dhawar Blandong.

    Rangkaian Kegiatan

    Acara dimulai dengan sesi sosialisasi yang memaparkan konsep Eco Enzyme sebagai solusi pemanfaatan sampah organik melalui fermentasi untuk menghasilkan cairan multifungsi: pembersih alami, pupuk cair, dan pengendali hama ramah lingkungan. Setelah paparan teori, peserta mengikuti praktek langsung pembuatan Eco Enzyme yang dipandu tim RDEE, dilanjutkan sesi tanya jawab yang interaktif.

    Narasumber dari RDEE:

    • Bunda Susilawati, Ketua RDEE Mojokerto
    • Bunda Riani, Pendamping Praktek

    Peserta tampak antusias saat praktik mencampurkan kulit buah, gula, dan air, serta mempelajari tahapan fermentasi dan cara pemanfaatan hasil Eco Enzyme dalam skala rumah tangga dan kelompok PKK.

    Tujuan dan Manfaat

    Kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik secara produktif. Dengan menerapkan pembuatan Eco Enzyme, diharapkan terjadi pengurangan sampah rumah tangga, penghematan biaya pembersihan dan pemupukan, serta peningkatan kualitas lingkungan setempat.

    Tanggapan Narasumber

    Bunda Susilawati, Ketua RDEE Mojokerto, menegaskan pentingnya gerakan sederhana ini untuk perubahan lingkungan yang berkelanjutan. Ia menyampaikan, “Eco Enzyme bukan sekadar teknologi sederhana; ini adalah cara kita mengubah sampah menjadi berkah. Dengan sedikit waktu dan bahan yang mudah didapat, setiap keluarga bisa berkontribusi menjaga kebersihan dan kesuburan lingkungan. Menjaga bumi adalah amanah bersama, dan praktek seperti ini memudahkan masyarakat untuk memulai.”

    Ia juga mengapresiasi peran PKK yang aktif mengikuti praktek dan berharap program serupa dapat direplikasi di desa-desa lain agar dampak positifnya meluas.

    Komitmen dan Penutup

    Sesi ditutup dengan komitmen bersama antara RDEE, pengurus PKK, dan peserta untuk menerapkan pembuatan Eco Enzyme di lingkungan masing-masing serta membentuk kelompok kecil untuk saling berbagi pengalaman. Para peserta pulang membawa panduan praktis dan rencana aksi sederhana untuk memulai produksi Eco Enzyme di tingkat rumah tangga dan posyandu.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

     

    Socialization and Eco Enzyme Practice in Dhawar Blandong Subdistrict

    Mojokerto, 3 August 2026 — A socialization and hands-on practice event for making Eco Enzyme was held at the Dhawar Blandong Subdistrict Hall, Mojokerto Regency, on Monday, 3 August 2026. Under the theme “Caring for the Earth, Fulfilling Our Trust”, the event was attended by PKK administrators from the subdistrict and the heads of PKK from each village within Dhawar Blandong Subdistrict.

    Program Sequence

    The program began with a socialization session explaining the concept of Eco Enzyme as a solution for utilizing organic waste through fermentation to produce a multifunctional liquid: natural cleaner, liquid fertilizer, and an eco-friendly pest controller. After the theoretical presentation, participants took part in a practical Eco Enzyme-making workshop led by the RDEE team, followed by an interactive question-and-answer session.

    Speakers from RDEE:

    • Bunda Susilawati, Chair of RDEE Mojokerto
    • Bunda Riani, Practice Facilitator

    Participants showed enthusiasm during the practical session as they mixed fruit peels, sugar, and water, and learned the fermentation stages and ways to use Eco Enzyme results at household scale and within PKK groups.

    Objectives and Benefits

    The activity aimed to raise awareness and build community capacity to manage organic waste productively. By adopting Eco Enzyme production, it is expected that household waste will be reduced, cleaning and fertilizing costs will be saved, and the local environmental quality will improve.

    Remarks from the Resource Person

    Bunda Susilawati, Chair of RDEE Mojokerto, emphasized the importance of this simple movement for sustainable environmental change. She stated, “Eco Enzyme is not merely a simple technology; it is our way of turning waste into blessing. With a little time and easily obtained materials, every family can contribute to keeping the environment clean and fertile. Caring for the Earth is a shared trust, and practices like this make it easier for communities to start.”

