-
Mengapa Fermentasi Menggunakan Madu Mentah (Raw Honey) Lama (1 Tahun)

YRDEE, 12 Maret 2026
Madu mentah alias raw honey adalah jenis madu yang tidak mengalami proses pengolahan, sehingga kandungan gizinya pun cenderung lebih banyak dan bervariasi.
SNI madu di Indonesia diatur dalam standar SNI 8664:2018 yang menetapkan persyaratan mutu, pengelolaan pasca panen, dan pengujian laboratorium untuk memastikan keaslian serta kualitas madu. Standar ini mencakup madu hutan, madu budidaya, dan madu lebah tanpa sengat.
Mengapa Lama Fermentasi Menggunakan Madu Mentah / Raw Honey Minimal 1 Tahun?
- Kompleksitas Komposisi Madu: Madu murni mengandung berbagai senyawa kompleks seperti enzim alami, asam organik, antioksidan, dan senyawa bioaktif lain yang memerlukan waktu lebih lama untuk berinteraksi dan bertransformasi selama fermentasi.
- Fermentasi Mikroba yang Lebih Lambat: Mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi madu, termasuk bakteri dan khamir, bekerja lebih lambat karena kandungan gula yang berbeda dan sifat antimikroba alami madu yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba tertentu.
- Pembentukan Metabolit Khusus: Lama fermentasi yang lebih panjang memungkinkan pembentukan metabolit sekunder yang lebih kompleks dan bermanfaat, seperti antibiotik alami, senyawa anti-inflamasi, dan peningkatan aktivitas enzim protease dan lipase yang lebih tinggi.
- Stabilitas dan Kualitas Produk: Fermentasi selama minimal 1 tahun membantu menghasilkan Classic Enzyme dengan kualitas yang stabil, rasa yang lebih halus, dan manfaat kesehatan yang lebih optimal, termasuk peningkatan sistem imun, pembersihan darah, dan efek anti-aging.
- Pengurangan Risiko Kontaminasi: Lama fermentasi yang panjang juga membantu memastikan fermentasi berjalan secara penuh anaerobik dan mengurangi risiko kontaminasi mikroba patogen.
Berikut adalah uraian proses dan reaksi utama yang terjadi selama fermentasi full anaerob pada fermentasi Classic Enzyme:
- Fermentasi Anaerob Gula oleh Mikroorganisme
- Gula sederhana dalam madu (fruktosa dan glukosa) dan gula dari buah difermentasi oleh mikroorganisme anaerob seperti ragi dan bakteri asam laktat.
- Reaksi utama adalah konversi gula menjadi etanol dan asam organik melalui jalur fermentasi anaerob.
- Reaksi umum fermentasi alkohol:
C6H12O6 (glukosa) → 2 C2H5OH (etanol) + 2 CO2 (karbon dioksida) + energi
- Produksi Asam Organik
- Selain etanol, bakteri asam laktat mengubah gula menjadi asam laktat:
C6H12O6 → 2 CH3CHOHCOOH (asam laktat) + energi
- Asam asetat juga dapat terbentuk dari oksidasi etanol oleh bakteri asetat jika ada oksigen terbatas.
- Aktivitas Enzim Klasik Selama Fermentasi
- Enzim dari bahan buah dan madu serta enzim yang dihasilkan mikroorganisme berperan dalam degradasi komponen kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana.
- Enzim seperti amilase, protease, dan pektinase membantu memecah pati, protein, dan pektin dari buah.
- Reaksi Kimia dan Biokimia Lainnya
- Degradasi senyawa fenolik dan pembentukan senyawa bioaktif yang meningkatkan nilai gizi dan rasa.
- Penurunan kadar gula total dan peningkatan asam organik menyebabkan perubahan pH dan rasa fermentasi.
- Kondisi Full Anaerob
- Proses fermentasi berlangsung tanpa kehadiran oksigen, sehingga jalur metabolisme mikroorganisme diarahkan ke fermentasi anaerob.
- Karbon dioksida yang dihasilkan biasanya terlepas dari sistem, sedangkan etanol dan asam organik tetap dalam larutan.
Kandungan Setelah Fermentasi 1 Tahun
Berdasarkan literatur dan penelitian fermentasi full anaerob pada madu dan campuran buah, hasil fermentasi selama 1 tahun menghasilkan berbagai senyawa bioaktif dan produk fermentasi sebagai berikut:
- Asam Organik: Asam asetat, asam laktat, asam propionat, asam butirat, dan asam lainnya yang berkontribusi pada rasa asam dan pengawetan alami.
- Etanol : Etanol dalam kadar rendah hingga sedang, tergantung mikroorganisme yang aktif selama fermentasi.
- Gas: Karbon dioksida (CO2) sebagai hasil samping fermentasi anaerobik.
- Enzim: Enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme fermentasi yang dapat meningkatkan aktivitas biologis madu.
- Probiotik: Mikroorganisme hidup yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
- Polifenol dan Antioksidan: Peningkatan kandungan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan bahan awal.
- Vitamin dan Mineral: Beberapa vitamin (misalnya vitamin B kompleks) dan mineral yang tetap terjaga atau meningkat selama fermentasi.
- Asam amino dan peptida: Produk degradasi protein dari buah yang dapat meningkatkan nilai gizi.
- Senyawa aromatik dan rasa: Senyawa volatil yang memberikan aroma dan rasa khas hasil fermentasi.
Fermentasi full anaerob selama 1 tahun pada campuran madu dan buah tropis ini menghasilkan produk yang kaya akan senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan nilai gizi, rasa, dan manfaat kesehatan madu fermentasi

