-
Ratusan Peserta Hadiri Jambore Nasional Relawan Dunia Eco Enzyme ke-3 di Lembah Bougenville

RDEE FOUNDER; 22 Agustus 2025, Lembang, Jawa Barat; 12.00 wib
Suasana sejuk Lembang, Jawa Barat, tepatnya di kawasan Lembah Bougenville, menjadi saksi semaraknya pelaksanaan Jambore Nasional Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) ke-3 yang digelar mulai tanggal 22 hingga 24 Agustus 2025. Kegiatan akbar ini berhasil menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Acara ini menjadi wadah silaturahmi, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat komitmen para relawan dalam mengampanyekan dan mempraktikkan pemanfaatan eco enzyme untuk kelestarian lingkungan. Para peserta datang dengan semangat kebersamaan, membawa misi besar untuk terus menyebarluaskan manfaat eco enzyme di masyarakat.
Jambore nasional tahun ini juga semakin istimewa dengan kehadiran Dewan Pembina dan Founder RDEE, yang menjadi inspirasi sekaligus penguat semangat para relawan dari seluruh Indonesia. Kehadiran para tokoh pendiri menjadi momentum berharga untuk mengingat kembali sejarah lahirnya gerakan ini serta mempertegas arah perjuangan yang lebih luas dan berkesinambungan.
Rencananya, pembukaan resmi jambore akan dilakukan oleh Ketua Umum RDEE, Bangda Danial Kaban, yang dijadwalkan hadir langsung di lokasi. Kehadiran beliau sangat dinantikan para relawan, sebab selain membuka kegiatan secara simbolis, Ketua Umum juga akan memberikan arahan strategis mengenai peran relawan eco enzyme dalam menjawab tantangan lingkungan hidup di masa depan.
Kegiatan jambore ini tidak hanya diisi dengan pertemuan resmi dan seremoni, tetapi juga berbagai agenda menarik. Mulai dari diskusi panel, praktik lapangan, pameran inovasi eco enzyme, hingga kegiatan kebersamaan yang memperkuat rasa persaudaraan antarrelawan. Semua rangkaian acara dirancang untuk memberi pengalaman bermakna sekaligus memperkaya pengetahuan setiap peserta.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap bumi, jambore nasional ke-3 ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan segar serta menguatkan aksi nyata relawan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan eco enzyme.
Humas

















-
Serba-Serbi Perjalanan Menuju Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme

Villa Bougenvile, Lembang, 22–24 Agustus 2025
YRDEE | 21 Agustus 2025Suasana penuh semangat mewarnai perjalanan peserta menuju Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) yang diselenggarakan di Villa Bougenvile, Lembang, Jawa Barat pada tanggal 22–24 Agustus 2025.
Ajang akbar ini mempertemukan relawan-relawan dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Jawa.
Dari Sumatra, rombongan relawan berangkat pada H-1. Peserta dari Medan, Palembang, Riau, hingga Padang menggunakan moda transportasi beragam, mulai dari pesawat terbang hingga perjalanan darat dengan bus dan travel. Mereka membawa semangat kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan hasil karya eco enzyme dari daerah masing-masing. Di beberapa titik perjalanan, rombongan saling berbagi cerita pengalaman dalam memanfaatkan eco enzyme untuk lingkungan dan kesehatan.
Dari Sulawesi, para peserta menempuh perjalanan panjang melalui jalur udara. Dengan membawa atribut khas daerah, mereka menambah warna keberagaman jambore tahun ini. Sementara itu, peserta dari Kalimantan juga terlihat penuh semangat, beberapa bahkan membawa produk olahan eco enzyme yang dikembangkan di komunitas mereka untuk dipamerkan di ajang pertemuan nasional ini.
Peserta dari Pulau Bali tidak kalah antusias. Rombongan yang memilih berangkat melalui jalur darat ke Bandung, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Lembang. Sepanjang perjalanan, suasana penuh canda tawa terdengar di dalam bus yang membawa mereka menanjak ke kawasan pegunungan Bandung Barat.
Sementara itu, dari Pulau Jawa sendiri, peserta datang dari berbagai provinsi: Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jakarta. Dari Jawa Timur, rombongan berangkat menggunakan transportasi kereta api dan kendaraan pribadi dengan titik kumpul di Surabaya dan Mojokerto. Peserta dari Jawa Tengah berangkat melalui jalur darat, membawa semangat gotong royong yang kental. Dari Jakarta, peserta tiba lebih awal dan menyambut kedatangan rekan-rekan dari daerah lain di lokasi acara.
Sepanjang perjalanan menuju Villa Bougenvile Lembang, pemandangan hijau khas pegunungan menambah keceriaan rombongan. Udara sejuk dan segar menjadi penyambut para relawan yang sudah menempuh perjalanan panjang.
Jambore Nasional ke-3 RDEE ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, serta mempererat persaudaraan relawan dari berbagai latar belakang. Perjalanan panjang yang ditempuh para peserta seakan menjadi simbol semangat perjuangan mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan eco enzyme.
Dengan penuh semangat, para relawan dari Sabang sampai Merauke akhirnya berkumpul di satu titik, bersatu dalam cita-cita yang sama: menghadirkan bumi yang lebih sehat dan lestari melalui aksi nyata bersama.
Hidup sehat dibumi yang sehar Bersama Eco Enzyme
Humas










