• Talk Show Mamilah Fest 2025 RDEE Padang Dorong Solusi Nyata Menuju Zero Waste

    Talk Show Mamilah Fest 2025 RDEE Padang Dorong Solusi Nyata Menuju Zero Waste

    RDEE Padang, Sumatera Barat; 26 Agustus 2025

    Sampah bukan sekadar masalah lingkungan—ia adalah cerminan perilaku dan kesadaran kita. Namun, solusi ada di tangan kita. Inilah semangat yang diusung dalam Talk Show Mamilah Fest 2025: Padang Goes to Zero Waste, sebuah forum inspiratif yang menghadirkan tokoh-tokoh penggerak perubahan dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.

    Salah satu sorotan utama dalam talk show ini adalah keikutsertaan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Padang, yang diwakili oleh Bunda Ir. Ana Susanti Yusman, M.Eng. Dalam sesi yang penuh edukasi dan semangat kolaboratif, beliau memaparkan peran strategis Eco Enzyme sebagai solusi pengolahan sampah organik skala rumah tangga, kantor, dan lingkungan sekitar.

    Melalui penjelasan yang lugas dan aplikatif, Bunda Ana menguraikan:

    • Apa itu Eco Enzyme: Cairan hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sayur, yang mengandung enzim aktif dan mikroorganisme baik.
    • Penemu Eco Enzyme: Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand, yang mengembangkan metode ini sebagai bagian dari gerakan pertanian alami dan pengelolaan lingkungan.
    • Manfaat Eco Enzyme untuk mengurai sampah organik: Mempercepat proses dekomposisi, mengurangi bau, dan menghasilkan cairan yang dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga disinfektan.
    • Manfaat di rumah tangga: Eco Enzyme dapat digunakan untuk membersihkan lantai, kamar mandi, mencuci buah, bahkan menyiram tanaman.
    • Cara pembuatan dari sampah dapur: Menggunakan rumus sederhana 1:3:10 (1 bagian gula, 3 bagian limbah organik, dan 10 bagian air), difermentasi selama minimal 3 bulan.
    • Lama fermentasi: Idealnya 90 hari, namun bisa lebih lama untuk hasil yang lebih kuat dan stabil.

    Talk show ini menjadi ruang dialog yang membangun, mempertemukan pemerintah, komunitas, dan masyarakat umum dalam satu visi: mengurangi timbulan sampah melalui langkah kecil yang berdampak besar.

    YRDEE

  • Pernyataan Bersama Relawan Dunia Eco Enzyme di Puncak Farewel Party Jambore Nasional ke-3

    Pernyataan Bersama Relawan Dunia Eco Enzyme di Puncak Farewel Party Jambore Nasional ke-3

    YRDEE; 23 Agustus 2025

    Malam puncak Farewel Party Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) berlangsung penuh kehangatan, kebersamaan, dan makna mendalam. Di tengah suasana haru sekaligus gembira, seluruh relawan dari berbagai provinsi di Indonesia menyatukan suara dalam sebuah pernyataan bersama yang mengikat semangat persaudaraan dan komitmen perjuangan menjaga bumi.

    Dengan lantang, para relawan menyuarakan kalimat penuh makna:

    “Kami dan Kamu adalah Kita. Satu dalam Kebersamaan Cita, Cinta, dan Rasa.”

    Pernyataan ini menjadi simbol persatuan seluruh peserta jambore, menegaskan bahwa perjuangan menjaga lingkungan dan menyebarkan manfaat eco enzyme bukan hanya tugas individu atau kelompok tertentu, tetapi adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalani dengan hati yang tulus.

    Momen deklarasi ini disampaikan di tengah rangkaian acara Farewel Party yang sebelumnya diisi dengan kebersamaan melalui santap malam, pertukaran kado, hingga untaian doa syukur. Saat pernyataan bersama dikumandangkan, suasana menjadi hening sesaat sebelum disambut tepuk tangan gemuruh dan sorak semangat dari para peserta yang hadir.

