• RDEE Mojokerto Melakukan Monitoring dan Evaluasi di Panti Lansia

    RDEE Mojokerto Melakukan Monitoring dan Evaluasi di Panti Lansia

    Mojokerto, 27 Januari 2026

    Mojokerto – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto pada tanggal 27 Januari 2026 melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di salah satu panti lansia di Kota Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat penerapan Eco Enzyme (EE) dalam aktivitas sehari-hari serta menilai dampak nyata yang dirasakan oleh penghuni panti maupun masyarakat sekitar.

    Hasil Monitoring

    1. Panti lansia telah secara rutin menggunakan Eco Enzyme dalam kegiatan sehari-hari.
    2. Penghuni panti juga telah membuat Eco Enzyme sendiri, dengan pendampingan dari Bunda Susi dan Bunda Riani.

    Dampak Positif

    • Lingkungan lebih bersih dan tidak berbau, sehingga memberikan kenyamanan bagi penghuni dan masyarakat sekitar.
    • Pengeluaran operasional berkurang, karena pemanfaatan Eco Enzyme membantu efisiensi biaya.
    • Kesehatan penghuni meningkat, dengan suasana panti yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

    “Penerapan Eco Enzyme di panti lansia ini terbukti membawa manfaat nyata. Lingkungan menjadi lebih bersih, biaya berkurang, dan kesehatan penghuni semakin baik. Ini adalah bukti bahwa Eco Enzyme dapat menjadi solusi berkelanjutan,” ujar Bunda Susi dalam kegiatan Monev.

    Kegiatan ini menunjukkan komitmen RDEE Mojokerto dalam mendorong penerapan Eco Enzyme sebagai inovasi ramah lingkungan yang dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan di panti lansia menjadi contoh nyata bahwa EE mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

    Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penerapan Eco Enzyme di berbagai sektor masyarakat, termasuk fasilitas sosial, pendidikan, dan lingkungan permukiman. Dengan semangat kolaborasi, YRDEE berupaya memperluas manfaat Eco Enzyme sebagai gerakan budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan yang lebih baik bagi semua.

     

     

     

    RDEE Mojokerto Conducts Monitoring and Evaluation at Elderly Care Home

    Mojokerto, January 27, 2026

    Mojokerto – On January 27, 2026, Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto carried out a Monitoring and Evaluation (Monev) activity at an elderly care home in Mojokerto City. The purpose of this visit was to observe the application of Eco Enzyme (EE) in daily activities and to assess the tangible impacts experienced by the residents and the surrounding community.

    Monitoring Results

    1. The elderly care home has routinely used Eco Enzyme in daily activities.
    2. Residents have also produced Eco Enzyme independently, guided by Bunda Susi and Bunda Riani.

    Positive Impacts

    • Cleaner and odor-free environment, providing comfort for both residents and the surrounding community.
    • Reduced operational expenses, as the use of Eco Enzyme supports cost efficiency.
    • Improved health of residents, with a healthier and more environmentally friendly atmosphere in the care home.

    “The application of Eco Enzyme in this elderly care home has proven to bring real benefits. The environment is cleaner, costs are reduced, and residents’ health has improved. This is evidence that Eco Enzyme can be a sustainable solution,” stated Bunda Susi during the evaluation.

    This activity demonstrates RDEE Mojokerto’s commitment to promoting Eco Enzyme as an eco-friendly innovation that can be integrated into daily life. The success at the elderly care home serves as a concrete example of how EE can deliver positive impacts for the wider community.

    Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) reaffirms its commitment to continuously support the implementation of Eco Enzyme across various sectors of society, including social facilities, education, and residential environments. With a spirit of collaboration, YRDEE strives to expand the benefits of Eco Enzyme as a cultural movement for clean, healthy, and sustainable living—towards creating a better environment for all.

  • Pembahasan Indikator Penilaian Budaya Rumah Tangga Berseri Kota Mojokerto

    Pembahasan Indikator Penilaian Budaya Rumah Tangga Berseri Kota Mojokerto

    RDEE Mojokerto, 14 Januari 2026

    Mojokerto – Pada Selasa, 14 Januari 2026, telah berlangsung pertemuan penting di ruang pertemuan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto. Agenda utama adalah pembahasan indikator penilaian Budaya Rumah Tangga Berseri sebagai bagian dari program RT Berseri (Bersih, Sehat, Asri).

    Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan, DLH, Dinas Pekerjaan Umum, Forum Kota Sehat, serta DKPP. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, salah satu hasil penting adalah dimasukkannya Eco Enzyme (EE) sebagai indikator penilaian. Hal ini disampaikan oleh Bunda Susilawati yang menegaskan bahwa keberadaan anggota RDEE dalam Forum Kota Sehat mendorong masuknya program EE ke dalam indikator resmi. “Setelah diskusi, akhirnya EE masuk dalam indikator penilaian,” ungkapnya.

    Inti Pembahasan Indikator

    • Ruang Terbuka Hijau (RTH): keberadaan tanaman dengan fungsi ekologis, estetika, dan sosial.
    • Pohon Lindung: jumlah, asal, perawatan, dan pemanfaatannya.
    • Pengelolaan Sampah: pemilahan (organik, anorganik, residu, B3, kertas) serta fasilitas pengolahan (komposter, maggot, bank sampah, ecoenzym).
    • Larangan Pembakaran Sampah: memastikan tidak ada aktivitas membakar sampah.
    • Kebersihan Lingkungan: kondisi jalan, trotoar, gulma, dan rumput.
    • Drainase/Saluran Air: kebersihan dan kelancaran aliran air.
    • Kerja Bakti: frekuensi dan konsistensi gotong royong warga.

    Tujuan Pertemuan

    • Menjadikan indikator sebagai panduan evaluasi bagi warga dan juri dalam menilai penerapan budaya RT Berseri.
    • Mendorong partisipasi aktif masyarakat agar kebersihan dan keasrian menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar persiapan lomba.

    Dengan masuknya Eco Enzyme sebagai salah satu indikator, diharapkan program RT Berseri semakin memperkuat budaya hidup bersih, sehat, dan asri di Mojokerto. Langkah ini juga menegaskan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

     

     

    Discussion on Assessment Indicators for the Household Culture of RT Berseri in Mojokerto
    RDEE Mojokerto, January 14, 2026

    Mojokerto – On Tuesday, January 14, 2026, an important meeting was held at the Office of the Environmental Agency (DLH) of Mojokerto City. The main agenda was the discussion of assessment indicators for the Household Culture of RT Berseri as part of the RT Berseri program (Clean, Healthy, Beautiful).