-
Jawa Barat Siap Menjadi Tuan Rumah yang Baik dan Santun pada Gelaran Jambore Nasional Relawan Dunia Eco Enzyme ke-3

YRDEE , 21 Agustus 2025
Jawa barat telah menunjukkan kesiapannya menjadi tuan rumah yang baik dan santun dalam menyambut ribuan peserta Jambore Nasional Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) ke-3 yang akan digelar pada tanggal 22 hingga 24 Agustus 2025 di Villa Bougenvile, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Panitia Pelaksana, Enih Halimah, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga rangkaian acara yang sarat dengan nilai edukasi, kebersamaan, serta semangat pelestarian lingkungan.
“Sebagai tuan rumah, Jawa Barat tidak hanya menyiapkan tempat yang nyaman, tetapi juga ingin menghadirkan suasana ramah dan penuh kekeluargaan bagi seluruh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kami ingin para relawan pulang dengan membawa pengalaman indah dan ilmu bermanfaat,” ujar Enih Halimah dengan penuh semangat.
Peserta dari Sabang sampai Merauke
Ratusan relawan dari berbagai penjuru tanah air akan hadir, mulai dari Sumatra (Medan, Palembang, Padang, Lampung), Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga berbagai daerah di Pulau Jawa. Keberagaman daerah asal peserta mencerminkan semangat persatuan dalam gerakan menjaga bumi melalui pemanfaatan eco enzyme.
Para peserta akan menempuh perjalanan panjang menuju Lembang, sebagian menggunakan jalur udara menuju Bandara Kertajati maupun Soekarno-Hatta, lalu melanjutkan perjalanan darat ke lokasi acara. Ada pula rombongan yang memilih jalur darat penuh untuk mengusung semangat kebersamaan sepanjang perjalanan.
Agenda Padat Bernuansa Edukasi dan Kebersamaan
Panitia telah menyiapkan agenda padat yang meliputi seminar, lokakarya pembuatan dan pemanfaatan eco enzyme, diskusi terbuka mengenai aksi lingkungan, hingga praktik langsung di lapangan. Selain itu, kegiatan outbond, pertunjukan seni budaya, dan malam keakraban juga akan mewarnai jambore, menghadirkan perpaduan antara edukasi dan hiburan.
“Kami ingin Jambore Nasional ini tidak hanya menjadi ajang temu relawan, tetapi juga wadah pembelajaran yang menyenangkan. Nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan cinta lingkungan akan selalu kami tekankan,” tambah Enih Halimah.
Jawa Barat Tampilkan Keramahan Lokal
Sebagai tuan rumah, Jawa Barat akan menampilkan ciri khas keramahan dan kesantunan masyarakat Sunda. Para peserta akan disambut dengan kuliner lokal khas Bandung, pertunjukan seni tradisional, serta keramahan warga yang siap membantu para tamu dari luar daerah.
Pemerintah daerah dan berbagai komunitas di sekitar Lembang juga mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini, mengingat peran eco enzyme yang semakin penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi limbah rumah tangga, dan memperbaiki kualitas udara.
Gelaran jambore ini diharapkan tidak hanya menjadi pertemuan rutin, tetapi juga momentum lahirnya komitmen bersama dalam gerakan penyelamatan bumi. Ketua Panitia menegaskan bahwa semangat yang dibawa dari Jawa Barat ini akan terus menular ke daerah-daerah lain, sehingga gerakan eco enzyme semakin meluas dan berdampak nyata bagi lingkungan.
“Jawa Barat ingin dikenal bukan hanya sebagai tuan rumah yang baik, tetapi juga sebagai daerah yang terus berkomitmen menjaga kelestarian alam. Kami yakin, dengan persaudaraan para relawan dari seluruh Indonesia, kita bisa melangkah bersama menuju lingkungan yang lebih sehat,” tutup Enih Halimah.
Humas





