-
Relawan Balikpapan Gelar Pelatihan Pembuatan RDEE Soft Eco Enzyme dan RDEE Cuka Salak di KTH Mekar Bakti Sejahtera

Balikpapan, 3 Oktober 2025 — Dalam semangat peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan gerakan lingkungan berbasis komunitas, RDEE Balikpapan menyelenggarakan pelatihan pembuatan Soft Eco Enzyme (SEE) dan RDEE Cuka Salak di Kelompok Tani Hutan (KTH) Mekar Bakti Sejahtera. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Sekolah Lapang Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur Gandeng RDEE Kaltim yang telah dilaksanakan di Wisata Tanjung Gading, Jl. PDAM KM.12, Kel. Karang Joang, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan pada 25 September 2025.
Dipandu oleh Bunda Irawati, peserta pelatihan diajak mengenal lebih dalam tentang manfaat dan cara pembuatan RDEE Eco Enzyme dan RDEE Cuka Salak. Bunda Irawati, yang sebelumnya mengikuti pelatihan DKT, kini berbagi ilmu kepada rekan-rekan KTH agar dapat mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan ini di kehidupan sehari-hari.
Manfaat Eco Enzyme dan Komposisi Penggunaan
Eco Enzyme terbukti multifungsi dan dapat digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, di antaranya:
- Detoksifikasi tubuh, sikat gigi, mandi, cuci rambut, dan rendam pakaian (komposisi 1:300)
- Disinfektan, hand sanitizer, cairan pel lantai, cuci buah dan sayur, interior mobil, dan starter kompos (1:300)
- Penjernihan air kolam dan waduk tercemar (1:500, bertahap)
- Obat luka terbuka, ketombe, karat logam, dan pembersih perhiasan (murni)
- Aplikasi ke tanaman, minuman ternak, campuran pakan ikan, dan perendaman bibit (1:300)
- Menghilangkan bau toilet, dapur, dan garasi (1:300)
- Membersihkan udara (1:500)
- Efek radiasi (murni dalam botol)
Pada pelatihan kali ini yang dibuat adalah RDEE Soft Eco Enzyme yang khusus penggunaannya ke Manusia untuk meningkatkan derajat kesehatan pribadi, keluarga dan lingkungan sekitar
RDEE Cuka Salak: Solusi Alami untuk Gula Darah
Cuka Salak yang kaya akan kandungan fenol berfungsi memperbaiki kerja pankreas dan menjaga kadar gula darah. Cara konsumsinya pun disesuaikan:
- Untuk penderita diabetes: 3 sendok makan setelah makan
- Untuk non-diabetes: 2 sendok makan sebelum makan
“Pelatihan ini sengaja dibuat bersama KTH agar ilmu yang saya dapat dari Sekolah Lapang bisa langsung dibagikan. Harapannya, ibu-ibu yang hadir bisa membuat sendiri di rumah masing-masing,” ujar Bunda Irawati.
Beliau juga menambahkan harapan agar Eco Enzyme dapat menyebar luas di lingkungan KTH Mekar Bakti Sejahtera, membawa manfaat kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
RDEE Bandung Bersama Yayasan Nusa Bumi Lestari: Edukasi Eco Enzyme untuk Mangrove Subang