    The meeting was attended by representatives from the Health Office, DLH, Public Works Office, the Healthy City Forum, and DKPP. During the lively discussion, one of the key outcomes was the inclusion of Eco Enzyme (EE) as an official assessment indicator. This was conveyed by Bunda Susilawati, who emphasized that the presence of RDEE members in the Healthy City Forum encouraged the integration of the EE program into the official indicators. “After thorough discussion, Eco Enzyme has finally been included in the assessment indicators,” she stated.

     

    Key Points of the Indicator Discussion

    • Green Open Space (RTH): the presence of plants serving ecological, aesthetic, and social functions.
    • Shade Trees: number, origin, maintenance, and utilization.
    • Waste Management: segregation (organic, inorganic, residual, hazardous, paper) and processing facilities (composters, maggot cultivation, waste banks, ecoenzymes).
    • Ban on Waste Burning: ensuring no burning activities are carried out.
    • Environmental Cleanliness: condition of roads, sidewalks, weeds, and grass.
    • Drainage/Water Channels: cleanliness and smooth water flow.
    • Community Service (Kerja Bakti): frequency and consistency of collective community work.

    Purpose of the Meeting

    • To establish indicators as evaluation guidelines for residents and judges in assessing the implementation of RT Berseri culture.
    • To encourage active community participation so that cleanliness and beauty become daily habits, not merely preparations for competitions.

    With the inclusion of Eco Enzyme as one of the indicators, the RT Berseri program is expected to further strengthen the culture of clean, healthy, and beautiful living in Mojokerto. This step also underscores the collective commitment to environmental sustainability by involving all elements of society.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Fenomena Wadah Fermentasi Gembung atau Penyok (Vacuum Effect)

    Fenomena Wadah Fermentasi Gembung atau Penyok (Vacuum Effect)

    YRDEE, 03 Februari 2026

     

    Fenomena wadah yang penyok ke dalam pada sistem Full Anaerob (setelah sebelumnya mungkin sempat menggelembung) adalah hal yang sangat menarik dan merupakan indikator proses biokimia yang sedang berlangsung secara aktif.

    Berikut adalah penjelasan mengapa hal tersebut terjadi:

     

    1. Konsumsi Oksigen Sisa (Vacuum Effect)

    Pada awal proses, meskipun Anda menutup wadah dengan rapat, masih ada rongga udara (headspace) yang berisi oksigen. Mikroba aerobik atau fakultatif anaerobik akan menghabiskan sisa oksigen tersebut dengan cepat untuk bernapas. Karena oksigen diubah menjadi air atau diserap dalam biomassa tanpa diimbangi volume gas buang yang sama pada fase tertentu, tekanan di dalam wadah menurun, menciptakan efek vakum parsial.

     

    1. Pelarutan Gas ke dalam Cairan

    Gas yang dihasilkan selama fermentasi, terutama Karbon Dioksida (CO2), memiliki sifat sangat mudah larut dalam air.

    • Saat tekanan di dalam wadah meningkat sedikit, CO2 justru terdorong masuk dan larut ke dalam larutan Eco Enzyme (membentuk asam karbonat lemah).
    • Jika laju penyerapan/pelarutan gas ke dalam cairan lebih cepat daripada laju produksi gas baru oleh bakteri, maka volume gas di ruang kosong akan menyusut, menyebabkan tekanan atmosfer dari luar menekan dinding wadah hingga penyok.

     

    1. Penyusutan Volume Partikel (Degradasi Bahan)

    Ada kaitan dengan ukuran partikel. Bakteri asam laktat dan enzim (protease, amilase, lipase) memecah molekul organik kompleks (polimer) yang padat menjadi molekul yang lebih sederhana dan terlarut (monomer).

    • Struktur padat dari kulit buah hancur dan menjadi cair.
    • Proses degradasi ini seringkali menyebabkan penurunan volume total campuran secara mikroskopis karena struktur sel tanaman yang tadinya berongga (berisi udara/gas seluler) hancur dan terisi oleh cairan.

     

    1. Perubahan Suhu (Hukum Gay-Lussac)

    Proses fermentasi seringkali bersifat eksotermik (menghasilkan panas) di awal. Jika suhu di dalam wadah sempat naik lalu kemudian mendingin (misalnya karena suhu lingkungan di malam hari atau aktivitas mikroba mulai stabil), tekanan gas di dalam wadah akan turun drastis. Berdasarkan hukum gas ideal:

    P α T

    (Jika Suhu (T) turun, maka Tekanan (P) juga akan turun).

     

    1. Aktivitas Bakteri Pengonsumsi Gas

    Meskipun dihasilkan metana, dalam ekosistem mikroba yang kompleks, terdapat pula bakteri yang mungkin mengonsumsi produk sampingan gas tersebut atau mengubahnya menjadi bentuk cair/padat (biomassa), yang secara efektif “menghilangkan” volume gas dari ruang kosong wadah.

     

    Kesimpulan

    Wadah yang penyok ke dalam justru menunjukkan bahwa sistem Anda benar-benar kedap udara (Hermetic). Tekanan udara luar (atmosfer) lebih kuat daripada tekanan gas di dalam wadah yang sedang mengalami penyusutan volume gas akibat pelarutan dan degradasi bahan organik.

     

     

    Dalam konteks fermentasi Eco Enzyme, Hermetic (Hermetik) adalah istilah teknis untuk kondisi kedap udara sempurna.

    Secara harfiah, sebuah wadah dikatakan hermetik jika ia tertutup sedemikian rupa sehingga tidak ada gas atau udara (terutama oksigen) yang bisa masuk ataupun keluar.

    Berikut adalah penjelasan detail mengapa prinsip hermetik ini menjadi kunci dalam proses Full Anaerob:

     

    1. Mekanisme Kerja Hermetik

    Pada sistem hermetik, wadah bertindak sebagai isolator total terhadap lingkungan luar.

    • Mencegah Kontaminasi: Spora jamur patogen (seperti jamur hitam atau hijau) dan bakteri pembusuk yang ada di udara luar tidak bisa masuk.
    • Oksigen Terbatas: Mikroba aerobik (yang butuh oksigen) akan mati dengan cepat setelah menghabiskan sisa oksigen di dalam wadah, memberi jalan bagi Bakteri Asam Laktat (BAL) untuk mendominasi.
    1. Mengapa Wadah Anda Bisa Penyok? (Fisika Hermetik)

    Efek wadah penyok yang Anda alami adalah bukti paling kuat bahwa segel Anda bersifat Hermetik.

