• Terapi Eco Enzyme Warnai Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096

    Terapi Eco Enzyme Warnai Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096

    RDEE pasuruan; 11-13 September 2025

    RDEE Kabupaten Pasuruan Hadirkan Alternatif Sehat dan Alami untuk Masyarakat

    Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang ke-1096 M, Pengurus RDEE Kabupaten Pasuruan yang dimotori oleh Bangda Abu Hasan menggelar kegiatan Terapi Eco Enzyme selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi RDEE dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui pendekatan alami berbasis enzim ramah lingkungan.

    Sebanyak 185 pengunjung mengikuti terapi ini dengan antusias. Mayoritas peserta merasakan manfaat langsung, seperti tubuh yang lebih rileks, rasa nyaman, dan persendian kaki yang terasa ringan saat digunakan beraktivitas.

    “Alhamdulillah, terapi ini membuat kaki jadi enak dipakai jalan. Badan juga terasa lebih segar,” ungkap salah satu peserta.

    Bangda Abu Hasan menyampaikan bahwa kegiatan serupa telah rutin dilakukan, bahkan RDEE Kabupaten Pasuruan menyediakan tempat khusus di sekretariat bagi masyarakat yang ingin menjalani terapi kesehatan dengan Eco Enzyme—dan semuanya diberikan secara gratis.

    “Harapan kita, semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat Eco Enzyme, khususnya untuk kesehatan,” tambahnya.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga memperkuat komitmen RDEE dalam membangun budaya hidup sehat, berkelanjutan, dan inklusif di tengah masyarakat Kabupaten Pasuruan.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

  • Ibu-Ibu Sooko Antusias Ikuti Pelatihan Fermentasi Dasar Cuka Nanas Bersama RDEE Mojokerto

    Ibu-Ibu Sooko Antusias Ikuti Pelatihan Fermentasi Dasar Cuka Nanas Bersama RDEE Mojokerto

    RDEE Mojokerto

    Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat di aula Komplek Perumahan Sooko ketika para ibu-ibu berkumpul mengikuti pelatihan fermentasi dasar pembuatan cuka nanas. Kegiatan ini digelar oleh Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto sebagai bagian dari program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

    Dalam pelatihan tersebut, Bunda Susilawati selaku mentor dari RDEE Mojokerto memberikan penjelasan lengkap mengenai proses pembuatan cuka nanas, mulai dari cara memilih buah, perbandingan bahan, teknik fermentasi alami, hingga tips penyimpanan agar kualitas tetap terjaga. Tidak hanya teori, peserta juga diajak langsung melakukan praktik pencampuran bahan dengan peralatan sederhana yang biasa tersedia di rumah.

    Menurut pemaparan mentor, cuka nanas memiliki beragam manfaat. Selain dikenal baik untuk menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu metabolisme, produk fermentasi ini juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan hingga pembersih rumah yang ramah lingkungan.

    Para ibu-ibu tampak bersemangat mencoba proses fermentasi. Banyak dari mereka yang baru mengetahui bahwa buah nanas ternyata bisa dimanfaatkan dalam pembuatan cuka.

     “Senang sekali bisa belajar bersama. Ternyata mudah, tidak perlu alat mahal, dan bisa dipraktikkan langsung di rumah,” ujar salah satu peserta dengan wajah sumringah.

    Selain menambah ilmu, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan antar warga.

    Suasana pelatihan terasa cair, penuh tawa, dan sesekali diwarnai diskusi ringan seputar manfaat bahan alami dalam kehidupan sehari-hari.

    Ketua tim RDEE Mojokerto yang hadir dalam acara ini menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, lingkungan, sekaligus meningkatkan kemandirian keluarga.

     “Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan bahan yang ada di sekitar, seperti nanas, menjadi produk bernilai tinggi. Ini langkah kecil menuju gaya hidup sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Warga perumahan Sooko berharap pelatihan serupa dapat terus digelar dengan tema berbeda, seperti pembuatan eco enzyme, cuka apel, atau produk fermentasi lainnya. Dengan begitu, semakin banyak keterampilan yang bermanfaat bisa dipelajari dan dipraktikkan.

    Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, ibu-ibu Sooko tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga semakin termotivasi untuk hidup sehat, kreatif, dan ramah lingkungan.

