-
Bandung Hosts Deepening and Strengthening Eco Enzyme SOP RDEE and Urban Farming Training

Bandung Gelar Pelatihan Pendalaman dan Pemantapan Eco Enzyme SOP RDEE serta Tani Perkotaan
Bandung, 26 Juli 2026 — Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) sukses menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pendalaman dan Pemantapan Eco Enzyme SOP RDEE serta Tani Perkotaan” di Saung Angklung Udjo, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta dari berbagai latar belakang, menandai komitmen berkelanjutan YRDEE dalam pendidikan lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan.
Membangun Kesadaran Ekologis dan Pemberdayaan Komunitas
Pelatihan dibuka dengan pengenalan YRDEE oleh Ketua Dewan Pembina, Bangda Heriyanto “Riyan” Anang Ibrahim. Ia menjelaskan perjalanan organisasi dari Relawan Eco Enzyme Indonesia (REEI) di bawah Yayasan Budaya Hijau Indonesia sejak 2016 hingga resmi berdiri sebagai YRDEE pada 3 Agustus 2023 di Jakarta.
“YRDEE bukan sekadar organisasi, tetapi gerakan global yang menghubungkan kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat melalui Eco Enzyme,” ujar Bangda Heriyanto.
Penegasan SOP Eco Enzyme RDEE
Materi utama menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam produksi Eco Enzyme. Cairan organik hasil fermentasi sampah dapur, gula, dan air ini berfungsi sebagai disinfektan alami, pupuk organik, serta solusi ramah lingkungan untuk rumah tangga.
Ambu Enih Halimah Gandasasmita, Ketua RDEE Wilayah Jawa Barat, memandu praktik pembuatan Eco Enzyme dengan formula standar: 1 bagian gula, 3 bagian bahan organik, 10 bagian air, difermentasi secara anaerob selama 90–100 hari.
“Dengan memahami SOP ini, setiap peserta dapat memproduksi Eco Enzyme berkualitas tinggi di rumah masing-masing sekaligus mengurangi sampah organik,” jelas Ambu Enih.
Filosofi dan Validasi Ilmiah Eco Enzyme
Ketua YRDEE, Bangda Danial Kaban, menekankan filosofi gerakan Eco Enzyme sebagai gerakan ekologis dan spiritual dengan Tiga Pilar Kesadaran Ekologis:
- Mulai dari diri sendiri
- Mulai dari hal kecil
- Mulai dari sekarang
“Gerakan Eco Enzyme telah berevolusi dari sekadar praktik rumah tangga menjadi disiplin sains terapan dan bioremediasi lingkungan yang terstandardisasi serta tervalidasi secara ilmiah,” ungkap Bangda Danial.
SOP Pemanenan, Pengemasan, dan Penyimpanan
Tahapan pasca-fermentasi dijelaskan secara rinci:
- Pemanenan: minimal setelah 90 hari
- Standar Mutu: pH < 3,4 dan TDS ≥ 4200 ppm
- Pengemasan: wadah HDPE food-grade steril dengan label
- Penyimpanan: ruangan kering dan sejuk dengan sistem FIFO
“Setiap tetes Eco Enzyme yang diproduksi di bawah RDEE memiliki standar mutu tinggi yang konsisten, aman, dan siap digunakan secara berkelanjutan,” tegas Bangda Danial.
Tani Perkotaan: Solusi Pangan Mandiri
Pelatihan juga memperkenalkan konsep Tani Perkotaan sebagai solusi ketahanan pangan keluarga di wilayah perkotaan. Peserta belajar teknik bercocok tanam di lahan terbatas dengan dukungan produk RDEE seperti pupuk organik cair, asam amino, kalsium larut, dan pestisida alami.
“Keterbatasan lahan bukan hambatan untuk bercocok tanam. Dengan kreativitas dan daur ulang berbasis Eco Enzyme, keluarga dapat menghasilkan pangan sehat bebas pestisida,” tutur Bangda Danial.
Bonus Materi: Soft Eco Enzyme untuk Kesehatan
Soft Eco Enzyme (SEE) merupakan varian khusus dari bahan organik “lunak” seperti apel, jeruk, pepaya, dan mangga, difermentasi minimal enam bulan.
Manfaat kesehatan:
- Detoksifikasi tubuh
- Disinfektan alami
- Hand body sanitizer
- Penyembuhan luka, termasuk luka diabetes
- Bahan sabun, sampo, dan tonik rambut
“Pembuatan Soft Eco Enzyme secara mandiri adalah solusi praktis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tambah Bangda Danial.
Dukungan Pemerintah dan Peluang UMKM
Pelatihan turut dihadiri oleh Ibu Vina Octaviani, S.STP., M.Si., Kepala Desa Pasir Layung, serta Ibu Nani Mulyani, S.A.P., Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan.
“Produk turunan Eco Enzyme memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk UMKM,” ujar Bangda Danial Kaban.
Ibu Vina menyambut positif gagasan tersebut, membuka peluang kolaborasi antara RDEE dan pemerintah daerah dalam pemberdayaan wirausaha hijau berbasis komunitas.
Antusiasme Peserta dan Rencana Lanjutan
Peserta aktif berdiskusi dan meminta pelatihan lanjutan terkait:
- Eco Enzyme Vegetatif & Generatif
- Pupuk Organik Cair RDEE
- Bio Kompos RDEE
- Asam Amino & Kalsium Larut RDEE
- Soft Eco Enzyme untuk Kesehatan
YRDEE berkomitmen melanjutkan sesi-sesi ini guna memperkuat pengetahuan komunitas dan memastikan gerakan Eco Enzyme berkembang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Penutup
Pelatihan ini menegaskan kembali komitmen YRDEE dalam menyebarkan pengetahuan dan praktik Eco Enzyme sebagai solusi pelestarian lingkungan, peningkatan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme.”
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)Bandung Hosts Deepening and Strengthening Eco Enzyme SOP RDEE and Urban Farming Training
Bandung, July 26, 2026 — The World Eco Enzyme Volunteer Foundation (YRDEE) successfully held a comprehensive training titled “Deepening and Strengthening Eco Enzyme SOP RDEE and Urban Farming” at Saung Angklung Udjo, Bandung City, West Java. The event gathered 31 enthusiastic participants from diverse backgrounds, marking another milestone in YRDEE’s mission to advance environmental education and sustainable living.
Building Ecological Awareness and Community Empowerment
The program opened with an introduction to YRDEE by Bangda Heriyanto “Riyan” Anang Ibrahim, Chairman of the Board of Trustees. He highlighted the foundation’s journey from Relawan Eco Enzyme Indonesia (REEI) under Yayasan Budaya Hijau Indonesia in 2016 to its official establishment as YRDEE on August 3, 2023, in Jakarta.
