-
Info Penting RDEE: Fermentasi Eco Enzyme Wajib An-Aerob!

Balikpapan, 5 November 2025 — Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) menegaskan kembali pentingnya mengikuti SOP fermentasi an-aerob dalam pembuatan Eco Enzyme. Informasi ini disampaikan sebagai bentuk edukasi dan penguatan standar ilmiah yang telah diteliti dan dibuktikan oleh para akademisi RDEE.
Risiko Fermentasi Aerob (Buka-Tutup Wadah)
Jika proses fermentasi dilakukan dengan membuka dan menutup wadah, maka oksigen (O₂) akan masuk dan mengubah proses menjadi aerob. Dampaknya sangat merugikan:
❌ Bakteri Asam Laktat (BAL) tidak terbentuk secara optimal.
❌ Bakteri pembusuk dan patogen dari limbah organik tidak mati.
❌ Tingkat kegagalan mendapatkan BAL sangat tinggi.
Mengapa BAL Sangat Penting?
BAL adalah mikroba kunci dalam Eco Enzyme yang berfungsi sebagai:
✅ Penghasil enzim antimikroba seperti amilase, protease, dan lipase.
✅ Penurun pH hingga <4, menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi patogen.
✅ Penghasil senyawa antibakteri seperti bakteriosin, asam asetat, dan H₂O₂.
Bukti Ilmiah: Efektivitas Antibiotik Eco Enzyme
Penelitian oleh Dr. Ir. Nurzainah Ginting MSc (USU) menunjukkan:
Uji Antibiotik Zona Hambat (mm) Eco Enzyme 9.6 mm Kanamycin 10 mm Artinya, kemampuan antibiotik Eco Enzyme hampir setara dengan kanamycin dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli.
Hanya di REEI/RDEE: Penelitian Ilmiah Terstandar
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (sebelumnya REEI) adalah satu-satunya lembaga di Indonesia yang melakukan penelitian ilmiah terstruktur terhadap Eco Enzyme. Semua SOP fermentasi dirancang untuk memastikan:
✅ Proses an-aerob tanpa kontaminasi oksigen.
✅ Terbentuknya BAL secara maksimal.
✅ Efektivitas Eco Enzyme sebagai antimikroba alami.
Seruan untuk Semua Relawan
Jangan buka tutup wadah selama fermentasi! Yakinlah bahwa hanya dengan proses an-aerob, kita bisa menghasilkan Eco Enzyme yang berkualitas tinggi, aman, dan efektif untuk kesehatan, pertanian, dan lingkungan.
Untuk pelatihan dan SOP resmi, silakan hubungi:
- 📞 Bangda Danial Kaban – 0812 5524 622
- 📞 Bunda Sulfia Rambe – 0857 6399 9320
-
Relawan Dunia Eco Enzyme Hadir di Gathering Nasional ALNUSA 2025