    “Kalimat ini bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah ikrar yang lahir dari hati kami semua. Bahwa relawan RDEE ada bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk bersama-sama menjadi cahaya bagi bumi, bagi sesama manusia, dan bagi masa depan generasi,” ungkap salah satu relawan senior yang mewakili pembacaan pernyataan bersama.

    Di balik kata “Kami dan Kamu adalah Kita”, terkandung filosofi kebersamaan tanpa batas. Tidak ada sekat antar daerah, latar belakang, ataupun jabatan. Semua bersatu dalam satu tujuan yang sama: menghadirkan harmoni antara manusia dengan alam. Sementara kalimat “Satu dalam Kebersamaan Cita, Cinta, dan Rasa” merefleksikan tekad untuk terus berkarya, menebar kasih, dan menjaga persaudaraan di setiap langkah.

    Suasana malam itu semakin syahdu ketika seluruh relawan mengangkat tangan bersama-sama sebagai simbol persatuan. Api semangat kebersamaan benar-benar terasa, seakan menyalakan energi baru bagi para relawan yang setelah kembali ke daerah masing-masing akan tetap membawa spirit yang sama.

    Farewel Party ini menjadi penutup yang indah dari rangkaian Jambore Nasional ke-3 RDEE. Tidak hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi juga meneguhkan ikatan emosional di antara para relawan lintas provinsi. Dengan pernyataan bersama tersebut, seluruh relawan meyakini bahwa Jambore bukanlah akhir dari kebersamaan, melainkan titik awal untuk melangkah lebih kuat dan lebih kompak dalam perjuangan.

    Jambore Nasional ke-3 RDEE kali ini bukan hanya sekadar pertemuan, melainkan ruang lahirnya komitmen baru: menjaga bumi dengan penuh cinta, mempererat persaudaraan dengan rasa, dan merawat cita-cita bersama untuk dunia yang lebih baik.

    Humas

  • Tari Karo Sarat Filosofi Ramaikan Farewell Party Jambore Nasional ke-3 RDEE

    Tari Karo Sarat Filosofi Ramaikan Farewell Party Jambore Nasional ke-3 RDEE

    YRDEE; 23 Agustus 2025

    Malam perpisahan atau farewell party Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) semakin meriah dengan hadirnya suguhan budaya yang sarat makna. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah penampilan Tari Karo yang dipersembahkan langsung oleh Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), Bangda Danial Kaban, bersama sang istri.

    Tari Karo, yang berasal dari etnis Batak Karo di Sumatera Utara, bukan sekadar tarian rakyat biasa. Tarian ini dikenal sebagai simbol kebersamaan, sukacita, dan penghormatan kepada sesama. Dalam tradisi Karo, tarian ini kerap dihadirkan dalam perayaan besar sebagai wujud syukur serta ungkapan persaudaraan tanpa sekat. Kehadirannya di tengah suasana farewell party menjadi penegasan filosofi yang sejalan dengan semangat Jambore Nasional RDEE: kebersamaan, persaudaraan, dan harmoni antara manusia serta alam.

    Dengan iringan musik tradisional yang ritmis, Ketua Umum YRDEE bersama istri tampil anggun dan penuh semangat, menggerakkan tangan dan langkah kaki mengikuti alunan khas Karo. Tepuk tangan meriah dari ratusan peserta yang hadir bergema di aula, menandakan apresiasi sekaligus kekaguman terhadap keberanian dan kerendahan hati seorang pemimpin yang mau turut menari bersama relawannya.

    Momen ini bukan hanya menghibur, melainkan juga menjadi simbol perekat persaudaraan lintas daerah. Para peserta dari berbagai provinsi – mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali hingga Nusa Tenggara – merasa tersentuh, karena tarian tersebut seolah mengingatkan bahwa keberagaman budaya Indonesia adalah kekayaan yang patut dirayakan bersama.