-
RDEE Gresik Edukasi Eco Enzyme & Berbagi Takjil
Gresik, 1 Maret 2026 – Suasana sore di sekitar Bandar Grisse terasa berbeda pada Minggu pertama bulan Maret. Komunitas RDEE Gresik bersama KBSG menggelar kegiatan penuh makna: berbagi takjil untuk masyarakat sekaligus memberikan edukasi ringan mengenai manfaat Eco Enzyme.
Acara ini berjalan lancar dan penuh kehangatan. Warga sekitar antusias menerima takjil sambil mendengarkan penjelasan singkat tentang pentingnya menjaga bumi melalui pemanfaatan Eco Enzyme. Edukasi ini sejalan dengan visi RDEE: “Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme.”
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Tatik Tahe selaku perwakilan pengurus menyampaikan rasa terima kasih mendalam:
“Kami mewakili pengurus RDEE Gresik & KBSG mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak ibu serta bangda bunda yang sudah menyisihkan rezekinya untuk acara ini. Semoga rezeki bapak ibu semakin lancar dan dicatat sebagai amalan di akhirat nanti. Aamiin.”
Kegiatan ini bukan hanya sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan. Dengan semangat kebersamaan, RDEE Gresik berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga bumi melalui langkah sederhana namun bermanfaat, seperti pemanfaatan Eco Enzyme.

-
Kolaborasi Lintas Generasi: SDN Jasem Gelar Pembuatan Eco Enzim Bareng Paguyuban

Cinta Lingkungan di Hari Kasih Sayang
Mojokerto — Sabtu, 14 Februari 2026, halaman terbuka SDN Jasem dipenuhi suasana hangat penuh kebersamaan. Alih-alih merayakan Hari Kasih Sayang dengan bunga atau cokelat, sekolah Adiwiyata Nasional ini memilih menghadirkan cinta yang lebih luas: cinta terhadap bumi. Ratusan siswa bersama ibu-ibu Paguyuban bergandengan tangan dalam kegiatan pembuatan Eco Enzim massal, sebuah langkah nyata untuk mengurangi sampah organik sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Mojokerto — On Saturday, February 14, 2026, the open yard of SDN Jasem was filled with warmth and togetherness. Instead of celebrating Valentine’s Day with flowers or chocolates, this National Adiwiyata School chose to express a broader love: love for the Earth. Hundreds of students and mothers from the Paguyuban joined hands in a mass Eco Enzyme making activity, a concrete step to reduce organic waste while nurturing environmental awareness from an early age.
Harmoni Lintas Generasi
Kegiatan ini bukan sekadar praktik pengolahan sampah. Ia menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, di mana anak-anak belajar langsung dari orang tua, dan orang tua hadir sebagai pendamping aktif.
- Pemilahan bahan dilakukan bersama, memastikan kulit buah segar dan bersih.
- Rasio formula 1:3:10 dijelaskan dengan telaten, agar siswa memahami keseimbangan antara air, gula merah/molase, dan sampah organik.
- Proses pencampuran menjadi momen kebersamaan: tangan kecil dan tangan dewasa bergerak serempak, menciptakan harmoni sederhana namun penuh makna.
This activity was more than just waste processing practice. It became a space for intergenerational encounters, where children learned directly from their parents, and parents acted as active mentors.
- Sorting materials together, ensuring fruit peels were fresh and clean.
- The 1:3:10 formula ratio was carefully explained, helping students understand the balance between water, brown sugar/molasses, and organic waste.
- Mixing process turned into a moment of togetherness: small hands and adult hands moved in harmony, creating simple yet meaningful collaboration.
Makna Strategis
Sebagai sekolah Adiwiyata Nasional, SDN Jasem menegaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup tidak berhenti di bangku kelas. Pelibatan Paguyuban berfungsi sebagai:
- Jembatan Edukasi: Pengetahuan siswa diperkuat dengan praktik di rumah.
- Penguatan Karakter: Anak-anak belajar menghargai proses pengolahan limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna.
- Dukungan RDEE Mojokerto: Kegiatan ini sejalan dengan gerakan regional dalam pengurangan sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.
As a National Adiwiyata School, SDN Jasem emphasizes that environmental education does not stop in the classroom. Involving the Paguyuban serves as:
- Educational Bridge: Students’ knowledge is reinforced through practice at home.
- Character Building: Children learn to value the process of turning waste into something useful.
- Support from RDEE Mojokerto: This activity aligns with regional efforts to reduce household waste at its source.
Suara Inspiratif
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Dining, pengajar sekaligus Plt. RDEE Mojokerto, menyampaikan:
“Hari Kasih Sayang kali ini kami rayakan dengan cara yang berbeda. Kami ingin anak-anak belajar bahwa cinta bukan hanya untuk sesama, tetapi juga untuk bumi. Dengan melibatkan orang tua, kami berharap nilai-nilai keberlanjutan bisa terus hidup di rumah, sehingga generasi mendatang tumbuh dengan kesadaran menjaga lingkungan.”
On this occasion, Bunda Dining, teacher and Acting Head of RDEE Mojokerto, shared:
“This Valentine’s Day we celebrate in a different way. We want children to learn that love is not only for each other, but also for the Earth. By involving parents, we hope sustainability values will continue to live at home, so future generations grow with awareness to protect the environment.”
Kesan & Harapan
Suasana hangat terasa sepanjang kegiatan. Para siswa tampak antusias memotong bahan organik, sementara ibu-ibu Paguyuban dengan sabar membimbing teknis pembuatannya. Cairan Eco Enzim yang dibuat hari ini diprediksi akan siap panen pada bulan Mei 2026 mendatang, setelah melalui masa fermentasi selama 90 hari di bawah pengawasan Tim Lingkungan Hidup SDN Jasem.
The warm atmosphere lasted throughout the activity. Students enthusiastically cut organic materials, while mothers patiently guided the technical process. The Eco Enzyme produced today is expected to be ready for harvest in May 2026, after a 90-day fermentation period under the supervision of SDN Jasem’s Environmental Team.
Penutup
Kolaborasi ini membuktikan bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui pendampingan wali murid, pembuatan Eco Enzim di SDN Jasem bukan sekadar tugas sekolah, melainkan sebuah gaya hidup yang diwariskan kepada generasi penerus. Dari Mojokerto, pesan itu bergema: cinta sejati adalah cinta yang menjaga bumi untuk masa depan.
This collaboration proves that preserving the environment is a shared responsibility. Through parental involvement, Eco Enzyme making at SDN Jasem is not just a school task, but a lifestyle passed down to future generations. From Mojokerto, the message resonates: true love is love that protects the Earth for the future.
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)

