-
RDEE Mojokerto Bersinergi dengan FKMS dan UPT Puskesmas Kedundung Wujudkan Kota Sehat

MOJOKERTO, 22 Juni 2026 – Semangat kolaborasi lintas sektor kembali ditunjukkan dalam kegiatan Pembinaan Forum Kota Sehat (FKMS) yang digelar di Ruang Pertemuan UPT Puskesmas Kedundung, Kota Mojokerto, pada Senin, 22 Juni 2026.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Pokja Sehat Kelurahan Kedundung, Ketua PKK Kelurahan Kedundung, Petugas Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan, Puskesmas Kedundung, serta anggota FKMS. Kehadiran lintas elemen masyarakat ini menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Sinergi Menuju Kota Sehat
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Riani, pengurus Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto, menyampaikan bahwa RDEE Mojokerto melalui program-programnya akan terus bersinergi mendukung terwujudnya Kota Sehat.
“RDEE hadir bukan hanya sebagai penggerak edukasi, tetapi juga sebagai mitra yang mendampingi kader dan Pokja PKK dalam mengembangkan inovasi lingkungan, termasuk pembuatan Eco Enzyme,” ujar Bunda Riani.
Eco Enzyme sebagai Solusi Ramah Lingkungan
Eco Enzyme yang telah diproduksi oleh kader PKK Kelurahan Kedundung menjadi salah satu wujud nyata kontribusi masyarakat dalam mengurangi limbah organik rumah tangga. Cairan serbaguna ini tidak hanya bermanfaat sebagai pembersih alami, tetapi juga dapat digunakan sebagai pupuk cair dan pengendali bau, sehingga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
RDEE Mojokerto menekankan pentingnya keberlanjutan program ini, dengan harapan setiap rumah tangga mampu mengolah sampah organiknya sendiri. Langkah sederhana ini diyakini dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Harapan dan Komitmen Bersama
Melalui kegiatan pembinaan FKMS ini, diharapkan seluruh pihak yang hadir dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Sinergi antara pemerintah, kader PKK, tenaga kesehatan, dan relawan lingkungan menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Mojokerto yang sehat, bersih, dan berdaya.
Dengan semangat kebersamaan, RDEE Mojokerto bersama FKMS dan UPT Puskesmas Kedundung berkomitmen untuk terus mendukung gerakan Kota Sehat, menjadikan Mojokerto sebagai contoh nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di tingkat keluarga dan komunitas.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme!
RDEE Mojokerto Collaborates with FKMS and UPT Kedundung Health Center to Realize a Healthy City
MOJOKERTO, June 22, 2026 – The spirit of cross-sector collaboration was once again demonstrated during the Healthy City Forum (FKMS) Development Program, held at the Meeting Room of UPT Kedundung Health Center, Mojokerto City, on Monday, June 22, 2026.
The event was attended by key stakeholders, including the Healthy Working Group of Kedundung Subdistrict, the Chairwoman of PKK Kedundung Subdistrict, Environmental Health Officers from the Health Department, representatives of Kedundung Health Center, and members of FKMS. Their presence highlighted a shared commitment to building a clean, sustainable, and healthy environment for the community.
Synergy Towards a Healthy City
On this occasion, Bunda Riani, a board member of Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto, emphasized that RDEE Mojokerto will continue to synergize through its programs to support the realization of a Healthy City.
“RDEE is here not only as an educational driver but also as a partner that accompanies cadres and PKK working groups in developing environmental innovations, including the production of Eco Enzyme,” said Bunda Riani.
Eco Enzyme as an Eco-Friendly Solution
Eco Enzyme produced by PKK cadres in Kedundung Subdistrict has become a tangible example of community contribution in reducing household organic waste. This versatile liquid serves multiple purposes: as a natural cleaner, liquid fertilizer, and odor controller—supporting the creation of a healthier and more comfortable living environment.
RDEE Mojokerto stressed the importance of sustaining this program, with the hope that every household will be able to process its own organic waste. Such simple steps are believed to bring significant impact to environmental health and improve the quality of life in society.
Shared Hopes and Commitments
Through this FKMS development activity, all participants are expected to become agents of change within their respective communities. The synergy between government institutions, PKK cadres, health workers, and environmental volunteers is seen as the key to realizing Mojokerto as a healthy, clean, and empowered city.
With the spirit of togetherness, RDEE Mojokerto, FKMS, and UPT Kedundung Health Center reaffirm their commitment to continuously support the Healthy City movement—making Mojokerto a living example that great change can begin with small steps at the family and community level.
Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme!
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Pelatihan Eco Enzyme SOP RDEE: Pengolahan Sampah Organik dan Kotoran Hewan untuk Indonesia Bersih, Hijau, Sehat, Makmur