    “Melalui Tari Karo ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa relawan RDEE adalah satu keluarga besar. Kita berbeda suku, budaya, dan asal daerah, tetapi kita satu tujuan untuk menjaga bumi melalui gerakan eco enzyme,” ungkap Danial Kaban yang setelah penampilan, disambut tepuk tangan hangat seluruh peserta.

    “Kita harus Bangga dengan asal usul kita dan harus menjaganya

    Dalam kesempatan ini, tarian dan kain Uis Nipes dan Beka Buluh memiliki makna dan filosofi

    Uis Nipes adalah kain tenun khas yang dikenakan oleh perempuan Karo dalam berbagai acara adat. Filosofinya mencerminkan peran perempuan sebagai penjaga nilai, penghubung antar generasi, dan pelindung keluarga.

    Beka Buluh adalah kain tenun berwarna dasar merah dengan benang emas, dikenakan oleh laki-laki Karo dalam acara bahagia seperti pernikahan dan pelunasan utang adat.

    Keduanya bukan sekadar kain, melainkan narasi visual tentang nilai-nilai Karo: kebijaksanaan, kasih sayang, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap siklus hidup ” ucap Danial kaban

    “Relawan datang dari berbagai Daerah, Suku, Agama, Golongan, Usia dan lain lain.

    Datang, menjadi satu… jadi satu semangat, satu visi, satu tujuan

    Kembali ke tempat masing2 dengan semangat,  visi dan kebaikan dalam RDEE” lanjutnya

    “Serta mengajak Relawan untuk menyatukan visi dan semangat yang sama untuk dijalankan didaerah masing masing dengan selalu mengedepankan kearifan lokal” lanjutnya lagi

    Selain menjadi penampilan istimewa, Tari Karo di malam perpisahan juga menambah nilai filosofis dari seluruh rangkaian Jambore Nasional ke-3 RDEE. Bagi para relawan, tarian tersebut menghadirkan energi positif sekaligus meninggalkan kenangan mendalam, bahwa gerakan pelestarian lingkungan tidak lepas dari nilai-nilai kearifan lokal dan budaya bangsa.

    Farewell party yang diisi dengan makan malam bersama, tukar kado, hingga pesta kembang api, terasa semakin lengkap dengan hadirnya Tari Karo. Penampilan Ketua Umum YRDEE bersama istri menjadi bukti nyata bahwa pemimpin dan relawan berjalan beriringan, saling menguatkan, dan merayakan perbedaan dalam harmoni.

    Dengan demikian, Jambore Nasional ke-3 RDEE tidak hanya menorehkan kesan kebersamaan dalam aksi lingkungan, tetapi juga meninggalkan jejak budaya yang memperkaya pengalaman para peserta. Malam itu, Tari Karo menjadi penutup penuh makna, menyatukan sukacita, rasa haru, dan semangat persaudaraan yang akan terus dibawa pulang oleh setiap relawan ke daerah masing-masing.

    Humas

  • Closing Ceremony Jambore Nasional ke-3 RDEE: Harmoni Angklung di Saung Udjo dan Penunjukan Bali Sebagai Tuan Rumah 2026

    Closing Ceremony Jambore Nasional ke-3 RDEE: Harmoni Angklung di Saung Udjo dan Penunjukan Bali Sebagai Tuan Rumah 2026

    YRDEE; 24 Agustus 2025

    Rangkaian Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) resmi ditutup dengan penuh keceriaan, kebersamaan, dan harapan besar di Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/8/2025). Closing ceremony kali ini menjadi penutup yang tak hanya berkesan, namun juga sarat makna, karena seluruh peserta jambore nasional diajak untuk menyatu dalam permainan angklung, instrumen tradisional khas Sunda yang menggambarkan harmoni dan kebersamaan.

    Sejak pagi hari, suasana Saung Udjo sudah dipenuhi dengan antusiasme para relawan dari berbagai provinsi/region di Indonesia. Dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Jawa, seluruh peserta berkumpul dalam satu irama, memainkan angklung secara serentak. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa meski berasal dari daerah yang berbeda, seluruh relawan RDEE memiliki satu visi yang sama: menjaga bumi dan memperluas gerakan eco enzyme di seluruh pelosok negeri.