Gunung Wungkal, Pati — 2 November 2025
Sebanyak 60 peserta dari berbagai daerah berkumpul di ETALASE ALNUSA, Perumahan Taman RT 05 RW 01, Gunung Wungkal, Pati, Jawa Tengah, dalam acara Gathering Nasional ALNUSA 2025 yang mengusung tema: Diversifikasi Usaha Kebun Alpukat dengan Peternakan Lebah Madu. Subtema yang diangkat: Eco System, Peluang Usaha, dan Simbiosis Mutualisme.
Acara ini menjadi momentum penting bagi para petani, relawan, dan pelaku usaha hijau untuk saling berbagi inspirasi dan solusi nyata. Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) yang memperkenalkan rangkaian produk organik mandiri sebagai solusi pertanian berkelanjutan.
RDEE: Solusi Organik Mandiri untuk Petani Alpukat
Produk RDEE yang diperkenalkan meliputi:
- Eco Enzyme, Eco Enzyme Vegetatif dan Gereratif
- POC (Pupuk Organik Cair)
- Booster POC
- Asam Amino
- Pestisida Nabati, dll
Semua produk ini dapat dibuat sendiri oleh petani, hampir tanpa biaya, menggunakan bahan lokal yang tersedia di sekitar mereka.
Dampak Nyata bagi Petani Alpukat
Dengan mengadopsi RDEE dan teknologi pendukung seperti Moonbot, petani alpukat dapat merasakan transformasi luar biasa:
Dampak Penjelasan Biaya Produksi Turun Hingga 70% lebih hemat dibanding pupuk kimia Margin Keuntungan Naik 2–3 kali lipat, terutama untuk pasar organik Produk Lebih Sehat Bebas residu kimia, kaya nutrisi, aman konsumsi Tanah Lebih Subur Struktur tanah membaik, mikroorganisme meningkat Petani Mandiri Tidak tergantung utang, mampu produksi sendiri Studi Kasus: Kebun Alpukat
Tujuan:
- Menurunkan biaya produksi
- Meningkatkan margin keuntungan
- Menghasilkan buah sehat dan bebas residu
- Menjaga kesuburan tanah jangka panjang
Potensi Keuntungan:
- Produk alpukat organik bisa dijual 20–40% lebih mahal
- Cocok untuk pasar sehat, vegan, dan ekspor
Simbiosis Mutualisme: Petani & Ekosistem
Dengan pendekatan RDEE, petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pengelola ekosistem. Mereka mampu:
- Mengolah limbah menjadi pupuk
- Meningkatkan kesehatan keluarga
- Menjadi bagian dari gerakan pertanian hijau
Suasana Gathering: Hangat, Inspiratif, dan Penuh Harapan
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diwarnai dengan diskusi interaktif, pembagian door prize, serta sajian teh/kopi dan snack lokal. Para peserta pulang dengan semangat baru, membawa ilmu dan harapan untuk membangun pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
Jambore Alpukat Nusantara 2025 Sinergi Ekologis, Kemandirian Finansial, dan Transformasi Petani Bersama YRDEE