    She also expressed appreciation for the active role of PKK in participating in the practice and hoped similar programs could be replicated in other villages to broaden the positive impact.

    Commitment and Closing

    The session concluded with a joint commitment from RDEE, PKK administrators, and participants to implement Eco Enzyme production in their respective communities and to form small groups to share experiences. Participants left with practical guides and simple action plans to start producing Eco Enzyme at household and posyandu levels.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Pelatihan Eco Enzyme dan Turunannya di Tangsel oleh RDEE

    Pelatihan Eco Enzyme dan Turunannya di Tangsel oleh RDEE

    Tangerang Selatan, 01 Agustus 2026 — Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) menyelenggarakan Pelatihan Eco Enzyme di Dapur Larizee by Ellys Catering, Jl. Cendekia, Ciater, Kec. Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta terbatas, terdiri dari perwakilan BPBD Tangsel, komunitas 1000 Perempuan Siap Pilah Olah Sampah (Perempuan Berdaya Bumi Terjaga), Tangsel Resik Masyarakat Senang, dan Gerakan Peduli Tangsel.

    Materi Pelatihan

    Pelatihan dipandu langsung oleh Bangda Danial Kaban, Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), dengan materi:

    • Eco Enzyme SOP RDEE
    • RDEE Soft Eco Enzyme
    • RDEE Waste Treatment
    • RDEE Pupuk Organik Cair Level 1
    • RDEE Bio Kompos

    Dalam paparannya, Bangda Danial Kaban menekankan:

    1. Bila sampah ada harganya, maka masyarakat tidak akan membuangnya.
    2. Banyak pengeluaran rumah tangga bisa disubstitusi dengan Eco Enzyme.
    3. Derajat kesehatan keluarga dan masyarakat meningkat dengan pemanfaatan RDEE Soft Eco Enzyme untuk kesehatan manusia.
    4. Limbah yang merusak alam dapat diolah, dinetralkan, bahkan menjadi produk bernilai jual.
    5. Pupuk Organik Cair (POC) dapat diaplikasikan langsung ke tanaman, bahkan diolah kembali dari limbah aktivitas Qurban maupun Rumah Potong Hewan, sehingga biaya pupuk menjadi sangat murah.
    6. Sampah organik padat dapat diolah menjadi Bio Kompos yang memiliki nilai ekonomi.

    Praktek & Antusiasme Peserta

    Peserta melakukan praktek pembuatan RDEE Soft Eco Enzyme sebanyak 50 liter serta POC setengah formula dalam drum 150 liter. Setelah praktek, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berkomitmen untuk membuat Eco Enzyme secara mandiri setelah pelatihan.

    Pelatihan yang direncanakan selesai siang hari berlangsung hingga pukul 17.00 sore karena tingginya minat peserta.

    Pendampingan Berkelanjutan

    Berbeda dengan pelatihan lain, RDEE memastikan keberlanjutan dengan mengumpulkan peserta dalam satu grup WhatsApp. Diskusi akan berlanjut di sana, termasuk pendampingan selama proses fermentasi, saat panen, dan aplikasi Eco Enzyme.

    Statement Ketua Umum YRDEE

    Dalam penutupannya, Bangda Danial Kaban menyampaikan:

    “Eco Enzyme bukan sekadar cairan, melainkan wadah / jalan untuk berbuat baik. Melalui gerakan ini, kita bisa membantu tetangga, masyarakat, dan lingkungan. Bagi BPBD, Soft Eco Enzyme dapat menjadi pengganti P3K dalam menjalankan tugas. Harapan saya, Tangsel menjadi contoh nyata bahwa gerakan kecil dari dapur bisa membawa perubahan besar bagi bumi.”

    Pesan Penutup

    Pelatihan ini menegaskan komitmen YRDEE untuk terus menyebarkan literasi Eco Enzyme sebagai solusi lingkungan, kesehatan, dan ekonomi sirkular.

    Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme Mulai dari Diri Sendiri, Mulai dari Hal Kecil, Mulai dari Sekarang

     

    Eco Enzyme Training and Its Derivatives in South Tangerang by RDEE

    South Tangerang, August 1, 2026 — Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) organized an Eco Enzyme Training at Dapur Larizee by Ellys Catering, Jl. Cendekia, Ciater, Serpong District, South Tangerang, Banten. The event was attended by 25 selected participants, including representatives from BPBD Tangsel, 1000 Women Ready to Sort and Process Waste (Empowered Women, Protected Earth), Tangsel Resik Masyarakat Senang, and Gerakan Peduli Tangsel.