    Turut hadir dalam acara penutupan ini Founder RDEE, Dewan Pembina, serta jajaran Dewan Pengurus Pusat YRDEE. Mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga ikut larut memainkan angklung bersama peserta. Dentingan angklung yang dimainkan secara kolektif menciptakan harmoni indah, membangun suasana penuh kekeluargaan, seakan menegaskan bahwa gerakan eco enzyme bukan sekadar kegiatan lingkungan, melainkan juga wadah persaudaraan lintas daerah.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum YRDEE

    Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) Bangda Danial Kaban menyampaikan rasa syukur dan bangga atas suksesnya pelaksanaan Jambore Nasional ke-3.

    “Di sini kita belajar bahwa kebersamaan adalah energi terbesar dalam perjuangan menjaga bumi.

    Melalui angklung, kita diingatkan bahwa harmoni hanya bisa terwujud jika setiap individu berperan dengan tulus dan penuh kesadaran,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Puncak dari closing ceremony ini adalah pengumuman resmi mengenai tuan rumah Jambore Nasional ke-4. Dengan penuh tepuk tangan dan sorak-sorai, diumumkan bahwa Provinsi/Region  Bali telah ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Nasional ke-4 RDEE tahun 2026. Keputusan ini disambut hangat oleh seluruh peserta, mengingat Bali dikenal sebagai daerah dengan kekayaan alam, budaya, dan komitmen kuat terhadap lingkungan hidup.

    Perwakilan relawan dari Bali yang hadir pun menerima tongkat estafet penyelenggaraan dengan penuh rasa tanggung jawab. Mereka berjanji akan menghadirkan jambore yang lebih besar, lebih meriah, dan tetap menjaga semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan.

    Closing ceremony di Saung Udjo kemudian ditutup dengan lantunan musik tradisional dan suasana penuh suka cita. Para relawan pulang membawa kenangan manis, energi baru, dan tekad kuat untuk kembali ke daerah masing-masing, melanjutkan gerakan eco enzyme dengan semangat yang lebih menyala.

    Dengan berakhirnya Jambore Nasional ke-3 ini, RDEE sekali lagi membuktikan bahwa gerakan kecil yang dilakukan bersama dapat menimbulkan dampak besar. Dan dengan ditetapkannya Bali sebagai tuan rumah tahun 2026, seluruh relawan kini menatap masa depan dengan optimisme bahwa jambore berikutnya akan semakin mempererat persaudaraan dan memperluas aksi nyata untuk bumi.

    Humas

  • Farewell Party Jambore Nasional ke-3 RDEE: Malam Penuh Makna, Kebersamaan, dan Keceriaan

    Farewell Party Jambore Nasional ke-3 RDEE: Malam Penuh Makna, Kebersamaan, dan Keceriaan

    RDEE FOUNDATION ; 23 Agustus 2025

    Suasana haru sekaligus meriah menyelimuti malam terakhir gelaran Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) yang digelar di Lembah Bougenville, Lembang, Jawa Barat. Setelah tiga hari penuh kegiatan yang sarat edukasi, aksi nyata, dan kebersamaan, para relawan menutup rangkaian acara dengan Farewell Party yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

    Acara perpisahan ini dimulai dengan jamuan makan malam istimewa, di mana panitia menyajikan hidangan utama kambing guling sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Seluruh peserta berkumpul di area utama yang telah dihias meriah dengan lampu temaram, dan api unggun  menambah hangat suasana di udara dingin khas Lembang. Gelak tawa, canda, dan obrolan akrab di antara peserta menjadikan makan malam tersebut bukan sekadar santap bersama, melainkan juga momentum untuk mempererat ikatan persaudaraan.