    • Jika wadah tidak hermetik (bocor sedikit saja), tekanan udara di dalam dan di luar akan selalu seimbang, sehingga wadah tetap pada bentuk aslinya.
    • Karena wadah Anda hermetik, saat terjadi penyusutan volume gas (karena CO2 larut ke cairan atau suhu turun), terjadi perbedaan tekanan. Tekanan atmosfer dari luar (sekitar 1 atm) menekan dinding plastik yang fleksibel ke dalam karena di dalam wadah tekanannya lebih rendah (vakum parsial).
    1. Peran dalam Kualitas Eco Enzyme

    Kondisi hermetik memastikan proses biokimia berjalan di jalur yang benar:

    • Produksi Asam: Tanpa oksigen, mikroba terpaksa melakukan fermentasi yang menghasilkan asam organik. Inilah yang menyebabkan pH turun di bawah 4.
    • Produksi Gas Metana (CH4): Metana diproduksi oleh mikroba metanogen dalam kondisi anaerobik murni (tanpa oksigen sama sekali).
    • Stabilitas Enzim: Banyak enzim sensitif terhadap oksidasi. Dalam ruang hermetik, enzim-enzim ini tetap terjaga kualitasnya.

     

    Perbedaan Wadah Biasa vs Hermetik

     

    Ciri-ciri Wadah Biasa
    (Rapat saja)
    Wadah Hermetik
    (Full Anaerob)
    Pertukaran Udara Masih ada celah mikro Nol (Total)
    Resiko Gagal Tinggi (Bisa muncul ulat/bau busuk) Sangat Rendah
    Tekanan Netral Bisa menggelembung atau penyok
    Hasil TDS Standar Biasanya sangat tinggi
    (>4000 ppm)

     

  • Penyerahan Mesin Doorsmeer untuk Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

    Penyerahan Mesin Doorsmeer untuk Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

    Aceh Tamiang, 02–03 Januari 2026 – Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) melalui RDEE Kota/Kabupaten Medan Deli Serdang, Region Sumatera Utara, melaksanakan misi kemanusiaan bertajuk “Bersama untuk Pemulihan” di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Aksi ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor pada awal tahun 2026.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, RDEE Medan Deli Serdang yang diketuai oleh Bunda Yenny Siregar menyerahkan 1 unit mesin doorsmeer kepada Posko RDEE Peduli Bencana di Desa Kota Lintang Atas, Kecamatan Kuala Simpang. Penyerahan dilakukan langsung kepada koordinator relawan dusun untuk digunakan secara bergiliran di rumah-rumah warga. PIC Posko, Bunda Nelly Fadila, memastikan mesin ini ditempatkan di posko agar dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.

    Kondisi Desa Kota Lintang Atas

    • Kerusakan: Sebagian besar rumah warga rusak parah dan belum bisa ditempati karena masih tertimbun lumpur.
    • Kegiatan: Penyerahan Eco Enzyme (EE), minuman kesehatan anti-inflamasi (AI), serta donasi mesin doorsmeer untuk membersihkan lumpur di rumah warga.
    • PIC: Nelly Fadila.

    Seorang warga menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut:
    “Mesin ini sangat membantu kami membersihkan rumah. Tanpa alat seperti ini, butuh waktu lama untuk bisa kembali tinggal di rumah,” ujarnya.

    Bantuan Lain yang Disalurkan

    Selain mesin doorsmeer, bantuan yang disalurkan meliputi Eco Enzyme (EE) dan minuman kesehatan anti-inflamasi (AI). Produk bantuan ini berasal dari RDEE Region Jawa Barat dan Jawa Tengah, diakomodir oleh Yayasan RDEE, kemudian didistribusikan oleh RDEE Medan Deli Serdang Region Sumatera Utara. Edukasi dan sosialisasi pemanfaatan EE dan AI juga diberikan kepada warga di posko-posko bencana.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) senantiasa hadir mendampingi masyarakat di saat krisis, menghadirkan alat-alat praktis, dukungan kesehatan, serta pengetahuan untuk memperkuat pemulihan dan ketangguhan.

     

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

     

     

    Delivery of Doorsmeer Machine for Community Recovery in Aceh Tamiang

    Aceh Tamiang, January 2–3, 2026 – The Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), through RDEE Medan Deli Serdang, Region North Sumatra, carried out a humanitarian mission titled “Together for Recovery” in Aceh Tamiang District, Aceh Province. This initiative was aimed at assisting communities affected by floods and landslides at the beginning of 2026.

    As part of the mission, RDEE Medan Deli Serdang, led by Bunda Yenny Siregar, handed over one unit of a doorsmeer machine to the RDEE Disaster Relief Post in Kota Lintang Atas Village, Kuala Simpang Subdistrict. The machine was officially delivered to the local volunteer coordinator to be used alternately by residents in cleaning their homes. The Post PIC, Bunda Nelly Fadila, ensured that the machine would be stationed at the relief post so it could be shared collectively by the community.

    Conditions in Kota Lintang Atas Village

    • Damage: Most houses were severely damaged and remain uninhabitable, still buried under mud.
    • Activities: Distribution of Eco Enzyme (EE), anti-inflammatory health drinks (AI), and donation of the doorsmeer machine to help residents clean mud from their homes.
    • PIC: Nelly Fadila.

    One resident expressed heartfelt gratitude for the support:
    “This machine is very helpful in cleaning our homes. Without equipment like this, it would take a long time before we could live in our houses again.”

    Additional Aid Distributed

    In addition to the doorsmeer machine, aid included Eco Enzyme (EE) and anti-inflammatory health drinks (AI). These products were supplied by RDEE Regions West Java and Central Java, facilitated by YRDEE, and distributed by RDEE Medan Deli Serdang, Region North Sumatra. Education and socialization on the use of EE and AI were also provided to residents at disaster relief posts.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) continues to stand with communities in times of crisis, bringing practical tools, health support, and knowledge to empower recovery and resilience.

  • Seminar dan Pelatihan Eco Enzyme RDEE Kalimantan Timur

    Seminar dan Pelatihan Eco Enzyme RDEE Kalimantan Timur

    Balikpapan, 11 Januari 2026 – RDEE Kalimantan Timur sukses menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Eco Enzyme beserta turunannya yang terbuka untuk umum. Acara ini diikuti oleh 32 peserta, terdiri dari member RDEE yang sudah bergabung sebelumnya sebagai bentuk penyegaran SOP, serta masyarakat umum yang tertarik mempelajari manfaat Eco Enzyme.

     

    Antusiasme Peserta

    Pelatihan berlangsung dengan penuh semangat. Peserta baru terlihat antusias, bahkan banyak yang langsung mendaftar menjadi Member RDEE setelah mengikuti sesi seminar. Hal ini menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap Eco Enzyme sebagai solusi ramah lingkungan dan kesehatan.

     

    Fokus Pelatihan

    Dalam praktik pembuatan Eco Enzyme sesuai SOP RDEE, peserta dibimbing untuk memahami:

    • Pemilihan wadah: fermentasi minimal 3 bulan harus benar-benar full an aerob.
    • Pemilihan bahan organik: penting untuk menghasilkan enzim terbaik.
    • Turunan Eco Enzyme: RDEE Soft Eco Enzyme, RDEE Cuka Apel, RDEE Cuka Salak, serta praktik langsung pembuatan RDEE Cuka Nenas.