IPMI Institute, Jakarta Selatan – Sabtu, 20 Juni 2026
Eco Enzyme SOP RDEE Training: Organic Waste and Animal Manure Processing for a Clean, Green, Healthy, and Prosperous Indonesia
IPMI Institute, South Jakarta – Saturday, June 20, 2026Lokasi & Waktu | Location & Time
- Hari/Tanggal | Date: Sabtu, 20 Juni 2026 | Saturday, June 20, 2026
- Waktu | Time: 08.00 – 16.00 WIB
- Tempat | Venue: Ruangan C, IPMI Business School, Jl. Rawajati Timur 1 No. 1 RT03 RW02, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12750
Materi Pelatihan | Training Topics
- Fermentasi Eco Enzyme untuk Pengolahan Sampah Organik dan Kotoran Hewan
- Pemateri | Speaker: Bangda Danial Kaban, Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)
- Fokus pada SOP RDEE dan manfaat Eco Enzyme untuk kesehatan masyarakat, rumah sehat, pertanian mandiri, peternakan sehat, ketahanan pangan, serta pelestarian lingkungan.
- Focus on RDEE SOP and the benefits of Eco Enzyme for public health, healthy homes, sustainable farming, livestock productivity, food security, and environmental preservation.
- Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dan Kotoran Hewan dengan Budidaya Cacing
- Pemateri | Speaker: Harti, Ketua Bank Sampah Sumber Berkah, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
- Household organic waste and animal manure processing through worm cultivation.
- Pengolahan Sampah Organik dan Limbah Kotoran Hewan untuk Merdeka Pakan dan Merdeka Pupuk melalui Budidaya Cacing
- Pemateri | Speaker: Abdul Azis Adam Maulida, ST, Owner CV. RAJ Organik Malang
- Organic waste and manure processing for independent feed and fertilizer through worm farming.
Peserta | Participants
Sebanyak 70 peserta hadir dari berbagai daerah: DKI Jakarta, Jawa Barat (Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tambun), Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Kalimantan Timur.
Turut hadir pula LPPM IPMI Institute serta Direktur SDG Center IPMI Institute sebagai mitra akademik.
A total of 70 participants attended from various regions: Jakarta, West Java (Bekasi, Tambun), Central Java, East Java, Lampung, and East Kalimantan.
The event was also attended by LPPM IPMI Institute and the Director of SDG Center IPMI Institute as academic partners.
Rangkaian Kegiatan | Program Highlights
- Pembukaan | Opening: Ketua Pembina RDEE, Bangda Heriyanto Anang (Bangda Riyan), memperkenalkan Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme kepada peserta.
- Materi Utama | Main Session:
- Eco Enzyme SOP RDEE dan aplikasinya dalam kesehatan, pertanian, peternakan, serta lingkungan.
- Pengolahan sampah organik menjadi bio kompos skala rumah tangga dan komunitas.
- Fermentasi kohe dan urine ternak dengan Eco Enzyme untuk meningkatkan kandungan nutrisi, menghilangkan bakteri patogen, dan menjadi booster tanaman.
- Eco Enzyme SOP RDEE and its applications in health, farming, livestock, and environment.
- Processing organic waste into bio compost at household and community scale.
- Fermentation of manure and livestock urine with Eco Enzyme to enhance nutrients, eliminate pathogens, and act as a plant booster.
- Praktek Lapangan | Practical Session: Ketua RDEE Region Jawa Barat Ambu Enih Halimah G bersama Ketua RDEE Kota Bandung Bunda Hetty Seniwati memandu pembuatan Eco Enzyme dan Soft Eco Enzyme.
- Hands-on practice led by RDEE West Java Chair Ambu Enih Halimah G and RDEE Bandung Chair Bunda Hetty Seniwati on making Eco Enzyme and Soft Eco Enzyme.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan tertulis yang disampaikan melalui penyelenggara, Bunda Ira Meliana (Ketua Imah Hejo, Kabupaten Bandung). Banyak peserta berkomitmen membawa ilmu ini ke daerah masing-masing.
Hal ini juga dibuktikan dengan dukungan penuh dari RDEE Jawa Barat yang kehadiran 11 orang Relawan dengan suka rela datang dan menbawa bahan praktek dalam pelatihan.
Participants’ enthusiasm was evident from the numerous written questions submitted via organizer Bunda Ira Meliana (Chair of Imah Hejo, Bandung). Many expressed commitment to replicate the training in their own regions.“This is also evidenced by the full support of RDEE West Java, with the attendance of 11 volunteers who voluntarily came and brought practical materials for the training.”
Dukungan IPMI Institute | IPMI Institute Support
- Prof. Wiwiek M. Daryanto (LPPM IPMI Institute), mewakili Rektor Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah, M.Sc., Ph.D., menyampaikan dukungan penuh agar pelatihan ini berkelanjutan.
- Prof. Wiwiek M. Daryanto (LPPM IPMI Institute), representing Rector Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah, M.Sc., Ph.D., expressed full support for the sustainability of this training.
- Dr. Ir. Amelia Naim Indrajaya, MBA (Direktur SDG Center IPMI Institute), menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan seluruh 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
- Dr. Ir. Amelia Naim Indrajaya, MBA (Director of SDG Center IPMI Institute), emphasized that this training aligns with all 17 Sustainable Development Goals (SDGs).
Pesan Ketua Umum YRDEE | Message from YRDEE Chairman
Bangda Danial Kaban menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya tentang membuat Eco Enzyme, tetapi juga memahami aplikasinya untuk pertanian, peternakan, kesehatan manusia, dan lingkungan.
Beliau menutup dengan pesan:
“Syarat menjadi Relawan RDEE adalah harus RELA dan mengisi Form Register Pendaftaran menjadi Member RDEE.”
Bangda Danial Kaban highlighted that this training is not only about producing Eco Enzyme but also understanding its applications in agriculture, livestock, human health, and the environment. He concluded with a message:
“To become an RDEE Volunteer, one must be WILLING (RELA) and complete the registration form to join as a member.”
Penutup | Closing
Pelatihan ini menjadi langkah nyata menuju Indonesia Bersih, Hijau, Sehat, dan Makmur. Dengan semangat relawan, Eco Enzyme hadir sebagai solusi ramah lingkungan untuk generasi mendatang.
This training marks a concrete step towards a Clean, Green, Healthy, and Prosperous Indonesia. With the spirit of volunteerism, Eco Enzyme emerges as an eco-friendly solution for future generations.Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Healthy Living on a Healthy Earth with Eco EnzymeYayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Cinta Lingkungan Bertepatan dengan Biomist Day