    Tak berhenti di situ, acara tukar kado turut menjadi bagian yang paling ditunggu. Dengan penuh antusias, para relawan saling memberikan bingkisan sederhana namun sarat makna, mencerminkan semangat berbagi yang selama ini menjadi ruh gerakan Eco Enzyme. Momen ini memunculkan kehangatan tersendiri, karena setiap hadiah membawa cerita, doa, dan harapan dari satu relawan untuk relawan lainnya.

    Suasana semakin hidup dengan berbagai penampilan hiburan yang diisi oleh para peserta sendiri. Lagu, tarian, hingga permainan kreatif spontan mengisi panggung, membuat suasana malam penuh dengan keceriaan dan keakraban. Tawa pecah, tepuk tangan menggema, dan rasa persaudaraan semakin kuat terjalin, seakan menegaskan bahwa RDEE bukan sekadar komunitas, melainkan keluarga besar yang saling menguatkan.

    Suasana makin terasa hangat dikala Ketua Umum bersama istri menampilkan Tarian dari Suku Karo, bersamaan dengan pembagian mitella oleh founder YRDEE, Tak ayal lagi , semua peserta larut dalam kebersamaan bahkan turut menirukan gerakan tari dari Ketua Umum beserta Istri.

    “Kita harus Bangga dengan asal usul kita dan harus menjaganya

    Relawan datang dari berbagai Daerah, Suku, Agama, Golongan, Usia dll

    Datang, menjadi satu… jadi satu semangat, satu visi, satu tujuan

    Kembali ke tempat masing2 dengan semangat,  visi dan kebaikan dalam RDEE” ungkap Danial kaban

    “Serta mengajak Relawan untuk menyatukan visi dan semangat yang sama untuk dijalankan didaerah masing masing dengan selalu mengedepankan kearifan lokal” lanjutnya

    Puncak acara Farewell Party ditandai dengan momen refleksi bersama. Para relawan diajak untuk sejenak merenung, mengingat kembali perjalanan selama jambore, perjuangan masing-masing di daerah asal, serta harapan besar untuk masa depan gerakan Eco Enzyme.

    Dalam sesi ini, Founder  YRDEE, DR.SURYA YUSUF.SE.MS  berpesan agar semangat yang lahir dari jambore ini tidak berhenti di Lembang, melainkan dibawa pulang ke daerah masing-masing.

    “Malam ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah baru. Kita semua telah mengisi ulang energi, dan saatnya kembali ke kota masing-masing dengan semangat baru, tenaga penuh, dan tekad kuat untuk terus menggerakkan Eco Enzyme demi bumi yang lebih baik,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Sebagai penutup, panitia menghadirkan letupan kembang api yang menghiasi langit malam Lembang, seakan menjadi simbol semangat yang membara dari para relawan. Saling berpelukan, berswafoto, hingga janji untuk kembali bertemu di jambore berikutnya menjadi penanda berakhirnya perhelatan akbar ini.

    Farewell Party Jambore Nasional ke-3 RDEE bukan sekadar acara perpisahan, melainkan malam penuh makna yang memperkuat kebersamaan, menghadirkan keceriaan, dan memberikan suntikan semangat baru. Para relawan kini kembali ke daerah masing-masing dengan hati yang penuh syukur, jiwa yang hangat, dan tenaga yang tercas ulang untuk terus berkarya dan mengabdi bagi kelestarian lingkungan.

    Humas

  • Sharing Session Organisasi dan Pengembangan Relawan Meriahkan Jambore Nasional ke-3 RDEE

    Sharing Session Organisasi dan Pengembangan Relawan Meriahkan Jambore Nasional ke-3 RDEE

    Lembang, Jawa Barat — 23 Agustus 2025

    Dalam rangkaian kegiatan Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE), RDEE Foundation menyelenggarakan Sharing Session Organisasi dan Pengembangan Relawan yang berlangsung di Lembah Bougenville, Lembang, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan menjadi salah satu agenda strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan relawan gerakan eco enzyme.