     

    Catatan Penting Pemilihan Wadah

    • Harus berbahan plastik kuat dan elastis
    • Full kedap udara / an aerob
    • Wadah besar lebih baik, dengan tutup bermulut lebar
    • Tidak transparan
    • Tidak disarankan wadah bermulut sempit (rentan meledak)
    • Tidak diperbolehkan wadah kaca (rentan pecah)

     

    Soft Eco Enzyme sendiri diperuntukkan untuk pemakaian pribadi dan kesehatan, dengan fermentasi minimal 100 hari.

     

    Pesan Ketua RDEE Kalimantan Timur

    Ketua RDEE Kalimantan Timur, Bunda Ruth Deliana (Bunda Nesya), menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya penyegaran bagi member, tetapi juga bagian dari visi misi RDEE untuk menyebarluaskan Eco Enzyme di masyarakat.

    “Harapan kami, Eco Enzyme semakin luas tersebar dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat serta lingkungan,” ungkap Bunda Ruth Deliana.

     

    Momen Spesial

    Seminar kali ini juga bertepatan dengan ulang tahun Bunda Ruth Deliana. Momen tersebut menjadi semakin bermakna karena dirayakan dengan menyebarkan hal baik melalui edukasi Eco Enzyme. Sebuah kado indah berupa kebersamaan dan komitmen untuk menjaga bumi melalui fermentasi ramah lingkungan.

     

    Dengan semangat kebersamaan, RDEE Kalimantan Timur terus berkomitmen menjadikan Eco Enzyme sebagai gerakan nyata untuk kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

     

    Yayasan Relawan Dunia Enzyme (YRDEE)

     

     

     

    Eco Enzyme Seminar and Training – RDEE East Kalimantan

     

    Balikpapan, January 11, 2026 – RDEE East Kalimantan successfully organized a Seminar and Training on Eco Enzyme and its derivatives, open to the public. The event was attended by 32 participants, consisting of existing RDEE members who joined as a refresher on SOP implementation, as well as members of the community eager to learn about the benefits of Eco Enzyme.

     

    Participant Enthusiasm

    The training was conducted with great enthusiasm. New participants showed strong interest, with many immediately registering as RDEE Members after the seminar. This reflects the growing public awareness and interest in Eco Enzyme as an environmentally friendly and health-supporting solution.

     

    Training Focus

    During the practical session on Eco Enzyme production according to RDEE SOP, participants were guided to understand:

    • Container selection: fermentation must last at least 3 months under strictly anaerobic conditions.
    • Organic material selection: crucial to produce the best quality enzymes.
    • Eco Enzyme derivatives: RDEE Soft Eco Enzyme, RDEE Apple Vinegar, RDEE Salak Vinegar, and hands-on practice in producing RDEE Pineapple Vinegar.

     

    Key Notes on Container Selection

    • Must be made of strong and elastic plastic
    • Completely airtight / anaerobic
    • Larger containers are preferable, with wide-mouth lids
    • Non-transparent material
    • Not recommended: narrow-mouth containers (risk of explosion)
    • Not allowed: glass containers (risk of breaking)

    Soft Eco Enzyme is intended for personal and health use, requiring a minimum fermentation period of 100 days.

     

    Message from RDEE East Kalimantan Chairperson

    The Chairperson of RDEE East Kalimantan, Bunda Ruth Deliana (Bunda Nesya), emphasized that this seminar and training served not only as a refresher for existing members but also as part of RDEE’s mission to spread Eco Enzyme knowledge to the wider community.

    “Our hope is that Eco Enzyme will continue to spread widely, and its benefits will be increasingly felt by both society and the environment,” said Bunda Ruth Deliana.

     

    A Special Moment

    This seminar coincided with the birthday of Bunda Ruth Deliana, making the occasion even more meaningful. The celebration was marked by spreading goodness through Eco Enzyme education—a beautiful gift of togetherness and commitment to protecting the earth through environmentally friendly fermentation.

    With the spirit of unity, RDEE East Kalimantan remains committed to making Eco Enzyme a tangible movement for public health and environmental sustainability.

     

    Yayasan Relawan Dunia Enzyme (YRDEE)

  • Tuang Eco Enzyme di Danau Ranu Grati: Langkah Nyata Menuju Perairan Sehat

    Tuang Eco Enzyme di Danau Ranu Grati: Langkah Nyata Menuju Perairan Sehat

    Pasuruan, 8 Januari 2026 — Sebuah langkah kolaboratif dan penuh harapan dilakukan oleh Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Pasuruan Raya bersama masyarakat peduli Ranu dalam kegiatan penebaran Eco Enzyme (EE) di Danau Ranu Grati, Pasuruan. Kegiatan ini berlangsung di danau seluas 105 hektare dan menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kualitas air dan ekosistem perairan.

    Sinergi Komunitas untuk Danau yang Lebih Sehat

    Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari komunitas pelestari lingkungan:

    • Bapak Suryanto, Ketua Peduli Ranu Lestari Desa Grati Tunon
    • Bapak Kuswanto, Ketua Jaya Ranu Lestari Desa Ranu Klindungan
    • Bapak Budiono, Ketua Konservasi Lempuk Dawe Sari
    • Bangda Abu Hasan, perwakilan dari RDEE Pasuruan Raya

    Mereka bersama-sama menuangkan Eco Enzyme ke danau sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem air tawar.

    Manfaat Eco Enzyme bagi Danau Ranu

    Eco Enzyme adalah larutan fermentasi dari limbah organik yang memiliki berbagai manfaat ekologis, terutama dalam meningkatkan kualitas air dan mengurangi pencemaran. Berikut peran penting EE dalam menjaga kesehatan danau:

    • Meningkatkan kadar oksigen dalam air melalui kandungan O₃ (ozon), yang mempercepat pertumbuhan mikroorganisme pengurai polutan.
    • Menguraikan sedimen dan endapan yang mengandung lemak, protein, pati, dan selulosa melalui kerja enzim seperti lipase, protease, amilase, dan selulase.
    • Menetralkan amoniak (NH₃) menjadi nitrat (NO₃), sehingga air tidak berbau dan lebih ramah bagi kehidupan ikan.
    • Memecah ikatan logam berat melalui enzim hidrolitik, yang membantu mengurangi toksisitas dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
    • Meningkatkan populasi plankton, sebagai indikator air sehat dan sumber makanan alami bagi ikan.

    Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga kejernihan air danau, mencegah kematian ikan saat transisi musim kemarau ke musim hujan, serta menciptakan ekosistem yang seimbang dan berkelanjutan.