Bandung, 1 Oktober 2025 — Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Basecamp Bee Saung Udjo hari ini, saat RDEE Bandung Jawa Barat menerima kunjungan edukatif dari perwakilan Yayasan Nusa Bumi Lestari. Lima peserta muda yang antusias hadir untuk mengenal lebih dalam tentang produk Eco Enzyme yang dikembangkan oleh RDEE dengan standar operasional yang ketat dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka dengan pemaparan oleh Ambu Enih Halimah, Ketua Region RDEE Jawa Barat, yang menyampaikan materi tentang manfaat Eco Enzyme dalam mendukung program penanaman pohon mangrove di pesisir Subang. Ambu menjelaskan enam poin utama manfaat Eco Enzyme bagi ekosistem mangrove dan biota sekitarnya:
🌊 Pemulihan kualitas air di zona akar mangrove
🛡️ Proteksi biologis terhadap penyakit tanaman dan biota air
🌱 Bioaktivator pertumbuhan bibit dan substrat mangrove
🐟 Meningkatkan ketersediaan pakan alami
🚯 Reduksi bau dan limbah di area edukasi mangrove
📚 Edukasi berbasis aksi dan pemberdayaan lokalPenjelasan disampaikan secara mendalam hingga peserta memahami efek langsung dari penggunaan Eco Enzyme. Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan kritis dari peserta.
Selanjutnya, Ambu memperkenalkan formula dasar Eco Enzyme yang ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, yaitu rasio 1:3:10 (BO:Gula:Air), dengan takaran air sebesar 60% dari volume wadah. Peserta diajak menghitung dan memahami takaran secara cermat sebelum masuk ke sesi praktik.
Ambu juga memaparkan sejarah RDEE Bandung, mulai dari penemuan Eco Enzyme oleh Dr. Rosukon, pengakuan oleh PBB dan UNEP, hingga peran para relawan lokal seperti Bunda Hetty Seniwati (Ketua RDEE Kota Bandung), Bunda Emi Suhaemi, Bunda Siti Ufiati, dan Bunda Endang Hayati.
Sesi berlanjut dengan pemilahan sampah organik yang dikumpulkan dari tukang rujak, tukang jus, dan toko buah yang diantar melalui layanan Gojek. Kegiatan ini dipandu oleh para relawan, sambil tetap memperhatikan kebutuhan konsumsi peserta yang belum sempat makan siang.
Dua peserta tambahan dari RW sekitar Saung Udjo juga turut hadir untuk belajar langsung, menunjukkan minat untuk bergabung dengan RDEE Bandung di masa mendatang.
Setelah makan siang, peserta melanjutkan proses pembuatan Eco Enzyme, mulai dari pelarutan GMT hingga pencampuran BO. Seluruh rangkaian edukasi ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran kenang-kenangan. Yayasan Nusa Bumi Lestari memberikan buku berisi visi-misi lingkungan hidup mereka, sementara Ambu menyerahkan simbolis kenangan di “Pohon Kehidupan” sebagai harapan agar ilmu yang diperoleh dapat terus ditanam dan ditebarkan untuk kebaikan masyarakat.
Peserta Edukasi EE:
- Ratna
- Anisa Nur
- Fitria Indah
- Syifa
- Hasanah
Relawan RDEE:
- Ambu Enih Halimah – Ketua Region RDEE Jawa Barat
- Bunda Hetty Seniwati – Ketua RDEE Kota Bandung
- Bunda Emi Suhaemi
- Bunda Siti Ufiati
- Bunda Endang Hayati
Semoga kegiatan ini menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antara RDEE Bandung dan Yayasan Nusa Bumi Lestari dalam memperkuat gerakan lingkungan hidup berbasis aksi nyata dan pemberdayaan komunitas.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
Pelatihan Eco Enzyme Sesuai SOP RDEE: Kolaborasi Strategis di Bank Sampah Melati

Makassar, 28 September 2025 — RDEE Makassar Region Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan Pelatihan Eco Enzyme Sesuai SOP RDEE di Bank Sampah Melati, Tamalanrea. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Peduli Negeri dan Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam penguatan gerakan lingkungan berbasis masyarakat.
Pelatihan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Sekretaris Prodi Ilmu Politik UIN Makassar, Anggota DPRD Komisi B Kota Makassar, Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Tamalanrea, serta perwakilan dari delapan Bank Sampah se-Kecamatan Tamalanrea. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.
Sebagai narasumber utama, Ketua RDEE Kota Makassar, Bunda Andi Nur Aini—akrab disapa Andien—menyampaikan materi tentang pentingnya eco enzyme sebagai dekomposer alami yang efektif dalam mengurai sampah organik. Beliau menekankan bahwa penggunaan eco enzyme tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas sesuai dengan SOP RDEE yang telah terstandarisasi.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperluas pemahaman dan praktik eco enzyme di tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan bank sampah sebagai garda terdepan dalam edukasi dan aksi lingkungan.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
RDEE Kaltim Kukar Gelar Pelatihan Eco Enzyme dan Peresmian Pembakaran Minim Asap di Desa Budaya Lung Anai