    Training Materials

    The training was led by Bangda Danial Kaban, Chairman of Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), covering:

    • Eco Enzyme SOP RDEE
    • RDEE Soft Eco Enzyme
    • RDEE Waste Treatment
    • RDEE Liquid Organic Fertilizer (POC) Level 1
    • RDEE Bio Compost

    In his presentation, Bangda Danial Kaban highlighted:

    1. “If waste has value, people will not throw it away.”
    2. Many household expenses can be substituted with Eco Enzyme.
    3. Family and community health levels improve with RDEE Soft Eco Enzyme for human use.
    4. Harmful waste can be processed, neutralized, and even turned into marketable products.
    5. Liquid Organic Fertilizer can be applied directly to plants or processed further from Qurban and slaughterhouse waste, making fertilizer costs very low.
    6. Solid organic waste can be processed into Bio Compost with economic value.

    Practice & Enthusiasm

    Participants practiced making 50 liters of RDEE Soft Eco Enzyme and 150 liters of half-formula POC. The session continued with interactive Q&A, showing strong enthusiasm and commitment from participants to produce Eco Enzyme independently after the training.

    The training, initially planned to end at noon, extended until 5:00 PM due to high engagement.

    Continuous Support

    Unlike other trainings, RDEE ensures sustainability by gathering participants into a WhatsApp group for ongoing discussions, fermentation guidance, harvesting, and application support.

    Statement from YRDEE Chairman

    In his closing remarks, Bangda Danial Kaban stated:

    “Eco Enzyme is not just liquid, but a way for doing good. Through this movement, we can help neighbors, communities, and the environment. For BPBD, Soft Eco Enzyme can serve as a substitute for first aid in carrying out their duties. I hope South Tangerang becomes a real example that small kitchen-based movements can bring big changes to the earth.”

    Closing Message

    This training reaffirms YRDEE’s commitment to spreading Eco Enzyme literacy as a solution for environment, health, and circular economy.

    Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme Start with Yourself, Start with Small Things, Start Now

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Panen Eco Enzyme & Demo Sabun Cuci Piring EE di Mojokerto

    Panen Eco Enzyme & Demo Sabun Cuci Piring EE di Mojokerto

    Mojokerto, 30 Juli 2026 — Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto bersama PKK Kelurahan Purwo Tengah, Kota Mojokerto menggelar kegiatan Panen Eco Enzyme (EE) sekaligus demo pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar EE. Acara berlangsung di Aula Kelurahan Purwo Tengah pada Jumat, 30 Juli 2026, dengan dihadiri oleh Ketua PKK Kecamatan Kranggan, pengurus PKK Kota Mojokerto, Ketua PKK Kelurahan Purwo Tengah, serta ibu-ibu PKK Purwo Tengah.

    Sambutan Ketua PKK

    Ketua PKK menegaskan bahwa panen Eco Enzyme bukan sekadar cairan dalam botol, melainkan simbol semangat gotong royong, kepedulian lingkungan, dan kemandirian ekonomi. Gerakan ini membuktikan bahwa “dari sampah bisa menjadi berkah”.

    Proses Panen & Edukasi

    Kegiatan panen dilakukan bersama-sama dengan hasil 5 tong pail EE. Sebagian hasil panen dibagikan langsung kepada peserta, sementara sebagian lainnya disimpan di kelurahan sebagai stok bersama. Hasil fermentasi menunjukkan kualitas yang baik: sedikit jamur, aroma segar, dan warna coklat keemasan.

    Setelah panen, peserta mendapatkan edukasi pemanfaatan hasil panen dan cara penyimpanan EE agar kualitas tetap terjaga. Sesi dilanjutkan dengan demo pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan dasar EE, yang disambut antusias oleh peserta. Suasana penuh semangat menunjukkan bahwa masyarakat siap melanjutkan produksi EE secara mandiri.