“YRDEE is not merely an organization—it is a global movement connecting health, environment, and community empowerment through Eco Enzyme,” said Bangda Heriyanto.
YRDEE continues to focus on organic fermentation training, research, agricultural development, and environmental preservation.
Reinforcing Eco Enzyme SOP RDEE
The training emphasized the Standard Operation Procedure (SOP) for Eco Enzyme production. Eco Enzyme is an organic liquid derived from fermenting kitchen waste, sugar, and water, serving as a natural disinfectant, organic fertilizer, and eco-friendly household solution.
Under the guidance of Ambu Enih Halimah Gandasasmita, Chairwoman of RDEE West Java Region, participants practiced making Eco Enzyme using the standard formula: 1 part sugar, 3 parts organic matter, 10 parts water, fermented anaerobically for 90–100 days.
“By mastering this SOP, participants can produce high-quality Eco Enzyme at home while reducing organic waste,” explained Ambu Enih.
Philosophy and Scientific Validation of Eco Enzyme
Bangda Danial Kaban, Chairman of YRDEE, elaborated on the philosophical foundation of Eco Enzyme as both an ecological and spiritual movement, built upon the Three Pillars of Ecological Awareness:
- Start with yourself
- Start with small actions
- Start now
“Eco Enzyme has evolved from a household craft into a discipline of applied science and community-based bioremediation, standardized and scientifically validated,” said Bangda Danial.
Harvesting, Packaging, and Storage SOP
Post-fermentation procedures were explained in detail:
- Harvesting: after a minimum of 90 days
- Quality Standard: pH < 3.4 and TDS ≥ 4200 ppm
- Packaging: sterilized HDPE food-grade containers with labels
- Storage: dry, cool rooms using FIFO (First In First Out) system
“Every drop of Eco Enzyme produced under RDEE meets the same high-quality standard—safe for sustainable use in environment, agriculture, and health,” emphasized Bangda Danial.
Urban Farming: RDEE’s Sustainable Food Solution
Urban Farming was introduced as a practical solution for family food security in cities. Participants learned techniques for small-space farming and how RDEE products—such as organic fertilizers, amino acids, soluble calcium, and natural pesticides—support sustainable cultivation.
“Limited land is not a barrier to farming. With creativity and Eco Enzyme-based recycling, families can grow healthy, pesticide-free food,” said Bangda Danial.
Bonus Content: Soft Eco Enzyme for Health
Soft Eco Enzyme (SEE) is a special variant made from “soft” organic materials such as apple, orange, papaya, and mango, fermented for at least six months.
Health Benefits include:
- Body detoxification
- Natural disinfectant
- Hand body sanitizer
- Wound healing, including diabetic wounds
- Ingredient for soap, shampoo, and hair tonic
“Producing Soft Eco Enzyme independently is a practical and sustainable way to improve family health and preserve the environment,” added Bangda Danial.
Government Support and MSME Opportunities
The training was attended by Ms. Vina Octaviani, S.STP., M.Si., Head of Pasir Layung Village, and Ms. Nani Mulyani, S.A.P., Head of Economic and Development Section.
“Eco Enzyme derivatives have great potential to become MSME products,” said Bangda Danial Kaban.
Ms. Vina welcomed the idea positively, opening opportunities for collaboration between RDEE and local government to empower community-based green entrepreneurship.
Participant Enthusiasm and Future Plans
Participants actively engaged in discussions and requested deeper training on:
- RDEE Eco Enzyme Vegetative & Generative
- RDEE Liquid Organic Fertilizer
- RDEE Bio Compost
- RDEE Amino Acids & Soluble Calcium
- Soft Eco Enzyme for Health
YRDEE plans to continue these sessions to strengthen community knowledge and ensure the Eco Enzyme movement grows sustainably across Indonesia.
Closing Statement
This training reaffirmed YRDEE’s commitment to spreading Eco Enzyme knowledge and practice as a solution for environmental preservation, health improvement, and community economic empowerment.
“Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
RDEE Balikpapan: Pengenalan Eco Enzyme, Praktek Pembuatan Cuka Salak & Cuka Nenas, serta Panen Timun Organik Rooftop

Balikpapan, 26 Juli 2026 – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Balikpapan kembali menggelar kegiatan edukasi dan praktek bersama yang penuh makna pada Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di kediaman Bunda Isnaniah (Penjahit Annisa), Jl. Mekar Sari No. 10 RT.21, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan.
Acara dimulai pukul 13.30 WITA hingga selesai dengan agenda utama:
- Pengenalan Eco Enzyme (EE) kepada warga RT 21 Gunung Sari Ilir
- Praktek pembuatan RDEE Cuka Salak (CS) dan Cuka Nenas (CN) sesuai SOP RDEE
- Panen Timun Jepang organik yang ditanam dengan sistem tabulampot di atas atap rumah (rooftop) menggunakan Eco Enzyme sebagai aktivator unsur hara
Antusiasme Warga dan Relawan
Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus edukasi bagi warga RT 21. Relawan RDEE Balikpapan memperkenalkan manfaat Eco Enzyme dan produk turunannya, termasuk cuka-cukaan yang memiliki banyak khasiat kesehatan.
Ibu Ketua RT 21 menyampaikan antusiasme tinggi dan berencana mengadakan pelatihan lanjutan bersama warga RT terdekat, mengingat potensi produk turunan Eco Enzyme dapat dikembangkan menjadi produk UMKM yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pesan Ketua RDEE Kalimantan Timur
Ketua RDEE Region Kalimantan Timur, Bunda Ruth “Nesya” Deliana Purba, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai penting:
- Relawan dapat kembali mempelajari cara pembuatan Cuka Salak dan Cuka Nenas sesuai SOP RDEE.
- Warga RT setempat diperkenalkan pada Eco Enzyme dan produk turunannya yang berpotensi menjadi usaha UMKM.
- Relawan berkesempatan memanen sendiri Timun Jepang organik yang ditanam dengan Eco Enzyme, sebelum menikmati makan siang bersama.
Makna Kegiatan
Dengan semangat kebersamaan, RDEE Balikpapan tidak hanya memperkenalkan Eco Enzyme kepada masyarakat, tetapi juga menunjukkan bukti nyata bahwa produk turunannya dapat memberikan manfaat kesehatan sekaligus peluang ekonomi.
Panen timun organik dari rooftop menjadi simbol keberhasilan pemanfaatan Eco Enzyme dalam pertanian ramah lingkungan.