-
Gerakan YPS: Sosialisasi dan Workshop Eco Enzyme di Surabaya, Sinergi RDEE Jawa Timur

Sampah Terpilah, Lingkungan Cerah
Surabaya, 13 Februari 2026 — Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, menjadi pusat kegiatan edukasi lingkungan ketika Relawan RDEE Jawa Timur menggelar Sosialisasi dan Workshop Eco Enzyme. Acara yang dimulai pukul 13.30 ini merupakan bagian dari Gerakan YPS (Yuk Pilah Sampah) dengan tema “Sampah Terpilah, Lingkungan Cerah.”
Kegiatan ini diselenggarakan oleh RDEE Surabaya dengan dukungan penuh dari RDEE Gresik, menghadirkan relawan lintas daerah yang bersatu dalam misi edukasi pengelolaan sampah organik dan pembuatan Eco Enzyme sebagai solusi ramah lingkungan.
Relawan yang Hadir
RDEE Surabaya:
- Bangda Andriyatno Tanto
- Bangda Dwi Agustus
- Bunda Netty Tri Wahjoeoetami
- Bunda Endang S Hartono
- Bunda Suyatmi
RDEE Gresik:
- Bunda Tatik Erawati
- Bunda Noveritha
- Bunda Indah
Kehadiran para relawan ini memperkuat semangat kolaborasi lintas wilayah, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah gerakan bersama.
Kutipan Bang Andriyatno Tanto
Dalam kesempatan tersebut, Bang Andriyatno Tanto, Pembina RDEE Surabaya, menyampaikan:
“Gerakan YPS ini bukan hanya tentang memilah sampah, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif. Dengan workshop Eco Enzyme, kita ingin masyarakat melihat bahwa sampah organik bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Harapan kami, kegiatan ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan Surabaya dan sekitarnya.”
Edukasi dan Praktik
Workshop Eco Enzyme memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai:
- Pemilahan sampah organik sebagai bahan dasar.
- Rasio formula 1:3:10 (gula merah/molase : sampah organik : air).
- Proses pencampuran dan fermentasi hingga menghasilkan larutan Eco Enzyme.
Manfaat Eco Enzyme untuk sampah organik:
- Berfungsi sebagai dekomposer yang mempercepat penguraian sampah organik menjadi kompos.
- Mengurangi bau tidak sedap dari sampah organik.
- Membantu menjaga kebersihan lingkungan dengan mengurangi timbunan sampah.
- Dapat digunakan sebagai pengurai sisa pupuk kimia dan menyederhanakan unsur hara tanah sehingga tanaman lebih cepat menyerap unsur hara.
- Berpotensi meningkatkan kualitas air bila digunakan dalam pengolahan limbah cair.
Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga praktik nyata yang dapat diterapkan di rumah masing-masing.
Harapan Berkelanjutan
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan dengan cara sederhana namun berdampak luas. Dengan sinergi RDEE Surabaya dan RDEE Gresik, Gerakan YPS diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjadikan pemilahan sampah dan pengolahan organik sebagai gaya hidup sehari-hari.
Penutup
Sosialisasi dan Workshop Eco Enzyme di Sukomanunggal Surabaya membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dari relawan hingga masyarakat, semua pihak bersatu dalam semangat “Sampah Terpilah, Lingkungan Cerah.”
YPS Movement: Eco Enzyme Socialization and Workshop in Surabaya, RDEE East Java Synergy
Sorted Waste, Brighter Environment
Surabaya, February 13, 2026 — Sukomanunggal District, Surabaya, became the center of environmental education activities as RDEE East Java volunteers held an Eco Enzyme Socialization and Workshop. The event, which began at 1:30 PM, was part of the YPS Movement (Yuk Pilah Sampah / Let’s Sort Waste) with the theme “Sorted Waste, Brighter Environment.”
Organized by RDEE Surabaya with full support from RDEE Gresik, the program brought together cross-regional volunteers united in the mission of educating communities on organic waste management and eco enzyme production as an environmentally friendly solution.
Volunteers Present
RDEE Surabaya:
- Bangda Andriyatno Tanto
- Bangda Dwi Agustus
- Bunda Netty Tri Wahjoeoetami
- Bunda Endang S Hartono
- Bunda Suyatmi
RDEE Gresik:
- Bunda Tatik Erawati
- Bunda Noveritha
- Bunda Indah
The presence of these volunteers strengthened the spirit of cross-regional collaboration, showing that environmental care is a shared movement.
Statement from Bang Andriyatno Tanto
On this occasion, Bang Andriyatno Tanto, Advisor of RDEE Surabaya, stated:
“The YPS Movement is not only about sorting waste, but about building collective awareness. Through the Eco Enzyme workshop, we want people to see that organic waste can be processed into something useful. Our hope is that this activity becomes a small step with a big impact on Surabaya’s environment and beyond.”
Education and Practice
The Eco Enzyme workshop provided participants with hands-on experience in:
- Sorting organic waste as raw material.
- Applying the 1:3:10 formula ratio (brown sugar/molasses : organic waste : water).
- Mixing and fermenting processes to produce eco enzyme solution.
Benefits of Eco Enzyme for organic waste:
- Acts as a decomposer, accelerating the breakdown of organic waste into compost.
- Reduces unpleasant odors from organic waste.
- Helps maintain cleaner surroundings by reducing waste accumulation.
- Functions as a natural soil enhancer, breaking down chemical fertilizer residues and simplifying nutrients for faster plant absorption.
- Has the potential to improve water quality when used in liquid waste treatment.
Participants gained not only knowledge but also practical skills that can be applied in their own households.
Sustainable Outlook
This activity is clear evidence that environmental education can be carried out in simple yet impactful ways. With the synergy between RDEE Surabaya and RDEE Gresik, the YPS Movement is expected to inspire communities to adopt waste sorting and organic processing as part of their daily lifestyle.
Closing
The Eco Enzyme Socialization and Workshop in Sukomanunggal, Surabaya, proved that environmental care is a shared responsibility. From volunteers to the wider community, all parties united under the spirit of “Sorted Waste, Brighter Environment.”
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Region Jawa Timur