    Humas

  • Momen Bersejarah di Ulang Tahun Pertama RDEE Bandung Region Jawa Barat

    Momen Bersejarah di Ulang Tahun Pertama RDEE Bandung Region Jawa Barat

    Bandung, 9 September 2025 — Dalam suasana hangat penuh semangat kebersamaan, Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Bandung Region Jawa Barat menyelenggarakan sebuah acara bersejarah di Cafe Herbal Cipaku Garden Hotel. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi titik refleksi penting bagi gerakan eco enzyme di Jawa Barat, sekaligus momentum regenerasi kepemimpinan dan penguatan struktur organisasi.

    Peringatan Ulang Tahun Pertama RDEE Bandung Region

    Acara dibuka dengan peringatan satu tahun berdirinya RDEE Bandung Region, sebuah tonggak yang menandai komitmen organisasi dalam memperluas edukasi lingkungan dan pemberdayaan relawan. Para peserta hadir dengan dress code kebaya, sebagai simbol penghormatan terhadap budaya dan kelembutan kepemimpinan perempuan dalam gerakan ini.

    Peringatan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan satu tahun yang penuh dedikasi. Dalam sambutannya, Enih Halimah Gandasasmita, yang akrab disapa Ambu oleh para relawan, menyampaikan harapannya:

    “Apa yang telah kita capai dalam satu tahun ini semoga menjadi pondasi kuat untuk memperluas manfaat eco enzyme di seluruh wilayah Jawa Barat.”

    Pertanggungjawaban dan Pembubaran Panitia Jambore Nasional ke-3 “Gurudug Bandung”

    Acara dilanjutkan dengan sesi pertanggungjawaban keuangan dan pembubaran resmi Panitia Jambore Nasional ke-3 “Gurudug Bandung,” yang telah sukses digelar pada 22–24 Agustus 2025. Laporan keuangan disampaikan secara transparan, mencerminkan akuntabilitas dan integritas panitia dalam mengelola kegiatan berskala nasional.

    Pembubaran panitia dilakukan dengan penuh apresiasi, menandai berakhirnya satu babak dan membuka ruang bagi regenerasi kepemimpinan. Ambu Enih menambahkan:

    “Jambore Nasional ke-3 telah terlaksana dengan baik. Meski kepanitiaan berjalan dengan keterbatasan, semangat relawan membuat semuanya berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.”

    Evaluasi dan Rekomendasi untuk Jambore Nasional 2026 di Bali

    Sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan, sesi evaluasi pelaksanaan Jambore ke-3 turut digelar. Masukan strategis dan refleksi dari berbagai pihak menjadi bekal berharga bagi Panitia Jambore Nasional 2026 yang akan dilaksanakan di RDEE Bali.

    Diskusi berlangsung dinamis, menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah, penguatan sistem dokumentasi, dan regenerasi struktur organisasi untuk keberlanjutan gerakan eco enzyme di Indonesia.

    Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang strategis untuk memperkuat fondasi gerakan eco enzyme yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan. Semangat regenerasi, transparansi, dan kolaborasi yang ditunjukkan hari ini menjadi cerminan nilai-nilai luhur RDEE.

    Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

  • Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ratusan Anak Yatim, Janda, dan Dhuafa Terima Santunan dari RDEE Mojokerto, Yayasan Mursalin, dan Gubug Wong Ngarit

    Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ratusan Anak Yatim, Janda, dan Dhuafa Terima Santunan dari RDEE Mojokerto, Yayasan Mursalin, dan Gubug Wong Ngarit

    RDEE Mojokerto; 7 september 2025

    Suasana penuh kehangatan dan keberkahan terasa di kantor sekretariat Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam momentum penuh makna ini, RDEE Mojokerto berkolaborasi dengan Yayasan Mursalin serta komunitas Gubug Wong Ngarit menyelenggarakan acara santunan yang ditujukan kepada ratusan anak yatim, janda, dan kaum dhuafa di wilayah Mojokerto dan sekitarnya.

    Sejak pagi hari, ratusan penerima santunan mulai berdatangan dengan wajah penuh ceria. Mereka disambut hangat oleh panitia serta relawan yang sudah bersiap di lokasi. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat Nabi, dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang mengingatkan kembali pada keteladanan Rasulullah SAW dalam mengasihi yatim piatu, menyantuni kaum dhuafa, dan menebarkan semangat kepedulian sosial.