RDEE Balikpapan – Belajar, Berbagi, dan Berkarya Bersama Eco Enzyme.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)RDEE Balikpapan: Introduction to Eco Enzyme, Practice of Making Salak Vinegar & Pineapple Vinegar, and Rooftop Organic Cucumber Harvest
Balikpapan, July 26, 2026 – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Balikpapan once again held a meaningful educational and practical activity on Sunday, July 26, 2026, at the residence of Bunda Isnaniah (Annisa Tailor), Jl. Mekar Sari No. 10 RT.21, Gunung Sari Ilir Subdistrict, Balikpapan Tengah District, Balikpapan City.
The event began at 1:30 PM WITA and continued until completion, with the following main agenda:
- Introduction to Eco Enzyme (EE) for residents of RT 21 Gunung Sari Ilir
- Hands-on practice of making RDEE Salak Vinegar (CS) and Pineapple Vinegar (CN) according to RDEE SOP
- Harvesting Japanese cucumbers organically grown using the tabulampot system on the rooftop, activated with Eco Enzyme as a nutrient enhancer
Enthusiasm of Residents and Volunteers
This activity served as both a gathering and an educational platform for RT 21 residents. RDEE Balikpapan volunteers introduced the benefits of Eco Enzyme and its derivative products, including various vinegars known for their health properties.
The Head of RT 21 expressed great enthusiasm and announced plans to organize further training sessions with neighboring RTs, recognizing the potential of Eco Enzyme derivative products to be developed into community-based MSME products that benefit society.
Message from RDEE East Kalimantan Chairperson
Chairperson of RDEE East Kalimantan Region, Bunda Ruth “Nesya” Deliana Purba, who attended as the keynote speaker, emphasized the importance of this activity:
- Volunteers had the opportunity to relearn the proper method of making Salak Vinegar and Pineapple Vinegar according to RDEE SOP.
- Local residents were introduced to Eco Enzyme and its derivative products, which hold strong potential for MSME development.
- Volunteers enjoyed harvesting Japanese cucumbers organically grown with Eco Enzyme before sharing lunch together.
Significance of the Event
With a spirit of togetherness, RDEE Balikpapan not only introduced Eco Enzyme to the community but also demonstrated tangible proof that its derivative products can provide both health benefits and economic opportunities.
The rooftop cucumber harvest became a symbol of success in applying Eco Enzyme for environmentally friendly agriculture.
RDEE Balikpapan – Learning, Sharing, and Creating Together with Eco Enzyme.
Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu Gelar Pelatihan Eco Enzyme SOP YRDEE

Pasar Minggu, 18 Juli 2026 — Ruang Ichtus GPIB Pasar Minggu menjadi lokasi pelatihan pembuatan dan pemanfaatan Eco Enzyme sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu ini menghadirkan peserta antusias dari Ibu Ibu Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan (Pelkat PKP) GPIB Pasar Minggu dengan tujuan belajar, praktik, dan bergerak bersama demi bumi yang lebih baik.
Tujuan Pelatihan
Pelatihan ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan utama:
- Belajar, praktik, dan bergerak untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik.
- Mengubah limbah menjadi berkat melalui pemanfaatan sampah organik.
- Memahami manfaat Eco Enzyme bagi lingkungan dan kehidupan sehari‑hari.
- Mendukung gaya hidup sehat, hemat, dan ramah lingkungan.
- Menjadi bagian dari gerakan global menuju bumi yang lebih bersih dan lestari.
Materi Pelatihan dan Narasumber
Materi yang disampaikan:
- Pembuatan Eco Enzyme sesuai SOP YRDEE.
- Soft Eco Enzyme yang dikenal sebagai Eco Enzyme untuk kesehatan.
- Aplikasi Soft Enzyme untuk keperluan kesehatan sehari‑hari.
Narasumber: Bangda Danial Kaban, Ketua Umum Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE).
Bangda Danial memaparkan bahwa meskipun rumus pembuatan Eco Enzyme telah baku, keberhasilan sangat bergantung pada ketelitian saat pembuatan, proses fermentasi, dan penyimpanan saat panen. Ia menekankan bahwa pengendalian proses inilah yang menentukan kualitas dan manfaat akhir Eco Enzyme.
Manfaat Eco Enzyme Menurut Narasumber
Bangda Danial merinci manfaat Eco Enzyme yang dapat dirasakan bila proses dilakukan dengan benar:
- Kesehatan Masyarakat — meningkatkan taraf hidup sehat secara alami.
- Rumah Sehat — menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan aman.
- Pertanian Mandiri — mendorong praktik pertanian berkelanjutan.
- Peternakan Sehat — menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.
- Ketahanan Pangan — memperkuat ketersediaan pangan alami dan berkualitas.
- Ketahanan Ekonomi — memberdayakan masyarakat melalui usaha berbasis Eco Enzyme.
- Lingkungan Sehat — melestarikan bumi untuk generasi mendatang.
Praktik dan Antusiasme Peserta
Sesi Pelatihan, Praktik pembuatan Eco Enzyme SOP RDEE dan RDEE Soft Eco Enzyme berlangsung intens dari pukul 14.00 hingga 18.00. Peserta diajak langsung mencampurkan bahan organik, gula, dan air sesuai proporsi SOP, memantau proses fermentasi, serta mempelajari teknik penyimpanan yang aman. Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam setiap tahap praktik dan diskusi.
Di akhir sesi, beberapa peserta melaporkan pengalaman langsung setelah menggunakan Soft Eco Enzyme:
- Perbaikan gangguan pendengaran pada dua ibu peserta yang mengalami masalah pada salah satu telinga; setelah perawatan dengan Soft Eco Enzyme, pendengaran kembali normal.
- Pereda sakit gigi penderita yang sudah lama mengalami nyeri; kumur dengan dosis Soft Eco Enzyme yang tepat.
- Pemulihan gejala flu pada salah satu panitia; lendir keluar dari saluran pernapasan dan rasa lega dirasakan setelah pengaplikasian.
Ajakan dan Rencana Tindak Lanjut
Narasumber mengajak seluruh Pelkat PKP untuk memproduksi Eco Enzyme secara masif agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas di komunitas dan mansyarakat. Panitia berharap YRDEE bersedia kembali diundang untuk menyelenggarakan pelatihan lanjutan yang mencakup tahapan pembuatan lebih mendalam dan pengembangan produk turunan khusus untuk kesehatan.
Penutup
Pelatihan Eco Enzyme SOP YRDEE oleh Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu menegaskan peran komunitas gereja sebagai agen perubahan lingkungan. Dengan pengetahuan teknis, praktik langsung, dan bukti manfaat yang mulai dirasakan peserta, langkah kecil di tingkat jemaat diharapkan berkembang menjadi gerakan yang lebih luas untuk mendukung lingkungan sehat, ekonomi berkelanjutan, dan ketahanan pangan lokal.
Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu Holds Eco Enzyme SOP Training by YRDEE
Pasar Minggu, July 18, 2026 — The Ichtus Room of GPIB Pasar Minggu hosted a training session on the production and use of Eco Enzyme following the Standard Operating Procedures (SOP) of the World Eco Enzyme Volunteer Foundation (YRDEE). Organized by the Pelkat PKP (Categorical Women’s Fellowship) of GPIB Pasar Minggu, the event brought together enthusiastic participants from the congregation with the aim of learning, practicing, and taking collective action for a better Earth.
Training Objectives
The training was organized with the following primary objectives:
- Learn, practice, and act to create a healthier environment.
- Turn waste into blessing by utilizing organic waste.
- Understand the benefits of Eco Enzyme for the environment and daily life.
- Support a healthy, economical, and eco‑friendly lifestyle.
- Join the global movement toward a cleaner, more sustainable planet.
Training Content and Speaker
Topics covered:
- Production of Eco Enzyme according to YRDEE SOP.
- Soft Eco Enzyme, also known as Eco Enzyme for health.
- Applications of Soft Enzyme for everyday health needs.
Speaker: Bangda Danial Kaban, Chairperson of the World Eco Enzyme Volunteer Foundation (YRDEE).
Bangda Danial explained that although the Eco Enzyme formula is standardized, success depends heavily on careful attention during preparation, the fermentation process, and storage at harvest. He emphasized that process control determines the final quality and effectiveness of the Eco Enzyme.
Benefits of Eco Enzyme According to the Speaker
Bangda Danial outlined the benefits that can be achieved when the process is carried out correctly:
- Public Health — improving natural, healthy living standards.
- Healthy Homes — creating clean and safe household environments.
- Self‑sufficient Agriculture — promoting sustainable farming practices.
- Healthy Livestock — maintaining animal health and productivity.
- Food Security — strengthening the availability of natural, quality food.
- Economic Resilience — empowering communities through Eco Enzyme‑based enterprises.
- Healthy Environment — preserving the Earth for future generations.
Practice Session and Participant Enthusiasm
The training and hands‑on practice of Eco Enzyme SOP RDEE and RDEE Soft Eco Enzyme ran intensively from 14:00 to 18:00. Participants were guided to mix organic materials, sugar, and water in the SOP‑specified proportions, monitor fermentation, and learn safe storage techniques. Enthusiasm was evident in the active participation during each practical step and discussion.
At the end of the session, several participants reported immediate benefits after using Soft Eco Enzyme:
- Improved hearing for two women who had long experienced hearing problems in one ear; after treatment with Soft Eco Enzyme, their hearing returned to normal.
- Relief from chronic toothache for a participant who experienced pain for a long time; rinsing with the correct dose of Soft Eco Enzyme provided relief.
- Recovery from flu symptoms for a committee member; mucus was expelled from the respiratory tract and a sense of relief followed application.
Call to Action and Follow‑Up Plans
The speaker urged all Pelkat PKP members to produce Eco Enzyme on a larger scale so its benefits can reach wider communities. Organizers expressed hope that YRDEE will be invited back to conduct advanced training covering deeper production stages and the development of derivative products specifically for health.
Closing
The Eco Enzyme SOP training by Pelkat PKP GPIB Pasar Minggu and YRDEE reaffirmed the church community’s role as an agent of environmental change. With technical knowledge, hands‑on practice, and early evidence of benefits reported by participants, small steps at the congregational level are expected to grow into a broader movement supporting healthy environments, sustainable economies, and local food security.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Sosialisasi Eco Enzyme oleh GOW Kabupaten Mojokerto

Mojokerto, 15 Juli 2026 — Pendopo Umah Dinas Wakil Bupati menjadi tempat berkumpulnya para anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Mojokerto untuk mengikuti sosialisasi pembuatan dan pemanfaatan Eco Enzyme (EE) dengan tema GOW peduli bumi dari sampah menjadi emas cair bernama Eco Enzyme. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua GOW yang juga Wakil Bupati, seluruh anggota GOW, serta relawan RDEE Mojokerto.
Rangkaian Acara dan Narasumber
Tempat: Pendopo Umah Dinas Wakil Bupati Tanggal: 15 Juli 2026 Narasumber: Bunda Susilawati, Ketua RDEE Mojokerto dan relawan RDEE Mojokerto Pendamping Praktik: Bunda Dining, Bunda Riani, Bude Sri
Acara dimulai dengan sambutan pembukaan dari Ketua GOW, dilanjutkan paparan tentang konsep Eco Enzyme dan praktik pembuatan yang dipandu oleh Bunda Susilawati. Sesi praktik melibatkan demonstrasi langkah demi langkah pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan di rumah tangga.
Isi Sambutan Ketua GOW
Dalam sambutannya, Ketua GOW mengajak seluruh anggota untuk mendukung program R3 (Reduce‑Reuse‑Recycle) dimulai dari lingkungan rumah tangga. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan sampah organik sebagai sumber daya yang bernilai, termasuk pembuatan Eco Enzyme.
Inti pesan sambutan:
- Dukungan terhadap R3 dimulai dari kebiasaan sehari-hari di rumah.
- Pemanfaatan sampah organik sebagai sesuatu yang bermanfaat, bukan sekadar limbah.
- Optimisme perubahan: dalam tiga bulan ke depan, dapur dan rumah akan beraroma Eco Enzyme, dan bumi akan “tersenyum” karena volume sampah berkurang.
“Mulai dari rumah kita, mari ubah sampah menjadi manfaat. Dalam tiga bulan, dapur kita akan wangi Eco Enzyme dan Bumi tersenyum karena sampah berkurang.”
Praktik Pembuatan Eco Enzyme
Sesi praktik dipandu oleh Bunda Susilawati dengan pendampingan Bunda Dining, Bunda Riani, dan Bude Sri. Peserta diajak langsung mencampurkan bahan organik, gula, dan air dalam proporsi yang tepat, serta mempelajari teknik fermentasi dan penyimpanan yang aman. Demonstrasi menekankan bahan yang mudah diperoleh di rumah dan langkah sederhana agar setiap keluarga dapat memulai sendiri.
Manfaat yang disorot:
- Pengurangan sampah organik rumah tangga.
- Produk multifungsi untuk kebersihan rumah dan tanaman.
- Solusi hemat dan ramah lingkungan.
Harapan dan Tindak Lanjut
Ketua GOW menyampaikan harapan besar agar GOW menjadi pelopor gerakan Zero Waste di Kabupaten Mojokerto. Ia mengimbau setiap anggota untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing‑masing, menyebarkan praktik R3 dan pembuatan Eco Enzyme kepada keluarga, tetangga, dan komunitas.
Panitia juga mengumumkan rencana pendampingan lanjutan berupa workshop kecil di tingkat desa dan kelompok ibu‑ibu, serta pembentukan kelompok pemantau hasil penerapan Eco Enzyme di rumah tangga.