Kutai Kartanegara, 27 September 2025 — Dalam semangat kolaborasi dan penguatan gerakan lingkungan, Relawan Eco Enzyme (RDEE) Samarinda-Kutai Kartanegara bersama mahasiswa KKN UINSI Samarinda menyelenggarakan kegiatan pelatihan pembuatan Eco Enzyme dan peresmian sistem pembakaran sampah minim asap di Desa Budaya Lung Anai, Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini dihadiri oleh aparatur desa, tokoh agama, serta perwakilan ibu-ibu PKK, dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Materi pelatihan mencakup pengenalan Eco Enzyme SOP RDEE, manfaatnya bagi lingkungan, serta praktik langsung pembuatan Eco Enzyme oleh peserta. Selain itu, dilakukan peresmian sistem pembakaran sampah minim asap sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan limbah rumah tangga.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan, terutama saat sesi praktik berlangsung. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Bangda Ustaz Muhammad Rustan, narasumber dalam pelatihan ini, menyampaikan harapannya agar pelatihan serupa dapat rutin dilaksanakan. “Rencana saya, pelatihan seperti ini akan sering kita adakan. Semoga tiap tempat nantinya bisa mengirimkan wakilnya untuk pelatihan selanjutnya, sekalian kita ajak menjadi anggota RDEE. Untuk pemateri, kita harapkan Bangda Ketua Umum Danial Kaban yang nantinya menyampaikan materi,” ungkap beliau.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara komunitas, akademisi, dan relawan mampu melahirkan gerakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Bersama SMA Unggul CT ARSA Foundation Medan

Medan, Sabtu 27 September 2025
Dalam semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Region Sumatera Utara dan RDEE Kota Medan-Deli Serdang sukses menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Bersama di SMA Unggul CT ARSA Foundation. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas edukasi dan praktik hidup sehat berbasis pelestarian lingkungan.
Dipandu langsung oleh Founder dan pengurus RDEE tingkat Region dan Kota:
- Founder RDEE, Bangda Bathara Surya
- Ketua RDEE Region Sumatera Utara, Bunda Sulfia Dewi Rambe
- Ketua RDEE Kota Medan-Deli Serdang, Bunda Yenny Susanty Siregar
Kepala Sekolah SMA Unggul CT ARSA Foundation, Bapak Imam Kusnodin, M.Pd, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan:
“Pelatihan ini sangat penting bagi anak didik untuk mengetahui apa itu eco enzyme dan bagaimana mereka bisa berperan aktif dalam pelestarian lingkungan, khususnya melalui pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme yang memiliki manfaat sangat banyak.”
Para Relawan RDEE yang ikut dan turut berkontribusi aktif, di antaranya:
- Ramot Lumbantobing
- Ali Nafiah Ghani
- Johns Depary
- Rena Arifah Simbolon
- Nur Hayati
- Syamsiah Saragih
- Sabaruddin Sagala
- Akhyar Hazzry
- Atika Sari
- Nanang Suhendra
- Vita Wahyuni
- Hien Lie
- Ardi Damanik
- Iriani Djali
Pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan teknik pembuatan eco enzyme, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan, gotong royong, dan regenerasi relawan. Para peserta diajak untuk memahami pentingnya pengolahan limbah organik menjadi solusi ramah lingkungan yang bermanfaat bagi kesehatan dan bumi.
Dengan semangat “Hidup Sehat di Bumi yang Sehat,” kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan dimulai dari aksi bersama. Terima kasih kepada seluruh relawan atas dedikasi dan kerja samanya dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
Jumat Berkah RDEE Pasuruan: Rendam Kaki dengan Eco Enzyme Makin Digemari Masyarakat