    M.Ghufron , Ketua RDEE Mojokerto dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Yayasan Mursalin dan Gubug Wong Ngarit. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni peringatan Maulid Nabi, tetapi wujud nyata meneladani akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang kepada sesama.

    “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum penting untuk kita semua meneladani sifat-sifat beliau. Salah satunya adalah kepedulian sosial yang diwujudkan melalui santunan kepada anak yatim, janda, dan dhuafa. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka, sekaligus mempererat ukhuwah di antara kita,” ujarnya.

    Perwakilan Yayasan Mursalin menambahkan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak melupakan tanggung jawab sosial.

     “Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya memberi perhatian kepada mereka yang lemah. Santunan ini hanyalah salah satu cara untuk mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

    Suasana haru dan bahagia semakin terasa ketika para anak yatim dan dhuafa menerima bingkisan dan santunan secara langsung. Beberapa anak tampak tersenyum gembira, sementara para janda dan dhuafa mengucapkan doa dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan.

    Selain penyaluran santunan, acara juga diisi dengan doa bersama memohon keberkahan dan keselamatan untuk bangsa serta kelancaran berbagai program sosial yang akan terus dijalankan RDEE Mojokerto bersama mitra-mitranya.

    Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara organisasi masyarakat, yayasan, dan komunitas lokal dapat melahirkan manfaat besar bagi masyarakat luas. RDEE Mojokerto, Yayasan Mursalin, dan Gubug Wong Ngarit berkomitmen menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

    Dengan penuh khidmat, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini ditutup dengan pembacaan shalawat bersama dan doa penutup. Wajah ceria para penerima santunan menjadi bukti nyata bahwa berbagi kebahagiaan adalah salah satu jalan terbaik dalam meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

    Humas RDEE Mojokerto

  • Sosialisasi dan Pembinaan Eco Enzyme: Ibu-Ibu Persekutuan Wanita Gereja Toraja Jemaat Bukit Tamalanrea Antusias Menjadi Pelopor Lingkungan Sehat

    Sosialisasi dan Pembinaan Eco Enzyme: Ibu-Ibu Persekutuan Wanita Gereja Toraja Jemaat Bukit Tamalanrea Antusias Menjadi Pelopor Lingkungan Sehat

    Makassar, 6 September 2025 | RDEE Sulawesi Selatan

    Sebagai bagian dari gerakan yang menangani Pembinaan dan Ugahari yaitu pemberdayaan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan, Persekutuan Wanita Gereja Toraja Jemaat Bukit Tamalanrea melalui Ketua Bidang 3 Pengurus PWGT yang diketuai oleh Ibu Ir. Monika Datu Mirring Palinggi ST MT mengundang Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Pembuatan Eco Enzyme kepada Ibu-Ibu Persekutuan Wanita Gereja Toraja Jemaat Bukit Tamalanrea, Makassar, pada Sabtu, 6 September 2025.

    Kegiatan ini dihadiri oleh 35 peserta yang merupakan anggota aktif Persekutuan Wanita, dengan narasumber utama Bunda Esther Bura, Relawan Senior RDEE Sulawesi Selatan. Dalam sesi yang berlangsung hangat dan interaktif, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar Eco Enzyme, manfaatnya bagi kesehatan keluarga dan lingkungan, serta praktik langsung pembuatan Eco Enzyme sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) RDEE.

    “Ibu-ibu sangat antusias, tidak hanya saat menerima materi, tetapi juga saat praktik langsung. Bahkan, beberapa di antara mereka langsung memulai pembuatan Eco Enzyme secara mandiri di rumah masing-masing setelah kegiatan berakhir,” ungkap Bunda Esther dengan penuh semangat.

    Pada kesempatan yang sama Ibu Monika Datu menyampaikan “lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan spiritual dan sosial yang memperkuat peran perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Harapannya, jemaat Gereja Toraja Jemaat Bukit Tamalanrea dapat menjadi teladan dalam penerapan Eco Enzyme di tingkat rumah tangga dan komunitas”.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap kesehatan keluarga, lingkungan, dan masyarakat sekitar jemaat dapat meningkat. Ilmu yang bermanfaat ini semoga menjadi berkat bagi sesama,” tambah Ibu Monika Datu.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RDEE untuk memperluas gerakan Eco Enzyme secara nasional melalui pendekatan edukatif, spiritual, dan kolaboratif lintas komunitas. Dengan semangat gotong royong dan regenerasi, para ibu jemaat kini menjadi bagian dari perubahan nyata menuju lingkungan yang lebih sehat dan berdaya.

    Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

  • Pelatihan pembuatan Eco Enzyme Bersama Komunitas Kain Kebaya Indonesia Mojokerto: Puluhan Peserta Antusias Ikuti Praktek Langsung di Aula Gedung Sentra IKM Batik

    Pelatihan pembuatan Eco Enzyme Bersama Komunitas Kain Kebaya Indonesia Mojokerto: Puluhan Peserta Antusias Ikuti Praktek Langsung di Aula Gedung Sentra IKM Batik

    RDEE Mojokerto. 02 September 2025

    Semangat menjaga kelestarian lingkungan kembali digaungkan di Kota Mojokerto melalui sebuah kegiatan edukatif yang sarat manfaat.

    Kali ini, Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI) Kota Mojokerto menggelar Pelatihan Eco Enzyme yang berlangsung pada Selasa ( 2 september 2025 ) di Aula Gedung Sentra IKM Batik, Kota Mojokerto. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan anggota komunitas, pemerhati lingkungan, serta masyarakat umum yang peduli terhadap kelestarian alam.

    Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis mengenai apa itu eco enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta bagaimana penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga langsung diikuti dengan praktek pembuatan eco enzyme secara berkelompok. Dengan sistem “satu kelompok satu formula”,

    Para peserta tampak antusias mencoba langsung proses fermentasi sederhana dari limbah organik rumah tangga, seperti kulit buah dan sayuran.

    Ketua Komunitas Kain Kebaya Indonesia Kota Mojokerto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian kaum perempuan terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa selain mencintai budaya dan melestarikan kebaya sebagai warisan bangsa, para perempuan juga mampu mengambil peran nyata dalam upaya menjaga bumi melalui hal sederhana seperti eco enzyme,” ujarnya.

    Suasana pelatihan terasa hangat dan penuh semangat. Narasumber dari RDEE Mojokerto  memaparkan secara detail bagaimana eco enzyme dapat dimanfaatkan, mulai dari pembersih alami, pengendali bau, pupuk cair organik, hingga sebagai salah satu upaya mengurangi emisi karbon. Penjelasan tersebut langsung dipraktikkan dengan bimbingan instruktur, sehingga para peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi benar-benar mampu mengolah sendiri.

    Puluhan botol hasil olahan eco enzyme dari tiap kelompok menjadi bukti nyata bahwa limbah rumah tangga bisa diubah menjadi produk bermanfaat. Para peserta mengaku mendapatkan ilmu baru yang bisa diterapkan di rumah masing-masing, sekaligus menjadi modal pengetahuan untuk mengedukasi keluarga maupun lingkungan sekitar.

    Salah seorang peserta,  menyampaikan rasa gembiranya.

    “Kami sangat senang bisa belajar hal baru. Ternyata kulit buah yang biasanya dibuang begitu saja, bisa dijadikan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Apalagi tadi kami belajar sambil praktek langsung, jadi lebih paham,” tuturnya dengan penuh semangat.

    Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antar anggota komunitas. Mereka bertekad untuk terus mengembangkan kegiatan serupa, bahkan ke depan mengadakan program lanjutan berupa pemanfaatan hasil eco enzyme di bidang pertanian, kesehatan, hingga kebersihan lingkungan perkotaan.

    Dengan pelatihan ini, Komunitas Kain Kebaya Indonesia Kota Mojokerto berharap bahwa semangat melestarikan lingkungan tidak hanya berhenti pada kegiatan sehari, tetapi mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang ditularkan kepada masyarakat luas. Eco enzyme diharapkan menjadi gerakan kecil yang berdampak besar, sejalan dengan visi Mojokerto sebagai kota yang sehat, bersih, dan berbudaya.