Penutup
Kegiatan sosialisasi ini menegaskan komitmen bersama antara GOW dan relawan RDEE Mojokerto untuk mengubah pola pikir tentang sampah: dari beban menjadi sumber daya. Dengan langkah praktis dan dukungan anggota, diharapkan gerakan kecil di rumah tangga akan berkembang menjadi gerakan besar yang membawa Kabupaten Mojokerto menuju target Zero Waste.
Sosialization of Eco Enzyme by GOW Mojokerto Regency
Mojokerto, July 15, 2026 — The Pendopo Umah Dinas of the Vice Regent hosted members of the Gabungan Organisasi Wanita (GOW) of Mojokerto Regency for a socialization event on the production and use of Eco Enzyme (EE) under the theme GOW cares for the Earth: turning waste into liquid gold called Eco Enzyme. The event was attended by the Chair of GOW, who is also the Vice Regent, all GOW members, and volunteers from RDEE Mojokerto.
Event Details and Speakers
Location: Pendopo Umah Dinas of the Vice Regent Date: July 15, 2026 Main Speaker: Bunda Susilawati, Chair of RDEE Mojokerto and RDEE Mojokerto volunteer team Practice Assistants: Bunda Dining, Bunda Riani, Bude Sri
The program opened with a welcome address from the Chair of GOW, followed by a presentation on the Eco Enzyme concept and a hands‑on demonstration led by Bunda Susilawati. The practical session included a step‑by‑step demonstration on converting organic waste into an environmentally friendly Eco Enzyme that can be easily applied at household level.
Chair of GOW Address
In her remarks, the Chair of GOW urged all members to support the R3 program (Reduce Reuse Recycle) starting within their own households. She emphasized the importance of treating organic waste as a valuable resource, including its conversion into Eco Enzyme.
Key messages from the address:
- Support for R3 should begin with everyday habits at home.
- Use organic waste as something useful rather than mere refuse.
- Optimism for change: within three months, kitchens and homes will carry the scent of Eco Enzyme and the Earth will “smile” as waste volumes decrease.
“Starting from our homes, let us turn waste into benefit. In three months, our kitchens will smell of Eco Enzyme and the Earth will smile because waste has been reduced.”
Eco Enzyme Production Practice and Highlighted Benefits
The practical session was guided by Bunda Susilawati with assistance from Bunda Dining, Bunda Riani, and Bude Sri. Participants mixed organic materials, sugar, and water in the correct proportions and learned safe fermentation and storage techniques. The demonstration emphasized readily available household ingredients and simple steps so every family can begin making Eco Enzyme on their own.
Benefits emphasized:
- Reduction of household organic waste.
- A multifunctional product for home cleaning and plant care.
- A cost‑effective and environmentally friendly solution.
Hopes and Follow Up
The Chair of GOW expressed a strong hope that GOW will become a pioneer of the Zero Waste movement in Mojokerto Regency. She called on each member to act as an agent of change in their neighborhoods by spreading R3 practices and Eco Enzyme production to family, neighbors, and community groups.
Organizers also announced plans for continued support through small village‑level workshops for mothers’ groups and the formation of monitoring groups to track Eco Enzyme adoption in households.
Closing
This socialization event reaffirmed the shared commitment of GOW and RDEE Mojokerto volunteers to shift perceptions of waste from burden to resource. With practical steps and member support, the small changes made in households are expected to grow into a larger movement that helps lead Mojokerto Regency toward its Zero Waste goals.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
RDEE Mojokerto Sosialisasi Eco Enzyme di SMAN PGRI 1 Kota Mojokerto

Mojokerto, 14 Juli 2026 — RDEE Mojokerto mengadakan sosialisasi pembuatan Eco Enzyme (EE) bagi siswa baru SMAN PGRI 1 Kota Mojokerto dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan yang mengusung tema Go Green Z, Generasi Baru — Sekolah Bersih Bumi Tertawa ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan dan kebiasaan pengelolaan sampah organik sejak dini.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan edukatif. Acara dibuka dengan sesi sosialisasi Eco Enzyme, dilanjutkan demonstrasi langsung pembuatan EE dan sesi “curhat sampah” di mana siswa berbagi pengalaman serta kendala terkait sampah di lingkungan sekolah. Pada bagian praktik, setiap kelas didorong untuk menerapkan prinsip satu kelas satu ember EE sebagai langkah awal pembiasaan memilah dan mengolah sampah organik.
Tujuan Program
Program ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan utama:
- Muncul rasa peduli dan tanggung jawab terhadap kebersihan sekolah.
- Terbentuk kebiasaan membuang dan memilah sampah organik secara teratur.
- Tumbuh jiwa kolaborasi melalui kerja tim antar siswa.
- Menjadi agen perubahan yang menginspirasi lingkungan sekitar.
- Mampu mengajak teman dan keluarga untuk membuat dan memanfaatkan Eco Enzyme di rumah.
Narasumber dan Relawan
Kegiatan dipandu oleh Bunda Susilawati, Ketua RDEE Mojokerto, yang juga menjadi narasumber utama. Hadir pula Bunda Riani serta sejumlah guru pendamping yang mendampingi siswa selama sesi praktik. Sasaran utama kegiatan adalah siswa baru SMAN PGRI 1 yang mengikuti rangkaian MPLS.
Bunda Susilawati menyampaikan, “Melalui pembuatan Eco Enzyme kita mengajarkan langkah sederhana namun berdampak besar: mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat sekaligus menumbuhkan tanggung jawab kolektif. Jika setiap kelas memulai dengan satu ember, perubahan besar bisa dimulai dari sekolah.”
Dampak dan Harapan
Penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi titik awal terbentuknya budaya sekolah yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Dengan kebiasaan memilah sampah dan kolaborasi antar siswa, SMAN PGRI 1 diharapkan menjadi contoh bagi keluarga dan komunitas sekitar. Keberlanjutan program akan didukung oleh peran aktif guru sebagai pendamping dan relawan RDEE yang siap memberikan pelatihan lanjutan.
Penutup
RDEE Mojokerto menegaskan komitmen untuk terus mendampingi sekolah-sekolah dalam program edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah organik. Bagi sekolah atau komunitas yang ingin berkolaborasi atau mengikuti pelatihan pembuatan Eco Enzyme, RDEE membuka kesempatan untuk pendampingan dan workshop lanjutan.
RDEE Mojokerto Socializes Eco Enzyme at SMAN PGRI 1 Kota Mojokerto
Mojokerto, 14 July 2026 — RDEE Mojokerto held a socialization session on the production of Eco Enzyme (EE) for new students of SMAN PGRI 1 Kota Mojokerto as part of the School Environment Orientation (MPLS). The activity, themed Go Green Z, New Generation — Clean School, Smiling Earth, aims to foster environmental awareness and habits for managing organic waste from an early age.