    Sesi ini menghadirkan jajaran Dewan Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), serta relawan senior yang telah berpengalaman dalam membangun komunitas di tingkat lokal maupun regional. Diskusi berlangsung terbuka dan interaktif, memberikan ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola organisasi serta strategi pengembangan relawan di berbagai wilayah.

    Dalam pemaparan materi, para narasumber menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi agar program eco enzyme dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Topik yang dibahas meliputi strategi regenerasi kader relawan, sistem pendampingan, serta pengembangan jejaring antarwilayah untuk memperluas jangkauan gerakan.

    Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi relawan muda yang aktif berbagi pengalaman dan gagasan inovatif, mulai dari edukasi lingkungan di sekolah, kolaborasi dengan pemerintah daerah, hingga pemanfaatan media sosial sebagai alat kampanye lingkungan yang efektif.

    “Relawan adalah tulang punggung gerakan eco enzyme. Dengan wadah organisasi yang solid, kita bisa memastikan bahwa misi ini terus berlanjut lintas generasi,” ujar salah satu pengurus pusat YRDEE dalam sesi tersebut.

    Suasana semakin hangat ketika peserta dari berbagai daerah saling bertukar cerita tentang tantangan dan keberhasilan mereka di lapangan. Dari Medan hingga Makassar, Bali hingga Kalimantan, dan seluruh Region Pulau Jawa, semua menyatukan visi untuk memperluas manfaat eco enzyme bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

    Sharing session ini tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi, tetapi juga mempererat solidaritas antarrelawan. Diharapkan, pasca Jambore Nasional ke-3 ini, gerakan eco enzyme akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan di Indonesia.

    Humas RDEE Foundation

  • Rapat Nasional Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme Digelar dalam Rangkaian Jambore Nasional ke-3 RDEE

    Rapat Nasional Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme Digelar dalam Rangkaian Jambore Nasional ke-3 RDEE

    Lembang, Jawa Barat; 23 Agustus 2025

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Jambore Nasional ke-3 Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE), Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) menyelenggarakan Rapat Nasional pada Sabtu (23/8/2025) di Lembah Bougenville, Lembang, Jawa Barat. Forum ini menjadi wadah strategis bagi pengurus pusat, pengurus daerah, dan relawan dari berbagai provinsi untuk merumuskan arah kebijakan serta program kerja yayasan ke depan.

    Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Umum YRDEE, Bangda Danial Kaban, didampingi jajaran pengurus, dewan pembina, dan dewan pengawas. Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh keakraban, namun tetap serius dalam membahas isu-isu strategis yang menyangkut masa depan gerakan eco enzyme di Indonesia.

    Dalam sambutannya, Danial Kaban menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pengurus pusat dan relawan di daerah.

    “Eco Enzyme bukan sekadar gerakan lingkungan, tetapi juga gerakan peradaban untuk menyelamatkan bumi dan generasi mendatang. Melalui Rapat Nasional ini, kita ingin menyamakan visi, menyusun strategi, serta memperkuat jaringan kerja agar gerakan ini semakin berdampak luas,” ujarnya.

    Agenda rapat mencakup evaluasi program kerja tahun sebelumnya, pembentukan struktur organisasi di tingkat regional, serta perencanaan program lintas sektor yang meliputi bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Para peserta juga menyampaikan aspirasi dan masukan terkait tantangan di lapangan, mulai dari edukasi publik hingga strategi kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan.

    Rapat Nasional ini menjadi momen bersejarah karena dilaksanakan bersamaan dengan Jambore Nasional RDEE ke-3 yang dihadiri oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Hasil rapat akan dirumuskan dalam bentuk Kesepakatan Nasional Gerakan Eco Enzyme, yang akan menjadi panduan kerja YRDEE dalam menjalankan misi pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

    Dengan terselenggaranya rapat ini, Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme semakin meneguhkan perannya sebagai motor penggerak gerakan lingkungan berbasis eco enzyme di Indonesia, serta memperkuat komitmen untuk menjadi teladan dalam menjaga kelestarian bumi.