    Harapan untuk Partisipasi Berkelanjutan

    Dalam sambutannya, Sekretaris RDEE Pasuruan Raya menyampaikan harapan agar masyarakat sekitar Danau Ranu dan warga Kabupaten Pasuruan terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan penebaran Eco Enzyme. RDEE mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menuang EE ke danau setiap Jumat Legi atau Jumat Manis sepanjang tahun 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

     

    Sekretariat RDEE Kabupaten Pasuruan, Region Jawa Timur

     

     

     

    Pouring Eco Enzyme into Lake Ranu Grati: A Concrete Step Toward Healthier Waters

     

    Pasuruan, January 8, 2026 — A hopeful and collaborative initiative was carried out by the World Eco Enzyme Volunteers (RDEE) Pasuruan Raya in partnership with the Ranu Care Community through the pouring of Eco Enzyme (EE) into Lake Ranu Grati, Pasuruan. The activity took place across the lake’s 105-hectare surface and stands as a symbol of shared commitment to preserving water quality and aquatic ecosystems.

     

    Community Synergy for a Healthier Lake

    The event was attended by key figures from local environmental preservation groups:

    • Mr. Suryanto, Chair of Peduli Ranu Lestari, Grati Tunon Village
    • Mr. Kuswanto, Chair of Jaya Ranu Lestari, Ranu Klindungan Village
    • Mr. Budiono, Chair of Konservasi Lempuk Dawe Sari
    • Bangda Abu Hasan, representative of RDEE Pasuruan Raya

    Together, they poured Eco Enzyme into the lake as a tangible act of environmental care and freshwater ecosystem stewardship.

     

    Eco Enzyme Benefits for Lake Ranu

    Eco Enzyme is a fermented solution derived from organic waste, offering a range of ecological benefits—especially in improving water quality and reducing pollution. Its key roles in maintaining lake health include:

    • Increasing oxygen levels in the water through O₃ (ozone), which accelerates the growth of pollutant-degrading microorganisms.
    • Breaking down sediments and deposits containing fats, proteins, starch, and cellulose via enzymes such as lipase, protease, amylase, and cellulase.
    • Neutralizing ammonia (NH₃) into nitrate (NO₃), making the water odor-free and safer for aquatic life.
    • Decomposing heavy metal bonds through hydrolytic enzymes, reducing toxicity and inhibiting pathogenic bacteria growth.
    • Boosting plankton populations, which serve as indicators of healthy water and natural food sources for fish.

     

    The primary goal of this initiative is to maintain the lake’s clarity, prevent fish mortality during seasonal transitions from dry to rainy periods, and foster a balanced, sustainable ecosystem.

    A Call for Ongoing Participation

    In his remarks, the Secretary of RDEE Pasuruan Raya expressed hope that residents around Lake Ranu and the broader Pasuruan community will continue to actively participate in Eco Enzyme pouring activities. RDEE invites all citizens to join in this environmental effort every Jumat Legi or Jumat Manis (auspicious Fridays) throughout 2026 as a gesture of collective care for nature.

     

    RDEE Secretariat, Pasuruan Regency, East Java Region

  • Paska Edukasi Eco Enzyme di Industri Seforo Krambil: Langkah Nyata Menuju Lingkungan Bersih dan Berdaya

    Paska Edukasi Eco Enzyme di Industri Seforo Krambil: Langkah Nyata Menuju Lingkungan Bersih dan Berdaya

    RDEE Mojokerto, 08 Januari 2026 —

    Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi pelaku industri lokal menuju praktik ramah lingkungan. Pada tanggal 08 Januari 2026, tim RDEE melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke home industri Seforo Krambil, sebuah unit pengolahan kelapa yang sebelumnya telah menerima edukasi dan bantuan Eco Enzyme (EE) pada 30 November 2025.

    Hasil Monev: Perubahan Nyata di Lapangan

    Tim relawan yang dipimpin oleh Bunda Susilawati menemukan bahwa EE telah digunakan secara rutin sebelum dan sesudah kegiatan produksi. Dampaknya sangat positif:

    • Lingkungan kerja menjadi bebas bau yang biasanya muncul dari limbah kelapa.
    • Tidak ada lalat yang mengganggu proses produksi maupun kenyamanan pekerja.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi dan pemberian EE telah memberikan efek nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja serta mendukung kesehatan dan kenyamanan para pelaku industri.

    Arahan dan Kesepakatan Bersama

    Dalam sesi diskusi, Bunda Susilawati mendorong agar pihak industri segera memproduksi EE secara mandiri sebagai bentuk kemandirian dan keberlanjutan. Namun, pihak perusahaan menyampaikan bahwa mereka belum dapat memproduksi EE sendiri karena keterbatasan waktu dan tenaga kerja.

    Sebagai solusi, disepakati bahwa:

    • RDEE akan terus menyediakan pasokan EE untuk kebutuhan industri.
    • Pihak industri bersedia mengganti wadah dan gula sebagai bentuk kontribusi dan komitmen bersama.

    Komitmen RDEE: Mendampingi dengan Solusi

    Langkah ini merupakan wujud nyata dari pendekatan RDEE yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendampingi secara berkelanjutan dengan solusi yang adaptif terhadap kondisi lapangan. Sinergi antara relawan dan pelaku industri menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem produksi yang bersih, sehat, dan berdaya.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

     

    Post-Education Eco Enzyme at Seforo Krambil Coconut Processing Industry: Real Steps Toward a Cleaner and Empowered Environment

    RDEE Mojokerto, January 8, 2026 —

    Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto reaffirmed its commitment to supporting local industries in adopting environmentally friendly practices. On January 8, 2026, the RDEE team carried out a Monitoring and Evaluation (Monev) visit to the Seforo Krambil home industry, a coconut processing unit that had previously received Eco Enzyme (EE) education and assistance on November 30, 2025.

    Monev Findings: Tangible Improvements on Site

    The team, led by Bunda Susilawati, observed that EE has been used routinely before and after production activities. The impact was clear and significant:

    • No unpleasant odors around the work environment.
    • No flies disturbing production or worker comfort.

    These results demonstrate that the education and provision of EE have delivered real benefits, improving workplace conditions and supporting health and hygiene.

    Guidance and Agreements

    During the discussion, Bunda Susilawati encouraged the industry to begin producing EE independently as a step toward sustainability. However, the company explained that they are not yet able to produce EE on their own due to limited time and manpower.

    As a solution, both parties agreed that:

    • RDEE will continue to supply EE for the industry’s needs.
    • The company will contribute by replacing containers and sugar as part of their commitment.