    Rencana Tindak Lanjut (RTL)

    Peserta berkomitmen untuk segera membuat kembali Eco Enzyme di rumah masing-masing. Harapannya, Kelurahan Purwo Tengah dapat menjadi percontohan kelurahan Eco Enzyme di Kota Mojokerto.

    Kehadiran RDEE Mojokerto

    Acara ini menghadirkan Bunda Susilawati, Ketua RDEE Mojokerto sekaligus narasumber utama, yang mendampingi peserta dalam proses panen dan demo sabun EE.

    Statement Ketua RDEE Mojokerto

    Dalam kesempatan tersebut, Bunda Susilawati menyampaikan:

    “Panen Eco Enzyme hari ini adalah bukti nyata bahwa gerakan dari dapur bisa membawa perubahan besar. EE bukan hanya cairan, tetapi solusi lingkungan sekaligus peluang ekonomi. Saya berharap Purwo Tengah menjadi pionir kelurahan Eco Enzyme, sehingga gerakan ini dapat menginspirasi kota-kota lain di Indonesia.”

     

    Eco Enzyme Harvest & Dishwashing Soap Demo in Mojokerto

    Mojokerto, July 30, 2026 — Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto together with PKK Purwo Tengah, Mojokerto City held an Eco Enzyme (EE) Harvest and EE-based dishwashing soap demo. The event took place at the Purwo Tengah Hall on Friday, July 30, 2026, attended by the PKK Chairperson of Kranggan District, PKK City administrators, PKK Purwo Tengah Chairperson, and PKK members of Purwo Tengah.

    PKK Chairperson’s Remarks

    The PKK Chairperson emphasized that Eco Enzyme harvest is not just liquid in bottles, but a symbol of mutual cooperation, environmental care, and economic independence. This movement proves that “waste can truly become a blessing.”

    Harvest & Education Process

    The harvest was carried out collectively, producing five pails of EE. Part of the harvest was distributed directly to participants, while the rest was stored at the village office. The fermentation results showed good quality: minimal mold, fresh aroma, and golden-brown color.

    After the harvest, participants received education on utilization and storage of EE to maintain quality. The session continued with a demo on making eco-friendly dishwashing soap using EE, which was met with enthusiasm and excitement.

    Follow-Up Plan

    Participants committed to producing Eco Enzyme again at home. The hope is that Purwo Tengah will become a model Eco Enzyme village in Mojokerto City.

    RDEE Mojokerto Presence

    The event featured Bunda Susilawati, Chairperson of RDEE Mojokerto and keynote speaker, who guided participants through the harvest and soap-making demo.

    Statement from RDEE Mojokerto Chairperson

    On this occasion, Bunda Susilawati stated:

    “Today’s Eco Enzyme harvest is clear proof that a kitchen-based movement can bring major change. EE is not just liquid, but an environmental solution and an economic opportunity. I hope Purwo Tengah becomes a pioneer Eco Enzyme village, inspiring other cities across Indonesia.”

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Workshop “Sampah Jadi Berkah, Dari Dapur Jadi Usaha” di Mojokerto

    Workshop “Sampah Jadi Berkah, Dari Dapur Jadi Usaha” di Mojokerto

    Mojokerto, 29 Juli 2026 — Sebanyak 35 pelaku UMKM Mojokerto mengikuti Workshop Literasi Eco Enzyme (EE) yang digelar di Aula Disperta Kabupaten Mojokerto dengan tema “Dari Sampah Jadi Berkah, Dari Dapur Jadi Usaha”. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pengolahan sampah organik menjadi produk ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.

    Sambutan Disperta

    Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menyoroti permasalahan sampah organik rumah tangga yang semakin banyak dan berakhir di TPA. Padahal, sampah organik dapat diolah menjadi barang berharga melalui literasi EE dan praktik pembuatan sabun alami. Ia berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan peserta agar segera memanfaatkan EE dalam kehidupan sehari-hari.

    Rangkaian Kegiatan

    Workshop diawali dengan sosialisasi Eco Enzyme, dilanjutkan dengan sesi praktik dan tanya jawab. Pada sesi kedua, peserta diajak membuat sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan dasar EE. Tujuan utama kegiatan ini antara lain:

    1. Mengurangi sampah organik dan limbah kimia.
    2. Menjadi role model bagi lingkungan sekitar.
    3. Mendorong edukasi ekonomi sirkular.
    4. Menanamkan budaya hidup bersih.
    5. Meningkatkan kemandirian warga.