    Humas YRDEE

  • Gathering Jambore Nasional ke-3 RDEE Hadirkan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan

    Gathering Jambore Nasional ke-3 RDEE Hadirkan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan

    Lembang, Jawa Barat — 23 Agustus 2025

    Ratusan relawan dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul dalam acara Gathering Jambore Nasional ke-3 yang diselenggarakan oleh Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) di kawasan Lembah Bougenville, Lembang, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan nuansa penuh keceriaan, kebersamaan, dan semangat menjaga kelestarian lingkungan.

    Sejak pagi, area jambore dipenuhi senyum dan tawa peserta. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarrelawan, tetapi juga menghadirkan beragam kegiatan interaktif seperti permainan kekompakan, sesi edukatif, dan aktivitas kebersamaan yang memperkuat solidaritas lintas generasi.

    Ketua Umum RDEE, Bangda Danial Kaban, menyampaikan bahwa gathering ini merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan antarrelawan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga bumi.

    “Semangat kita adalah semangat gotong royong, menjaga bumi bersama, sekaligus menguatkan rasa kekeluargaan dalam keluarga besar RDEE,” ujarnya.

    Kemeriahan semakin terasa saat panitia menghadirkan berbagai permainan tradisional yang mengundang gelak tawa dan antusiasme peserta. Lomba kelompok, yel-yel kreatif, serta pertunjukan seni daerah yang dibawakan oleh perwakilan dari berbagai provinsi turut memperkaya suasana.

    Sebagai penutup, malam api unggun dan doa bersama menjadi simbol persatuan dan harapan akan masa depan bumi yang lebih lestari. Cahaya api unggun yang menyala di tengah dinginnya malam Lembang menciptakan momen reflektif yang membekas di hati seluruh peserta.

    Gathering Jambore Nasional ke-3 RDEE tahun ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga memperkuat tekad para relawan untuk terus berkontribusi dalam gerakan pelestarian lingkungan di seluruh penjuru negeri.

    Humas RDEE

  • Panitia Jambore Nasional Ke-3 RDEE Bagikan Merchandise, Open Ceremony Semakin Meriah

    Panitia Jambore Nasional Ke-3 RDEE Bagikan Merchandise, Open Ceremony Semakin Meriah

    YRDEE; 22 Agustus 2025; Lembang, Jawa Barat

    Suasana pembukaan Jambore Nasional Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) ke-3 di Lembah Bougenville, Lembang, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2025), semakin meriah dengan berbagai kejutan dari panitia. Salah satu yang paling ditunggu-tunggu peserta adalah pembagian beragam merchandise menarik sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan dari kegiatan berskala nasional ini.

    Merchandise yang dibagikan berupa kaos edisi khusus, totebag ramah lingkungan, pin, hingga tumbler dengan logo resmi Jambore Nasional ke-3 RDEE.

    Bagi peserta, hadiah ini bukan sekadar suvenir, melainkan simbol kebersamaan dan semangat dalam gerakan peduli lingkungan melalui eco enzyme.

    “Merchandise ini kami bagikan agar peserta punya kenangan tersendiri sekaligus semakin bangga menjadi bagian dari keluarga besar Relawan Dunia Eco Enzyme. Semua barang yang dipilih juga ramah lingkungan dan bisa dipakai sehari-hari,” ujar Ketua Panitia, Enih Halimah.

    Antusiasme peserta terlihat jelas ketika merchandise dibagikan setelah dimulainya acara pembukaan. Suasana menjadi semakin semarak, ditambah penampilan tari tradisional Jawa Barat dan harmoni angklung dari Saung Angklung Udjo yang membuat open ceremony penuh warna budaya Nusantara.

    Jambore Nasional RDEE ke-3 ini dihadiri ratusan relawan dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali hingga Jawa. Acara resmi dibuka oleh Ketua Umum RDEE, Bangda Danial Kaban, yang menekankan pentingnya gerakan eco enzyme sebagai bagian dari aksi nyata menjaga bumi.