    Humas RDEE Jatim

  • Pelatihan Pengembangan Dasar Pembuatan Cuka Apel Organik Metode RDEE, Ibu-Ibu Antusias Ikuti Praktek Langsung

    Pelatihan Pengembangan Dasar Pembuatan Cuka Apel Organik Metode RDEE, Ibu-Ibu Antusias Ikuti Praktek Langsung

    RDEE Mojokerto; 27 Agustus 2025

    Suasana penuh semangat dan antusiasme tampak terlihat pada pelatihan pengembangan dasar pembuatan sekaligus praktek cuka apel organik dengan metode Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) yang digelar pada rabu, 27 Agustus 2025 sore, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang dilaksanakan dirumah salah satu rumah relawan dunia Eco enzyme kab/kota Mojokerto ini diikuti oleh belasan ibu-ibu dari berbagai komunitas pecinta lingkungan dan kesehatan, yang memiliki ketertarikan besar terhadap gaya hidup sehat serta produk olahan alami berbasis fermentasi.

    Pelatihan ini dipandu langsung oleh Dr. (Cand.) Surya Yusuf, SE., MS, Founder RDEE yang datang dari Medan khusus untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Beliau tidak hanya menjelaskan teori dasar mengenai manfaat cuka apel organik, tetapi juga memperkenalkan metode fermentasi ramah lingkungan khas RDEE yang selama ini telah menjadi acuan dalam berbagai pelatihan di tingkat nasional maupun internasional.

    Dalam pemaparannya, Dr. Surya Yusuf menekankan bahwa pembuatan cuka apel organik bukan hanya sekadar menghasilkan produk bernilai guna, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan besar menjaga kelestarian alam.

    “Setiap tetes fermentasi alami ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap bumi. Dengan mengolah bahan organik menjadi produk bermanfaat, kita telah ikut mengurangi limbah, meningkatkan kesehatan, sekaligus memberdayakan masyarakat,” ungkapnya di hadapan peserta.

    Acara yang berlangsung dengan suasana hangat tersebut diawali dengan pengenalan bahan-bahan dasar yang digunakan, mulai dari apel segar organik, gula, air bersih, hingga wadah fermentasi yang sesuai standar. Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktek pembuatan secara berkelompok. Setiap kelompok ibu-ibu diberikan kesempatan untuk meracik bahan sesuai formula yang diajarkan, sehingga mereka dapat langsung memahami langkah demi langkah proses fermentasi hingga menghasilkan cuka apel organik yang berkualitas.

    Peserta terlihat begitu antusias, saling berdiskusi, mencatat poin-poin penting, bahkan mendokumentasikan proses pembuatan untuk dipelajari kembali di rumah. “Kami merasa sangat beruntung bisa belajar langsung dari Foundher RDEE. Metodenya sederhana, jelas, dan yang paling penting, ramah lingkungan,” ujar salah satu peserta dengan penuh semangat.

    Selain ilmu praktis, pelatihan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan komunitas perempuan peduli lingkungan. Tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, para peserta juga pulang dengan membawa contoh hasil racikan mereka masing-masing untuk dipantau proses fermentasinya di rumah.

    Kegiatan berakhir menjelang sore menjelang malam dengan suasana penuh kegembiraan. Sebelum menutup acara, Dr. Surya Yusuf berpesan agar ibu-ibu yang hadir tidak berhenti pada tataran pelatihan, melainkan terus mengembangkan keterampilan ini di lingkup keluarga maupun komunitas. “Jika setiap rumah tangga bisa menghasilkan produk organik sendiri, maka kita telah melangkah satu tahap lebih maju dalam menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan cinta lingkungan,” pungkasnya.

    Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk memanfaatkan potensi alam secara bijak, sembari terus mendukung gerakan eco enzyme dan fermentasi alami sebagai bagian dari solusi menjaga bumi.

    Humas RDEE Jatim

  • RDEE Medan Deli Serdang Gelar Pelatihan Budidaya Maggot

    RDEE Medan Deli Serdang Gelar Pelatihan Budidaya Maggot

    Eco Enzyme Dorong Pakan Sehat dan Kebersihan Kandang Maggot
    RDEE Medan Deli Serdang, 28 Agustus 2025

    Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Medan-Deli Serdang, berkolaborasi dengan Bank Sampah Induk (BSI) Rumah Hijau Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara, sukses menyelenggarakan pelatihan budidaya maggot di Jalan SM Raja No.144, Medan.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan limbah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan pendekatan berbasis edukasi dan praktik langsung, pelatihan ini menyoroti pemanfaatan limbah pasar, restoran, hotel, dan rumah tangga sebagai sumber pakan maggot yang dapat diolah menjadi pakan unggas yang sehat, ekonomis, dan ramah lingkungan.