Mojokerto, 19 Juni 2026
Dusun Blentreng, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto menjadi saksi pelaksanaan kegiatan Cinta Lingkungan bertepatan dengan Biomist Day yang digelar oleh Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Mojokerto.
Acara ini dihadiri oleh Camat setempat, Danramil, Kepala Desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan pecinta lingkungan, serta warga sekitar. Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan, mulai dari sosialisasi Eco Enzyme (EE) dan Biomist, berbagi EE kepada masyarakat, penyiraman EE, penanaman pohon, hingga tasyakuran sebagai wujud rasa syukur kepada alam semesta.
Dalam sambutannya, Bunda Sri menegaskan bahwa bersinergi dengan alam bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan. “Dengan mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, siklus alami tanah dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. Manusia sejahtera, alam lestari,” ujarnya penuh semangat, mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga harmoni dengan lingkungan.
Apa itu Biomist?
Biomist adalah air alami yang diambil langsung dari mata air pada saat fenomena astronomis tertentu, yaitu ketika posisi Bulan, Bumi, dan Matahari benar-benar sejajar pada tanggal 5 bulan 5 kalender lunar (Peh Cun). Pada momen tersebut, gaya gravitasi memengaruhi bumi secara unik sehingga:
- Telur dan sapu dapat berdiri tegak.
- Debit air dari mata air meningkat.
- Air yang keluar memiliki pH alkalin tinggi (sekitar 9,05) dan bertahan lama.
Biomist dipercaya memiliki manfaat kesehatan dan dapat digunakan untuk konsumsi langsung maupun fermentasi. Agar tetap awet, setiap 50 liter Biomist dapat ditambahkan satu sendok teh Classic Enzyme.
Dengan memadukan Eco Enzyme dan Biomist, RDEE Mojokerto menunjukkan komitmen nyata: menjaga kebersihan, melestarikan alam, serta menumbuhkan harapan akan kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme dan Biomist.
Environmental Care in Conjunction with Biomist Day
Mojokerto, June 19, 2026
Dusun Blentreng, Ngembat Village, Gondang District, Mojokerto Regency witnessed the celebration of Environmental Care in conjunction with Biomist Day, organized by the World Eco Enzyme Volunteers (RDEE) Mojokerto.
The event was attended by the local sub-district head (Camat), Danramil, village head, community leaders, women’s environmental groups, and local residents. A series of meaningful activities were carried out, including Eco Enzyme (EE) and Biomist socialization, distribution of EE to the community, EE spraying, tree planting, and a thanksgiving ceremony as an expression of gratitude to the universe.
In her remarks, Bunda Sri emphasized that living in harmony with nature is not a choice but a necessity. “By processing organic waste into Eco Enzyme, the natural cycle of the soil can be restored. Prosperous people, sustainable nature,” she declared passionately, encouraging all participants to continue nurturing harmony with the environment.
What is Biomist?
Biomist is natural spring water collected during a rare astronomical phenomenon when the Moon, Earth, and Sun are perfectly aligned on the 5th day of the 5th lunar month (Peh Cun). At this moment, gravitational forces uniquely affect the Earth, resulting in:
- Eggs and brooms being able to stand upright.
- Increased water flow from springs.
- Water with a high alkaline pH (around 9.05) that remains stable for a long time.
Biomist is believed to have health benefits and can be consumed directly or used in fermentation. To preserve its quality, every 50 liters of Biomist can be mixed with one teaspoon of Classic Enzyme.
By combining Eco Enzyme and Biomist, RDEE Mojokerto demonstrates a strong commitment to cleanliness, environmental preservation, and fostering hope for a healthier and more sustainable life.
Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme and Biomist.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme

-
Sosialisasi Eco Enzyme kepada Petugas ODGJ

Pasuruan, 19 Juni 2026
Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui UPT RSBL Pasuruan mengadakan sosialisasi Eco Enzyme bagi para petugas dan ASN yang menangani pasien ODGJ. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petugas mengenai manfaat Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan pasien.
Sejak dua bulan terakhir, Eco Enzyme telah digunakan secara rutin di RSBL Pasuruan. Penyemprotan dilakukan di kamar tidur, kamar mandi, bahkan pada tubuh pasien setiap minggu sekali. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga kebersihan sekaligus mendukung proses pemulihan pasien ODGJ.
Sosialisasi yang dihadiri oleh 50 peserta ini menghadirkan Bangda Abu Hasan, Pengurus RDEE Kabupaten Pasuruan, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan petugas untuk membuat dan memanfaatkan Eco Enzyme secara mandiri. “Jika lingkungan dan fisik ODGJ bersih, maka proses penyembuhan mental akan semakin cepat,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan untuk memperbesar rasa peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang menjalani perawatan. Dengan Eco Enzyme, kita tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga menumbuhkan harapan akan pemulihan yang lebih baik.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme.
Eco Enzyme Socialization for ODGJ Care Officers
Pasuruan, June 19, 2026The Social Service Office of East Java Province, through UPT RSBL Pasuruan, held an Eco Enzyme socialization program for officers and civil servants (ASN) responsible for patients with mental disorders (ODGJ). This activity aimed to enhance the officers’ understanding of the benefits of Eco Enzyme as part of efforts to maintain environmental cleanliness and patient health.
For the past two months, Eco Enzyme has been routinely applied at RSBL Pasuruan. Spraying has been carried out in patient bedrooms, bathrooms, and even directly on patients once a week. These steps reflect a strong commitment to hygiene while supporting the recovery process of ODGJ patients.
The socialization, attended by 50 participants, featured Bangda Abu Hasan, a member of RDEE Pasuruan Regency, as the speaker. In his presentation, he emphasized the importance of officers being able to produce and utilize Eco Enzyme independently. “If the environment and physical condition of ODGJ patients are clean, their mental recovery process will be faster,” he explained.