    Dengan rangkaian acara yang penuh keceriaan, edukasi, dan kebersamaan, jambore kali ini diharapkan menjadi momentum memperkuat jejaring relawan sekaligus mendorong lebih banyak aksi lingkungan yang berkelanjutan.

    Humas

  • Open Ceremony Jambore Nasional Relawan Dunia Eco Enzyme ke-3 Resmi Dibuka, Meriah dengan Tari Tradisional dan permainan Angklung Bilik Udjo

    Open Ceremony Jambore Nasional Relawan Dunia Eco Enzyme ke-3 Resmi Dibuka, Meriah dengan Tari Tradisional dan permainan Angklung Bilik Udjo

    YRDEE; 22 Agustus 2025

    Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pembukaan Jambore Nasional Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) ke-3 yang digelar di kawasan hijau dan sejuk Lembah Bougenville, Lembang, Jawa Barat, Jumat (22/8/2025). Acara besar yang dihadiri ratusan relawan dari berbagai provinsi di Indonesia ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum RDEE, Bangda Danial Kaban.

    Dalam sambutannya, Danial Kaban menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh relawan yang datang dari berbagai penjuru nusantara, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi. Menurutnya, keberadaan eco enzyme bukan hanya sekadar gerakan lingkungan, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk membangun kesadaran kolektif menjaga bumi dan alam dari kerusakan.

    “Hari ini kita bukan hanya berkumpul untuk jambore, tetapi juga memperkuat tekad bersama menjaga bumi. Eco enzyme adalah wujud nyata kepedulian kita pada alam. Dari rumah tangga, sekolah, hingga komunitas, kita bisa melakukan perubahan besar,” ujar Danial Kaban dengan penuh semangat.

    Dimeriahkan Seni Tradisional Jawa Barat

    Keagungan acara pembukaan semakin terasa dengan hadirnya penampilan seni budaya khas Jawa Barat. Tari tradisional sunda yang dibawakan oleh penari-penari muda membuka rangkaian hiburan dengan penuh keanggunan dan energi, menghadirkan nuansa kearifan lokal yang sarat makna persahabatan, penghormatan, serta kebersamaan.

    Tak hanya itu, penampilan Harmony Angklung dari Saung Angklung Udjo berhasil memukau peserta. Alunan musik angklung yang dimainkan secara harmonis membawa suasana hangat, mempersatukan semua peserta dari berbagai daerah dalam kebersamaan nada. Lagu-lagu nasional dan daerah dibawakan, membuat para relawan tak ragu ikut bernyanyi bersama.

    “Angklung adalah simbol harmoni, sama seperti gerakan eco enzyme yang mengajarkan keseimbangan antara manusia dengan alam. Semoga semangat harmoni ini bisa kita bawa dalam aksi nyata menjaga lingkungan,” ujar salah satu pimpinan Saung Angklung Udjo dalam kesempatan tersebut.

    Ajang Silaturahmi Nasional Relawan

    Pembukaan jambore ini menjadi titik awal rangkaian kegiatan hingga 24 Agustus mendatang. Selain diskusi lingkungan, workshop, dan praktik pembuatan eco enzyme, para peserta juga akan mengikuti agenda penanaman pohon, gerakan bersih lingkungan, serta berbagi pengalaman lintas komunitas.

    Dengan semangat kekeluargaan yang kuat, jambore ini juga menjadi wadah silaturahmi antar relawan dari seluruh Indonesia. Suasana akrab terlihat ketika peserta saling menyapa dan berfoto bersama, sembari membawa harapan bahwa kegiatan ini bisa memberikan dampak besar untuk kelestarian alam.

    Acara open ceremony yang penuh kehangatan ini menegaskan bahwa Jambore Nasional RDEE ke-3 bukan sekadar pertemuan, tetapi sebuah gerakan moral dan aksi nyata yang akan terus menyebarkan semangat peduli lingkungan ke seluruh penjuru nusantara.

    Humas