-
SDN Balongsari 3 Kota Mojokerto Gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme, Dorong Edukasi Lingkungan Sejak Dini

SDN Balongsari 3 Mojokerto Holds Eco Enzyme Workshop, Promotes Early Environmental Education
RDEE Mojokerto – 19/08/2025SDN Balongsari 3 Kota Mojokerto yang berlokasi di Jl. Gajah Mada No. 151, Kecamatan Magersari, menggelar pelatihan pembuatan eco enzyme pada Selasa (19/8/2025).
SDN Balongsari 3 Mojokerto, located at Jl. Gajah Mada No. 151, Magersari District, held an eco enzyme production workshop on Tuesday (August 19, 2025).Kegiatan ini diikuti oleh guru, siswa, dan perwakilan komite sekolah, dengan menghadirkan narasumber dari Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto.
The event was attended by teachers, students, and school committee representatives, featuring speakers from Eco Enzyme Global Volunteers (RDEE) Mojokerto.Kepala Sekolah SDN Balongsari 3, Lely Edna Dwiyanti, membuka acara secara resmi dan menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak usia dini.
Principal Lely Edna Dwiyanti officially opened the event, emphasizing the importance of environmental education from an early age.“Anak-anak harus kita kenalkan sejak dini tentang bagaimana menjaga lingkungan. Melalui eco enzyme, mereka bisa belajar bahwa sampah organik ternyata dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
“Children must be introduced early to environmental care. Through eco enzyme, they learn that organic waste can be transformed into something useful,” she said.Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan cara sederhana membuat eco enzyme menggunakan kulit buah, gula merah atau molase, dan air.
During the workshop, participants learned how to make eco enzyme using simple ingredients: fruit peels, brown sugar or molasses, and water.Narasumber menjelaskan proses fermentasi selama tiga bulan serta manfaat eco enzyme setelah jadi.
The speaker explained the three-month fermentation process and the various benefits of the final product.Para siswa tampak antusias saat mencampurkan bahan-bahan di wadah plastik yang disediakan. Dengan bimbingan guru dan relawan, mereka mulai memahami bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi solusi ramah lingkungan.
Students were enthusiastic as they mixed the ingredients in prepared containers. Guided by teachers and volunteers, they began to understand that waste management can be eco-friendly.Eco enzyme memiliki banyak manfaat, seperti cairan pembersih alami, pupuk cair, penyegar udara, dan pengusir bau.
Eco enzyme offers many benefits, such as natural cleaning liquid, liquid fertilizer, air freshener, and odor remover.“Eco enzyme adalah bukti nyata bahwa dari sampah bisa lahir manfaat. Jika anak-anak terbiasa, maka budaya ini bisa terus dibawa ke rumah dan diterapkan oleh keluarga,” jelas salah satu relawan.
“Eco enzyme is living proof that waste can bring benefits. If children get used to it, this habit can be carried home and practiced by families,” said one volunteer.Sekolah berkomitmen menjadikan eco enzyme sebagai bagian dari program berkelanjutan. Hasil praktik siswa akan disimpan di ruang khusus sebagai bank eco enzyme sekolah.
The school is committed to making eco enzyme part of its sustainability program. Students’ products will be stored in a dedicated space as the school’s eco enzyme bank.Kepala Sekolah berharap kegiatan ini menjadi gerakan bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
The Principal hopes this initiative becomes a joint movement between the school, parents, and the community.“Kami ingin SDN Balongsari 3 menjadi sekolah percontohan dalam edukasi lingkungan, sehingga siswa tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga punya kepedulian nyata terhadap bumi,” tegasnya.
“We want SDN Balongsari 3 to be a model school for environmental education, where students are not only smart in class but also truly care for the Earth,” she affirmed.Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh semangat. Banyak peserta menyatakan keinginan untuk membuat eco enzyme di rumah setelah memahami manfaatnya.
The workshop was lively and full of enthusiasm. Many participants expressed interest in making eco enzyme at home after learning its benefits.Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis hasil praktik siswa kepada pihak sekolah. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelajar dan masyarakat sekitar.
The event concluded with a symbolic handover of students’ eco enzyme products to the school. This workshop is expected to be a meaningful start in fostering environmental awareness among students and the local community.Humas RDEE Mojokerto
RDEE Mojokerto Public Relations