-
RDEE Kaltim Panen Soft Eco Enzyme & Membuat Sabun SEE

Balikpapan, 14 Juni 2026
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Kalimantan Timur kembali menggelar acara rutin penuh kebersamaan pada Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Sekretariat RDEE Kaltim, Jl. Diponegoro Blok G No.48 RT.35, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.
Acara dimulai pukul 13.00 WITA hingga selesai dengan agenda:
- Silaturahmi antar member RDEE Kaltim
- Panen Soft Eco Enzyme (SEE)
- Belajar membuat sabun berbahan dasar SEE
- Diskusi bersama seputar manfaat Eco Enzyme
Relawan yang belum memiliki SEE berkesempatan membawa pulang hasil panen bersama, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan ini, Ketua RDEE Kaltim, Bunda Ruth “Nesya” Deliana, menegaskan bahwa kegiatan rutin seperti ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan semangat relawan dalam berbagi kebaikan. Soft Eco Enzyme sendiri memiliki formula yang sama dengan Eco Enzyme, namun menggunakan bahan organik pilihan dengan fermentasi minimal 100 hari untuk pemakaian pribadi, dan 6 bulan untuk kebutuhan kesehatan.
Manfaat Soft Eco Enzyme (SEE)
Soft Eco Enzyme dikenal memiliki beragam manfaat praktis dan kesehatan, di antaranya:
- Sebagai disinfektan alami dan hand body sanitizer
- Digunakan sebagai cairan gosok gigi dan berbagai detoks tubuh (Usus, Wajah, Kaki, Rahim, Tulang Belakang, dll.)
- Bahan dasar pembuatan sabun dan shampoo herbal
- Membantu penyembuhan luka pada penderita diabetes berkat kemampuan antibakteri
- Sebagai Eco Enzyme Sport dan Hair Tonic
- Menetralkan pestisida pada produk fermentasi seperti cuka apel atau salak
Selain itu, ampas hasil fermentasi 6 bulan juga bermanfaat untuk terapi kesehatan, seperti kompres demam, perawatan luka terbuka, hingga mengatasi kapalan pada telapak kaki.
Dengan kegiatan ini, RDEE Kaltim tidak hanya memperkuat silaturahmi antar relawan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berbagi ilmu dan manfaat Eco Enzyme kepada masyarakat luas. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan hijau berbasis Eco Enzyme mampu menghadirkan solusi sehat, murah, dan ramah lingkungan.
RDEE Kaltim – Hidup Sehat di Bumi yang Sehat, Bersama Eco Enzyme.
RDEE Kaltim Harvests Soft Eco Enzyme & Makes SEE Soap
Balikpapan, June 14, 2026
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) East Kalimantan once again held its regular gathering full of togetherness on Sunday, June 14, 2026, at the RDEE Kaltim Secretariat, Jl. Diponegoro Blok G No.48 RT.35, Gunung Samarinda Baru Subdistrict, Balikpapan Utara District, Balikpapan City.
The event started at 1:00 PM WITA and continued until completion, with the following agenda:
- Fellowship among RDEE Kaltim members
- Harvesting Soft Eco Enzyme (SEE)
- Learning to make soap using SEE
- Group discussion on the benefits of Eco Enzyme
Volunteers who did not yet have SEE were given the opportunity to take home the harvest, so its benefits could be directly applied in daily life.
On this occasion, RDEE Kaltim Chairperson, Bunda Ruth “Nesya” Deliana, emphasized that such routine activities serve as both a learning platform and a way to strengthen the spirit of volunteers in sharing goodness. Soft Eco Enzyme itself has the same formula as Eco Enzyme but uses selected organic ingredients, with a minimum fermentation of 100 days for personal use and 6 months for health treatments.
Benefits of Soft Eco Enzyme (SEE)
Soft Eco Enzyme is widely recognized for its practical and health benefits, including:
- As a natural disinfectant and hand body sanitizer
- Used as mouth rinse and for various body detox treatments (intestines, face, feet, uterus, spine, etc.)
- A base ingredient for herbal soap and shampoo
- Helps heal wounds in diabetes patients thanks to its antibacterial properties
- Functions as Eco Enzyme Sport and Hair Tonic
- Neutralizes pesticides in fermented products such as apple vinegar or salak vinegar
Additionally, the residue from 6-month fermentation is beneficial for health therapy, such as fever compresses, wound care, and even treating calluses on the soles of the feet.
Through this activity, RDEE Kaltim not only strengthens fellowship among volunteers but also reaffirms its commitment to continuously share knowledge and the benefits of Eco Enzyme with the wider community. This spirit of togetherness is clear evidence that the green movement based on Eco Enzyme offers healthy, affordable, and environmentally friendly solutions.
RDEE Kaltim – Healthy Living on a Healthy Earth, Together with Eco Enzyme.