    RDEE’s Ongoing Commitment

    This initiative reflects RDEE’s holistic approach—not only providing education but also offering continuous support and adaptive solutions tailored to real conditions in the field. Collaboration between volunteers and industry players remains the key to building a production ecosystem that is clean, healthy, and empowering.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

     

  • Bersama untuk Pemulihan: Misi Kemanusiaan RDEE Medan Deli Serdang di Aceh Tamiang

    Bersama untuk Pemulihan: Misi Kemanusiaan RDEE Medan Deli Serdang di Aceh Tamiang

    Aceh Tamiang, 02–03 Januari 2026

     

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) melalui RDEE Medan Deli Serdang Region Sumatera Utara melaksanakan misi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Aksi ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor pada awal tahun 2026.

    Bantuan yang disalurkan meliputi Eco Enzyme (EE), minuman kesehatan anti-inflamasi (AI), serta edukasi dan sosialisasi pemanfaatannya bagi warga di posko-posko bencana. Produk bantuan tersebut berasal dari RDEE Region Jawa Barat dan Jawa Tengah, diakomodir oleh Yayasan RDEE, kemudian didistribusikan oleh RDEE Kota/Kabupaten Medan Deli Serdang Region Sumatera Utara.

     

    Rangkaian Distribusi dan Kegiatan

    Hari Pertama – Jumat, 02 Januari 2026

    1. Desa Cucur, Kecamatan Ranto
      • Kondisi: relatif pulih, rumah sudah mulai ditempati kembali, listrik dan air tersedia meski terbatas.
      • Kegiatan: sosialisasi dan edukasi penggunaan EE serta minuman kesehatan AI.
      • PIC: Lefdah
      • “Kami ingin masyarakat tahu bahwa Eco Enzyme bukan hanya untuk kebersihan, tapi juga bisa menjaga kesehatan mereka pasca bencana,” ujar Lefdah, relawan RDEE.
    2. Desa Kota Lintang Atas, Kecamatan Kuala Simpang
      • Kondisi: rusak parah, sebagian besar rumah belum bisa ditempati karena masih tertimbun lumpur.
      • Kegiatan: penyerahan EE dan AI, serta donasi 1 unit mesin doorsmeer yang ditempatkan di Posko RDEE untuk membersihkan lumpur di rumah warga.
      • PIC: Nelly Fadhila
      • “Mesin ini sangat membantu kami membersihkan rumah. Tanpa alat seperti ini, butuh waktu lama untuk bisa kembali tinggal di rumah,” kata salah satu warga.
    3. Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang
      • Kondisi: hancur total, namun bantuan dari berbagai pihak sudah banyak masuk dan dapur umum beroperasi 24 jam.
      • PIC: Purnama
      • “Melihat dapur umum tetap menyala 24 jam memberi harapan besar bagi warga. Kami merasa tidak sendirian,” ungkap Purnama.

     

    Hari Kedua – Sabtu, 03 Januari 2026

    1. Desa Sriwijaya, Kecamatan Kuala Simpang
      • Kondisi: relatif pulih, hanya beberapa rumah di lokasi rendah masih tertimbun lumpur.
      • Kegiatan: perbaikan sumur, pembangunan tangki air dan dudukan untuk kebutuhan warga.
      • PIC: Bachrainy
      • “Air bersih adalah kebutuhan utama. Dengan tangki ini, warga bisa kembali beraktivitas tanpa khawatir kekurangan air,” jelas Bachrainy.
    2. Dusun Tanjung, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka
      • Kondisi: rumah dan sekolah hancur total. Sekolah darurat berupa tenda didirikan oleh PW Muhammadiyah Jatim, namun belum memiliki fasilitas belajar memadai.
      • Kegiatan: penyerahan 11 tikar plastik untuk sekolah darurat dan rumah mengaji anak-anak. Rencana tambahan berupa meja tulis plastik dan buku-buku pelajaran.
      • PIC: Dewi (guru MIS)
      • “Anak-anak tetap semangat belajar meski hanya di tenda. Bantuan tikar ini membuat mereka bisa duduk lebih nyaman saat mengaji dan belajar,” tutur Dewi.

     

    Tim Relawan

    Misi kemanusiaan ini dijalankan oleh tim relawan RDEE Medan Deli Serdang yang terdiri dari:
    Yenny S. Siregar, Vita Wahyuni, Iriani Jali, Rena A. Simbolon, John Depary, Fadly, Nanang Suhendra, Nelly Fadhila, Syamsiah Saragih, Ardi Damanik, Sri Sakeh, Nirdalina, dan Amy Pattimura.

     

    Mitra dan Donatur

    Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai mitra dan donatur, antara lain:

    • Forhati Sumut
    • dtPeduli
    • Yayasan Sumut Berbudi
    • Yayasan Budaya Hijau Indonesia
    • Deli River Ecotourism
    • Rumah Briket
    • DEMA Kahmi Sumut
    • PT DKS

    Bersama-sama mereka melaksanakan:

    • Jumat Berkah – Makan Bersama: 700 kotak nasi dibagikan.
    • Trauma Healing untuk anak-anak.
    • Penyaluran bantuan berupa sarung, mukena, Al-Qur’an, buku Iqra, mesin pompa, mesin doorsmeer jet clean, pembalut, obat-obatan generik, pakaian anak, biskuit, drum air (200L & 50L), sabun cair, tikar plastik, serta peralatan makan.

     

    Strategi Pengemasan Eco Enzyme

    Eco Enzyme yang semula dikemas dalam botol 2 liter kini dikemas ulang menjadi 1 liter atau 500 ml. Pertimbangannya:

    • Menghindari kebingungan dengan kemasan cuka.
    • Lebih praktis digunakan warga.
    • Jika habis, warga dapat meminta kembali di posko sehingga tidak ada stok yang terbuang.

     

    Harapan Bersama

    YRDEE menegaskan bahwa masyarakat terdampak bencana membutuhkan kesehatan, kekuatan, dan dukungan moral untuk bangkit kembali. Melalui aksi ini, semangat “Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme” terus digelorakan, mengingatkan kita semua untuk merawat bumi sekaligus saling peduli dalam menghadapi bencana.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

     

     

    Together for Recovery: RDEE Medan Deli Serdang’s Humanitarian Mission in Aceh Tamiang

    Aceh Tamiang, January 2–3, 2026

    The World Eco Enzyme Volunteer Foundation (YRDEE), through RDEE Medan Deli Serdang Region of North Sumatra, carried out a humanitarian mission in Aceh Tamiang District, Aceh Province. This initiative aimed to support communities affected by floods and landslides at the beginning of 2026.

    The assistance included Eco Enzyme (EE), anti-inflammatory health drinks (AI), as well as education and socialization on their use for residents at disaster relief posts. These products were supplied by RDEE Regions of West Java and Central Java, coordinated by YRDEE, and distributed by RDEE Medan Deli Serdang Region, North Sumatra.