-
Penyemprotan Eco Enzyme Bersama Wali Kota Mojokerto: Langkah Nyata Menyegarkan Udara Kota

Eco Enzyme Spraying with the Mayor of Mojokerto: A Concrete Step to Refresh City Air
RDEE Mojokerto – 17 Agustus 2025Dalam rangka menjaga kualitas udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, Pemerintah Kota Mojokerto bersama Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) mengadakan kegiatan penyemprotan larutan eco enzyme ke udara, Minggu (17/8/2025).
To promote clean air and a healthier environment, the Mojokerto City Government and the Eco Enzyme Global Volunteers (RDEE) held an eco enzyme spraying event on Sunday (August 17, 2025).
Kegiatan ini dilaksanakan usai Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Gelora A. Yani dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, SE.
The event took place after the Independence Day ceremony at Gelora A. Yani and was attended by Mojokerto Mayor Ika Puspitasari, SE.
Penyemprotan dilakukan secara serentak dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Forum Kota Mojokerto Sehat (FKMS), dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).
The spraying was carried out simultaneously with support from the Environmental Agency (DLH), Mojokerto Healthy City Forum (FKMS), and the Fire Department.
Larutan eco enzyme yang berasal dari fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran ini dipercaya mampu menyerap polutan, menetralisir bau, dan menyegarkan udara secara alami.
Eco enzyme, made from fermented organic kitchen waste such as fruit and vegetable peels, is believed to absorb pollutants, neutralize odors, and naturally refresh the air.
“Penyemprotan eco enzyme ini menjadi simbol komitmen bersama bahwa menjaga bumi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui gotong royong pemerintah, komunitas, dan masyarakat,” ujar Wali Kota.
“This eco enzyme spraying symbolizes our shared commitment that protecting the Earth cannot be done alone—it requires collaboration between government, communities, and citizens,” said the Mayor.
Ketua RDEE Mojokerto M. Ghufron, menambahkan bahwa eco enzyme tidak hanya bermanfaat untuk udara, tetapi juga dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas air dan tanah.
The head of RDEE Mojokerto M. Ghufron,added that eco enzyme is not only beneficial for air but can also improve water and soil quality.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap pelestarian lingkungan dan mulai memanfaatkan eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
Through this cross-sector collaboration, it is hoped that the public will become more environmentally conscious and begin using eco enzyme in daily life.
Humas / Public Relations RDEE Mojokerto