-
Penanganan dan Penyembelihan Hewan Qurban Higienis Berbasis Eco Enzyme

Cibubur, 27 Mei 2026 — Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Iklhas Perumahan Raffles Hills Cibubur menerapkan protokol kebersihan inovatif berbasis Eco Enzyme. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 27 Mei 2026 ini dikoordinasi oleh Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme dengan Ketua Pembina Bangda Heriyanto Anang Ibrahim (Bangda Riyan) sebagai penggerak utama program.
Ringkasan Kegiatan
- Waktu dan tempat: Rabu, 27 Mei 2026, Masjid Al Iklhas, Raffles Hills Cibubur.
- Jumlah hewan qurban: 15 ekor sapi dan 51 ekor kambing.
- Penyelenggara: Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme bersama pengurus Masjid Al Iklhas.
- Tujuan: Menjamin proses penanganan dan penyembelihan hewan qurban yang higienis, ramah lingkungan, dan nyaman bagi panitia serta masyarakat.
Metode Eco Enzyme yang Digunakan
Formula dan takaran- Rasio pemakaian: Eco Enzyme (EE) 1 : 100 Air.
- Larutan ini digunakan untuk membersihkan area penyembelihan, peralatan, dan permukaan yang bersentuhan dengan darah atau kotoran hewan.
Aplikasi praktis
- Penyemprotan area kerja sebelum, selama, dan setelah proses penyembelihan untuk menekan bau dan mengurangi kontaminasi.
- Pembersihan peralatan tajam dan alas kerja dengan larutan EE sesuai rasio yang ditetapkan.
- Penggunaan EE juga diterapkan pada penanganan luka ringan yang mungkin dialami panitia atau hewan selama proses, sebagai langkah pertolongan pertama.
Dampak dan Respons Lapangan
- Higienis dan tanpa bau: Panitia dan warga yang hadir melaporkan pengalaman yang sama — tidak tercium bau menyengat selama dan setelah proses penyembelihan.
- Kesiapsiagaan medis sederhana: Bila ada luka ringan, penanganan awal dilakukan menggunakan Eco Enzyme sehingga proses pertolongan dapat dilakukan cepat dan aman.
- Kesan umum: Banyak pihak tercengang melihat efektivitas Eco Enzyme dalam mengendalikan bau dan menjaga kebersihan area qurban.
Pernyataan Pengurus
Bangda Heriyanto Anang Ibrahim (Bangda Riyan) menyampaikan harapan dan motivasi pelaksanaan:
“Semakin banyak relawan yang berbuat kebaikan dengan Eco Enzyme saat hari raya qurban Idul Adha dan juga momen-momen lainnya.”
Bangda Riyan menegaskan bahwa ini merupakan tahun kedua penerapan Eco Enzyme dalam kegiatan qurban yang mereka fasilitasi, dan hasilnya semakin meyakinkan dari sisi kebersihan, kenyamanan, dan aspek lingkungan.
Makna dan Rekomendasi
- Keberlanjutan: Penerapan Eco Enzyme menunjukkan pendekatan yang menggabungkan praktik keagamaan dengan solusi ramah lingkungan.
- Replikasi kegiatan: Model ini direkomendasikan untuk diadopsi oleh panitia qurban lain, terutama di area padat penduduk, untuk mengurangi dampak bau dan risiko kontaminasi.
- Pelatihan relawan: Diperlukan pelatihan singkat bagi relawan tentang takaran, cara aplikasi, dan penanganan luka sederhana menggunakan Eco Enzyme agar praktik ini aman dan efektif.
Penutup
Kegiatan qurban di Masjid Al Iklhas Raffles Hills Cibubur menjadi contoh praktis bagaimana inovasi sederhana seperti Eco Enzyme dapat meningkatkan standar kebersihan dan kenyamanan dalam pelaksanaan ibadah kolektif. Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme berharap pengalaman ini mendorong lebih banyak inisiatif serupa di komunitas lain.Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)Hygienic Handling and Slaughtering of Qurban Animals Based on Eco Enzyme
Cibubur, 27 May 2026 — The slaughtering of qurban animals for Eid al-Adha 1447 AH at Al Iklhas Mosque, Raffles Hills Housing, Cibubur implemented an innovative cleanliness protocol based on Eco Enzyme. The event, held on Wednesday, 27 May 2026, was coordinated by the World Eco Enzyme Volunteers Foundation with Bangda Heriyanto Anang Ibrahim (Bangda Riyan), the foundation’s Chairperson, as the main driving force behind the program.
Event Summary
- Time and place: Wednesday, 27 May 2026, Al Iklhas Mosque, Raffles Hills Cibubur.
- Number of qurban animals: 15 cattle and 51 goats.
- Organizers: World Eco Enzyme Volunteers Foundation in collaboration with the management of Al Iklhas Mosque.
- Objective: To ensure the handling and slaughtering of qurban animals are hygienic, environmentally friendly, and comfortable for both the committee and the community.
Eco Enzyme Method Used
Formula and dosage
- Usage ratio: Eco Enzyme (EE) 1 : 100 water.
- This solution is used to clean the slaughtering area, equipment, and surfaces that come into contact with animal blood or waste.
Practical application
- Spraying the work area before, during, and after the slaughtering process to suppress odors and reduce contamination.
- Cleaning sharp tools and work surfaces with the EE solution according to the prescribed ratio.
- EE is also applied for first-aid treatment of minor wounds that may be sustained by committee members or animals during the process.
Impact and Field Response
- Hygienic and odor-free: Committee members and attendees reported the same experience — no strong odors were detected during or after the slaughtering process.
- Basic medical readiness: If minor wounds occur, initial treatment is administered using Eco Enzyme so that first aid can be provided quickly and safely.
- General impression: Many were astonished by the effectiveness of Eco Enzyme in controlling odors and maintaining the cleanliness of the qurban area.
Statement from the Organizer
Bangda Heriyanto Anang Ibrahim (Bangda Riyan) expressed his hopes and motivation for the initiative:
“May more volunteers do good with Eco Enzyme during the Eid al-Adha qurban and at other moments as well.”
Bangda Riyan emphasized that this is the second year Eco Enzyme has been applied in the qurban activities they facilitate, and the results are increasingly convincing in terms of cleanliness, comfort, and environmental aspects.Meaning and Recommendations
- Sustainability: The application of Eco Enzyme demonstrates an approach that combines religious practice with environmentally friendly solutions.
- Activity replication: This model is recommended for adoption by other qurban committees, especially in densely populated areas, to reduce odor impact and contamination risk.
- Volunteer training: Short training for volunteers on dosage, application methods, and basic wound care using Eco Enzyme is necessary to ensure the practice is safe and effective.
Closing
The qurban activities at Al Iklhas Mosque, Raffles Hills Cibubur, serve as a practical example of how a simple innovation like Eco Enzyme can raise hygiene and comfort standards in collective worship practices. The World Eco Enzyme Volunteers Foundation hopes this experience will encourage more similar initiatives in other communities.Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme
World Eco Enzyme Volunteers Foundation (YRDEE)