     

    Distribution and Activities

    Day One – Friday, January 2, 2026

    1. Cucur Village, Ranto Subdistrict
      • Condition: relatively recovered, houses are being reoccupied, electricity and water available though limited.
      • Activity: socialization and education on the use of EE and AI health drinks.
      • PIC: Lefdah
      • “We want the community to know that Eco Enzyme is not only for cleanliness, but also helps maintain health after a disaster,” said Lefdah, RDEE volunteer.
    2. Kota Lintang Atas Village, Kuala Simpang Subdistrict
      • Condition: severely damaged, most houses uninhabitable as they remain buried in mud.
      • Activity: distribution of EE and AI, donation of one doorsmeer machine placed at the RDEE post to clean mud from residents’ homes.
      • PIC: Nelly Fadhila
      • “This machine is very helpful in cleaning our homes. Without it, it would take much longer to return,” said one resident.
    3. Kota Lintang Bawah Village, Kuala Simpang Subdistrict
      • Condition: completely destroyed, but aid from various parties has arrived and public kitchens operate 24 hours.
      • PIC: Purnama
      • “Seeing the public kitchen running 24 hours gives great hope to residents. We feel we are not alone,” expressed Purnama.

     

    Day Two – Saturday, January 3, 2026

    1. Sriwijaya Village, Kuala Simpang Subdistrict
      • Condition: relatively recovered, though several houses in low-lying areas remain buried in mud.
      • Activity: well repairs, construction of water tanks and stands for community use.
      • PIC: Bachrainy
      • “Clean water is a primary need. With this tank, residents can resume activities without worrying about shortages,” explained Bachrainy.
    2. Tanjung Hamlet, Sunting Village, Bandar Pusaka Subdistrict
      • Condition: houses and schools completely destroyed. A temporary school tent was set up by PW Muhammadiyah Jatim but lacks proper learning facilities.
      • Activity: distribution of 11 plastic mats for the temporary school and children’s Quran study house. Additional plans include plastic desks and school books.
      • PIC: Dewi (MIS teacher)
      • “The children remain eager to learn even in a tent. These mats make them more comfortable while studying and reciting,” said Dewi.

     

    Volunteer Team

    This humanitarian mission was carried out by RDEE Medan Deli Serdang volunteers:
    Yenny S. Siregar, Vita Wahyuni, Iriani Jali, Rena A. Simbolon, John Depary, Fadly, Nanang Suhendra, Nelly Fadhila, Syamsiah Saragih, Ardi Damanik, Sri Sakeh, Nirdalina, and Amy Pattimura.

    Partners and Donors

    The activities received support from various partners and donors, including:

    • Forhati Sumut
    • dtPeduli
    • Yayasan Sumut Berbudi
    • Yayasan Budaya Hijau Indonesia
    • Deli River Ecotourism
    • Rumah Briket
    • DEMA Kahmi Sumut
    • PT DKS

    Together they organized:

    • Friday Blessings – Shared Meal: 700 meal boxes distributed.
    • Trauma Healing sessions for children.
    • Distribution of aid including sarongs, prayer garments, Qur’an, Iqra books, water pumps, jet-clean doorsmeer machines, sanitary pads, generic medicines, children’s clothing, biscuits, water drums (200L & 50L), liquid soap, plastic mats, and eating utensils.

     

    Eco Enzyme Packaging Strategy

    Eco Enzyme, initially packaged in 2-liter bottles, was repackaged into 1-liter or 500 ml bottles. The reasons:

    • To avoid confusion with vinegar packaging.
    • More practical for residents’ use.
    • Once finished, residents can request refills at the post, ensuring no wasted stock.

    Shared Hope

    YRDEE emphasized that disaster-affected communities need health, strength, and moral support to rise again. Through this action, the spirit of “Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme” continues to be promoted, reminding us all to care for the planet while supporting one another in times of disaster.

     

  • RDEE Mojokerto Laksanakan Pendampingan Panen Eco Enzyme di TPA Randegan

    RDEE Mojokerto Laksanakan Pendampingan Panen Eco Enzyme di TPA Randegan

    Mojokerto, 28 Desember 2025 – RDEE Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui kegiatan pendampingan panen Eco Enzyme (EE) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aksi penyemprotan Eco Enzyme yang sebelumnya telah dilakukan di lokasi tersebut.

    Dipandu langsung oleh Bunda Riani, kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan bersama jajaran pengurus TPA Randegan. Dalam kesempatan ini, RDEE tidak hanya mendampingi proses panen, tetapi juga memberikan edukasi mengenai cara penyimpanan dan pemanfaatan Eco Enzyme agar hasil panen dapat digunakan secara optimal untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

    Hasil Panen:

    • Eco Enzyme yang berhasil dipanen mencapai 5 tong pail.
    • Seluruh hasil panen akan dimanfaatkan untuk mendukung pengendalian bau dan peningkatan kualitas lingkungan di sekitar TPA.

    Harapan ke Depan:

    • TPA Randegan semakin sehat, bebas dari bau menyengat.
    • Pegawai TPA beserta keluarga dapat merasakan manfaat langsung berupa lingkungan yang lebih bersih dan kesehatan yang lebih terjaga.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara komunitas dan pengelola TPA mampu menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan. RDEE Mojokerto berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengelola sampah dengan pendekatan ramah lingkungan.

    “Merawat Lingkungan, Menjaga Kesehatan, Mewujudkan Mojokerto Bersih dan Sehat Bersama Eco Enzyme.”

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

     

     

    RDEE Mojokerto Conducts Eco Enzyme Harvest Assistance at Randegan Landfill

    Mojokerto, December 28, 2025 – RDEE Mojokerto once again demonstrated its commitment to supporting sustainable environmental management through an Eco Enzyme (EE) harvest assistance program at the Randegan Landfill (TPA Randegan). This activity served as a follow-up to the Eco Enzyme spraying previously carried out at the site.

    Guided directly by Bunda Riani, the program was carried out in a spirit of togetherness alongside the Randegan Landfill management team. On this occasion, RDEE not only assisted in the harvesting process but also provided education on proper storage and utilization of Eco Enzyme, ensuring that the harvested product can be used optimally to maintain cleanliness and environmental health.

    Harvest Results:

    • A total of 5 pails of Eco Enzyme were successfully harvested.
    • The harvest will be utilized to help control odors and improve environmental quality around the landfill.

    Future Hopes:

    • Randegan Landfill will become healthier and free from unpleasant odors.
    • Landfill staff and their families will directly benefit from a cleaner environment and better health.

    This initiative stands as clear evidence that collaboration between communities and landfill management can deliver simple yet impactful solutions for the environment. RDEE Mojokerto hopes that this step will inspire other regions to adopt eco-friendly approaches in waste management.