-
Sedekah Eco Enzyme Mahasiswa UNU Pasuruan, Wujud Kepedulian Berkelanjutan untuk Danau Ranu Grati

Kepedulian Nyata di Tepian Ranu
Pasuruan, 13 Februari 2026 — Semilir angin Danau Ranu Grati membawa suasana berbeda sore itu. Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan bersama Yayasan Sukun Tujuh Delapan menggelar kegiatan Sedekah Eco Enzyme, sebuah aksi nyata kepedulian lingkungan yang melibatkan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Sebanyak 3.000 liter eco enzyme dituangkan ke perairan danau seluas 155 hektare. Langkah ini bukan sekadar simbol, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga kualitas air dan ekosistem Ranu Grati.
Sinergi Multi Pihak
Kegiatan ini dihadiri sekitar 45 undangan, termasuk donatur dari RSBL Kedawung, Indonesia Power, dan PT. Cheil Jedang Indonesia. Hadir pula Rektor UNU Pasuruan, Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si., bersama jajaran pimpinan kampus yang menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan peduli lingkungan.
Eco enzyme yang dituangkan diyakini mampu:
- Mengurai kandungan amoniak di perairan.
- Meningkatkan kualitas air secara alami.
- Mendorong pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan.
- Mempermudah budidaya ikan khas Ranu Grati, sekaligus menghemat pakan.
Suara Bangda Abu Hasan
Dalam kesempatan tersebut, Bangda Abu Hasan, Sekretaris RDEE Pasuruan sekaligus penggagas gerakan Peduli Ranu, menyampaikan:
“Sedekah Eco Enzyme ini adalah wujud kepedulian berkelanjutan. Kita ingin menunjukkan bahwa menjaga Ranu Grati bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan melibatkan mahasiswa, dunia usaha, dan masyarakat, kita membangun ekosistem peduli yang akan terus hidup dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.”
Perspektif Akademisi
Rektor UNU Pasuruan, Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat dan ekosistem danau.
Harapan Berkelanjutan
Danau Ranu Grati adalah aset penting Jawa Timur, dikelola oleh Pemerintah Provinsi untuk aspek perairan, sementara sektor wisata berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Sinergi lintas sektor yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi berkelanjutan.
Melalui gerakan Sedekah Eco Enzyme, Yayasan Sukun Tujuh Delapan bersama mahasiswa UNU Pasuruan menegaskan bahwa kepedulian lingkungan bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen bersama. Harapannya, Ranu Grati tetap lestari, sekaligus menjadi destinasi wisata peduli lingkungan yang memberi manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat Pasuruan.
Eco Enzyme Charity by UNU Pasuruan Students: A Sustainable Commitment to Ranu Grati Lake
Real Care at the Lakeside
Pasuruan, February 13, 2026 — The gentle breeze of Ranu Grati Lake carried a different atmosphere that afternoon. Students from Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, together with Yayasan Sukun Tujuh Delapan, held the Eco Enzyme Charity event — a tangible act of environmental care involving academia, businesses, and the local community.
A total of 3,000 liters of eco enzyme were poured into the waters of the 155-hectare lake. This step was not merely symbolic, but a sustainable commitment to preserving water quality and the ecosystem of Ranu Grati.
Multi-Sector Synergy
The event was attended by around 45 guests, including donors from RSBL Kedawung, Indonesia Power, and PT. Cheil Jedang Indonesia. Also present was the Rector of UNU Pasuruan, Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si., along with university leaders, affirming full support for this environmental movement.
The eco enzyme poured into the lake is believed to:
- Break down ammonia content in the water.
- Improve water quality naturally.
- Stimulate plankton growth as natural fish feed.
- Facilitate fish cultivation in Ranu Grati while reducing feed costs.
Voice of Bangda Abu Hasan
On this occasion, Bangda Abu Hasan, Secretary of RDEE Pasuruan and initiator of the Peduli Ranu movement, stated:
“This Eco Enzyme Charity is a manifestation of sustainable care. We want to show that protecting Ranu Grati is not only the government’s duty, but a shared responsibility. By involving students, businesses, and the community, we are building a caring ecosystem that will continue to thrive and benefit future generations.”
Academic Perspective
Rector of UNU Pasuruan, Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si., emphasized that student involvement in this activity is part of the implementation of the university’s tridharma, particularly community service. He expressed hope that similar initiatives would be carried out regularly so that the benefits could be increasingly felt by both the community and the lake’s ecosystem.
Sustainable Hopes
Ranu Grati Lake is a vital asset of East Java, managed by the Provincial Government for water resources, while tourism falls under the authority of the Pasuruan Regency Government through the Tourism Office. The cross-sector synergy demonstrated in this activity is expected to serve as a real example of sustainable collaboration.
Through the Eco Enzyme Charity movement, Yayasan Sukun Tujuh Delapan and UNU Pasuruan students reaffirm that environmental care is not just ceremonial, but a shared commitment. The hope is that Ranu Grati will remain preserved, becoming a model of eco-conscious tourism that provides both ecological and economic benefits for the people of Pasuruan.
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)