Activity Implementation
The program was conducted in an interactive and educational format. The event opened with a session introducing the concept of Eco Enzyme, followed by a live demonstration of EE production and a “waste sharing” session where students exchanged experiences and challenges related to waste management at school. During the practical segment, each class was encouraged to adopt the principle one class, one bucket of EE as an initial step toward routinely sorting and processing organic waste.
Program Objectives
This program was designed to achieve several key objectives:
- Instill a sense of care and responsibility for school cleanliness.
- Establish regular habits of disposing and sorting organic waste.
- Foster a spirit of collaboration through teamwork among students.
- Create agents of change who inspire their surrounding environment.
- Enable students to invite friends and family to make and use Eco Enzyme at home.
Speakers and Volunteers
The activity was led by Bunda Susilawati, Chair of RDEE Mojokerto, who also served as the main resource person. Bunda Riani and several accompanying teachers were present to assist students during the practical sessions. The primary target of the program was the new students of SMAN PGRI 1 participating in the MPLS series.
Bunda Susilawati stated, “Through making Eco Enzyme we teach a simple yet impactful step: turning organic waste into a useful product while fostering collective responsibility. If every class starts with one bucket, big change can begin at school.”
Impact and Expectations
Organizers hope this activity will mark the beginning of a cleaner, more environmentally friendly school culture. With consistent waste-sorting habits and student collaboration, SMAN PGRI 1 is expected to become a role model for families and the surrounding community. The program’s continuity will be supported by active teacher involvement and RDEE volunteers ready to provide further training.
Closing
RDEE Mojokerto reaffirms its commitment to continue supporting schools in environmental education and organic waste management programs. Schools or communities interested in collaborating or joining Eco Enzyme workshops are invited to seek guidance and further training from RDEE.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
RDEE Jombang Gelar Sosialisasi Eco Enzyme Bersama PKK

JOMBANG, 04 Juli 2026 – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Jombang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan Eco Enzyme. Pada kegiatan sosialisasi yang digelar di RW 004 Perumahan Griya Indah Jombang, hadir peserta dari perwakilan PKK di 13 RT yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Dalam kesempatan ini, RDEE Jombang mengenalkan berbagai manfaat Eco Enzyme bagi rumah tangga dan lingkungan, mulai dari mengolah limbah organik dapur menjadi media tanam yang penuh berkah, hingga pemanfaatannya sebagai pembersih alami yang ramah lingkungan. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong keluarga untuk lebih mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di sekitar komplek perumahan.
Kegiatan ini juga menjadi pintu masuk bagi program lanjutan berupa GERTASS (Gerakan Tanam Sayur Sehat), yang akan mengajak warga untuk menanam sayuran sehat di pekarangan rumah masing-masing. Selain itu, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan Eco Enzyme untuk terapi kesehatan manusia serta menjaga kesehatan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Acara yang dipandu oleh petugas dari RT 06 RW 04 Perum Griya Indah Jombang ini menghadirkan narasumber utama, Bunda Fatimah dari RDEE Jombang. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, beliau menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di rumah masing-masing. “Jika setiap rumah mampu mengolah limbah organiknya sendiri menjadi Eco Enzyme, maka bukan hanya masalah sampah yang teratasi, tetapi juga tercipta lingkungan yang lebih sehat dan penuh keberkahan,” ujar Bunda Fatimah.
Melalui kegiatan ini, RDEE Jombang berharap para ibu PKK dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya, menularkan pengetahuan tentang Eco Enzyme kepada warga lain, serta mendorong terciptanya lingkungan perumahan yang sehat, hijau, dan penuh keberkahan.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)
RDEE Jombang Holds Eco Enzyme Socialization with PKK
JOMBANG, July 4, 2026 – Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Jombang once again demonstrated its commitment to educating the community about the importance of managing organic waste and utilizing Eco Enzyme. The socialization event, held at RW 004 Griya Indah Jombang Housing Complex, was attended by PKK representatives from 13 neighborhood units (RT), all of whom enthusiastically participated in the program.
On this occasion, RDEE Jombang introduced various benefits of Eco Enzyme for households and the environment, ranging from processing kitchen organic waste into fertile planting media to its use as a natural, eco-friendly cleaner. This educational effort is expected to encourage families to be more independent in managing household waste while preserving the environment within the housing complex.
The event also served as an entry point for the follow-up program GERTASS (Healthy Vegetable Planting Movement), which will invite residents to grow healthy vegetables in their home gardens. In addition, participants were introduced to the use of Eco Enzyme for human health therapy and for maintaining environmental sustainability.
The program, coordinated by officers from RT 06 RW 04 Griya Indah Jombang Housing Complex, featured the main speaker, Bunda Fatimah from RDEE Jombang. With her engaging communication style, she emphasized that significant change can begin with small steps at home. “If every household can process its own organic waste into Eco Enzyme, not only will the waste problem be solved, but a healthier and more blessed environment will also be created,” said Bunda Fatimah.
Through this activity, RDEE Jombang hopes that PKK mothers can become agents of change in their communities, spreading knowledge about Eco Enzyme to other residents and fostering the creation of housing environments that are healthy, green, and full of blessings.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Sosialisasi Eco Enzyme untuk Pencegahan PMK Sapi di PP Gus Nur Krian Sidoarjo

Sidoarjo, 30 Juni 2026
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE) bersama Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Jombang kembali menggelar kegiatan sosialisasi penting mengenai pemanfaatan Eco Enzyme (EE) di Pondok Pesantren Gus Nur, Krian, Sidoarjo. Acara ini difokuskan pada dua hal utama: pencegahan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada sapi serta pemanfaatan Eco Enzyme sebagai dekomposer limbah ternak untuk menghasilkan bio kompos yang ramah lingkungan.
Materi Sosialisasi
Dalam sesi pertama, peserta mendapatkan penjelasan mengenai cara pembuatan Eco Enzyme sesuai SOP RDEE, yang menekankan pentingnya proses fermentasi yang benar agar menghasilkan Eco Enzyme berkualitas tinggi. Sosialisasi ini juga menyoroti manfaat Eco Enzyme dalam menjaga kesehatan sapi, terutama sebagai langkah preventif terhadap ancaman PMK yang masih menjadi perhatian besar bagi para peternak di Indonesia.
Sesi lanjutan membahas bagaimana Eco Enzyme dapat berperan sebagai dekomposer alami dalam mengolah limbah sapi. Limbah yang biasanya menimbulkan bau dan pencemaran lingkungan dapat diubah menjadi bio kompos yang bermanfaat bagi pertanian, sehingga mendukung konsep zero waste di lingkungan pesantren.