-
RDEE Jawa Barat Gelar Pelatihan Penanganan Hewan Qurban Higienis Berbasis Eco Enzyme

West Java RDEE Holds Training on Hygienic Qurban Animal Handling Based on Eco Enzyme SOP
Saung Angklung Udjo, Bandung – May 17, 2026Dalam rangka menyambut Idul Adha dengan lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan, Bidgar KKLH Pimpinan Cabang PERSISTRI Cibeunying Kidul berkolaborasi dengan Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Kota Bandung & Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan bertema:
“Penanganan Penyembelihan Hewan Qurban Higienis – Memutus Mata Rantai Virus PMK Berbasis SOP Eco Enzyme RDEE”
Saung Angklung Udjo, Bandung – May 17, 2026
To welcome Eid al-Adha in a cleaner, healthier, and more eco-friendly way, Bidgar KKLH Branch Leadership of PERSISTRI Cibeunying Kidul, in collaboration with Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Bandung & West Java, organized a training program with the theme:
“Hygienic Qurban Animal Slaughtering – Breaking the Chain of FMD Virus Based on RDEE Eco Enzyme SOP”
Narasumber: Ambu Enih Halimah Gandasasmita (Ketua RDEE Jawa Barat)
Hari/Tanggal: Ahad, 17 Mei 2026
Pukul: 09.00 – 10.45 WIB
Lokasi: Taman Belakang Saung Angklung Udjo, BandungSpeaker: Ambu Enih Halimah Gandasasmita (Chairperson of RDEE West Java)
Day/Date: Sunday, May 17, 2026
Time: 09.00 – 10.45 AM (WIB)
Venue: Backyard Garden of Saung Angklung Udjo, Bandung💡 Manfaat Pelatihan / Training Benefits
Peserta mendapatkan/ Participants received:
✅ Sampel Eco Enzyme
✅ Materi pemanfaatan Eco Enzyme / Materials on Eco Enzyme utilization
✅ Snack box
🎟️ Gratis & terbuka untuk umum / Free & open to the publicCatatan: Jangan lupa membawa tumbler pribadi ya! 🌍 #SaveEarth #Reuse
Note: Please remember to bring your personal tumbler! 🌍 #SaveEarth #ReuseRelawan Jawa Barat yang Hadir
West Java Volunteers Present- Ambu Enih Hgs
- Bunda Hetty S.
- Bunda Siti Ufiati
- Bunda Emi Suhaemi
- Bunda Dede Wawa
- Bunda Maya K.
- Bunda Reza
- Bunda Mimin M.
- Bunda Neneng
🌍 Semangat Bersama | Shared Spirit
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen RDEE dalam mengedukasi masyarakat agar pelaksanaan qurban lebih higienis, aman dari risiko penyakit mulut dan kuku (PMK), serta ramah lingkungan melalui pemanfaatan Eco Enzyme.
This event reflects RDEE’s commitment to educating the community so that qurban practices are more hygienic, safe from the risk of Foot-and-Mouth Disease (FMD), and environmentally friendly through the use of Eco Enzyme.
Dengan kolaborasi lintas komunitas, RDEE berharap semakin banyak panitia Idul Qurban dan masyarakat yang terinspirasi untuk menerapkan SOP Eco Enzyme dalam setiap proses penyembelihan.
Through cross-community collaboration, RDEE hopes that more Eid al-Adha committees and communities will be inspired to implement Eco Enzyme SOP in every slaughtering process.🔖 Tagar | Hashtags
#KKLH #KKLHCIBKID #PERSISTRICIBKID #ECOENZYME #RDEE
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)