    “Caring for the Environment, Safeguarding Health, Realizing a Clean and Healthy Mojokerto with Eco Enzyme.”

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

  • Bangkit Bersama Eco Enzyme: RDEE Medan Deli Serdang Berbagi Ilmu, Aksi, dan 250 Liter Kepedulian

    Bangkit Bersama Eco Enzyme: RDEE Medan Deli Serdang Berbagi Ilmu, Aksi, dan 250 Liter Kepedulian

    21 Desember 2025
    Lokasi: Posko Bencana Banjir Keripik Cinta Mas Hendro, Desa Air Hitam, Kec. Gebang, Langkat

    Berbagi dan Edukasi Eco Enzyme

    Dalam rangka Milad Forhati Sumut sekaligus memperingati Hari Ibu, RDEE Medan Deli Serdang bersama Forhati Sumut menggelar kegiatan sosial dan edukasi di Posko Bencana Banjir Desa Air Hitam, Langkat. Kegiatan ini mengusung tema “Bangkit dan Pulih Pasca Bencana Menuju Indonesia Lebih Baik”, dengan fokus pada pemulihan masyarakat terdampak melalui edukasi lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.

    Rangkaian kegiatan meliputi:

    • Sosialisasi Eco Enzyme: Memberikan pemahaman tentang manfaat Eco Enzyme dan turunannya bagi lingkungan serta kesehatan.
    • Praktik Aplikasi Langsung: Demonstrasi penggunaan Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk masyarakat terdampak banjir.
    • Pembagian 250 liter Eco Enzyme: Dibagikan dalam jerigen 1 liter kepada relawan, panitia, dan warga terdampak.
    • Pemberian minuman kesehatan bunga telang dan AI (anti inflamator): Disediakan gratis bagi relawan, panitia, dan masyarakat sebagai bentuk dukungan kesehatan.

     

    Kehadiran RDEE Medan Deli Serdang

    Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran RDEE Medan Deli Serdang:

    • Yenny Siregar (Ketua RDEE Medan-D.Serdang)
    • Vita Wahyuni (Sekretaris RDEE Medan-D.Serdang)
    • Rena A. Simbolon (Penasehat RDEE Medan-D.Serdang)
    • Serta pengurus dan anggota: Iriani Jali, Hj. Susi Saprianti, Hj. Nunung Ismayanti, Syamsiah Saragih, Nancy, Nirdalina, Hans Allen, dan Ardi Damanik.

     

    Dukungan dan Kehadiran

    Acara ini turut dihadiri oleh:

    • Dinas P3AKB Sumut
    • Dinas Koperasi dan UMKM Sumut
    • Forkopimda Langkat
    • Pimpinan Kahmi dan Forhati Sumut
    • Pemerintah Kabupaten Langkat

    Selain itu, kegiatan juga melibatkan 200 anak-anak dan 100 pelaku UMKM terdampak.

     

    Trauma Healing & Pemberdayaan

    Untuk mendukung pemulihan pasca bencana, RDEE bersama Forhati Sumut menghadirkan:

    • Trauma Healing: Games interaktif dan pembagian paket peralatan sekolah bagi anak-anak.
    • Pemeriksaan kesehatan & konsultasi mental: Memberikan layanan kesehatan fisik dan mental bagi warga terdampak.
    • Sharing session UMKM: Memberikan ruang diskusi dan motivasi bagi pelaku UMKM agar tetap bangkit pasca bencana.

     

    Penutup

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mendukung pemulihan sosial-ekonomi pasca bencana. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan di Milad Forhati Sumut ini diharapkan menjadi inspirasi untuk terus bangkit dan pulih menuju Indonesia yang lebih baik.

     

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

     

     

    English Version

    Rising Together with Eco Enzyme: RDEE Medan Deli Serdang Shares Knowledge, Action, and 250 Liters of Hope


    December 21, 2025
    Location: Flood Disaster Post Keripik Cinta Mas Hendro, Air Hitam Village, Gebang District, Langkat

     

    Sharing and Educating on Eco Enzyme

    In commemoration of Milad Forhati Sumut and Mother’s Day, RDEE Medan Deli Serdang together with Forhati Sumut organized a social and educational program at the Flood Disaster Post in Air Hitam Village, Langkat. The event carried the theme “Rise and Recover After Disaster Towards a Better Indonesia”, focusing on community recovery through environmental education, health awareness, and MSME empowerment.

    The program included:

    • Eco Enzyme Socialization: Providing knowledge about the benefits of Eco Enzyme and its derivatives for the environment and health.
    • Hands-on Application Practice: Demonstrating the use of Eco Enzyme in daily life, especially for flood-affected communities.
    • Distribution of 250 liters of Eco Enzyme: Packaged in 1-liter jerrycans and distributed to volunteers, organizers, and affected residents.
    • Provision of health drinks (butterfly pea flower and anti-inflammatory beverage): Offered free to volunteers, organizers, and the community as health support.

     

    Presence of RDEE Medan Deli Serdang

    The event was attended by the leadership and members of RDEE Medan Deli Serdang:

    • Yenny Siregar (Chairperson, RDEE Medan-Deli Serdang)
    • Vita Wahyuni (Secretary, RDEE Medan-Deli Serdang)
    • Rena A. Simbolon (Advisor, RDEE Medan-Deli Serdang)
    • Along with members: Iriani Jali, Hj. Susi Saprianti, Hj. Nunung Ismayanti, Syamsiah Saragih, Nancy, Nirdalina, Hans Allen, and Ardi Damanik.

     

    Support and Attendance

    The program was also attended by:

    • North Sumatra Office of Women’s Empowerment, Child Protection, and Family Planning (P3AKB)
    • North Sumatra Office of Cooperatives and MSMEs
    • Forkopimda Langkat
    • Leaders of Kahmi and Forhati Sumut
    • Langkat Regency Government

    Additionally, the event involved 200 children and 100 MSME actors affected by the disaster.

     

    Trauma Healing & Empowerment

    To support post-disaster recovery, RDEE together with Forhati Sumut provided:

    • Trauma Healing: Interactive games and distribution of school equipment packages for children.
    • Health check-ups & mental consultations: Offering physical and mental health services for affected residents.
    • MSME Sharing Session: Creating space for discussion and motivation to help MSME actors recover and thrive after the disaster.

     

    Closing

    This activity reflects the strong commitment of the World Eco Enzyme Volunteer Foundation (RDEE) in educating communities about the importance of environmental care while supporting socio-economic recovery after disasters. The spirit of solidarity and compassion demonstrated during Milad Forhati Sumut is expected to inspire continuous resilience and recovery, paving the way for a better Indonesia.

    World Eco Enzyme Volunteer Foundation (RDEE)