    Ketua RDEE Medan-Deli Serdang, Yenny Susanty Siregar, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Eco Enzyme memiliki peran penting dalam proses budidaya maggot. “Eco Enzyme tidak hanya meningkatkan kualitas pakan, tetapi juga menjaga kebersihan kandang secara alami. Ini adalah solusi yang berkelanjutan dan mudah diterapkan oleh masyarakat,” ujarnya.

    Direktur BSI Rumah Hijau sekaligus Sekretaris DLHK Sumut, Ahmad Ari Pandi Hrp, S.Sos., M.H., turut membuka acara dan menekankan pentingnya pengelolaan limbah sebagai bagian dari pelestarian lingkungan. “Budidaya maggot adalah langkah strategis yang berdampak langsung pada pengurangan timbunan sampah dan peningkatan ekonomi rumah tangga,” ungkapnya.

    Sebanyak 26 peserta mengikuti pelatihan ini, menerima materi komprehensif mulai dari teknik budidaya, manajemen limbah organik, hingga strategi pemasaran produk maggot. Kegiatan juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke lokasi pemeliharaan maggot di Rumah Hijau DLHK Sumut, di mana peserta melakukan praktik langsung bersama narasumber Zaidir Nur dan drh Jody Singgih.

    Pelatihan ini menjadi bagian dari gerakan nasional RDEE dalam mendorong pemanfaatan Eco Enzyme untuk pertanian, peternakan, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

    YRDEE

  • Kantor Sekretariat RDEE Mojokerto Resmi Dibuka oleh Senior Executive Director UNEP, Momentum Baru untuk Gerakan Lingkungan

    Kantor Sekretariat RDEE Mojokerto Resmi Dibuka oleh Senior Executive Director UNEP, Momentum Baru untuk Gerakan Lingkungan

    RDEE Mojokerto; 28 Agustus 2025

    Kamis (28/08/2025) menjadi hari bersejarah bagi Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) di Kota dan Kabupaten Mojokerto. Tepat pada hari itu, kantor sekretariat sekaligus base camp resmi diresmikan dan dibuka untuk umum. Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, ditandai dengan prosesi peresmian oleh DR. (Cand) H.M. Surya Yusuf, M.S., Senior Executive Director United Nations Environment Programme (UNEP).

    Dalam sambutannya, Surya Yusuf mengawali dengan penuh kekhusyukan:

    “Bismillahirrahmanirrahim, with the blessings of God Almighty, the United Nations Environment Programme inaugurated the RDEE Mojokerto Base Camp,” ucapnya, yang disambut tepuk tangan meriah seluruh tamu undangan. Beliau menegaskan bahwa keberadaan kantor sekretariat ini akan menjadi pusat koordinasi, edukasi, dan kolaborasi dalam gerakan pelestarian lingkungan berbasis eco enzyme, tidak hanya untuk Mojokerto, tetapi juga sebagai inspirasi bagi daerah lain.

    Acara peresmian ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan perwakilan dari sejumlah daerah. Hadir perwakilan Relawan Dunia Eco Enzyme dari region Jawa Timur, Gresik, Malang, dan Surabaya, yang turut memberikan dukungan moral serta harapan agar RDEE Mojokerto dapat menjadi motor penggerak perubahan lingkungan di tingkat lokal. Selain itu, turut hadir Kepala Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif nyata para relawan dalam menjaga keseimbangan alam.

    Dukungan juga datang dari dunia pendidikan. Sejumlah kepala sekolah Adiwiyata se-Mojokerto turut hadir dalam peresmian ini. Mereka menilai bahwa gerakan eco enzyme selaras dengan misi sekolah Adiwiyata dalam membentuk generasi peduli lingkungan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat sinergi antara relawan, sekolah, dan masyarakat dalam gerakan hijau berkelanjutan.

    Acara peresmian berlangsung sederhana namun penuh makna. Dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari para tamu undangan.

    Suasana semakin hangat dengan dialog interaktif antara relawan dan tamu undangan yang membahas strategi pengembangan gerakan eco enzyme di Mojokerto.

    Peresmian kantor sekretariat ini juga menjadi tonggak penting bagi RDEE Mojokerto dalam menjalankan berbagai program, mulai dari edukasi masyarakat, pelatihan pembuatan eco enzyme, hingga kolaborasi dengan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Dengan adanya base camp ini, relawan memiliki pusat aktivitas yang lebih terstruktur untuk menyalurkan ide, energi, dan karya nyata mereka.