-
Dosen Fakultas Peternakan Unhas Jadi Narasumber di Pertemuan DWP FKM Unhas

Makassar, 20 Mei 2026 – Dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas), drh. Farida Nur Yuliati, M.Si., yang juga aktif sebagai Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Makassar, hadir sebagai narasumber dalam pertemuan bulanan sekaligus arisan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di FKM Universitas Hasanuddin, Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, drh. Farida membawakan materi bertema “Manfaat Eco-Enzyme”. Ia menjelaskan bagaimana limbah organik dapat diolah menjadi cairan serbaguna yang bermanfaat bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari. Paparan ini mendapat sambutan hangat dari peserta, terlihat dari antusiasme anggota DWP yang aktif mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi.
“Eco-Enzyme bukan hanya solusi ramah lingkungan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian kita terhadap keberlanjutan hidup. Dengan memanfaatkan limbah organik, kita bisa menghasilkan cairan serbaguna yang bermanfaat untuk rumah tangga, pertanian, bahkan kesehatan,” ujar drh. Farida dalam pemaparannya.
Salah satu peserta, menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan ini:
“Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan kami. Ternyata limbah dapur yang selama ini dianggap tidak berguna bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kami jadi lebih termotivasi untuk mencoba membuat eco-enzyme di rumah.”
Kontribusi drh. Farida menjadi bukti nyata sinergi antarfakultas di Unhas, sekaligus wujud pengabdian dosen dalam menyebarkan ilmu pengetahuan dan mendukung gerakan peduli lingkungan melalui pemanfaatan eco-enzyme.
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)
Lecturer from Faculty of Animal Science Unhas Becomes Speaker at DWP FKM Unhas Meeting
Makassar, May 20, 2026 – Lecturer from the Faculty of Animal Science, Hasanuddin University (Unhas), drh. Farida Nur Yuliati, M.Si., who is also an active volunteer of Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Makassar, attended as a speaker at the monthly gathering and social event of the Dharma Wanita Persatuan (DWP) of the Faculty of Public Health (FKM) Unhas. The event took place on Wednesday, May 20, 2026, at the Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar.
On this occasion, drh. Farida presented a topic entitled “The Benefits of Eco-Enzyme.” She explained how organic waste can be processed into a multipurpose liquid that is beneficial for the environment as well as daily life. Her presentation was warmly welcomed by the participants, as reflected in the enthusiasm of DWP members who actively asked questions during the discussion session.
“Eco-Enzyme is not only an environmentally friendly solution, but also a real form of our concern for sustainable living. By utilizing organic waste, we can produce a multipurpose liquid that benefits households, agriculture, and even health,” said drh. Farida during her presentation.
One of the participants shared her positive impression after attending the session:
“The material presented truly broadened our horizons. It turns out that kitchen waste, which we often consider useless, can be processed into something valuable. We are now more motivated to try making eco-enzyme at home.”The contribution of drh. Farida serves as a tangible example of inter-faculty synergy at Unhas, as well as a manifestation of academic dedication in spreading knowledge and supporting environmental awareness through the use of eco-enzyme.
Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE)

-
Wujudkan Lingkungan Asri, PKK Perum Magersari Gandeng RDEE Mojokerto Kelola Sampah Organik

MOJOKERTO – Peran ibu rumah tangga sebagai garda terdepan pelestarian lingkungan kembali diteguhkan. Pada Minggu, 3 Mei 2026, Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Kabupaten Mojokerto bersama ibu-ibu PKK Perum Magersari menggelar sosialisasi sekaligus praktik pembuatan Eco Enzyme (EE) di Pos Salak Timur, Kota Mojokerto.
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta ini menjadi langkah nyata dalam mendukung 10 Program Pokok PKK, khususnya program ke-9 tentang Kelestarian Lingkungan Hidup.
Strategis Melalui Jaringan Dasawisma
Pemilihan PKK sebagai mitra edukasi bukan tanpa alasan. Jaringan PKK menjangkau hingga tingkat Dasawisma, sehingga ilmu yang dibagikan dapat langsung diterapkan di lingkup keluarga dan tetangga.
“Para ibu adalah manajer dapur. Jika setiap rumah tangga mampu mengolah sampah organiknya menjadi Eco Enzyme, maka persoalan sampah domestik bisa berkurang signifikan,” ujar Bunda Susi perwakilan RDEE Mojokerto di sela kegiatan.
Praktik Langsung: Limbah Jadi Berkah
Tidak hanya teori, peserta diajak mempraktikkan cara membuat Eco Enzyme dengan bahan sederhana: air, molase atau gula merah, serta sisa kulit buah dan sayuran.
Antusiasme terlihat saat ibu-ibu PKK mempelajari rasio perbandingan bahan agar menghasilkan cairan berkualitas. Suasana hangat penuh diskusi mewarnai Pos Salak Timur ketika peserta mulai memilah bahan organik yang dibawa dari rumah masing-masing.Harapan Menjadi Agen Edukasi
Melalui kegiatan ini, terdapat dua harapan utama:
- Agen Perubahan: Anggota PKK diharapkan menjadi penggerak edukasi di lingkungannya, menularkan pengetahuan pembuatan Eco Enzyme kepada warga lain.
- Pemanfaatan Harian: Mendorong masyarakat untuk menggunakan Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pembersih alami, pupuk tanaman, maupun penyegar udara ramah lingkungan.
Dengan semangat kepedulian terhadap sampah organik, PKK Perum Magersari bersama RDEE Mojokerto membuktikan bahwa perubahan besar bagi bumi dapat dimulai dari langkah sederhana di dapur rumah kita.
Salam Eco Enzyme!
Relawan Dunia Eco Enzyme
Creating a Green Environment: PKK Perum Magersari Collaborates with RDEE Mojokerto to Manage Organic Waste
MOJOKERTO – The role of housewives as the front line of environmental preservation was once again reinforced. On Sunday, May 3, 2026, the World Eco Enzyme Volunteers (RDEE) of Mojokerto Regency, together with the PKK women of Perum Magersari, held a socialization and hands-on practice session on making Eco Enzyme (EE) at Pos Salak Timur, Mojokerto City.
The activity, attended by around 30 participants, marked a concrete step in supporting the 10 Main Programs of PKK, particularly program number 9 on Environmental Sustainability.
Strategic Through the Dasawisma Network
The choice of PKK as an educational partner was deliberate. PKK’s extensive network reaches down to the Dasawisma level, ensuring that the knowledge shared can be directly applied within families and neighborhoods.
“Women are the managers of the kitchen. If every household can process its own organic waste into Eco Enzyme, domestic waste problems can be significantly reduced,” said Bunda Susi a representative of RDEE Mojokerto during the session.Hands-On Practice: Turning Waste into Blessings
Beyond theory, participants were guided to practice making Eco Enzyme using simple ingredients: water, molasses or brown sugar, and fruit or vegetable peels.
The PKK members showed great enthusiasm as they learned the proper ratios to produce high-quality liquid. A warm and lively atmosphere filled Pos Salak Timur as participants sorted the organic materials they had brought from home.Hopes for Becoming Agents of Education
This initiative carries two major hopes:
- Agents of Change: PKK members are expected to become educational drivers in their communities, sharing the knowledge of Eco Enzyme production with other residents.
- Daily Utilization: Encouraging households to adopt Eco Enzyme in daily life, whether as a natural floor cleaner, plant fertilizer, or eco-friendly air freshener.
With this spirit of caring for organic waste, PKK Perum Magersari together with RDEE Mojokerto have proven that big changes for the earth can begin with small steps in our own kitchens.
Eco Enzyme Greetings!
World Eco Enzyme Volunteers