Gunung Wungkal, Pati, Jawa Tengah — 02 November 2025
Etalase ALNUSA di Gunung Wungkal menjadi saksi semangat kolaborasi dan inovasi dalam Gathering Nasional ALNUSA 2025, yang dihadiri oleh 60 peserta dari berbagai penjuru Nusantara. Acara ini dipandu langsung oleh tuan rumah, Pak Nur Khamim, seorang petani alpukat sekaligus pelopor produk Madu Gana, yang telah membuktikan bahwa sinergi antara pertanian dan peternakan lebah mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling menguatkan.
Tema Strategis:
“Diversifikasi Usaha Kebun Alpukat dengan Peternakan Lebah Madu: Ekosistem, Peluang Usaha, dan Simbiosis Mutualisme”
Tema ini menjadi landasan diskusi dan pelatihan yang menggugah kesadaran petani akan pentingnya diversifikasi usaha berbasis ekologi dan kemandirian.Peran Sentral YRDEE
Sebagai narasumber utama, Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) menghadirkan dua tokoh inspiratif:
- Bangda Danial Kaban, Ketua Umum YRDEE
- Bangda Riyan, Ketua Pembina YRDEE
Keduanya menyampaikan materi edukatif dan motivasional yang menekankan pentingnya transformasi usaha perkebunan menjadi sistem yang:
- Mandiri secara finansial
- Sehat secara ekologis
- Berkelanjutan secara operasional
- Dapat diwariskan secara intergenerasional
Sorotan Materi YRDEE:
- Transformasi Limbah Menjadi Sumber Daya: Pemanfaatan bahan lokal untuk pupuk dan pestisida alami
- Efisiensi Biaya Produksi: Produk RDEE hemat hingga 70% dibanding pupuk kimia
- Perbaikan Kualitas Tanah dan Ekosistem: Meningkatkan mikroorganisme baik dan daya serap air
- Kualitas Panen Lebih Sehat dan Bernilai Tinggi: Bebas residu kimia, cocok untuk pasar ekspor dan vegan
- Dampak Sosial dan Ekonomi: Mendorong kemandirian petani dan membuka peluang usaha baru
Bangda Danial mengajak peserta untuk menjadi pionir gerakan pertanian hijau dan mandiri melalui edukasi lapangan dan replikasi teknologi RDEE. Sementara Bangda Riyan menegaskan bahwa petani alpukat dapat membangun diversifikasi penghasilan yang berkelanjutan tanpa bergantung pada perbankan atau pinjaman online.
Simbiosis Alpukat & Lebah Madu
Acara ini juga menampilkan:
- Panen Raya Madu Gana
- Pelatihan Budidaya Lebah Madu
- Penanaman Bibit Alpukat menandakan dimulainya program Republik Alpukat yang akan menjadi tempat wisata dan penelitian Alpukat
- Temu Bisnis dan Kemitraan Alpukat-Madu
Penyerbukan alami oleh lebah terbukti meningkatkan kualitas buah sekaligus membuka sumber pendapatan tambahan bagi petani.
Inovasi Keuangan
Peserta dikenalkan pada sebuah Sistem, sistem investasi otomatis berbasis AI yang telah berizin resmi dari OJK, BAPPEBTI, dan Kominfo, memungkinkan petani:
- Mengelola modal hasil panen secara mandiri
- Menjaga kendali penuh atas dana
- Meningkatkan pendapatan bulanan 4–10%
- Menjalankan usaha tanpa utang dan bunga
Pemilihan Ketua ALNUSA
Dalam momen bersejarah, dilakukan pemilihan Ketua ALNUSA secara aklamasi, menetapkan Bangda Bathara Surya sebagai Ketua baru. Beliau juga menjabat sebagai Pengawas YRDEE dan Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia, memperkuat sinergi antara gerakan ekologis dan pemberdayaan petani.
Penutup
Jambore Alpukat Nusantara 2025 bukan sekadar pertemuan, melainkan titik tolak menuju ekosistem pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan bermartabat. YRDEE dan komunitas ALNUSA berkomitmen untuk terus memperluas jejaring usaha, memperkuat edukasi lapangan, dan membangun masa depan petani yang berkelanjutan dan penuh harapan.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
Sosialisasi Eco Enzyme Bersama Keluarga Besar Bukit Asam: Langkah Nyata Menuju Bumi Sehat

Tanjung Enim, Tanah Putih, 31 Oktober 2025 — Alhamdulillah, kegiatan Sosialisasi Eco Enzyme yang diselenggarakan dalam rangka Pertemuan Bulanan Ibu-Ibu Warakauri & Istri Pensiunan PT. Tambang Batubara Bukit Asam berlangsung dengan lancar dan penuh semangat di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Asam, Tanjung Enim, Tanah Putih.
Acara ini menghadirkan Bunda Titin Novianti, Wakil Ketua RDEE Tanjung Enim, sebagai narasumber utama yang membagikan wawasan dan praktik langsung tentang manfaat serta cara pembuatan Eco Enzyme—larutan fermentasi organik yang ramah lingkungan dan multifungsi untuk rumah tangga, pertanian, dan kesehatan.
Turut hadir dalam kegiatan ini:
- Ibu Warsini Arsal Ismail, Ketua Umum PERISKA Bukit Asam
- Ibu Desiana Satria Wiryawan, Ketua PERISKA Cabang Unit Pertambangan Tanjung Enim
- Pengurus PERISKA BA Pusat
- Pengurus PERISKA Cabang UPTE
- Pengurus PERISKA Ranting di wilayah UPTE
Total peserta mencapai 340 anggota, menunjukkan antusiasme luar biasa dari komunitas perempuan Bukit Asam terhadap gerakan pelestarian lingkungan dan kesehatan keluarga melalui Eco Enzyme.
Kegiatan ini juga menjadi momen istimewa bagi RDEE Tanjung Enim, yang merupakan volunteer pertama YRDEE di Sumatera Selatan. Semangat dan dedikasi Bunda Pancawati (Ketua RDEE Tanjung Enim) dan Bunda Titin Novianti patut diapresiasi sebagai pelopor gerakan Eco Enzyme di wilayah pertambangan.
Dengan semangat “Mulai dari Diri Sendiri, Mulai dari Hal Kecil, Mulai dari Sekarang”, YRDEE terus berkomitmen untuk menyebarkan pengetahuan dan praktik Eco Enzyme ke seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Hidup Sehat di Bumi yang Sehat.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme


-
Edukasi Eco Enzyme untuk Petani Jagung: Sekolah Lapang Talao Jaya Jadi Titik Awal Transformasi Pertanian Berkelanjutan

Limapuluh Kota, 29 Oktober 2025 — Semangat pemberdayaan petani dan pelestarian lingkungan berpadu dalam kegiatan Sekolah Lapang Budidaya Tanaman Jagung yang diselenggarakan di Kelompoktani Talao Jaya, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) untuk memperkenalkan dan mempraktikkan pengolahan Eco Enzyme (EE) sebagai solusi pertanian berkelanjutan.
Dipandu langsung oleh Ketua RDEE Kota Padang, Bunda Primadona Betta, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang manfaat Eco Enzyme dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya terus melambung.
“Eco Enzyme dapat dimasyarakatkan di Kelompoktani dan dimanfaatkan untuk bidang pertanian. Dengan tingginya harga pupuk, produk EE dan turunannya mampu menjadi solusi untuk menambah kesejahteraan petani jagung. Petani bisa mengolah dan memiliki pabrik pupuk sendiri,” tegas Bunda Primadona Betta dalam sesi edukasi.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menghadirkan praktik langsung pengolahan Eco Enzyme dari bahan-bahan organik rumah tangga. Para petani diajak untuk melihat potensi limbah dapur sebagai sumber daya yang dapat diubah menjadi pupuk cair ramah lingkungan, yang efektif untuk tanaman jagung dan komoditas lainnya.
Dengan pendekatan yang partisipatif dan berbasis komunitas, Sekolah Lapang ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi sederhana dan pengetahuan lokal dapat bersinergi untuk menciptakan sistem pertanian yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme melalui seluruh Relawan yang tersebar diberbagai Kota dan kabupaten, terus berkomitmen untuk mendampingi kelompok tani di berbagai daerah, membangun kapasitas, dan mendorong transformasi pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai ekologis dan kesejahteraan masyarakat.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
Panen Eco Enzyme: Kolaborasi Relawan RDEE dan Moria GBKP untuk Lingkungan Gereja

RDEE Karo, 23 Oktober 2025 — Sebanyak lima wadah Eco Enzyme (EE) yang dibuat pada 01 Juni 2025 oleh Ibu-Ibu Moria GBKP bersama Relawan RDEE Tanah Karo telah resmi dipanen. Panen ini menjadi bukti nyata komitmen komunitas gereja dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui pengolahan limbah organik.
Eco Enzyme yang telah matang selama tiga bulan ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lingkungan Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) serta digunakan oleh jemaat dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pembersih alami, pengusir hama, hingga pupuk cair, EE menjadi solusi ramah lingkungan yang semakin dikenal luas.
Tanah Karo: Lumbung Pangan dan Inovasi Hijau
Tanah Karo dikenal sebagai lumbung pangan Sumatera Utara, namun kekayaan daerah ini tidak hanya terletak pada hasil pertaniannya. Budaya dan semangat gotong royong masyarakatnya juga menjadi kekuatan dalam mendorong inovasi berkelanjutan. Relawan RDEE Tanah Karo aktif melakukan sosialisasi Eco Enzyme dan turunannya, khususnya untuk sektor pertanian.
PA Gabungan GBKP: Awal Gerakan Hijau Moria
Inisiatif pembuatan Eco Enzyme ini diprakarsai oleh Relawan RDEE Bangda Edward Sembiring, yang juga melayani sebagai Pendeta di GBKP. Dalam kegiatan PA Gabungan yang berlangsung di GBKP Runggun Jln. Nias Pematang Siantar, beliau mengajak Ibu-Ibu Moria untuk turut serta membuat EE. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari semangat mereka dalam praktik langsung dan harapan besar akan manfaat EE di masa depan.
Pendeta Edward Sembiring menegaskan bahwa pembuatan Eco Enzyme sesuai SOP RDEE bukan hanya soal teknik, tetapi juga bentuk pelayanan kontekstual gereja. “Eco Enzyme adalah ajakan untuk ikut aktif mengurangi sampah organik yang memicu pemanasan global. Ini adalah bentuk pelayanan nyata dalam kehidupan jemaat,” ujarnya.
Manfaat Eco Enzyme: Dari Rumah ke Ladang
Selain sebagai upaya pengurangan limbah, Eco Enzyme juga memiliki manfaat luas:
- Untuk kesehatan keluarga sebagai pembersih alami bebas bahan kimia
- Untuk lingkungan gereja sebagai cairan pembersih dan pengusir serangga
- Untuk pertanian dan peternakan sebagai pupuk cair dan pengendali hama
Dengan semangat “Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme,” gerakan ini diharapkan terus berkembang dan menginspirasi komunitas lain untuk ikut serta dalam menjaga bumi melalui langkah sederhana namun berdampak besar.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
Semangat Relawan Kaltim dalam Kegiatan Bagi-Bagi Soft Eco Enzyme di Balikpapan