    Kehadiran RDEE

    Acara ini dihadiri oleh perwakilan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE), yaitu:

    • Bunda Susilawati, Ketua RDEE Mojokerto sekaligus narasumber utama.
    • Bunda Masruchi Adyningsing (Bunda Dining).
    • Bunda Sri Kuswati (Bude Sri).
    • Bunda Yayuk.

    Statement Ketua RDEE Mojokerto

    Dalam kesempatan tersebut, Bunda Susilawati menegaskan:

    “Workshop ini bukan hanya tentang membuat sabun EE, tetapi tentang membangun kesadaran bahwa sampah organik adalah sumber daya. Dengan EE, kita bisa menjaga lingkungan tetap bersih, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM Mojokerto. Harapan saya, peserta dapat menjadi pionir di lingkungannya, sehingga gerakan ini terus berkembang dan memberi manfaat luas.”

     

    Workshop “Waste Becomes Blessing, From Kitchen to Business” in Mojokerto

    Mojokerto, July 29, 2026 — A total of 35 MSME participants from Mojokerto joined the Eco Enzyme (EE) Literacy Workshop held at the Disperta Hall, Mojokerto Regency, under the theme “Waste Becomes Blessing, From Kitchen to Business”. The program aims to educate the community on transforming organic waste into eco-friendly and economically valuable products.

    Disperta’s Remarks

    The Secretary of the Department of Agriculture highlighted the growing issue of household organic waste ending up in landfills. He emphasized that organic waste can be processed into valuable resources through EE literacy and natural soap-making practices. He expressed hope that participants would soon apply EE in their daily lives.

    Workshop Activities

    The workshop began with an Eco Enzyme introduction session, followed by hands-on practice and Q&A. In the second session, participants learned to make eco-friendly dishwashing soap using EE. The main objectives include:

    1. Reducing organic waste and chemical residues.
    2. Becoming role models for surrounding communities.
    3. Promoting circular economy education.
    4. Encouraging clean living habits.
    5. Strengthening community independence.

    RDEE Presence

    The event was attended by representatives of Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE):

    • Bunda Susilawati, Chairperson of RDEE Mojokerto and keynote speaker.
    • Bunda Masruchi Adyningsing (Bunda Dining).
    • Bunda Sri Kuswati (Bude Sri).
    • Bunda Yayuk.

    Statement from RDEE Mojokerto Chairperson

    On this occasion, Bunda Susilawati emphasized:

    “This workshop is not only about making EE-based soap, but also about raising awareness that organic waste is a resource. With EE, we can keep the environment clean while creating new business opportunities for Mojokerto MSMEs. I hope participants will become pioneers in their communities so this movement continues to grow and bring widespread benefits.”

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Kegiatan Pembuatan Sabun EE di TPA Randegan

    Kegiatan Pembuatan Sabun EE di TPA Randegan

    Mojokerto, 28 Juli 2026 — Sebanyak 25 penyitas EE bergabung dengan Bank Sampah Induk Kota Mojokerto dalam kegiatan pembuatan sabun berbahan dasar EE yang digelar di TPA Randegan. Kegiatan bertema “Sampahmu Sabunku. Sabunku Cuan Kita” ini diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

    Kegiatan dimulai dengan sesi diskusi yang membahas pengertian EE dan berbagai cara pemanfaatannya. Diskusi dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sabun EE yang menekankan penggunaan bahan alami, biaya rendah, serta proses pembuatan yang mudah diikuti. Para peserta tampak antusias saat mempraktikkan langkah demi langkah pembuatan sabun, dari pengolahan bahan baku hingga pencetakan produk akhir.

    Acara dihadiri oleh perwakilan RDEE, yaitu Bunda Susilawati, Bunda Riani, dan Bunda Utari. Ketua RDEE Mojokerto, Bunda Susilawati, bertindak sebagai narasumber utama. Dalam sambutannya ia menekankan pentingnya mengubah persepsi terhadap sampah organik menjadi sumber daya yang berguna. Ia menyampaikan harapan-harapan konkret dari kegiatan ini:

    1. Mengurangi sampah organik dengan mengolahnya menjadi EE yang bermanfaat.
    2. Mengurangi pencemaran lingkungan melalui penggunaan sabun EE yang biodegradable.
    3. Menambah nilai ekonomi bagi anggota bank sampah melalui produksi dan penjualan sabun.
    4. Mendorong kemandirian: hemat biaya, menjaga kesehatan tangan, serta membuka peluang berkarya.