Narasumber dan Pesan Inspiratif
Acara ini menghadirkan Bunda Siti Fatimah, Relawan RDEE Jombang, sebagai narasumber utama. Beliau menekankan bahwa kualitas Eco Enzyme hanya dapat dicapai melalui proses fermentasi yang disiplin dan sesuai standar. “Dengan mengikuti SOP RDEE, kita akan mendapatkan Eco Enzyme yang benar-benar bermanfaat, baik untuk kesehatan ternak maupun lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bunda Nyai Umdatul Choirot, Pembina RDEE Jombang dari Pondok Pesantren Tambak Beras, menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya berbagi kebaikan melalui Eco Enzyme. “Melalui Eco Enzyme, kita tidak hanya menyehatkan lingkungan pesantren, tetapi juga mendukung usaha produktif seperti peternakan sapi. Harapan kami, Eco Enzyme dapat segera masuk ke seluruh pondok pesantren di Indonesia, sehingga kualitas pendidikan dan lingkungan pesantren semakin meningkat,” tuturnya.
Harapan dan Dampak
Kegiatan ini menjadi langkah nyata YRDEE dalam memperluas pemahaman masyarakat, khususnya kalangan pesantren, mengenai manfaat Eco Enzyme. Dengan penerapan yang konsisten, diharapkan Eco Enzyme mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam menjaga kesehatan ternak, mengurangi risiko penyakit menular, serta mendukung pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
Eco Enzyme Socialization for Cattle PMK Prevention at PP Gus Nur Krian Sidoarjo
Sidoarjo, June 30, 2026
The Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE), together with Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Jombang, held an important socialization program on the utilization of Eco Enzyme (EE) at Pondok Pesantren Gus Nur, Krian, Sidoarjo. The event focused on two key aspects: preventing PMK (Foot and Mouth Disease) in cattle and utilizing Eco Enzyme as a natural decomposer to process livestock waste into eco-friendly bio compost.
Socialization Materials
In the first session, participants were introduced to the proper method of producing Eco Enzyme based on RDEE’s Standard Operating Procedures (SOP). The emphasis was placed on the importance of disciplined fermentation processes to ensure high-quality Eco Enzyme. The discussion also highlighted its role in maintaining cattle health, particularly as a preventive measure against PMK, which remains a major concern for farmers across Indonesia.
The second session explored Eco Enzyme’s function as a natural decomposer for cattle waste. Waste that typically causes odor and environmental pollution can be transformed into bio compost beneficial for agriculture, supporting the zero waste concept within the pesantren environment.
Speakers and Inspirational Messages
The program featured Bunda Siti Fatimah, a volunteer from RDEE Jombang, as the main speaker. She emphasized that the effectiveness of Eco Enzyme depends on strict adherence to SOPs. “By following RDEE’s SOP, we can produce Eco Enzyme that truly benefits both livestock health and the environment,” she explained.
Meanwhile, Bunda Nyai Umdatul Choirot, Advisor of RDEE Jombang from Pondok Pesantren Tambak Beras, delivered an inspiring message on the broader impact of Eco Enzyme. “Through Eco Enzyme, we not only improve the pesantren’s environment but also support productive initiatives such as cattle farming. Our hope is that Eco Enzyme will soon reach all pesantren in Indonesia, enhancing both education quality and environmental sustainability,” she stated.
Hopes and Impact
This initiative marks a concrete step by YRDEE to expand public understanding—especially within pesantren communities—about the benefits of Eco Enzyme. With consistent application, Eco Enzyme is expected to become a sustainable solution for improving livestock health, reducing the risk of infectious diseases, and promoting environmentally friendly waste management practices.
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
RDEE Gresik dan Bank Eco Enzyme Dorong Program PKK Randuagung: Satu RW Satu Bank Kompos

Gresik, 24 Juni 2026
Upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga terus digencarkan. Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) Kabupaten Gresik bersama Bank Eco Enzyme Desa Randuagung meluncurkan program lanjutan bertajuk “Satu RW Satu Bank Kompos, Satu RW Satu Bank Eco Enzyme”.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bunda Tatik Erawati, Ketua RDEE Kabupaten Gresik sekaligus Ketua Pokja 3 TP PKK Desa Randuagung dan Ketua Bank Eco Enzyme Desa Randuagung. Dengan semangat kolaborasi, beliau menekankan pentingnya kemandirian warga di setiap RT dan RW dalam mengelola sampah organik sejak dari sumbernya.
Tujuan Program
Program ini dirancang untuk:- Mendorong warga agar mampu mengolah sampah organik secara mandiri.
- Mengurangi beban sampah rumah tangga yang masuk ke TPS.
- Menghasilkan kompos dan Eco Enzyme yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.
Eco Enzyme sebagai Komposter
Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada fungsi Eco Enzyme sebagai komposter alami. Cairan hasil fermentasi ini tidak hanya membantu mempercepat proses penguraian sampah organik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai:- Pupuk cair untuk tanaman.
- Pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan.
- Pengharum udara alami.
Dampak Nyata bagi Warga
Dengan adanya bank kompos dan bank Eco Enzyme di setiap RW, masyarakat diharapkan mampu:- Mengurangi ketergantungan pada layanan pengangkutan sampah.
- Memanfaatkan hasil olahan untuk kebutuhan harian.
- Menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.
Bunda Tatik Erawati menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar program sesaat, melainkan langkah strategis untuk membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. “Jika setiap RW memiliki bank kompos dan bank Eco Enzyme, maka kemandirian warga akan terbentuk, dan lingkungan desa Randuagung akan semakin asri,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong, PKK Desa Randuagung bersama RDEE Gresik telah menunjukkan bahwa solusi atas masalah sampah bisa dimulai dari dapur rumah tangga, lalu berkembang menjadi gerakan kolektif di tingkat RW.
Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme!
RDEE Gresik and Eco Enzyme Bank Promote PKK Randuagung Program: One RW, One Compost Bank
Gresik, June 24, 2026
Community empowerment efforts in household waste management continue to gain momentum. The Relawan Dunia Eco Enzyme (RDEE) of Gresik Regency, together with the Eco Enzyme Bank of Randuagung Village, launched a follow-up program entitled “One RW, One Compost Bank; One RW, One Eco Enzyme Bank.”The activity was led by Bunda Tatik Erawati, Chairperson of RDEE Gresik Regency, who also serves as Chair of Pokja 3 TP PKK Randuagung Village and Chair of the Eco Enzyme Bank of Randuagung. With a spirit of collaboration, she emphasized the importance of independence for residents in every RT and RW to manage organic waste directly at its source.
Program Objectives
This program is designed to:- Encourage residents to process organic waste independently.
- Reduce the burden of household waste entering the TPS (Temporary Disposal Site).