    Di akhir acara, seluruh tamu undangan bersama-sama melakukan sesi foto bersama di depan kantor sekretariat sebagai simbol kebersamaan. Semangat kebersamaan tersebut kian memperkuat keyakinan bahwa gerakan eco enzyme akan terus tumbuh dan memberi manfaat luas bagi masyarakat serta lingkungan.

    Dengan diresmikannya kantor sekretariat RDEE Mojokerto, diharapkan gerakan cinta lingkungan berbasis eco enzyme dapat semakin masif, menyebarkan inspirasi, dan memberi dampak positif bagi bumi yang kita cintai bersama.

    Humas

  • Pelatihan Eco Enzyme, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mojokerto, Dibuka oleh Sekda

    Pelatihan Eco Enzyme, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mojokerto, Dibuka oleh Sekda

    RDEE Mojokerto; 27 Agustus 2025

    Semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan dan mendorong gaya hidup berkelanjutan terus tumbuh di Kota Mojokerto. Hal ini terlihat jelas saat berbagai organisasi wanita di kota ini bergabung dalam kegiatan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme yang digelar pada hari [rabu, 27 agustus 2025]. Acara istimewa ini dibuka secara resmi oleh Ibu Ratnawati Gaguk, selaku sekertaris daerah kota mojokerto serta tokoh perempuan Mojokerto yang juga dikenal aktif mendorong gerakan peduli lingkungan.

    DR.HM.SURYA YUSUF SE.MS selaku narasumber menyampaikan secara rinci dari manfaat hingga tata cara pembuatan eco enzyme.

    Pelatihan yang berlangsung penuh antusias ini dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi wanita, mulai dari PKK, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Fatayat Muslimat, Aisyiyah, serta sejumlah komunitas perempuan peduli lingkungan. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama kaum perempuan Mojokerto dalam mengambil peran nyata bagi keberlanjutan bumi.

    Dalam sambutannya, Ibu Ratnawati Gaguk menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif pelatihan ini. Menurutnya, eco enzyme merupakan solusi sederhana namun berdampak besar dalam mengatasi persoalan lingkungan.

    “Perempuan adalah garda terdepan dalam keluarga. Melalui pelatihan eco enzyme ini, kita dapat mengubah sampah rumah tangga organik menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik untuk pertanian, kesehatan, maupun kebersihan lingkungan. Mari kita jadikan langkah kecil ini sebagai gerakan besar untuk Mojokerto yang lebih sehat dan hijau,” ungkapnya penuh semangat.

    Selama pelatihan, para peserta mendapatkan penjelasan teori sekaligus praktik langsung mengenai cara membuat eco enzyme dari sisa buah dan sayuran. Para instruktur menekankan pentingnya perbandingan bahan, proses fermentasi yang tepat, serta manfaat luas dari larutan eco enzyme, mulai dari penyubur tanaman, pengusir hama alami, pembersih udara, hingga pengganti cairan pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan.

    Suasana penuh semangat tampak saat para peserta mencoba mencampur gula merah, air, dan sisa buah ke dalam wadah yang telah disiapkan. Tawa, canda, serta diskusi hangat antar organisasi menjadikan kegiatan ini bukan hanya pelatihan semata, tetapi juga ajang mempererat tali silaturahmi antarperempuan Mojokerto.

    Tak sedikit peserta yang mengungkapkan rasa syukur karena bisa mendapatkan ilmu baru yang praktis dan bermanfaat. “Kami sangat senang bisa ikut pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan, kami bisa langsung mempraktikkan di rumah. Semoga gerakan eco enzyme ini bisa menyebar luas dan menjadi kebiasaan baik di masyarakat,” tutur salah satu peserta.

    Kegiatan pelatihan eco enzyme gabungan organisasi wanita ini diakhiri dengan penyerahan simbolis produk eco enzyme hasil racikan bersama kepada Ibu Ratnawati Gaguk, sebagai tanda komitmen para perempuan Mojokerto untuk terus bergerak bersama menjaga kelestarian lingkungan.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gerakan nyata dari kaum perempuan Kota Mojokerto untuk mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan kesehatan keluarga.

    Humas