-
SDN Jasem Panen Eco Enzyme Bersama RDEE Mojokerto

Mojokerto, 13 Februari 2026 – Gema hijau kembali bergema di SDN Jasem. Sekolah peraih penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional ini menggelar kegiatan Panen Eco Enzyme bersama RDEE Mojokerto dan Paguyuban Wali Murid.
Komitmen Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Bunda Masruchi Adyningsih—akrab disapa Bunda Dining dari RDEE—menegaskan bahwa produksi Eco Enzyme bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata komitmen sekolah dalam menjaga lingkungan. Didampingi Bangda Ahmad Muslim Bahri, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya wali murid, agar gerakan peduli lingkungan semakin meluas.
Detail Kegiatan
- Nama Kegiatan: Panen Eco Enzyme bersama RDEE Mojokerto
- Lokasi: SDN Jasem, Kabupaten Mojokerto
- Waktu: Jumat, 13 Februari 2026
- Peserta: Paguyuban Wali Murid SDN Jasem dan Tim Adiwiyata Sekolah
Perjalanan Fermentasi
Eco Enzyme yang dipanen kali ini merupakan hasil fermentasi kulit buah dan sayuran sejak November 2025. Selama tiga bulan penuh, proses dilakukan dengan teliti hingga menghasilkan cairan berwarna cokelat gelap dan kuning jernih dengan aroma khas fermentasi.
Suasana Panen
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Ibu-ibu Paguyuban Wali Murid tampak antusias saat menyaring cairan hasil fermentasi. Riuh rendah kegembiraan menyelimuti area sekolah, mencerminkan kebersamaan dalam menjaga bumi.
Manfaat Eco Enzyme
Kesadaran peserta tumbuh seiring pemahaman akan manfaat besar Eco Enzyme, di antaranya:
- Pembersih alami: efektif untuk mengepel lantai, mencuci piring, hingga membersihkan kaca tanpa bahan kimia berbahaya.
- Pupuk organik: menyuburkan tanaman di lingkungan sekitar.
Penutup
Panen Eco Enzyme di SDN Jasem bukan hanya simbol keberhasilan fermentasi, tetapi juga bukti nyata bahwa gerakan hijau dapat tumbuh dari sekolah, melibatkan orang tua, dan memberi dampak luas bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, SDN Jasem terus meneguhkan diri sebagai pelopor pendidikan lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto.
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)
SDN Jasem Harvests Eco Enzyme with RDEE Mojokerto
Mojokerto, February 13, 2026 – The green spirit once again echoed at SDN Jasem. As a recipient of the National Adiwiyata Award, the school held an Eco Enzyme Harvest in collaboration with RDEE Mojokerto and the Parents’ Association of SDN Jasem.
Commitment to Sustainability
In her remarks, Bunda Masruchi Adyningsih—affectionately known as Bunda Dining from RDEE—emphasized that Eco Enzyme production is not merely an annual routine, but a tangible manifestation of the school’s commitment to environmental preservation. Accompanied by Bangda Ahmad Muslim Bahri, she highlighted the importance of community involvement, especially parents, in expanding the reach of this eco-conscious movement.
Event Details
- Event Name: Eco Enzyme Harvest with RDEE Mojokerto
- Location: SDN Jasem, Mojokerto Regency
- Date: Friday, February 13, 2026
- Participants: Parents’ Association of SDN Jasem and the Adiwiyata School Team
The Fermentation Journey
The Eco Enzyme harvested this time was the result of fermenting fruit and vegetable peels since November 2025. Over three months, the process was carefully monitored, producing dark brown and clear yellow liquids with the distinctive aroma of fermentation.
Harvest Atmosphere
The event unfolded in a lively and spirited manner. Mothers from the Parents’ Association enthusiastically filtered the fermented liquid, filling the school grounds with cheerful chatter and a sense of togetherness in caring for the earth.
Benefits of Eco Enzyme
Participants’ enthusiasm grew alongside their awareness of the many benefits of Eco Enzyme, including:
- Natural cleaner: effective for mopping floors, washing dishes, and cleaning glass without harmful chemicals.
- Organic fertilizer: enriching plants in the surrounding environment.
Conclusion
The Eco Enzyme harvest at SDN Jasem is not only a symbol of successful fermentation but also a testament that green initiatives can flourish from schools, involving parents, and creating a broader impact on society. With a spirit of collaboration, SDN Jasem continues to establish itself as a pioneer of sustainable environmental education in Mojokerto Regency.
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)