-
Mamilah Fest 2025 – Padang Goes to Zero Waste

Padang, 16 Agustus 2025 – RDEE Region Sumatera Barat
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Region Sumatera Barat turut berpartisipasi dalam Festival Pengelolaan Sampah bertajuk “Mamilah Fest – Padang Goes to Zero Waste”, yang diselenggarakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Penguatan Peran Aktif Masyarakat terhadap Sistem Pengelolaan Sampah Kota Padang, dalam mendukung proyek nasional Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP).
Acara berlangsung pada hari Sabtu, 16 Agustus 2025, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di Taman Museum Adityawarman, Jl. Diponegoro No.10, Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Peserta dan Undangan
Festival ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain:
- Pengurus ISWMP Pusat
- Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang
- Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat
- Kepala Balai Pemilihan Jasa Konstruksi Wilayah Sumatera Barat
- Kepala Balai Penyedia Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera III
- Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis
- Unsur BPBPK Sumatera Barat
- BUMN, BUMD, dan sektor swasta Kota Padang
- Kepala Badan dan Dinas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat
- DPRD, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah se-Kota Padang
- Perguruan Tinggi dan komunitas pengelola sampah di Kota Padang
Kontribusi RDEE
Dalam kesempatan tersebut, RDEE Region Sumatera Barat memperkenalkan konsep dan manfaat Eco Enzyme melalui SOP RDEE, serta berbagai produk turunannya yang mendukung pengelolaan sampah organik, kesehatan lingkungan, pertanian, dan peternakan. Edukasi ini menjadi bagian dari komitmen RDEE dalam mendorong solusi berkelanjutan berbasis masyarakat.
RDEE Region Sumatera Barat sekaligus RDEE Kota Padang menyambut baik inisiatif ini, dan berharap peran Eco Enzyme dapat semakin diperluas serta dimanfaatkan secara optimal di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat.
ENGLISH VERSION
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Region of West Sumatra participated in the Waste Management Festival titled “Mamilah Fest – Padang Goes to Zero Waste”, organized by the Regional Office for Building, Infrastructure, and Area Planning (BPBPK) of West Sumatra in collaboration with the Padang City Government. This event is part of the initiative to Strengthen Community Participation in Padang City’s Waste Management System, supporting the national project Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP).
The festival was held on Saturday, August 16, 2025, starting at 07.00 AM until completion, at Adityawarman Museum Park, Jl. Diponegoro No.10, Belakang Tangsi, Padang Barat District, Padang City.
Attendees and Invitees
The event was attended by key stakeholders, including:
• ISWMP Central Management
• Head of Sumatera V River Basin Office
• Head of National Road Implementation Office of West Sumatra
• Head of Construction Services Procurement Office of West Sumatra
• Head of Housing and Settlement Area Provision Office of Sumatera III
• Head of Strategic Infrastructure Implementation Unit
• BPBPK West Sumatra personnel
• State-owned and private enterprises in Padang
• Heads of Agencies and Departments of West Sumatra Provincial Government
• DPRD, sub-district heads, village heads, health center heads, and school principals under Padang City Government
• Universities and waste management communities in PadangRDEE’s Contribution
RDEE Region of West Sumatra showcased the concept and benefits of Eco Enzyme through its official SOP, along with derivative products that support organic waste management, environmental health, agriculture, and livestock sectors. This educational effort reflects RDEE’s commitment to promoting community-based sustainable solutions.RDEE Region and RDEE Padang City warmly welcomed the initiative, hoping that Eco Enzyme’s role will continue to grow and bring broader benefits across West Sumatra Province.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme








-
Launching Kebun PKK RT 07 RW 02 Kelurahan Bukit Lama, Palembang

Palembang, 16 Agustus 2025 – RDEE Region Sumatera Selatan
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan, telah dilaksanakan Launching Kebun PKK RT 07 RW 02 Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat Satu, Kota Palembang, pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Sosialisasi SOP Eco Enzyme oleh Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE).
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Ilir Barat Satu, Bapak Alexander, S.Ip., M.Si., bersama Ketua RW 02, Ketua RT 07, Ketua RW 06, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Ketua RDEE Region Sumatera Selatan, Bambang Mulyanie—yang akrab disapa Bangwo—menyampaikan pentingnya penggunaan cairan Eco Enzyme sebagai pendamping dalam pengelolaan Kebun Obat dan Kolam Terpal Ikan. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan Eco Enzyme secara bersama-sama sebagai bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme untuk mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat bagi pertanian dan perikanan skala rumah tangga maupun skala besar.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme








-
Pemkot Mojokerto dan RDEE Siapkan Penyemprotan Eco Enzyme Usai Upacara 17 Agustus, Wali Kota Dijadwalkan Hadir

Mojokerto, 15 Agustus 2025
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Mojokerto bersama Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto menggelar rapat koordinasi persiapan kegiatan penyemprotan larutan eco enzyme ke udara. Aksi lingkungan ini dijadwalkan berlangsung tepat setelah upacara detik-detik proklamasi pada 17 Agustus 2025 dan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Mojokerto.
Rapat koordinasi digelar di ruang pertemuan Kantor Pemerintah Kota Mojokerto dan diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan relawan eco enzyme, unsur TNI–Polri, serta komunitas lingkungan. Agenda utama rapat meliputi pembahasan teknis pelaksanaan penyemprotan, penentuan titik lokasi prioritas, serta pengaturan waktu agar kegiatan berjalan tertib dan efektif.
Ketua RDEE Mojokerto, M. Ghufron, S.Pd., menjelaskan bahwa penyemprotan larutan eco enzyme bertujuan untuk membantu menjaga kualitas udara dan mengurangi polusi, sekaligus menjadi bentuk kontribusi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Momentum 17 Agustus menjadi simbol semangat gotong royong dan cinta tanah air. Melalui aksi ini, kita ingin mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga bumi, dimulai dari udara yang kita hirup,” ujarnya.
Wali Kota Mojokerto dijadwalkan hadir dan memimpin langsung pelepasan tim penyemprot eco enzyme usai pelaksanaan upacara bendera di Alun-Alun Kota Mojokerto. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai secara historis, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata menjaga lingkungan hidup untuk generasi mendatang.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta lingkungan, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh aksi positif yang dapat ditiru oleh daerah lain, sekaligus menambah semarak perayaan HUT RI di Kota Mojokerto.
Humas RDEE Mojokerto