    Selain aspek lingkungan dan ekonomi, kegiatan ini juga menekankan nilai edukatif dan sosial. Para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga jaringan dengan anggota bank sampah yang dapat membantu pemasaran dan distribusi produk. Panitia menyoroti bahwa sabun EE cocok untuk usaha skala rumah tangga karena aman, ramah lingkungan, dan mudah dibuat.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RDEE dan Bank Sampah Induk Kota Mojokerto untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah di tingkat komunitas. Ke depan, pihak penyelenggara berencana mengadakan pelatihan lanjutan dan pendampingan pemasaran agar produk sabun EE dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi anggota bank sampah.

    Untuk informasi lebih lanjut dan dokumentasi kegiatan, kunjungi yrdee.wordpress.com atau hubungi perwakilan RDEE Mojokerto.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

     

     

    EE Soap Making Activity at Randegan Landfill

    Mojokerto, 28 July 2026 — Twenty-five EE practitioners joined the City of Mojokerto Central Waste Bank for a hands‑on workshop on making soap from EE at Randegan Landfill. Held under the theme “Your Waste, My Soap. My Soap, Our Income,” the event aimed to educate the community on turning organic waste into environmentally friendly, economically valuable products.

    The program opened with a discussion on what EE is and the various ways it can be used. Participants then moved into a practical session to produce EE soap, emphasizing natural ingredients, low cost, and a simple, easy‑to‑follow process. Attendees followed each step attentively, from preparing raw materials to molding the finished bars.

    Representatives from YRDEE — Bunda Susilawati, Bunda Riani, and Bunda Utari — attended the event. Bunda Susilawati, Chair of RDEE Mojokerto and the main resource person, highlighted the importance of reframing organic waste as a useful resource. She outlined four concrete hopes for the initiative:

    • Reduce organic waste by converting it into useful EE products.
    • Lower environmental pollution through the use of biodegradable EE soap.
    • Increase economic value for Waste Bank members via soap production and sales.
    • Promote self‑reliance: cost savings, healthier hands, and opportunities for creative work.

    Beyond environmental and economic benefits, the workshop stressed educational and social value. Participants gained technical skills and connected with Waste Bank members who can assist with marketing and distribution. Organizers noted that EE soap is well suited for home‑based enterprises because it is safe, eco‑friendly, and easy to produce.

    This activity is part of ongoing efforts by YRDEE and the City of Mojokerto Central Waste Bank to shift community waste management practices. Organizers plan follow‑up training and marketing support to help EE soap become a steady income source for Waste Bank members.

    For more information and event documentation, visit yrdee.wordpress.com or contact RDEE Mojokerto representatives.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Sosialisasi & Praktek Pembuatan Eco Enzyme Bersama PKK Kabupaten Mojokerto

    Sosialisasi & Praktek Pembuatan Eco Enzyme Bersama PKK Kabupaten Mojokerto

    Tema: “Sampah Berkah, Rumah Sehat, Bumi Selamat”

    Mojokerto, 27 Juli 2027 — Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) bersama PKK Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan sosialisasi dan praktek pembuatan Eco Enzyme (EE) di Pendopo Graha Mana Tama, Kabupaten Mojokerto. Acara ini dihadiri oleh Bupati Mojokerto, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, Ketua GOW, Kepala PMD, para Camat, serta Ketua PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kabupaten Mojokerto. Jumlah peserta mencapai 110 orang, menunjukkan antusiasme besar terhadap gerakan lingkungan ini.

    Sambutan Ketua PKK Kabupaten Mojokerto

    Dalam sambutannya, Ketua PKK Kabupaten Mojokerto menegaskan bahwa terdapat sejumlah isu strategis yang harus segera ditangani oleh PKK. Hal tersebut tidak mungkin diselesaikan secara mandiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak.

    “Sangat perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk bersama RDEE dalam mengolah sampah agar menjadi bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan. Saya mengajak seluruh Ketua PKK Kecamatan untuk segera berkolaborasi dengan RDEE bagaimana mengolah sampah menjadi emas,” ujar Ketua PKK Kabupaten Mojokerto.