-
Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik, Non-Organik, dan Eco Enzyme di Mojokerto

Mojokerto, 11 Februari 2026 — Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto menjadi pusat kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah organik, non-organik, serta pemanfaatan Eco Enzyme. Acara ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan bank sampah dari Kelurahan Kauman, Mentikan, dan Wates.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto, Bapak Ikhromul Yasak. Kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti hasil audiensi bersama Sekda Kota Mojokerto dan sejumlah OPD pada 20 November 2025.
Tujuan utama sosialisasi ini adalah memberikan pembinaan kepada bank-bank sampah di tiap kelurahan sekaligus memperkenalkan konsep Eco Enzyme sebagai solusi ramah lingkungan. Materi disampaikan oleh Bunda Riani, Ketua Bank Sampah Kota Mojokerto sekaligus anggota RDEE Mojokerto, yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak.
Hasil yang Diharapkan
- Peserta memahami cara membuat dan menggunakan Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
- Bank sampah bertransformasi menjadi agen perubahan (change agent) di wilayah masing-masing.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai pengelola sampah, tetapi juga sebagai motor penggerak edukasi lingkungan di tingkat masyarakat. Sosialisasi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Mojokerto yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)

-
RDEE Kembali Berbagi untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, 8 Februari 2026 – Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) melalui RDEE Medan Deli Serdang kembali melaksanakan aksi kemanusiaan di Posko Bencana RDEE Desa Landuh, Kota Lintang Atas, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari misi pemulihan pasca banjir yang melanda wilayah tersebut pada awal tahun.
Rangkaian Kegiatan
- Edukasi dan Sosialisasi Eco Enzyme
Relawan memberikan penjelasan serta praktik langsung pemanfaatan Eco Enzyme untuk kebutuhan rumah tangga pasca banjir. - Pembagian Eco Enzyme
Ibu-ibu yang mengikuti edukasi menerima paket Eco Enzyme untuk digunakan di rumah masing-masing. - Pembagian Minuman Anti-Inflamasi (AI)
Minuman kesehatan dibagikan kepada masyarakat yang hadir di posko. - Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis
Bekerja sama dengan dr. Lisny dari Medan, warga mendapatkan layanan kesehatan gratis, disertai pembagian susu dan roti manis. - Pembagian Sembako
Sebanyak 60 paket sembako dibagikan, berisi beras, minyak, teh, gula, ikan kaleng, dendeng vegetarian, kurma, dan sirup Kurnia. - Bantuan Tambahan
Pakaian baru untuk bayi, tikar, serta tong besar disalurkan untuk mendukung kebutuhan posko.
Kehadiran Relawan
Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus RDEE Medan Deli Serdang, yaitu Yenni Susanti Siregar, Vita Wahyuni, Rena Arifah, Nanang Suhendra, Iriani Jali, Nelly Fadila, Syamsiah dan Nur Hayati
Semangat Pemulihan
Melalui aksi ini, RDEE menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana. Edukasi kesehatan, distribusi bantuan, hingga layanan medis gratis menjadi wujud nyata kepedulian. Semangat “Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme” kembali digelorakan, menguatkan harapan warga Aceh Tamiang untuk bangkit dan pulih bersama.
RDEE Extends Aid to Flood Victims in Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, February 8, 2026 – The World Eco Enzyme Volunteers Foundation (YRDEE), through RDEE Medan Deli Serdang, carried out another humanitarian mission at the RDEE Disaster Relief Post in Landuh Village, Kota Lintang Atas, Aceh Tamiang. This initiative continues the recovery efforts following the floods that struck the region earlier this year.
Activities
- Eco Enzyme Education and Outreach
Volunteers provided explanations and hands-on demonstrations on how Eco Enzyme can be used for household needs after the flood. - Distribution of Eco Enzyme
Women who attended the educational session received Eco Enzyme packages to take home. - Anti-Inflammatory (AI) Drink Distribution
Health drinks were shared with community members present at the relief post. - Free Medical Checkups and Treatment
In collaboration with Dr. Lisny from Medan, residents received free medical services, along with milk and sweet bread. - Distribution of Basic Necessities
A total of 60 packages containing rice, cooking oil, tea, sugar, canned fish, vegetarian jerky, dates, and Kurnia syrup were distributed. - Additional Aid
New baby clothes, mats, and large containers were provided to support the relief post’s needs.
Volunteer Presence
The event was attended by RDEE Medan Deli Serdang administrators: Yenni Susanti Siregar, Vita Wahyuni, Rena Arifah, Nanang Suhendra, Iriani Jali, Nelly Fadila, Syamsiah, and Nur Hayati.
Spirit of Recovery
Through this humanitarian action, RDEE reaffirmed its commitment to accompany disaster-affected communities. Health education, aid distribution, and free medical services reflect the organization’s genuine care. The spirit of “Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme” was reignited, strengthening the hope of Aceh Tamiang residents to rise and recover together.