-
PKK Se-Kecamatan Prajurit Kulon Antusias Ikuti Pelatihan Eco Enzyme untuk Lingkungan Lebih Sehat

Mojokerto, 13 Agustus 2025
Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan, puluhan anggota PKK dari seluruh kelurahan di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, mengikuti Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Prajurit Kulon pada Rabu (13/8).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto yang memberikan materi seputar manfaat eco enzyme, teknik pembuatannya, serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan limbah organik rumah tangga untuk menghasilkan cairan serbaguna yang ramah lingkungan.
Ketua PKK Kecamatan Prajurit Kulon dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mengajak kaum ibu untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami berharap para peserta tidak hanya mempraktikkan di rumah, tetapi juga mengajak warga sekitar untuk ikut membuat eco enzyme. Dengan langkah kecil ini, kita bisa memberi dampak besar bagi lingkungan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta diajak untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan eco enzyme menggunakan bahan sederhana seperti kulit buah, gula merah, dan air. Narasumber menjelaskan bahwa cairan hasil fermentasi ini memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk organik, hingga penjernih air.
Ketua RDEE Mojokerto, M. Ghufron, S.Pd., menekankan bahwa gerakan eco enzyme bukan sekadar membuat produk ramah lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mengelola sampah secara bijak.
“Eco enzyme adalah gerakan perubahan. Ketika masyarakat mulai mengolah limbahnya sendiri, maka kita sedang membangun budaya baru yang lebih peduli terhadap bumi,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif, dengan peserta aktif berdiskusi dan bertanya. Banyak dari mereka menyatakan minat untuk menjadikan eco enzyme sebagai program rutin PKK di masing-masing kelurahan.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan gerakan eco enzyme di Kecamatan Prajurit Kulon dapat menjadi contoh sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Humas RDEE Mojokerto





-
RDEE Mojokerto Libatkan Tenaga Medis dalam Pelatihan Eco Enzyme untuk Pengelolaan Limbah Organik

Mojokerto, 27 Juli 2025
Dalam rangka mendukung gerakan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik, Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto menggelar Pelatihan Eco Enzyme yang ditujukan khusus bagi tenaga medis. Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian pelatihan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2025.
Pelatihan awal ini memperkenalkan konsep dasar pembuatan eco enzyme—larutan serbaguna hasil fermentasi limbah organik seperti sisa buah dan sayur. Eco enzyme dikenal memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk organik, hingga solusi sanitasi yang ramah lingkungan.
Peserta pelatihan terdiri dari tenaga medis yang berasal dari puskesmas, klinik, dan fasilitas layanan kesehatan lainnya di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memperluas praktik pengelolaan limbah organik, tidak hanya di rumah tangga, tetapi juga di lingkungan kerja sektor kesehatan.
“Dengan melibatkan tenaga medis, kami ingin menciptakan ekosistem sadar lingkungan yang lebih luas, termasuk di sektor kesehatan. Limbah organik medis non-B3 masih menjadi tantangan, dan eco enzyme adalah salah satu solusi alami yang bisa dikembangkan,” ujar Susilawati, Koordinator Pelatihan.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi tentang:
- Teknik dasar fermentasi eco enzyme untuk hasil optimal
- Aplikasi eco enzyme di lingkungan kerja tenaga medis
- Penggunaan eco enzyme untuk sanitasi, pertanian organik, dan mitigasi limbah
- Praktik langsung pembuatan dan penyimpanan eco enzyme dalam skala besar
Melalui pelatihan ini, RDEE Mojokerto berharap para tenaga medis dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat pelestarian lingkungan ke dalam praktik kerja dan komunitas masing-masing.
Humas RDEE Mojokerto