    Praktek Pembuatan Eco Enzyme

    Relawan RDEE yang hadir — Bunda Susilawati, Bangda Cak Lim, dan Bunda Utari — mendampingi peserta dalam praktek langsung pembuatan Eco Enzyme. Peserta diajak memahami formula dasar fermentasi organik yang sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan dan kesehatan.

    Diskusi & Tanya Jawab

    Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan seputar manfaat Eco Enzyme, cara penyimpanan, serta peluang pemanfaatan produk turunan Eco Enzyme untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.

    Harapan Ketua RDEE Mojokerto – Bunda Susilawati

    Sebagai narasumber utama, Bunda Susilawati menyampaikan harapan besar dari kegiatan ini:

    1. PKK Kabupaten Mojokerto menjadi pelopor gerakan dari dapur untuk bumi.
    2. Terbentuk kelompok percontohan pembuat dan pemanfaat Eco Enzyme yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

    “Gerakan ini harus dimulai dari rumah tangga. Dari dapur kita bisa menyelamatkan bumi, sekaligus menciptakan rumah sehat dan lingkungan yang lestari,” tegas Bunda Susilawati.

    Kesimpulan

    Kegiatan sosialisasi dan praktek ini menegaskan komitmen YRDEE dan PKK Kabupaten Mojokerto untuk menjadikan sampah sebagai berkah, bukan beban. Dengan kolaborasi lintas pihak, Eco Enzyme diharapkan menjadi solusi nyata dalam menciptakan rumah sehat, lingkungan bersih, dan bumi yang selamat.

    Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

     

    Socialization & Eco Enzyme Making Practice with PKK Mojokerto Regency
    Theme: “Waste as Blessing, Healthy Home, Safe Earth”

    Mojokerto, July 27, 2027 — The World Eco Enzyme Volunteer Foundation (YRDEE) together with PKK Mojokerto Regency held a socialization and practical training on Eco Enzyme (EE) production at Pendopo Graha Mana Tama, Mojokerto Regency. The event was attended by the Regent of Mojokerto, Chairwoman of PKK, Chairwoman of Dharma Wanita, Chairwoman of GOW, Head of PMD, sub-district heads, and PKK leaders from districts and villages across Mojokerto Regency. A total of 110 participants joined, reflecting strong enthusiasm for this environmental movement.

    Remarks from the Chairwoman of PKK Mojokerto Regency

    In her opening speech, the Chairwoman emphasized that PKK faces several strategic issues that cannot be solved independently but require collaboration across multiple stakeholders.

    “It is essential to collaborate with various parties, including RDEE, in processing waste so that it becomes beneficial for families and the environment. I invite all PKK leaders at the district level to immediately collaborate with RDEE on how to turn waste into gold,” said the Chairwoman of PKK Mojokerto Regency.

    Eco Enzyme Making Practice

    RDEE volunteers — Bunda Susilawati, Bangda Cak Lim, and Bunda Utari — guided participants through hands-on practice in making Eco Enzyme. Participants learned the basic formula of organic fermentation, a simple yet impactful method for environmental sustainability and health improvement.

    Discussion & Q&A

    The session continued with an interactive discussion and Q&A. Participants actively asked about the benefits of Eco Enzyme, storage methods, and opportunities to utilize Eco Enzyme derivative products for household needs and small businesses.

    Expectations from RDEE Mojokerto Chairwoman – Bunda Susilawati

    As the main speaker, Bunda Susilawati expressed her hopes for the program:

    1. PKK Mojokerto Regency becomes a pioneer of the “from kitchen to earth” movement.
    2. Formation of pilot groups for Eco Enzyme production and utilization to inspire the wider community.

    “This movement must start from households. From the kitchen, we can save the earth while creating healthy homes and sustainable environments,” stressed Bunda Susilawati.

    Conclusion

    This socialization and practice reaffirmed the commitment of YRDEE and PKK Mojokerto Regency to transform waste into blessings rather than burdens. Through cross-sector collaboration, Eco Enzyme is expected to become a tangible solution for creating healthy homes, clean environments, and a safe earth.

    Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme
    World Eco Enzyme Volunteer Foundation (YRDEE)