- Produce compost and Eco Enzyme that can be utilized for daily needs.
Eco Enzyme as a Natural Composter
During the activity, residents were introduced to the function of Eco Enzyme as a natural composter. This fermented liquid not only accelerates the decomposition of organic waste but can also be used as:- Liquid fertilizer for plants.
- Eco-friendly household cleaner.
- Natural air freshener.
Tangible Impact for Residents
With compost banks and Eco Enzyme banks established in every RW, the community is expected to:- Reduce dependence on waste collection services.
- Utilize processed products for everyday needs.
- Become agents of change in maintaining a clean and healthy environment.
Bunda Tatik Erawati emphasized that this movement is not just a temporary program but a strategic step to build a new culture of waste management. “If every RW has a compost bank and an Eco Enzyme bank, residents will become more self-reliant, and Randuagung Village will grow greener and more beautiful,” she stated.
Through the spirit of mutual cooperation, PKK Randuagung Village together with RDEE Gresik have demonstrated that solutions to waste problems can begin in the household kitchen and evolve into a collective movement at the RW level.
Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme!
Yayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Pendampingan Peternak Lele dengan Eco Enzyme

“Jurus Hemat, Panen Naik”
Mojokerto, 23 Juni 2026
Kegiatan pendampingan peternak lele kembali dilaksanakan di Dusun Kecapangan, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada para peternak mengenai pemanfaatan Eco Enzyme (EE) dalam budidaya ikan lele, sekaligus menjadi percontohan nyata yang dapat ditiru oleh peternak di wilayah sekitar.
Sebagaimana diketahui, ikan lele merupakan komoditas yang sangat sensitif terhadap kualitas air. Air yang buruk dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti stres pada ikan, munculnya jamur, hingga meningkatnya kebutuhan pakan yang berujung pada kerugian bagi peternak. Eco Enzyme hadir sebagai solusi inovatif untuk memperbaiki kualitas air, menjadikannya lebih sehat sehingga ikan lele dapat tumbuh optimal, panen meningkat, dan biaya produksi lebih efisien.
Pendampingan ini telah dilakukan secara berkelanjutan oleh Relawan RDEE Mojokerto, Bangda Muslim atau yang akrab disapa Cak Lim. Ia tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga melakukan pemantauan rutin serta evaluasi perkembangan pasca pemberian Eco Enzyme. Dengan pendekatan ini, para peternak dapat melihat langsung manfaat nyata Eco Enzyme terhadap kualitas air dan kesehatan ikan.
Dalam sesi edukasi, ditekankan sebuah prinsip penting: “Memelihara ikan berarti memelihara air.” Ketika kualitas air sudah baik, maka 70% proses pemeliharaan ikan telah berhasil. Prinsip ini menjadi pegangan bagi para peternak untuk lebih fokus menjaga ekosistem air sebagai kunci keberhasilan budidaya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan Eco Enzyme, sekaligus mendorong terciptanya budidaya ikan yang lebih ramah lingkungan, hemat biaya, dan berkelanjutan.
The mentoring program for catfish farmers was once again held in Dusun Kecapangan, Ngoro Village, Ngoro District, Mojokerto. The program aims to educate farmers on the use of Eco Enzyme (EE) in catfish farming, serving as a practical pilot project that can be replicated by surrounding communities.
Catfish are highly sensitive to water quality. Poor water conditions can lead to stress, fungal growth, and excessive feed consumption, resulting in financial losses for farmers. Eco Enzyme provides an innovative solution to improve water quality, making it healthier so that catfish can grow optimally, harvests increase, and production costs become more efficient.
This mentoring program has been continuously carried out by RDEE Mojokerto volunteer, Bangda Muslim, also known as Cak Lim. He not only provides education but also conducts regular monitoring and evaluation of the progress after Eco Enzyme application. This approach allows farmers to directly witness the tangible benefits of Eco Enzyme on water quality and fish health.
During the session, an important principle was emphasized: “Raising fish means raising water.” Once the water quality is good, 70% of the fish farming process is already accomplished. This principle serves as a guideline for farmers to focus on maintaining water ecosystems as the key to successful farming.
This activity is expected to broaden public understanding of the importance of Eco Enzyme use while encouraging the development of more eco-friendly, cost-effective, and sustainable aquaculture practices.
#EcoEnzyme
#YRDEE
#KotaSehat
#PeternakLele
#SustainableFarmingYayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

-
Pembinaan Forum Kota Sehat Kelurahan Gunung Gedangan

Mojokerto, 23 Juni 2026
Ruang pertemuan UPT Puskesmas Kedundung menjadi saksi terselenggaranya kegiatan Pembinaan Forum Kota Sehat (FKS) wilayah Kelurahan Gunung Gedangan. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, antara lain tokoh masyarakat, Ketua LPM Kelurahan, petugas kesehatan lingkungan Puskesmas, kader, Ketua PKK Kelurahan, anggota FKS, serta anggota FKMS.
Materi utama yang disampaikan adalah pemantapan penggunaan Eco Enzyme di masyarakat sebagai langkah nyata mendukung terwujudnya Kota Sehat. Ketua RDEE Mojokerto, Bunda Susilawati, menegaskan bahwa program RDEE Mojokerto bersinergi dengan program Kota Sehat, sehingga dapat memperkuat gerakan bersama dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh anggota FKMS dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menularkan pengetahuan dan praktik penggunaan Eco Enzyme kepada masyarakat luas.
Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini meneguhkan komitmen bahwa Hidup Sehat di Bumi yang Sehat Bersama Eco Enzyme bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari komunitas lokal untuk masa depan yang lebih baik.
The meeting room of UPT Puskesmas Kedundung witnessed the implementation of the Healthy City Forum (FKS) Development Program in Gunung Gedangan Subdistrict, Mojokerto. The event was attended by community leaders, the Head of LPM, environmental health officers from the Puskesmas, cadres, the Head of PKK, FKS members, and FKMS members.
The main topic presented was the strengthening of Eco Enzyme utilization in the community as a concrete step to support the realization of a Healthy City. The Chairperson of RDEE Mojokerto, Bunda Susilawati, emphasized that RDEE Mojokerto’s programs are synergized with the Healthy City initiative, reinforcing collective efforts to maintain cleanliness, health, and environmental sustainability.
Through this program, it is expected that all FKMS members will become agents of change within their respective communities, spreading knowledge and practices of Eco Enzyme use to the wider society.
With the spirit of collaboration, this activity reaffirms the commitment that Healthy Living on a Healthy Earth with Eco Enzyme is not just a slogan, but a real movement starting from local communities for a better future.
#EcoEnzyme
#KotaSehat
#YRDEE
#HealthyCityMovementYayasan Relawan Dunia Eco Enzyme (YRDEE)