Pasuruan, 26 September 2025
Dalam semangat Jumat Berkah yang penuh makna, RDEE Kabupaten Pasuruan Region Jawa Timur kembali menggelar kegiatan rutin yang semakin diminati masyarakat: Rendam Kaki dengan Eco Enzyme. Berkolaborasi dengan RSBK Warungdowo, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan komunitas melalui pendekatan alami dan berkelanjutan.
Kegiatan rendam kaki ini mengikuti SOP RDEE yang telah terstandarisasi, dengan manfaat yang meliputi:
- Membantu melancarkan sirkulasi darah
- Stimulasi titik akupuntur dan zona relaksasi kaki
- Membantu proses penyembuhan penyakit dan meningkatkan kualitas tidur
- Mengatasi insomnia
- Mengeluarkan unsur logam berat dari tubuh
Menariknya, air bekas rendaman kaki tidak dibuang sembarangan. Sesuai anjuran RDEE, air tersebut dapat diencerkan untuk digunakan menyiram tanaman atau dialirkan ke saluran pembuangan air, yang justru akan meningkatkan kualitas lingkungan sekitar.
“Program ini merupakan kegiatan rutin setiap Jumat yang kami selenggarakan untuk masyarakat,” ujar Bangda Abu Hasan, Sekretaris RDEE Kabupaten Pasuruan.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan sederhana berbasis Eco Enzyme mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesehatan dan lingkungan.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme



-
Sekolah Lapang Dinas Kehutanan Kaltim Gandeng RDEE untuk Tingkatkan Kapasitas SDM KTH

RDEE Kalimantan Timur; 25 September 2025
Balikpapan, 25 September 2025 — Dalam rangka memperkuat kapasitas sumber daya manusia Kelompok Tani Hutan (KTH), Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Sekolah Lapang bertema Pelatihan Eco Enzyme dan Produk Turunannya. Kegiatan ini menghadirkan Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Kalimantan Timur sebagai narasumber utama, bertempat di Wisata Tanjung Gading, Balikpapan Utara.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA ini diikuti oleh peserta dari 15 KTH binaan Dinas Kehutanan. Suasana pelatihan yang dilaksanakan di kawasan wisata pantai memberikan semangat dan antusiasme tersendiri bagi para peserta, yang datang dari berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Materi Pelatihan: Dari Teori ke Praktek
Pelatihan ini mencakup teori dan praktik pembuatan Eco Enzyme sesuai dengan SOP RDEE, serta pengolahan produk turunannya seperti RDEE Cuka Apel dan RDEE Cuka Salak. Para peserta diajak memahami manfaat ekologis dan kesehatan dari Eco Enzyme, sekaligus potensi ekonominya sebagai produk unggulan lokal.
Ketua RDEE Kalimantan Timur, Bunda Ruth Nesya Purba, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya meningkatkan kapasitas teknis KTH, tetapi juga membuka peluang baru bagi petani hutan untuk mengembangkan produk berbasis enzyme yang ramah lingkungan dan bernilai jual tinggi.
“Dengan Eco Enzyme, para petani hutan dapat merasakan manfaat langsung bagi kesehatan keluarga dan lingkungan. Produk seperti Cuka Apel dan Cuka Salak bahkan berpotensi menjadi produk unggulan daerah, khususnya bagi petani salak di sekitar Balikpapan,” ujar Bunda Ruth.
Momentum Hari Tani Nasional
Selain sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas SDM KTH, kegiatan ini juga menjadi bentuk perayaan Hari Tani Nasional yang jatuh pada bulan September. Semangat kemandirian, inovasi, dan keberlanjutan menjadi pesan utama yang digaungkan dalam kegiatan ini.
Dinas Kehutanan Kaltim berharap kolaborasi dengan RDEE dapat terus berlanjut, membuka ruang-ruang pembelajaran yang inklusif dan aplikatif bagi petani hutan, serta memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme










-
Eco Enzyme untuk Ketahanan Pangan: RDEE Medan-Deli Serdang dan Poktan Serasi Tanam Padi Organik

Medan-Deli Serdang, 16 September 2025
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Medan-Deli Serdang, di bawah kepemimpinan Yenny S Siregar, terus memperkuat gerakan pertanian sehat berbasis eco enzyme. Kali ini, RDEE mendampingi Kelompok Tani Serasi dalam penanaman padi tadah hujan di lahan seluas 19 hektare di Jalan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari misi RDEE untuk mendorong transformasi pertanian menuju sistem organik yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan eco enzyme sebagai alternatif pupuk dan pestisida kimia, petani diajak untuk menjaga kesehatan, melestarikan lingkungan, dan meningkatkan nilai jual hasil panen.
“Kami ingin petani tidak hanya sehat dan sejahtera, tetapi juga berinovasi agar hasil pertanian mereka berdaya saing tinggi dan berkelanjutan,”
— Yenny S Siregar, Ketua RDEE Medan-Deli SerdangDalam sesi edukasi, Kartini dari PUPT Pertanian Sumut memaparkan dampak buruk residu kimia terhadap kesehatan petani, serta solusi berbasis agen hayati dan pestisida nabati. Penasehat RDEE, drh Joddi Singgih, menambahkan pendekatan spiritual dan ilmiah, serta menekankan pentingnya pengolahan hasil panen seperti dedak dan air tajin, serta kebutuhan akan mesin pengering untuk menjaga kualitas gabah.
Diskusi berlangsung aktif dan penuh semangat. Salah satu inovasi yang dibahas adalah teknologi nano yang diyakini mampu meningkatkan hasil panen hingga 50%. Ketua Poktan Serasi, Wagianto, menyatakan kesiapan menjadikan lahannya sebagai demplot percontohan musim tanam ini, melanjutkan komitmennya sejak bergabung sebagai relawan RDEE pada 2020.
RDEE Medan-Deli Serdang berharap, pendekatan eco enzyme dan kolaborasi lintas sektor ini dapat memperkuat ketahanan pangan Sumatera Utara dan menginspirasi lebih banyak petani untuk beralih ke pertanian sehat.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzye

-
Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Dukung Gerakan Lingkungan Berkelanjutan

RDEE Mojokerto ; 16 september 2025
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Madya Mojokerto menggelar kegiatan pelatihan eco enzyme sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan para anggotanya. Acara berlangsung di aula sentra IKM batik maja Bharama Wastra yang terletak dijalan kedungsari , kecamatan Kota Mojokerto dengan dihadiri puluhan peserta dari berbagai unsur Dharma Wanita.
Pelatihan resmi dibuka oleh Ibu Sekretaris Daerah Kota Mojokerto yang juga selaku penasihat Dharma Wanita Persatuan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya para istri ASN, dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat mengenai gaya hidup ramah lingkungan.
“Eco enzyme ini adalah inovasi yang sederhana namun membawa manfaat luar biasa. Tidak hanya bisa mengurangi sampah organik rumah tangga, tetapi juga menghasilkan produk bermanfaat untuk kebersihan, pertanian, hingga kesehatan. Saya berharap para ibu dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujar Ibu Sekda saat membuka acara.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto, yang selama ini aktif melakukan edukasi dan pendampingan di berbagai komunitas. Para relawan menjelaskan dasar-dasar pembuatan eco enzyme, bahan-bahan yang diperlukan, hingga manfaat nyata yang bisa diperoleh.
Tidak hanya pemaparan teori, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik langsung. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk mencoba membuat formula eco enzyme sendiri dengan bahan sederhana berupa kulit buah, gula, dan air. Suasana pelatihan berjalan interaktif, dipenuhi pertanyaan dan antusiasme dari peserta yang tampak bersemangat mencoba formula baru.
Salah satu peserta mengungkapkan, pelatihan ini memberi wawasan baru tentang bagaimana sampah dapur yang biasanya terbuang sia-sia ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai.
“Kami jadi lebih termotivasi untuk mengurangi sampah rumah tangga dan memanfaatkannya kembali. Ini sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Kota Mojokerto berharap dapat mendorong lahirnya gerakan bersama untuk peduli lingkungan, dimulai dari lingkup rumah tangga hingga masyarakat luas. Selain itu, pelatihan eco enzyme diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung program pemerintah terkait pengelolaan sampah dan pembangunan berkelanjutan.
Acara ditutup dengan foto bersama dan penyerahan hasil praktik peserta sebagai simbol dimulainya gerakan eco enzyme di lingkungan Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto.
Humas RDEE Mojokerto