- Edukasi dan Sosialisasi Eco Enzyme
-
Pelatihan Eco Enzyme Saung Udjo Bandung oleh RDEE Jawa Barat

Bandung, 07 Februari 2026
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Jawa Barat pagi ini menyelenggarakan Seminar Lingkungan Hidup dan pelatihan Eco Enzyme di Saung Udjo, Padasuka, Bandung. Acara ini dipimpin langsung oleh Ambu Enih Halimah Gandasasmita, Ketua RDEE Jawa Barat, yang menjadi narasumber utama.
Pelatihan ini dihadiri oleh sekitar 30 peserta, termasuk perwakilan pemudi Persis, Persistri, Ekbang dari Kecamatan Cibeunying Kidul, serta Ustad Riki selaku Sekretaris Persis Cibeunying Kidul. Dari jajaran RDEE Kota Bandung, hadir pula Bunda Hetty Seniwati, Bunda Emi Suhaemi, Bunda Neneng Rosmala, Bunda Lenih Haryati, dan Ambu Enih sendiri.
Ambu Enih menuturkan bahwa sebagian besar peserta baru pertama kali mengenal Eco Enzyme dan manfaatnya. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul hingga waktu pelatihan habis. “Mereka ingin berlanjut ke pelatihan berikutnya. Semoga ke depan bisa terealisasi sesuai harapan Bunda Airin dari Cibeunying Kidul yang menginginkan pelatihan skala besar dengan 30 pail, lengkap dengan persiapan yang sudah mereka sediakan,” ungkapnya.
Selain membahas proses pembuatan Eco Enzyme, pelatihan ini juga menyinggung aspek lingkungan dengan penempatan pot Sansevieria (Lidah Mertua) di sekitar wadah fermentasi. Tanaman ini dikenal mampu menghasilkan oksigen (O₂) sepanjang hari, termasuk malam, berkat mekanisme Crassulacean Acid Metabolism (CAM).
Alasan ilmiah mengapa Sansevieria efektif mendukung proses fermentasi:
- Proses CAM: stomata terbuka pada malam hari, menyerap CO₂ tanpa kehilangan banyak air.
- Penyimpanan CO₂: disimpan dalam bentuk asam organik (malat).
- Pelepasan Oksigen: oksigen tetap dilepaskan saat metabolisme berlangsung.
- Fotosintesis Siang Hari: menggunakan CO₂ yang disimpan, tetap menghasilkan oksigen.
Dengan kombinasi edukasi, praktik, dan dukungan ilmiah, kegiatan ini menjadi langkah nyata RDEE Jawa Barat dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang Eco Enzyme sebagai solusi ramah lingkungan.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)
Eco Enzyme Training at Saung Udjo Bandung by RDEE West Java
Bandung, February 7, 2026Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) West Java today organized an Environmental Seminar and Eco Enzyme Training at Saung Udjo, Padasuka, Bandung. The event was led by Ambu Enih Halimah Gandasasmita, Chairperson of RDEE West Java, who served as the keynote speaker.
The training was attended by approximately 30 participants, including representatives from Pemudi Persis, Persistri, Ekbang from Cibeunying Kidul District, and Ustad Riki, Secretary of Persis Cibeunying Kidul. From RDEE Bandung City, notable attendees included Bunda Hetty Seniwati, Bunda Emi Suhaemi, Bunda Neneng Rosmala, Bunda Lenih Haryati, along with Ambu Enih herself.
Ambu Enih highlighted that most participants were new to the concept of Eco Enzyme and its benefits. Their enthusiasm was evident through the many questions raised, which extended beyond the allocated time. “They are eager to continue with further training. Hopefully, future sessions can be realized in line with the aspirations of Bunda Airin from Cibeunying Kidul, who envisions a large-scale training with 30 pails, supported by the preparations they have already made,” she stated.
In addition to Eco Enzyme production techniques, the training also emphasized environmental aspects, particularly the placement of Sansevieria (Mother-in-law’s Tongue) pots around fermentation containers. Sansevieria is known to release oxygen (O₂) continuously, even at night, due to its unique Crassulacean Acid Metabolism (CAM) mechanism.
Scientific reasons why Sansevieria supports fermentation include:
- CAM Process: stomata open at night, absorbing CO₂ while minimizing water loss.
- CO₂ Storage: absorbed CO₂ is stored as organic acids (malate).
- Oxygen Release: oxygen continues to be released during metabolic activity.
- Daytime Photosynthesis: stored CO₂ is used for photosynthesis, releasing more oxygen.
Through a combination of education, hands-on practice, and scientific support, this activity marks a concrete step by RDEE West Java in expanding public understanding of Eco Enzyme as an environmentally friendly solution.
Relawan Dunia Eco Enzyme Foundation (RDEE)