-
Wujudkan Sekolah Hijau, RDEE Mojokerto Sosialisasikan Eco Enzyme di SDN Manduro 1

MOJOKERTO – Semangat pelestarian lingkungan kembali bergema di kaki Gunung Penanggungan. Pada Jumat, 24 April 2026, Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Kabupaten Mojokerto hadir di SDN Manduro 1, Kecamatan Ngoro, untuk berbagi pengetahuan tentang “cairan ajaib” ramah bumi: Eco Enzyme.
Komitmen Sekolah Hijau
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan. SDN Manduro 1 telah resmi menjadi sekolah binaan RDEE Mojokerto melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga ekosistem sekolah dan menumbuhkan budaya hijau berkelanjutan.
Menuju Adiwiyata Nasional
Sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten, SDN Manduro 1 terus berbenah menuju Adiwiyata Nasional. Sosialisasi Eco Enzyme menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah organik secara mandiri. Inovasi ini sejalan dengan indikator penilaian Adiwiyata, sekaligus memberi nilai tambah bagi lingkungan sekolah.
Antusiasme Relawan Cilik
Suasana sosialisasi berlangsung penuh semangat. Para siswa, yang disebut “Relawan Cilik”, antusias menyimak penjelasan tentang cara mengolah kulit buah menjadi cairan multiguna. Tidak hanya teori, mereka juga diajak melihat langsung proses pembuatan Eco Enzyme.
“Anak-anak belajar sains sederhana sekaligus menumbuhkan cinta pada bumi dengan cara menyenangkan. Harapannya, mereka konsisten membuat Eco Enzyme, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar salah satu relawan.Pendampingan Berkelanjutan
RDEE Mojokerto menegaskan bahwa program ini bukan proyek sesaat. Eco Enzyme diharapkan menjadi budaya positif yang mendarah daging di kalangan siswa. Manfaatnya pun luas: dari pupuk organik cair untuk kebun sekolah hingga pembersih alami yang ramah lingkungan.
Komitmen pendampingan intensif akan terus dilakukan agar sekolah-sekolah binaan di Mojokerto merasakan dampak nyata dan berkelanjutan dari gerakan pelestarian lingkungan ini.Salam Lestari!
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat bersama Eco Enzyme
YRDEE
Realizing Green Schools: RDEE Mojokerto Promotes Eco Enzyme at SDN Manduro 1
MOJOKERTO – The spirit of environmental preservation echoed once again at the foot of Mount Penanggungan. On Friday, April 24, 2026, the Mojokerto chapter of Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) visited SDN Manduro 1, Ngoro District, to share knowledge about the earth-friendly “magical liquid”: Eco Enzyme.
Commitment to Green Schools
This activity was more than just a visit. SDN Manduro 1 has officially become a partner school of RDEE Mojokerto through the signing of a Memorandum of Understanding (MoU). This collaboration reflects a shared commitment to protecting the school’s ecosystem and fostering a sustainable green culture.
Towards National Adiwiyata Recognition
Currently recognized as a District-Level Adiwiyata School, SDN Manduro 1 continues to prepare for advancement to the National Adiwiyata stage. The Eco Enzyme socialization serves as a strategic step to strengthen independent organic waste management. This innovation aligns with Adiwiyata assessment indicators while adding tangible value to the school environment.
Enthusiasm of the “Young Volunteers”
The atmosphere was vibrant and full of energy. Students, affectionately called “Young Volunteers,” eagerly listened to explanations on how fruit peels can be transformed into a versatile liquid. Beyond theory, they observed firsthand the process of making Eco Enzyme.
“Children are not only learning simple science but also cultivating love for the earth in a fun way. We hope they remain consistent in producing Eco Enzyme, both at school and at home,” said one of the volunteers.Continuous Mentorship
RDEE Mojokerto emphasized that this program is not a one-time project. Eco Enzyme is expected to become a positive habit deeply rooted among students. Its benefits are wide-ranging—from serving as liquid organic fertilizer for school gardens to functioning as an eco-friendly natural cleaner. The team is committed to providing ongoing mentorship so that partner schools across Mojokerto experience real and lasting impacts from this environmental movement.
Salam Lestari!
Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme
YRDEE