-
Sosialisasi dan Pelatihan Eco Enzyme Meriahkan Rapat Pleno PKK se-Kecamatan Krembung, Sidoarjo

RDEE MOJOKERTO; 16 september 2025
Semangat pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh Tim Penggerak PKK se-Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Dalam rapat pleno yang digelar pada awal pekan ini, kegiatan tidak hanya diisi dengan agenda rutin organisasi, tetapi juga menghadirkan sosialisasi dan pelatihan eco enzyme sebagai bentuk nyata gerakan ramah lingkungan yang bermanfaat bagi keluarga.
Acara yang berlangsung di balai desa Jenggot Kecamatan Krembung kabupaten sidoarjo tersebut diikuti oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari seluruh desa di wilayah kecamatan. Kehadiran mereka membawa suasana yang hangat, penuh antusiasme, dan sarat dengan rasa kebersamaan.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Bunda Dian Dini Falestina, perwakilan dari Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto, yang selama ini dikenal aktif menggerakkan berbagai komunitas untuk memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk bermanfaat.
Dalam paparannya, Bunda Dian menjelaskan bahwa eco enzyme adalah cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik (kulit buah dan sayur), gula merah, dan air, yang mampu digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga seperti pembersih alami, pupuk cair, hingga penjernih air.
“Gerakan eco enzyme ini sangat tepat bila dikolaborasikan dengan kegiatan PKK. Selain ramah lingkungan, pembuatannya juga mudah dilakukan oleh ibu-ibu di rumah, sehingga bisa menekan limbah dapur sekaligus memberi manfaat ekonomi dan kesehatan,” ungkap Bunda Dian di hadapan peserta.
Tidak hanya teori, peserta juga diajak untuk melakukan praktik langsung membuat eco enzyme. Bahan-bahan sederhana seperti kulit buah, gula merah, dan air disiapkan, lalu ibu-ibu PKK dengan penuh semangat mencoba mencampur dan mengaduk formula sesuai arahan narasumber. Suasana pelatihan menjadi semakin hidup dengan adanya diskusi interaktif, tanya jawab, serta berbagi pengalaman antar peserta.
Secara gratis, Narasumber juga membagikan eco enzyme kepada para peserta, masing masing dapat 1 botol larutan eco enzyme.
Ketua PKK Kecamatan Krembung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami berharap ibu-ibu PKK di Krembung tidak hanya menjadi penggerak keluarga sehat dan sejahtera, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Eco enzyme adalah salah satu langkah kecil dengan dampak besar yang bisa kita lakukan dari rumah masing-masing,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk meneruskan praktik pembuatan eco enzyme di setiap desa. Bahkan, sejumlah kader PKK menyampaikan rencana untuk membuat kelompok kecil produksi eco enzyme di tingkat RT/RW, agar manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, rapat pleno PKK se-Kecamatan Krembung tidak hanya menghasilkan program kerja, tetapi juga melahirkan gerakan nyata yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Humas RDEE Mojokerto