-
Filosofi Fermentasi Relawan Dunia Eco Enzyme

RDEE, 06 Februari 2026
Fermentasi sebagai Simbol Persatuan
Eco Enzyme lahir dari berbagai limbah kulit buah, gula, dan air yang difermentasi dalam wadah kedap udara (full anaerob) selama tiga bulan. Proses ini menjadi cerminan filosofi RDEE:
- Fermentasi Kedap melambangkan relawan yang solid, menjaga keutuhan RDEE, tidak mudah dipengaruhi pihak luar.
- Relawan berasal dari seluruh Kota/Kabupaten di Indonesia bahkan dari luar negeri.
- Walau berbeda karakter, asal, suku, agama, dan latar belakang, dalam RDEE semua larut menjadi satu, menghasilkan kekuatan besar dalam kebaikan bersama Eco Enzyme dan turunannya.
- Semua proses kebaikan dan perbaikan membutuhkan waktu, sebagaimana fermentasi yang sabar menghasilkan manfaat besar.
Spirit Pemersatu Relawan
RDEE bukan sekadar menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan makhluk hidup, tetapi juga menjadi:
- Wadah berbagi kebaikan antar relawan dan kepada masyarakat.
- Tempat pembentukan karakter, sehingga kebaikan Eco Enzyme disampaikan oleh relawan yang berkarakter baik.
- Jembatan persaudaraan, di mana perbedaan melebur menjadi kekuatan untuk tujuan bersama.
Misi Sosial dan Lingkungan
Relawan RDEE berkomitmen untuk menyebarluaskan Eco Enzyme beserta manfaatnya kepada masyarakat luas.
Dengan dukungan segenap relawan, langkah untuk mewujudkan RDEE yang bermanfaat bagi masyarakat akan semakin luas, hingga tercapai cita-cita:
“Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme.”Doa dan Harapan
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memampukan kita untuk tetap berbuat kebaikan, menjaga bumi, dan memperkuat persaudaraan melalui semangat fermentasi RDEE.
Visi dan Misi RDEE
- Visi: Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme.
- Misi: Mengedepankan pemanfaatan sumber daya alam sebagai sumber kehidupan, berdampak pada pelestarian lingkungan, dan meningkatkan ketahanan adaptasi masyarakat.
Goals RDEE
- Taraf Kesehatan Meningkat – masyarakat lebih sehat melalui pemanfaatan Eco Enzyme.
- Keluarga Lebih Sehat – rumah tangga mandiri menjaga kesehatan dengan Eco Enzyme.
- Pertanian Mandiri – petani bebas dari ketergantungan pupuk sintetis.
- Peternakan Sehat – ternak dan hewan peliharaan lebih sehat dengan fermentasi alami.
- Ketahanan Pangan – ketersediaan pangan berkelanjutan melalui praktik ramah lingkungan.
- Ketahanan Ekonomi – masyarakat lebih mandiri dan berdaya melalui pemanfaatan Eco Enzyme.
Philosophy of Fermentation – World Eco Enzyme Volunteers (RDEE)
RDEE, February 6, 2026Fermentation as a Symbol of Unity
Eco Enzyme is born from fruit peels, sugar, and water, fermented in airtight containers (full anaerobic) for three months. This process reflects the philosophy of RDEE:
- Airtight fermentation symbolizes solid volunteers who safeguard the integrity of RDEE, not easily influenced by external forces.
- Volunteers come from cities and districts across Indonesia, and even from abroad.
- Despite differences in character, origin, ethnicity, religion, and background, within RDEE all blend into one, creating great strength in the shared goodness of Eco Enzyme and its derivatives.
- Every process of goodness and improvement requires time, just as patient fermentation yields great benefits.
The Unifying Spirit of Volunteers
RDEE is not only about producing products beneficial to the environment and the health of living beings, but also serves as:
- A platform for sharing goodness among volunteers and with society.
- A place for character building, ensuring that Eco Enzyme’s benefits are conveyed by volunteers of good character.
- A bridge of brotherhood, where differences dissolve into strength for a common purpose.
Social and Environmental Mission
RDEE volunteers are committed to spreading Eco Enzyme and its benefits to the wider community.
With the support of all volunteers, the steps to realize RDEE’s vision of benefiting society will expand further, until the dream is achieved:
“Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme.”Prayer and Hope
May Almighty God enable us to continue doing good, protecting the earth, and strengthening brotherhood through the spirit of RDEE fermentation.
Vision and Mission of RDEE
- Vision: Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme.
- Mission: Prioritizing the use of natural resources as sources of life, impacting environmental preservation, and enhancing community resilience and adaptability.
RDEE Goals
- Improved Health Standards – communities become healthier through the use of Eco Enzyme.
- Healthier Families – households independently maintain health with Eco Enzyme.
- Independent Agriculture – farmers free from dependence on synthetic fertilizers.
- Healthy Livestock – farm animals and pets thrive with natural fermentation.
- Food Security – sustainable food availability through environmentally friendly practices.
- Economic Resilience – communities become more independent and empowered through Eco Enzyme utilization.