Balikpapan, 19 Oktober 2025 – Kegiatan bagi-bagi Soft Eco Enzyme (Soft EE) yang digelar oleh Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Kalimantan Timur di Lapangan Merdeka Kota Balikpapan tidak hanya bertujuan mengenalkan Eco Enzyme (EE) kepada warga, tetapi yang paling utama adalah menghidupkan kembali semangat para relawan di Kaltim.
Ketua RDEE Kalimantan, Bunda Ruth “Nesya” Deliana, menegaskan bahwa relawan tidak hanya harus diam tanpa aksi, tetapi terus berbuat nyata sebagai Relawan Eco Enzyme yang telah merasakan banyak manfaat EE dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan Relawan tersebut Turut serta
1. Relawan RDEE Kota Balikpapan, Samarinda, Kukar
2. Duta Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Tahun 2025
3. Duta Lingkungan Hidup Cilik Kota Balikpapan Tahun 2025
4. Beberapa Peserta Pelatihan Dinas Kehutanan “Sekolah Lapang Eco Enzyme dan Produk Turunannya dalam rangka Peningkatan Kapasitas SDM Kelompok Tani Hutan (KTH)” tanggal 25 September 2025 dan kemudian bergabung menjadi Relawan RDEEDalam waktu sekitar 75 menit saja, sebanyak 110 botol Soft EE berhasil dibagikan kepada warga Balikpapan. Melalui kegiatan ini, manfaat dari Eco Enzyme dan Soft Eco Enzyme pun tersampaikan secara langsung dan menyeluruh kepada masyarakat. Selain pembagian, RDEE Kaltim juga mengadakan pembuatan Soft EE bersama sebanyak 70 liter dan diskusi produktif untuk merencanakan kegiatan ke depan. Beberapa kesepakatan penting dihasilkan guna memperkuat sinergi dan membuat Group RDEE Kaltim semakin lebih baik dalam melaksanakan misi mereka.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat “Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme” yang terus diusung oleh RDEE, dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat, melestarikan lingkungan, serta mengembangkan manfaat Eco Enzyme di berbagai bidang seperti kesehatan, pertanian, peternakan, dan pengelolaan limbah.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
Guru SMP Taman Siswa Mojokerto Antusias Ikuti Pelatihan Eco Enzyme Bersama RDEE

Mojokerto, 27 September 2025 — Semangat perubahan hijau menggema di SMP Taman Siswa Kota Mojokerto saat para guru mengikuti Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme (EE) yang diselenggarakan atas pendampingan RDEE Mojokerto. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam membangun budaya lingkungan sehat dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Pelatihan ini diprakarsai oleh jajaran kepemimpinan sekolah, dengan dukungan penuh dari:
- Pembina Wanita: Nyi Dra. Istikhanah
- Ketua: Nyi Dra. Ani Tutwuri Handayani
- Kepala Sekolah: Bapak Adi Siswanto
Sebagai sekolah dampingan RDEE, SMP Taman Siswa mendapat kehormatan menghadirkan Bunda Susilawati, S.Psi., M.Si. sebagai narasumber utama. Beliau adalah relawan RDEE Mojokerto yang dikenal aktif dalam edukasi lingkungan, didampingi oleh Ketua RDEE Mojokerto, Bangda Muhammad Ghufron.
Dalam sesi pelatihan, Bunda Susilawati menyampaikan bahwa “Eco Enzyme bukan hanya solusi ramah lingkungan, tetapi juga sarana edukatif yang dapat ditularkan kepada anak-anak didik. Guru adalah agen perubahan yang mampu membawa dampak nyata di sekolah dan masyarakat.”
Kegiatan ini tidak hanya membekali guru dengan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menerapkan EE secara mandiri di rumah masing-masing. Harapannya, gerakan ini akan menyebar ke lingkungan sekitar dan menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan.
YRDEE mengapresiasi semangat para guru SMP Taman Siswa dan berharap pelatihan ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Mojokerto dan sekitarnya.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme
-
RDEE Mojokerto Gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Bersama PKK Kota Mojokerto

Mojokerto, 17 September 2025 — Dalam upaya memperkuat gerakan hidup sehat dan pelestarian lingkungan berbasis keluarga, RDEE Mojokerto menyelenggarakan pelatihan pembuatan Eco Enzyme (EE) bersama Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong praktik berkelanjutan di rumah tangga dan lingkungan masing-masing peserta.
Ketua PKK Kota Mojokerto, Ibu Lina Desriana Arisandi, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi kebiasaan positif yang terus tumbuh dalam keluarga dan komunitas. “Kami berharap peserta dapat meneruskan praktik ini di rumah masing-masing, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” ujarnya.
Pelatihan dipandu oleh Relawan Mojokerto, Bunda Susilawati, SPSi., MSi., yang menekankan pentingnya konsistensi dalam membuat dan menggunakan Eco Enzyme. “Jangan berhenti di pelatihan. Teruslah membuat EE untuk keluarga dan masyarakat. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga kesehatan dan kemandirian,” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Ketua RDEE Mojokerto, Bangda Muhammad Ghufron, yang mendukung penuh sinergi antara relawan dan komunitas lokal dalam menyebarkan manfaat Eco Enzyme.
Antusiasme Peserta: Energi Positif untuk Bumi Sehat
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, aktif bertanya, dan langsung mempraktikkan pembuatan EE dengan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) -
RDEE Mojokerto Gelar Pelatihan Eco Enzyme Bersama Paguyuban dan Komite SDN Jasem

Mojokerto, 04 Oktober 2025 — Dalam semangat membangun lingkungan sehat dan mendukung tumbuh kembang anak melalui pendekatan alami, RDEE Mojokerto menyelenggarakan pelatihan pembuatan Eco Enzyme (EE) bersama Paguyuban dan Komite Sekolah Dasar Negeri Jasem.
Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari ini dipandu oleh Relawan Mojokerto, Bunda Masruchi Adyningsih, yang akrab disapa Bunda Dining. Dengan penuh semangat, beliau membagikan pengetahuan tentang manfaat Eco Enzyme serta cara pembuatannya yang mudah dan ramah lingkungan.
“Harapan saya, pelatihan ini membawa dampak baik bagi kesehatan anak-anak didik, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga,” ujar Bunda Dining.
Pelatihan ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan Eco Enzyme sebagai solusi alami dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Para peserta dari paguyuban dan komite sekolah menunjukkan antusiasme tinggi, siap menerapkan ilmu yang didapat untuk mendukung gaya hidup sehat di rumah dan sekolah.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

